Domain Dewa : Raja Pedang

Domain Dewa : Raja Pedang
228. Pembaruan Keempat


__ADS_3

Setelah menyelesaikan para kepiting kecil, mereka siap untuk menyerbu sarang Bos. Namun Blue menyarankan untuk menunggu sampai pukul 6 sore.


Karena sekarang menunjukkan pukul 1 siang hari, Blue akan keluar sejenak untuk mengurus beberapa masalah guild. Dia berpamitan untuk keluar dari permainan.


Anehnya Bee tidak ikut bersama karakter Blue yang keluar dari permainan. Dia masih menyantap Kepiting Goreng yang terasa sangat lezat.


Nakamoto melebarkan mata ketika melihat Bee masih melanjutkan makannya. "Mengapa kamu tidak ikut?" tanyanya penasaran.


"Aku adalah mahluk asli dunia ini, bagaimana mungkin keluar dengan kekuatanku sekarang." Bee mengatakan sesuatu yang sangat misterius, bahkan Blue tidak akan bisa mengerti maksudnya.


Apalagi Nakamoto yang mempunyai pengetahuan dibawah Blue. Tentu saja dia kebingungan dengan perkataan Bee.


"Daripada memikirkan sesuatu yang tidak penting. Makanlah Kepiting Goreng ini, si bocah nakal itu mempunyai keahlian memasak yang sangat baik," kata Bee sambil menyodorkan kaki Kepiting.


Sudah sangat jelas, Bee sedang memperlihatkan sifat pelitnya. Namun Nakamoto tidak bisa berbuat apa-apa, dia mengambil kaki Kepiting Goreng dan memakannya.


[Selamat Pemain Nakamoto mendapatkan +1 Daya Tahan]


Jelas saja Nakamoto sangat terkejut melihat pemberitahuan sistem. Pasalnya tidak ada pemain yang bisa membuat sebuah makanan penambah status permanen.


"Bagaimana mungkin?" teriaknya sambil berdiri dan memandang sisa kaki kepiting.


"Yah, aku sedikit memberinya efek khusus. Tidak bisa dipungkiri keterampilan memasak bocah nakal itu cukup baik. Namun masih belum bisa menciptakan sebuah efek tsmpahan, makanya ada aku disini untuk menyempurnakannya."


"Mengapa kamu melayani orang sepertinya?" tanya Nakamoto penuh rasa penasaran. Dia tidak pernah menyangka akan menemui mahluk asli Domain Dewa.


Bee menyilangkan kedua tangannya, perlu diingat bahwa lebah mempunyai 2 tangan dan 4 kaki. "Kamu tidak mengetahui seberapa istimewanya anak itu. Bisa dibilang dia adalah pemain terhebat yang pernah aku temui," katanya.


Nakamoto yang memperhatikan setiap perkataan Bee langsung tercengang. "Artinya kamu menyadari bahwa dunia ini hanya sekedar permainan?" sahut Nakamoto dengan cepat.


"Aku tahu ini adalah pemainan yang bernama Domain Dewa. Ee... Tidak juga, mungkin ini adalah sebuah dunia alternatif yang diciptakan seseorang," kata Bee sedikit kebingungan menjawab.


Pasalnya dia juga tidak tahu mengapa dunia ini diciptakan. Satu hak yang pasti, pemain adalah sumber kehancuran dari tatanan Dunia yang sudah damai.


Menurutnya ada sebuah kekuatan yang menciptakan pemain untuk menghancurkan Dunia Domain Dewa dan membuatnya seimbang lagi. Sekarang Domain Dewa tidak lagi seimbang karena para Dewa tidak bisa dikalahkan.


Bahkan tidak ada peperangan antar Dewa untuk mengurangi jumlah orang pribumi yang menjadi kuat.


Bee menjelaskan pengetahuannya pada Nakamoto, dia belum pernah menceritakan kenyataan ini pada Blue. Karena dia khawatir Blue akan berubah pikiran dan menjadi malas-malasan.


Berbeda dengan Nakamoto yang mempunyai tekad untuk bertambah kuat karena Blue berada di atasnya. Itulah mengapa Bee tidak segan menceritakan pengetahuannya tentang Domain Dewa.


"Artinya Domain Dewa adalah dunia nyata?" tanya Nakamoto pelan.


"Benar, ini adalah dunia nyata bagi kami yang kalian anggap sebagai Npc. Mungkin saja kalian akan menggap kami hanya sebuah hiasan tapi percayalah, suatu hari kita akan berontak dan mulai memusuhi player."


Bee memberi tatapan tajam pada Nakamoto yang mulai mengerti apa yang dia maksud.


[Pemain dimohon untuk keluar dari Domain Dewa dalam 10 menit karena akan ada perubahan keempat.]


Pemberitahuan sistem membuat Nakamoto terkejut bukan main. "Pembaruan keempat?" katanya kebingungan, dia sedang berada di Dungeon Rahasia yang sangat menakutkan.

__ADS_1


Jika pembaruan keempat dimulai sekarang. Dia harus mengalahkan para kepiting kecil lagi. "Mengapa harus sekarang!" teriaknya dengan nada kesal.


Bee menggelengkan kepala. "Bodoh, apa kamu pikir rekanmu orang lemah. Dia akan menyesuaikannya dengan cepat besok, segeralah keluar. Biarkan aku menghabiskan makananku."


Nakamoto langsung keluar permainan karena dia tahu bahwa pemain masih berada di dalam Domain Dewa ketika pembaruan, mereka tidak bisa keluar sampai pembaruan sistem selesai.


Makanya banyak pemain akan melakukan sesuatu yang menguras konsentrasi dan staminanya supaya mesin virtual terbuka dengan sendirinya.


[Markas Besar Fairy Dance]


Arief keluar dari mesin virtual, dia meregangkan badan sambil mengangkat tangannya tinggi-tinggi.


"Mari lakukan beberapa latihan rutin." Arief segera memulai latihannya, tetapi dihentikan oleh berita bahwa Domain Dewa akan melakukan perubahan keempat.


Tanpa menunggu lama, Arief langsung meminta semua data penduduk Danau Putih. Khususnya penduduk pribumi, dia tidak membutuhkan para pemain karena pembaruan keempat akan segera datang.


"Bos, bolehkah aku tahu mengapa kamu sangat menginginkan data penduduk pribumi?" tanya Jessica.


Sebelum menjawab Arief tersenyum tipis. "Aku menemukan beberapa reruntuhan yang mengatakan bahwa pembaruan keempat adalah tanda dari pemberontakan para penduduk pribumi. Setelah memikirkan berbagai aspek, aku menyadari bahwa para penduduk pribumi akan semakin kuat."


"Artinya kita bisa menggunakan penduduk pribumi untuk berperang atau penggerebekan dungeon?" kata Jessica dengan mata yang penuh dengan harapan.


Pasalnya dia selalu berperilaku baik pada penduduk pribumi. Bahkan semua anggota Fairy Dance melakukannya.


Jika perilaku baik mereka dihitung, maka Fairy Dance mempunyai Reputasi baik di mata para penduduk pribumi. Sehingga Fairy Dance besar kemungkinan akan mendapatkan kekuatan besar.


"Aku tidak tahu, tetapi yang pasti para penduduk pribumi akan memiliki sesuatu yang istimewa. Bisa jadi mereka juga akan memiliki sistem seperti kita," kata Arief.


Suara telepon Jessica berdering. Tanpa menunggu lama dia langsung menjawabnya, "Halo, dengan Jessica disini. Ada yang bisa dibantu?"


Dia menjawab dengan nada khas seorang CS atau para pegawai yang bekerja di belakang layar layanan pelanggan.


Arief yang mendengarnya hanya bisa tersenyum kecut. Amelia yang baru hadir melirik Arief dan berhenti untuk mendengar pembicaraan Jessica.


"Aku Nakamoto, bisa bicara dengan Blue?" tanya Nakamoto yang langsung menghubungi kantor pusat Fairy Dance menggunakan bahasa asing.


Karena Jessica belum terlalu menguasai bahasanya, dia menjawab dengan bahasa internasional. "Bisa menggunakan bahasa internasional, Pak?" katanya penuh sopan santun.


Arief yang mendengarnya langsung mengulurkan tangan untuk mengambil telepon Jessica. "Biarkan aku yang bicara," katanya pelan.


"Hei Yoo... Sepertinya kita dalam maslaah besar terkurung di Dungeon Rahasia level 105. Tenanglah, semua masih terkendali," kata Arief menggunakan bahasa yang sama dengan Nakamoto.


Jessica dan Amelia langsung melotot ke arah Arief yang bisa berbahasa asing dengan sangat lancar. Mereka tidak pernah melihatnya belajar tentang bahasa asing.


"Berikan aku nomor pribadimu, menghubungi managermu sungguh merepotkan." Nakamoto meminta nomor pribadi Arief karena dia memiliki status yang sangat istimewa.


Tanpa berpikir panjang Arief langsung memberikan nomornya. "Ketika di dunia nyata panggil saja aku Arief. Menyebutkan nama di dalam permainan sedikit kurang nyaman," katanya.


"Baiklah."


Mereka berdua mengobrol tentang familia Blue yang tidak ikut dengan Blue keluar permainan. Nakamoto menceritakan setiap kata yang dilontarkan Bee padanya.

__ADS_1


"Mungkin yang dimaksud Bee adalah pembaruan keempat ini. Aku juga menemukan beberapa relief yang mengatakan bahwa para penduduk pribumi akan melakukan pemberontakan," kata Arief dengan wajah serius.


Walaupun sebenarnya dia sudah tahu bahwa pembaruan keempat akan menjadi titik awal pemberontakan para penduduk pribumi.


Satu hal yang membuatnya terkejut adalah pengetahuan Bee. Bagaimana mungkin mahluk asli Domain Dewa bisa mengetahui dunia luar, itulah yang sekarang menjadi pertanyaan di kepalanya.


"Baiklah, datanglah ke tempatku. Biarkan aku menunjukkan beberapa benda aneh yang mungkin membuatmu terkejut," kata Nakamoto mengundang Arief pergi ke rumahnya.


"Oke, berikan alamatnya. Aku akan meluncur sekarang," kata Arief penuh semangat. Undangan Nakamoto menunjukkan bahwa hubungannya semakin membaik.


Bisa saja Nakamoto akan menjadi anggota Fairy Dance jika terus seperti ini.


Tepat setelah membaca alamat rumah Nakamoto, Arief harus tersenyum kecut. Pasalnya rumah Nakamoto terlalu jauh untuk ditempuh dalam waktu satu hari menggunakan pesawat.


"Tokyo, aku belum pernah ke sana. Baiklah, sebaiknya bertanya pada ibu tentang negara tersebut," gumamnya sambil menekan nomor ibunya.


Tidak butuh lama sebelum ibunya mengangkat telepon. "Arief, mengapa kamu menghubungiku, sangat jarang," katanya dengan suara lembut.


"Bu, apa kamu tahu tentang Negara bernama Tokyo?" tanya Arief dengan suara sopan.


Kedua orang tersebut seperti sebuah keluarga normal, tetapi keduanya berada di tempat yang sangat berbeda.


Yuliana dikelilingi orang-orang berbadan besar dengan tato disekitar tubuhnya. Mereka tampak jahat, tetapi sangat menghormati Yuliana yang duduk ditengah dengan pakaian serba hitam.


Dia mengenakan sebuah jaket berwarna hitam dengan logo aneh di punggungnya serta tidak memasukkan lengannya pada jaket. Jadi dia hanya menaruh jaket di punggungnya serta menggunakan sebuah tali hitam untuk mengikat kerah jaket di lehernya.


Sedangkan Arief duduk di tengah para pemain Fairy Dance serta suasana ruangan yang penuh dengan teknologi canggih. Dia menggunakan kemeja berwarna biru laut dengan aksen kuning keemasan. Serta dijumpai beberapa batik tradisional yang terukur di bajunya.


"Tokyo, aku pernah ke sana. Menurutku negara itu sedikit istimewa dan misterius, ada beberapa peninggalan sejarah sebelum terbentuknya dunia baru," kata Yuliana.


Dia juga menjelaskan beberapa pengetahuannya tentang sebelum terbentuknya dunia baru. Menurutnya ada sebuah peperangan besar yang hampir memudahkan seluruh umat manusia.


Namun ada pasukan misterius yang berhasil mengalahkan para Dewa jahat dan menghentikan pemusnahan manusia.


Sejak saat itulah, para manusia menyebutnya sebagai Dunia Sebelum Kiamat. Banyak orang sudah melupakan kejadian tersebut karena sudah lama, tetapi para pengembang prana tidak akan pernah melupakannya.


Cerita ini hanya berkembang di kalangan para pengembang prana. Karena ada beberapa catatan yang mengatakan bahwa ada peninggalan dari Dunia Sebelum Kiamat yang bisa membuat manusia abadi.


"Jadi Tokyo sangat misterius, tetapi mengalah Nakamoto mengundangku ke ke sana," kata Arief pelan.


Yuliana langsung berdiri mendengar nama yang sangat familier untuknya. "Nakamoto?"


"Apa kamu mengenalnya ibu?"


"Aku tidak mengenalnya, tetapi dia adalah anggota keluarga dari orang yang menyelamatkan ayahmu ketika di kejar musuh. Sebaiknya jangan menyinggung mereka!" kata Yuliana memperingatkan Arief. Dia masih berdiri di hadapan para rekan-rekannya.


Semua orang di sekitarnya memandang Yuliana. Mereka siap berperang, bahkan jika lawannya adalah keluarga Nakamoto.


"Mengapa, Bu?"


"Tidak jadi, lakukanlah sesukamu. Aku akan selalu berdiri dibelakang," kata Yuliana membatalkan perkataan sebelumnya.

__ADS_1


__ADS_2