Domain Dewa : Raja Pedang

Domain Dewa : Raja Pedang
280. Tekad Kuat


__ADS_3

Walaupun Venom hanya menggunakan otot untuk menyelesaikan masalahnya, dia merasa perkataan Hydra ada benarnya.


"Aku tahu itu, makanya aku lari kesini untuk menjadi kuat. Percaya atau tidak akan akan membalaskan dendam seluruh keluarga Venom di sana!" kata Venom dengan suara berat.


Blue tidak tahu apa yang sedang mereka bicarakan. Dia hanya merasa bahwa Hydra dan Venom sudah pernah bertemu sebelumnya.


"Apa kalian pernah bertemu sebelumnya?" tanya Blue tanpa rasa malu. Padahal suasana sedang tidak kondusif untuk bertanya, bisa saja Venom akan membunuhnya jika tidak ada hukuman sistem.


"Yah, aku pernah melihat anak kecil yang mirip dengannya. Dia berlari seperti seorang pengecut ketika kerajaannya dihancurkan oleh para Raja Iblis," kata Hydra mencoba bangkit.


"Maksudmu kamu mengetahui siapa orang tua Venom. Bagaimana kamu bisa mengetahuinya?" tanya Blue.


"Aku berada di pasukan penyerang. Sejujurnya aku sangat ingin membunuh anak itu, sayangnya seorang iblis perempuan menghadang dan memukul mundur semua pasukan aliansi. Kedua orang tua Venom adalah Raja dari segala Raja Iblis, dia adalah satu-satunya Raja Iblis tingkat 9."


Semuanya berawal ketika ayah Venom melakukan invasi pada wilayah terlarang, Jurang Neraka. Karena tindakannya itu, Iblis Mistik Baal mengamuk dan menghancurkan seluruh wilayah Raja Iblis.


Baal adalah Iblis Mistik terkuat di Neraka, dia tidak pernah mencampuri urusan orang lain. Namun rasa bangga ayah Venom memancing kemarahannya dan mengakibatkan banyak Raja Iblis tewas.


"Aku sebagai raja samudra hanya bisa menangkis satu pukulannya. Merasa tidak bisa menang, aku memilih untuk sembunyi di bawah lautan. Namun siapa yang menanyakan pasukan Baal benar-benar gila, dia menghancurkan istanaku dan membunuh semua saudaraku. Untungnya aku berhasil menyelamatkan beberapa populasi Hydra."


Karena itulah aliansi Raja Iblis membentuk pasukan dan menghancurkan Kerajaan keluarga Venom. Sejarah ini mungkin sudah dilupakan karena terlampau lama.


Hydra masih ingat karena dia disegel, sehingga kehidupannya terjamin. Jadi kejadian pembantaian pasukan Baal masih tersimpan di dalam ingatannya.


Karena kekuatan Hydra menurun drastis, monster Kraken menyerang tempat persembunyian para Hydra. Peperangan pecah, sampai akhirnya hanya tersisa beberapa ribu keluarga di seluruh Domain Dewa.


Sebagai pemimpin, Hydra menipu seorang pahlawan supaya membuatkan tempat persembunyian yang sangat kuat dengan imbalan inti Raja Hydra miliknya.


"Bencana kedua terjadi, aku diburu oleh para pahlawan dan disegel. Untungnya kontrol tempat persembunyian keluargaku sudah ada ditangan. Jadi mereka selamat."


Ratusan Hydra tidak bisa keluar, tetapi mereka bisa hidup di dalam ruang khusus yang diciptakan para pahlawan.


"Sebenarnya kami adalah musuh. Karena itu aku tidak akan pernah melayani keluarga yang menghancurkan semua keluargaku!" kata Hydra dengan tatapan tajam. Dia lebih baik mati daripada harus melayani Venom, padahal bakatnya sangat bagus.


Sekarang Blue di hadapkan pada dua pilihan yang sangat sulit. Jika melepaskan Venom, semua rencananya akan hancur. Sehingga dia lebih baik membunuh Hydra sekarang.


Namun sebelum menjalankan niatnya, sebuah suara wanita terdengar di telinganya. "Terima saja Hydra sebagai bawahan. Aku akan mencoba menggunakan kekuatanku untuk mengurangi permusuhannya dengan Venom."


Bee dan Blue sangat terkejut mendengarnya, mereka berdua langsung berkata, "Ela?"


"Ya, aku sudah berhasil melepaskan kesadaran ilahi seperti pangeran Bee."


"Hai, sejak kapan kamu memanggilku pangeran?"


"Karena itu adalah kunci untuk melepaskan kesadaran ilahi di ruangan ini. Walaupun kamu menyembunyikannya, aku adalah peri yang mempunyai tingkat belajar yang tinggi." Ela sedikit menyombongkan dirinya.


Harus diakui kemampuan belajar Ela sangat tinggi. Bahkan Bee tidak bisa berhenti untuk memujinya, serangannya Ela tidak lebih kuat dari Drakula maupun Raul.


Menerima saran dari Ela, Blue menerima Hydra sebagai bawahan. "Aku ingin kamu mengucap sumpah supaya sistem memberikan hukuman padamu!" kata Blue tegas.


"Aku, Raja Hydra bersedia menjadi budak Tuan Blue untuk selamanya!" kata Hydra sambil menundukkan kepalanya. Dia sudah memutuskan untuk menjadi budak.


Alasannya sangat sederhana, Blue tidak naik dan mempunyai akal yang banyak. Dihadapan Sang Raja Iblis dia bisa berdiri tegap. Dihadapan Raja Hydra juga masih tetap tenang, sudah dapat dipastikan bahwa Blue mempunyai kemampuan untuk mengalahkan para pahlawan.


[Selamat Blue telah menaklukkan makhluk mitologi.


__ADS_1


Gelar Master Of Tamer telah didapatkan.


Profesi Tamer telah ditambahkan.


Semua status meningkat 100 poin.


Semua gelar bangsawan yang didapatkan akan dihapus, digantikan dengan Earl Benua yang terhormat.]



[Master Of Tamer


Akan menjadi panutan setiap petualang, khususnya yang mempunyai profesi tamer.


Bonus Status :



Meningkatkan Kesempatan penangkapan hewan.


Meningkatkan 100 poin Daya Tahan.


Meningkatkan 100 poin Kepintaran.


Meningkatkan 100 poin Wibawa.


Profesi Tamer akan dirubah menjadi tingkat Ahli.]



Hanya dengan satu putri iblis dan makhluk mitologi, Blue berhasil menyabet gelar bangsawan Earl tang terhormat. Bahkan Pemilik Kota Danau Putih harus berlutut hormat di depannya.


Sekarang dia sudah mendapatkan apa yang dia butuhkan untuk melakukan rencana selanjutnya. Dengan penambahan poin status dan gelar Master Of Tamer, Blue setara dengan pemain level 150.


Siapa di dunia ini yang sudah mencapai 150, jawabannya tidak ada sama sekali. Hanya Blue saja yang mempunyai kemampuan untuk menandingi monster level 150 atau sedikit diatasnya sendirian.


"Karena hukuman sistem sudah muncul, segel dari Venom akan secara otomatis dihapus. Hal itu karena aku adalah bawahannya."


Blue memberikan penjelasan situasi yang dihadapi. Venom hanya menganggukkan kepala tidak peduli dengan apa yang dikatakannya. Yang ada di otaknya sekarang adalah menjadi kuat dan membalas para Iblis Neraka.


Itu akan menjadi pekerjaan berat karena Raja Iblis tingkat 9 saja tidak bisa melukai Baal, apalagi dia yang hanya Raja Iblis tingkat 2.


Tekad Venom semakin bulat untuk bertambah kuat, tanpa sadar dia melepaskan aura yang penuh semangat. Blue dan Hydra menyadari bahwa Venom sudah membangkitkan tekadnya, keduanya hanya dia dan berpura-pura tidak melihat.


"Untuk sekarang serap Batu Iblis ini," kata Blue mengeluarkan Batu Iblis tingkat Rendah.


"Anda terlalu meremehkan ketahanan tubuh para Hydra. Dengan levelku sekarang, Batu tingkat tinggi!"


Hydra membanggakan kekuatan tubuhnya, sebagai seorang makhluk mitologi dia mempunyai kekuatan tubuh yang sangat tinggi.


Sayangnya Blue menggelengkan kepala. "Coba serap saja dulu. Jika kamu bisa sadarkan diri setelah menyerapnya, aku akan memberikan batu yang lebih tinggi."


Hydra menjulurkan salah satu kepalanya untuk mengambil batu iblis. Dia tanpa segan menyerap batu dengan kekuatan penuh.


"Bodoh," kata Venom mencoba untuk mengembalikan ledakan Hydra.


Sebuah energi hitam pekat keluar dari batu dan langsung menerjang menuju Hydra. Seketika tubuhnya menjadi kaku seperti terkena hukuman sistem.

__ADS_1


Rasa sakit yang dia derita berbeda dengan sistem, malahan jauh lebih menyakitkan ketika menyerap batu iblis.


Batu itu sudah diselimuti aura naga, jadi sisa energi Hydra akan langsung dimakan dan digantikan oleh aura naga hitam.


"Argh..." kata Hydra mencoba untuk menahan sakit yang dia derita.


Tekadnya sangat kuat untuk tidak mengatakan sesuatu, sampai akhirnya dia tak sadarkan diri.


"Yah, perjuangannya hanya berhasil menyerap 20% dari batu naga hitam. Sekarang kamu mengetahui seberapa berbakatnya dirimu, Kan?" tanya Blue melirik Venom.


Sebelum menjawab Venom menutup matanya perlahan. "Yah, aku terlalu merendah. Raja Hydra hanya bisa menyerap 20% batu energi tingkat Rendah. Sedangkan aku mencapai 90%."


"Mulai sekarang jangan takut untuk mencoba. Percayalah, aku akan membawamu menuju gerbang pembalasan yang terbaik!" kata Blue meyakinkan Venom.


"Yah, aku percaya itu. Sebaiknya aku pergi karena batu super masih belum berhasil disempurnakan."


Tanpa menunggu jawaban Blue, Venom menghilang dari pandangan semua orang. Dia langsung menuju ruang latihan untuk menyerap semua energi yang ada di dalam ruangan. Tujuan pertamanya adalah mengalahkan Lamia dan Pemilik Arena.


Blue tersenyum melihat hubungan mereka semakin dekat. Bee dan Ela yang ada di dalam ruang penyimpanan menganggukkan kepala.


"Aku harus mengakuinya untuk kali ini. Memilih Venom merupakan pilihan terbaik untukmu sekarang," kata Bee melalui telepati.


"Jangan terkejut dulu, Venom akan mengguncang seluruh Neraka dan mengalahkan Baal untuk membalaskan kedua orang tuanya."


"Terlalu mengada-ada. Baal adalah Iblis Neraka yang sangat ditakuti oleh Dewa, mana mungkin dia bisa dikalahkan dengan mudah. Menurut perhitunganku, kamu membutuhkan 10 miliar tahun untuk menjadikan Venom sekuat Baal."


Blue menyentuh pelipis dengan jari telunjuknya. "Jangan meremehkan akal manusia, bahkan jika ada tsunami yang menerjang, aku akan tetap melawannya!"


"Bocah gila!" kata Bee mengumpat.


Ela hanya tertawa kecil sambil menutupi mulutnya. Dia sudah seperti wanita remaja pada umumnya.


Emma mendekati Blue dengan tatapan khawatir. "Bos, apa mungkin makhluk kecil ini mati?" tanyanya.


"Tidak, dia masih bertarung dengan pikirannya."


"Aku tidak merasakan kehadirannya. Kekuatan pendeteksi adalah kebanggaan keluargaku, tidak mungkin terjadi kesalahan."


"Ini adalah efek dari Aura Naga Hitam, apa kamu merasakan kehadiran Raja Iblis Venom?" tanya Blue sambil tersenyum manis.


"Itu yang membuatku bingung. Aku sudah memastikan bahwa Venom tidak bisa dideteksi dengan kekuatanku. Apa anda bisa menjadikan seperti mereka?"


"Belum waktunya, setidaknya kamu harus memiliki tubuh sekuat Venom atau Hydra. Sabarlah, aku akan melakukan yang terbaik untuk mendorong perkembangan kekuatanmu!" kata Blue dengan penuh percaya diri.


Emma menatap Blue dengan penuh arti, tanpa sadar dia sudah meningkatkan kepercayaannya pada pemain bernama Blue yang baru dia kenal. Anehnya Raja hormatnya sudah hampir menyamai rasa hormat pada kakaknya.


Ini adalah efek dari Wibawa yang terlalu tinggi, tanpa sadar Blue mempunyai poin Wibawa yang jauh di atas pemain lain.


"Berapa lama aku bisa menjadi seperti mereka?" tanya Emma penasaran.


"Tidak lama, selama kamu terus berlatih tanpa berhenti sedetikpun."


Blue memberikan sebuah kata kunci yang akan merubah kepribadian Emma selamanya. Tidak berhenti berlatih bahkan sedikitpun, terngiang-ngiang di kepala Emma.


Tanpa sadar tubuhnya memancarkan energi iblis dan memutarnya. Dia melepaskan energi kemudian menariknya kembali.


Seharusnya ini tidak bisa dilakukan oleh penduduk pribumi, hal ini hanya bisa dilakukan oleh pemain yang memiliki kekuatan prana.

__ADS_1


Namun Emma berhasil memecahkan misteri dan mengembangkan kekuatan prana.


__ADS_2