
"Syukurlah kalau begitu. Jadi kesalahpahaman ini bukan sesuatu yang perlu dibesarkan, apa aku boleh meminta sesuatu?" tanya Blue dengan senyum manis.
"Apa yang kau inginkan?"
"Tolong bebaskan anggota Fairy Dance yang ada di penjara bawah tanah." Blue mengatakan tujuannya dengan santai.
Blue sudah mengkonfirmasi bahwa seorang pahlawan yang kuat juga tidak bisa melihat gelar Demigod. Ia bisa yakin karena pengalamannya 35 tahun mengatakan kedua orang kuat di depan tidak bisa melihatnya.
Kalau bisa melihat, harusnya mereka akan membunuhnya karena Demigod sangat diidolakan semua pahlawan. Karena Blue selangkah lebih maju dibandingkan kedua orang didepannya.
"Tentu saja, tetapi aku tidak bisa melepaskannya dengan cara biasa." Prabu Buwana menjelaskan rencana pelarian tahanan.
Mereka melakukan itu untuk mencari pengkhianat di Kota Surakarta. Blue menyetujui rencananya, ia akan berperan sebagai penjahat di operasi kali ini.
"Aku masih mempunyai teman di restoran x, ia bersama beberapa pembunuh yang menyamar sebagai pelayan." Blue juga memikirkan Regina yang belum menemukan jalan keluar.
Gusti Nurul menajamkan pandangannya untuk melihat Blue berbohong atau tidak. "Sepertinya kau mengatakan yang sesungguhnya. Mari melakukan investigasi dari restoran x," katanya pelan.
"Bagaimana jika kita bergerak dari dua sisi. Itu akan membuat pengkhianat berfokus padaku." Blue mencoba memberikan saran terkait penyerangan.
Gusti Nurul akan membawa Regina ke tempat aman yang sudah disetujui. Kemudian Blue akan menyelamatkan Kana dan teman-temannya.
"Kamu memang kuat, tapi apa kamu yakin bisa menangani para pengkhianat?" tanya Prabu Buwana.
"Aku makhluk abadi, jadi selama kalian berhasil menyegel Rumah Kebangkitan, semua akan aman dan aku akan membawa informasi orang yang berkhianat."
"Menjadi abadi memang sangat menyenangkan, tetapi semua orang yang pernah datang kesini sangat lemah. Baiklah aku akan mempercayakan tugas ini." Prabu Buwana melambaikan tangan, peta penjara bawah tanah sudah diberikan.
Gusti Nurul juga menerima peta gambaran tangan terkait restoran x yang dihuni oleh para pembunuh.
Mencerna dari perkataan Prabu Buwana, sudah ada beberapa pemain yang mencoba menyelesaikan misi ini. Namun semuanya gagal, anehnya tidak ada pemberitahuan sistem terkait penyelamat anggota Fairy Dance.
Blue segera keluar dari istana, ia melihat daftar nama pemain terkuat di dunia untuk kedua kalinya. Belum ada yang berubah, tetapi level mereka berubah drastis.
"Sudah berapa lama aku berada di ruang ilusi?"
Daftar pemain terkuat :
Andreas (146) (Berserker) (1000 Surga)
Thomas (146) (Paladin) (Three Road)
Ye Mo (144) (Pendekar Pedang) (Demon Slayer)
Kim Hoon (144) (Pembunuh) (Mahkota Raja)
__ADS_1
Tria (143) (Blade Dance) (Tujuh Mawar)
Abraham (143) (Penyihir All Elemen) (Lima Pilar)
Novi (143) (Mistik Art) (Penguasa Langit)
Ye Yu (143) (Kombat) (Kaisar Perang)
Paul (142) (Kombat) (Jalan Surga)
Ruslan (141) (Tombak Ganda) (Singa Langit)
"Aku tidak mengira Ye Mo menjadi pemain terkuat nomor 3. Sepertinya dia mulai panik karena pernah kalah denganku," gumam Blue dalam hati.
Bee, Raul, Drakula, dan Ela dikeluarkan, Blue merasa tidak bisa menjalankan rencana sendirian. Jadi memanggil ketiganya dalam wujud manusia, tetapi dasarnya Bee orang bebal ia malah muncul dalam wujud lebah gendut.
Raul dan Drakula tampak sangat menawan dengan tinggi badan hampir 2 meter. Raul memiliki rambut perak terang sedangkan Drakula merah darah.
Tidak kalah menariknya, adalah Ela yang berwujud wanita dewasa. Ternyata semakin kuat Blue maka para rekannya juga akan semakin kuat dan tubuh dewasa.
Karena terlalu mencolok, Blue menyuruh mereka kembali ke wujud semula saja. Raul berubah menjadi seekor anjing kecil, Drakula menjadi boneka kecil, dan Ela menjadi seekor peri.
Mereka semua sampai di sebuah bangunan biasa berbentuk rumah adat joglo. Meskipun begitu, ada 6 penjaga yang berpakaian rapi di balik pintu.
Baru sebentar Raul dan kawan-kawan keluar tapi mereka harus kembali lagi. Karena Blue bukan penyihir, jadi ia hanya bisa menyembunyikan dirinya sendiri.
Langkah kakinya yang pelan tidak dapat di dengar, kemampuan bersembunyi ini ia dapatkan dari Celah Dimensi makanya tidak bisa ditulis sistem.
Napasnya di tahan ketika melewati para penjaga. Blue tidak diperbolehkan membunuh mereka, jadi harus melakukan beberapa trik.
"Bos, mengapa kamu tidak menggunakan Gate saja?" tanya Raul melalui telepati.
"Gate mempunyai waktu pendinginan yang lama. Aku merasa itu adalah senjata terbaik untuk kabur," jawab Blue.
Bee tidak berkomentar, ia hanya menyesal tidak jadi mendapatkan daging kelinci emas.
Sampai akhirnya Blue berada di pintu masuk penjara bawah tanah. Sebuah laser berwarna merah berhasil menyentuhnya.
Suara alarm terdengar sangat keras, Blue menjauhkan batu untuk meninggalkan jejak. Kakinya yang lihai langsung mencari tempat persembunyian.
Tubuhnya tegap menempel di tembok dan napasnya di atur sedemikian rupa supaya tidak terdengar.
3 penjaga mendatangi tempat kejadian dengan pakaian rapi. Salah satu penjaga mengambil batu di lantai dan menciumnya.
"Ada yang kabur, segera tangkap dia!" teriak pria yang memegang batu.
__ADS_1
Blue sudah memanipulasi auranya supaya sama dengan batu di ruang bawah tanah. Namun pria yang memeriksa batu sangat pintar dalam mengidentifikasi.
Disisi lain Blue sangat terbantu dengan kemampuan pria itu, ia langsung bergerak menuju tempat Kana di penjara.
"Kana, dimana kau berada. Cepat kirimkan koordinatnya!"
Karena sedang dalam mode stealth, Blue tidak bisa menggunakan panggilan suara. Akhirnya ia hanya bisa mengirim pesan.
Jawaban Kana juga sangat membingungkan, ia mengirim koordinatnya. Namun Blue sudah berada pada titik mereka di penjara.
Peta yang di kirim Prabu Buwana juga sangat aneh, hampir semua jalan tidak dapat ditemukan.
"Sepertinya ini sedikit sulit." Blue mencoba meraba dinding penjara bawah tanah. Ia menemukan sebuah ukiran aneh yang sangat mencurigakan.
"Itu adalah pelatuk untuk membuka jebakan." Bee memberi saran untuk tidak membukanya.
"Darimana kau tahu?"
"Aku bisa membaca bahasa Sansekerta dengan baik." Bee mengunyah Kaki Kepiting sambil memperhatikan semua dinding.
"Jadi kemana kita harus pergi?" tanya Blue yang sudah kehabisan akal.
"Orang bernama Prabu Buwana itu sangat kejam, ia menggunakan kesempatan ini untuk menguji keamanan penjara bawah tanahnya. Baiklah, mari selesaikan dengan cepat." Bee menunjuk jalan.
Blue mempercayai perkataan Bee, jadi dia mengikuti semua perintahnya. Disisi lain Blue sudah tahu bahwa dirinya digunakan untuk menguji keamanan penjara bawah tanah.
Buktinya tidak ada pemberitahuan yang muncul untuk misi penyelamatan rekannya. Walaupun sudah tahu, Blue tidak punya alasan untuk menolak.
"Tunggu!"
Bee menghentikan langkah kaki Blue. Ia merasakan ada yang aneh di pintu masuk menuju tempat para tahanan.
"Ada apa?"
"Apa kamu mau sedikit membalas perbuatan pria di istana tadi?" tanya Bee dengan senyum jahat.
"Kamu pasti tahu apa yang aku pikirkan. Jadi bagaikan caranya?"
"Ambil batu berwana biru di bawah tanah. Itu akan membuat semua penjara terbuka." Bee memberikan saran yang begitu memuaskan.
Blue langsung menarik pedangnya dan mulai menggali. Namun tanahnya terlalu keras untuk di tembus Dual Secret Sword.
"Gunakan prana untuk memperkuat ujungnya!" ucap Bee memberikan saran. Ia pernah melihat ini ketika Ratu Lebah membuat tempat rahasia untuk menyembunyikan nutrisi.
Tanpa menunda waktu, Blue langsung menggunakan prana dan mengambil batu yang ada di dalam tahan. Ia langsung melemparnya ke dalam ruang penyimpanan.
Sebuah pemberitahuan sistem membuat Blue dan Bee tersenyum jahat.
__ADS_1
[Kristal Mana Penjara Bawah Tanah sudah hilang. Semua pintu akan terbuka!]