
Topeng Setan berdiri sendirian di depan gerbang Desa Abidzar. Beberapa pemain terpercaya mengikuti langkah kakinya, menghadapi musuh.
Tidak ada satupun orang yang mundur dari peperangan, mereka percaya bahwa Fairy Dance tidak akan kalah. Walaupun ada beberapa kerugian, mereka yakin Blue mempunyai taktik tersembunyi. Mereka semua tidak tahu bahwa Topeng Setan dan Blue adalah satu orang yang sama.
Shadow telah menyiapkan 20 ribu pemain untuk menyerang Desa Abidzar dan 40 ribu orang menyerang Desa Koral. Juna memberikan kendali penuh pada seorang pemain yang bernama Wendi.
Sebagai seorang penyihir, Wendi sangat cerdas dalam penyerangan. Dia sudah merencanakan semua serangan dengan matang, bahkan sudah memperhitungkan kekuatan Fairy Dance tanpa Blue.
"Seberapa kuat pemain yang di juluki Topeng Setan itu?" tanya salah satu orang di samping Wendi.
"Dia setidaknya pemain ketiga terkuat setelah Blue dan Amelia. Aku sebenarnya sedikit bingung seberapa kuat Topeng Setan karena dia tidak pernah menggunakan skillnya."
"Bukankah lebih baik kita menyelidikinya terlebih dahulu?" tanya pemain tank di sebelah Wendi.
"Jangan bilang kalian takut hanya dengan satu orang. Sekuat apapun dia, kita mempunyai 60 ribu orang. Mana mungkin satu orang bisa membalikkan keadaan!" kata Wendi sedikit kasar.
Dia tidak menyangka rekan-rekannya ketakutan dengan Topeng Setan. Namun tidak dapat dipungkiri kehadiran Topeng Setan sangat menekan.
12 Menara Racun sudah berdiri tegap mengelilingi Desa Abidzar, pemandangan yang sangat megah terlihat dari kejauhan.
Blue sebenarnya ingin memarahi Zaha karena menghamburkan uang hanya untuk penampilan. Namun kehadiran Zaha bukan sekedar kunci kemenangan, tetapi semua kesuksesan Fairy Dance adalah jerih payahnya.
Blue tidak memiliki waktu untuk melakukan eksperimen tentang senjata sihir, karena dia harus memantau semua perkembangan Fairy Dance. Jadi semua persenjataan akan di pegang Zaha.
Sedangkan untuk para anggota divisi Arsitek hanya mendapat pelajaran melalui panggilan vidio. Meskipun begitu, mereka berhasil memproduksi Meriam Sihir Otomatis dengan sangat baik.
Itulah alasan kenapa Blue bisa membawa ratusan Meriam Sihir Otomatis ke medan perang. Di samping itu dia juga menggunakan ratusan Menara Petir yang di produksi Divisi Arsitek.
Blue menunggu kedatangan perwakilan Guild Shadow. Dia berdiri tegap dengan dua pedang di punggungnya.
"Wendi, pemain yang selalu berada disebelah Aditya. Sebagai seorang penyihir hitam, kamu adalah pemain paling cerdas di Shadow," kata Blue yang sedang menyamar.
Wendi menggelengkan kepala pelan. "Kamu terlalu memujiku, sebenarnya orang paling cerdas adalah kamu Topeng Setan. Identitas sebenarnya di balik topeng itu sangat sulit ditemukan, bahkan oleh kami Shadow."
Blue tertawa kecil. "Sungguh pujian yang sangat menyentuh. Namun aku ingin memperingatkan kalian, Fairy Dance bukan guild yang mudah. Orang gila itu tidak akan membiarkan kalian lolos dengan kerugian kecil, aku berani menjaminnya," katanya pelan.
"Aku sudah memikirkan konsekuensinya, memangnya apa yang bisa dilakukan seorang anak berumur 16 tahun?" tanya Wendi tersenyum manis.
"Kamu sudah menyelidikinya dengan baik. Aku juga tahu anak itu berumur 16 tahun, tetapi apa kamu tahu kekuatan yang berdiri di belakangnya?"
"Jangan menakuti kami, jelas Blue hanyalah anak dari pemilik kedai teh. Tidak mungkin baginya memiliki pendukung yang kuat," jawab Wendi dengan santai.
Blue menggelengkan kepala dan berdecak. "Sangat di sayangkan pemain hebat sepertimu berakhir dengan informasi dangkal. Baiklah, aku tidak akan memberikan Desa Abidzar maupun Desa Koral!"
Perkataan Topeng Setan membuat Wendi sedikit tersinggung. Walaupun seorang pemimpin, dia sering tersinggung jika direndahkan.
"Aku akan membuatmu menyesal!" kata Wendi berbalik. Dia memberikan isyarat untuk menyerang Desa Abidzar.
10 ribu pemain menerjang Topeng Setan dan beberapa pemain terpercaya. Ada juga beberapa penduduk pribumi yang menghunuskan senjatanya kepada musuhnya.
"Baiklah, jangan ada yang takut. Aku akan menunjukkan kepada para guild bahwa menyerang itu berbeda dengan bertahan!"
200 Menara Petir muncul di seputar Desa Abidzar. Tanpa menunggu perintah, Menara Petir langsung menyerang pemain musuh dan memberikan efek lumpuh sementara.
Sebelum berlari menuju medan perang Blue melihat poin bonus miliknya.
Poin Status : 27
Poin Skill : 1060
Poin Profesi : 1760
__ADS_1
Tanpa menunggu lama, Blue mengalokasikan semua poin status pada Kekuatan. "Sepertinya aku harus meningkatkan beberapa skill," katanya dalam hati.
Setelah melihat dengan sekilas Blue memutuskan meningkatkan Holy Slash menjadi level 4.
Holy Slash
Tingkat : A
Level : 4 (0/800)
Pendinginan : 17 detik
Pedang pemain akan memancarkan cahaya putih serta memberikan kerusakan tambahan sebesar 180%.
(Cocok untuk pendekar pedang ganda karena bisa menggunakan Holy Slash dua kali)
Batas level skill : 9.
Nama : Blue
Kelas : Pendekar Pedang (Mistik)
Ras : Manusia Tingkat Tinggi
Profesi : All Role
- Pandai Besi (Mahir)(Pandai Besi yang Terlupakan)
- Arsitek (Mahir)
- Koki (Pemula)
Kekuatan : 603
Pertahanan : 199
Kelincahan : 584
Daya Tahan : 131
Kepintaran : 98
HP : 6310
MP : 3380
Tidak ada pemberitahuan sistem karena sudah mencapai 600 poin Kekuatan. Bukan karena ada pemain yang sudah melewatinya, tetapi memang tidak ada hadiah lagi.
Hadiah terbaik adalah 500 poin pertama, setelahnya tidak akan ada lagi. Makanya Blue berusaha sangat keras untuk menjadi pemain pertama yang berhasil menembus 500 poin pertama.
Dia telah berhasil mengambil 500 poin pertama pada status Kekuatan dan Kelincahan, Blue tidak berencana mengambil semua keuntungan sendiri.
Setelah pembaruan keempat jumlah serangan akan benar-benar tidak sesuai dengan jumlah kekuatan. Karena Domain Dewa sudah memasukkan unsur prana pada permainan.
Semakin kuat prana seseorang, maka kerusakan yang dihasilkan juga akan semakin besar. Namun status di Domain Dewa tidak dapat diabaikan karena menjadi basis pertama perhitungan.
Jika poin Kekuatan Blue adalah 600, kemudian pemain memiliki Pertahanan 300. Maka 300 akan menjadi kerusakan yang diberikan. Sedangkan perhitungan untuk monster sedikit berbeda karena 300 akan di kalikan 200%.
300 adalah kerusakan minimum, belum adanya penjumlahan skill maupun judul. Karena Judul Blue sangat banyak, makanya serangannya sangat mematikan.
Ada lagi penambahan status pada senjata dan peralatan lainnya. Sehingga kerusakan yang dihasilkan sangat tinggi.
__ADS_1
Tanpa menunggu lama, Topeng Setan berlari menuju medan perang dengan ketrampilan Holy Slash. Karena pendinginan hanya 7 detik, dia bisa mengeluarkannya terus menerus.
Ayunan dua pedang yang sangat indah, tidak ada satupun pemain jarak dekat yang bisa melukainya. Topeng Setan membantai semua musuhnya hanya dengan serangan normal dan skill Holy Slash.
Forum diskusi terguncang sekali lagi, informasi tentang Topeng Setan harus diganti. Mereka semua menganggap bahwa Topeng Setan adalah pemain yang dapat menandingi top player.
Pergerakan kaki, menghindar, menyerang, dan lainnya dilakukan dengan sangat efektif.
"Sudah aku bilang Topeng Setan hanya menyembunyikan kekuatannya, kalian lihat sendiri dia adalah ketua Fairy Dance yang asli!" kata salah seorang pemain di forum diskusi.
"Bodoh, kamu belum pernak melihat Blue membantai pasukan musuh sendirian. Keterampilan pedangnya juga tidak kalah dengan Topeng Setan."
"Apa yang kalian perdebatan, sekarang yang pasti Topeng Setan dan Blue mempunyai hubungan khusus. Sehingga guild lain tidak akan mau untuk memprovokasi Fairy Dance."
Pembicaraan tidak sampai disitu, tetapi semua setuju bahwa Fairy Dance adalah sarang monster. Jika mereka di ganggu maka tidak ada kata maaf untuk musuhnya.
Buktinya sudah ada, Cabang Dominasi Dunia telah dihancurkan dengan pasukan yang lebih sedikit. Tidak sampai disitu, mereka juga akan menghadapi Thunder Strom dengan pasukan yang tersisa.
Jessica sebagai perwakilan Fairy Dance didampingi Amelia, Dona, dan Bondan. Mereka bertiga akan menemui Jerome yang menginginkan pertemuan.
"Dimana Blue?" tanya Jerome melihat tidak ada pemain yang menjadi targetnya.
"Sedang ada urusan yang tidak bisa ditunda. Seperti janjimu, kalian akan memberikan Batu Energi tingkat menengah untuk bahan negosiasi," kata Jessica dengan ekspresi datar.
"Jangan terlalu terburu-buru, Cantik. Kita disini akan melakukan negosiasi, apa kamu tidak takut dikepung 30 ribu anggota Thunder Strom?"
"Sejujurnya aku sama sekali tidak takut melawan orang lemah seperti kalian. Hanya dengan satu gerakan aku bisa menghancurkan kalian dengan cepat."
Jerome menganggap pernyataan Jessica hanyalah omong kosong. Jadi dia tidak merasa takut sedikitpun.
Walaupun ada Mortir Sihir Manual, Thunder Strom tidak akan kalah seperti sebelumnya. Jerome sudah menyiapkan banyak tindakan pencegahan, jadi tidak ada yang perlu ditakutkan.
Semua anggota Thunder Strom tertawa terbahak-bahak kecuali satu orang yang memandang Jessica penuh arti.
"Mengapa aku merasa Jessica tidak sedang menggertak?" kata pemain misterius yang menutup kepalanya dengan jubah berwarna hitam.
Dia tidak lain adalah Beruang Hitam atau anak dari Mawar Putih. Karena merasa iri dengan pencapaian Blue, dia bekerja sama dengan beberapa pasukan musuh.
Thunder Strom dan Shadow hanyalah sebagian guild yang telah dia datangi. Tidak lupa dia mendatangi Dominasi Dunia untuk mengajukan kerja sama.
Namun kehadirannya ditolak karena alasan khusus. Perusahaan Hartono dan pendukung Dominasi Dunia mempunyai sedikit perselisihan, jadi sudah sewajarnya Beruang Hitam diusir.
Lebih baik melakukan pencegahan daripada membesarkan seekor monster. Ada kemungkinan Jerry Hartono atau Beruang Hitam berkhianat, kemudian mengambil semua keuntungan sendiri.
"Baiklah, seperti negosiasi gagal. Aku akan kembali, jika kalian tidak menarik pasukan, jangan salahkan kami jika menggunakan kekerasan," kata Jessica tegas.
Semua orang malah tertawa terbahak-bahak, mereka masih belum selesai menertawakan perkataan sebelumnya. Tidak akan ada yang percaya bahwa Fairy Dance akan menghancurkan 30 ribu pasukan sendirian.
Jessica dan teman-temannya berjalan kembali ke Desa Muara, tetapi seorang pria besar menghalangi jalannya.
"Kenapa terburu-buru, aku hanya ingin mengatakan Desa Koral dan Desa Abidzar kalian sudah runtuh. Dewi Shadow, Wendi sudah mengerahkan pasukannya," kata Jerome mencibir.
"Bodoh, sebagai pemimpin kamu masih terlalu naif. Itulah kenapa kalian selalu kalah," jawab Jessica sambil menggelengkan kepala.
"Kamu memandang Fairy Dance terlalu tinggi. Mana mungkin satu orang bisa membalikkan keadaan di Danau Putih!"
"Lihat dan perhatikan berita dengan benar. Kamu akan melihat kejutan yang tidak akan pernah terjadi sebelumnya."
Seorang pengintai memberitahu bahwa seluruh pasukan Shadow telah di kurung di Rumah Kebangkitan Danau Putih. 60 ribu pemain tidak bisa keluar dari Rumah Kebangkitan karena Topeng Setan akan langsung membunuh para pemain Shadow.
"Tidak mungkin!" teriak Jerome tidak percaya dengan informasi yang dibawakan pengintai.
__ADS_1