
Kana yang melihat Arief menjadi pemain merah. "Horizon, apa pendapatmu tentang Blue yang menjadi pemain merah?" tanya Kana.
"Aku tahu dia adalah orang cerdas, tidak mungkin tindakannya akan merugikan. Artinya ada seseorang yang memegang rahasianya hingga perlu diberi pelajaran!" kata Horizon sambil mengerutkan keningnya.
"Aku setuju, melihat senyum dan nada suaranya yang tenang. Membuatku merasa sedang berhadapan dengan seorang monster tua," sahut Ridho yang mengambil makanan di meja makan.
"Pasti ada alasan kenapa dia meminta kita melakukan pencarian Batu Energi. Segera cari tahu fungsi batu itu!" kata Kana sambil menoleh kepada Horizon yang sangat suka dengan tugas seperti itu.
"Baik!" jawab Horizon dengan senyum lebar di bibirnya. Dia sangat suka tugas yang mengharuskan ya berpikir keras.
Teh Lemon yang selama ini berdiam diri mulai menyelidiki kekuatan Fairy Dance, mereka telah bekerja sama dengan World War untuk penyerbuan Desa Koral.
"Yohan, kenapa kamu mengumpulkan kami disini?" tanya seorang pria berambut kuning sambil memegang panahnya.
Dia adalah Sofian, ketua Kelompok Teh Lemon yang kehilangan 5 levelnya ketika menghadapi Vampir Hitam.
Dalam ruangan ada 3 pria misterius yang membantu World War. Namun mereka tidak datang secara langsung, melainkan menggunakan penggilan vidio.
"Aku menemukan pemain yang mempunyai informasi penting yang dapat menjatuhkan Fairy Dance," kata Yohan dengan senyum tipis di bibirnya.
"Siapa?" tanya Sofian yang duduk di depannya.
Pria misterius masuk kedalam ruangan, dia adalah Samsul yang sudah memulihkan levelnya karena bantuan World War.
"Aku mempunyai bukti yang dapat menjatuhkan Fairy Dance!" kata Sampul penuh kesombongan.
Sofian yang tidak menyukai sikapnya langsung mengerutkan kening. Jika memungkinkan, dia akan menciptakan skenario pembunuhan padanya.
"Tunjukkan buktinya," kata Yohan.
Sebuah layar besar memutar vidio yang menunjukkan bahwa Arief bisa membunuh pemain dengan serangan biasa.
Dia juga menunjukan beberapa pemain Fairy Dance yang menurutnya menggunakan kecurangan. Hampir tidak mungkin pemain level 26 membunuh pemain sebanyak itu dengan sekali serang.
Paling aneh dari vidio yang diputar adalah serangan yang selalu kritikal. Bahkan hal tersebut membuat Sofian yang meningkatkan kesempatan kritikal mengerutkan kening.
Setelah berdiskusi cukup lama, akhirnya mereka memutuskan untuk menyebarkan informasi bahwa Fairy Dance melakukan kecurangan.
Forum meledak akibat pernyataan Yohan, tetapi Perusahaan Aldi menyatakan bahwa Fairy Dance tidak melakukan tindakan curang.
Banyak pro dan kontra, sebagian besar menganggap Fairy Dance melakukan kecurangan. Namun tidak sedikit yang membela Fairy Dance.
Pendaftaran yang dibuka Jessica selama beberapa hari masih kosong peminat. Tidak ada satupun orang yang mau mendaftar.
Mereka menganggap bahwa Fairy Dance tidak akan bisa menjadi guild besar jika terbukti menggunakan kecurangan.
Arief hanya tersenyum melihat vidio tentang kecurangan yang dilakukan Fairy Dance. "Sepertinya para orang cerdas mulai sadar dengan sistem," gumam Arief.
Bagi mereka yang pemain tanpa berpikir, serangan Arief dan pasukan Fairy Dance seperti kecurangan. Namun untuk para pemain cerdas mereka akan mempelajarinya.
Karena vidio telah tersedia, tinggal menunggu lama sebelum trik serangan kritikal akan tersebar ke seluruh Domain Dewa.
Ketika trik serangan kritikal ditemukan, Fairy Dance akan menutup pendaftarannya. Karena kemungkinan besar akan menjadi target semua pemain.
__ADS_1
"Jessica, segera rekrut pemain awam di dunia nyata. Kita tidak punya waktu untuk menunggu lebih lama," kata Arief melalui panggilan vidio.
"Kenapa harus terburu-buru?" tanya Jessica yang kurang mengerti tindakan Arief.
"Era serangan kritikal sudah ditemukan. Kita sebagai penemu pertema trik tersebut pasti akan menjadi pusat perhatian. Aku yakin banyak penyusup yang dikirim guild besar atau kekuatan lainnya."
Setelah mendengar penjelasan yang lebih mendetail, Jessica akhirnya mengerti bahwa pilihan Arief adalah yang terbaik untuk Fairy Dance yang kekurangan dana.
"Baik, Bos!" jawab Jessica tegas. Dia langsung membuka lapak untuk pendaftaran game Domain Dewa.
Walaupun mereka tidak berbakat, anggota biasa cukup untuk membuat Fairy Dance memiliki pasukan yang solid.
Pengalaman dan usaha keras tidak akan mengkhianati hasil. Jadi Arief lebih memilih pemain biasa daripada berbakat, tetapi seorang pengkhianat.
Amelia juga membantu proses pendaftaran. Leon yang bekerja di Fairy Dance tidak tinggal diam, dia membantu menawarkan kepada temannya yang masih bermain ponsel pintar.
Fairy Dance akan memberikan mesin virtual sementara kepada anggota yang melakukan kontrak 10 tahun atau lebih.
Jadi pelamar tidak harus memiliki akun Domain Dewa, mereka hanya butuh kemauan untuk mencoba dan berusaha keras.
Arief juga ingin membimbing 100 orang dengan umur dibawah 18 tahun. Ketika kontrak selesai, mereka masih memiliki berkarier di Guild lain.
Karena isu di forum belum terlalu membludak, Arief tidak memberikan klasifikasi. Dia ingin mengulur waktu supaya para pemain berbakat mendatanginya sendiri.
Sampai akhirnya beberapa orang cerdas mendatangi Desa Koral untuk bertanya kepada anggota Fairy Dance. Namun semua hanya mendapatkan penolakan.
Semua anggota Fairy Dance kecuali Amelia dan Aji sudah mengetahui trik serangan kritikal, tapi mereka memilih untuk diam demi menghargai Arief.
Arief yang melihat tidak satupun orang membocorkan trik serangan kritikal. "Sepertinya aku memiliki orang yang tepat. Sudah saatnya melakukan rencana berikutnya."
Dia ingin menyerang tambang emas. Di sebelah timur Kota Danau Putih. Monster penjaga tambang memiliki level 50an, jadi Arief membutuhkan pasukan terbaiknya.
Cola, Rina, Lina, Qin Huang, Reaper, Aji, Adam, Amir, dan Mentari akan menjadi kelompok penyerang. Penyerangan tambang 2 syarat yaitu mempunyai desa lebih dari satu dan memiliki 10 anggota untuk penyerangan.
Setelah sampai tempat tujuan, Cola adalah orang yang paling terkejut karena melihat gua yang mengarah kebawa tanah.
"Apa kita akan menyerang monster di bawah tanah?" tanya Cola dengan suara keras. Bukan karena sedang marah, tetapi dia sangat senang dengan kumpulan monster di dalam gua.
Salah satu ketrampilannya adalah mendeteksi monster di sekitarnya.
"Iya, lebih tepatnya kita akan menyerang monster Cacing Merah."
Semua orang tidak terkejut dengan informasi mendetail yang diberikan Arief, kecuali Aji yang baru bergabung.
Dia tidak pernah menyangka sebuah tim sangat menguntungkan dalam penyerang.
"Jika kita menyerang bersama, bukankah Cacing Merah akan lebih mudah menghancurkan kita?" tanya Aji sedikit kebingungan dengan strategi Arief.
"Aku tahu Cacing Hitam mempunyai serangan area, tetapi kita mempunyai dua orang penyembuhan yang akan mengendalikan HP tim."
Rina dan Lina sangat cerdas dalam mengendalikan HP tim. Sayangnya tubuhnya sangat lemah untuk pertarungan.
Beberapa tahun lagi mereka akan kehilangan kekuatan tubuhnya. Untuk mencegah hal tersebut, Arief selalu mengingatkan anggota Fairy Dance untuk mengkonsumsi minuman konsentrasi.
__ADS_1
"Baiklah, ayo ambil tambang!" teriak Arief sambil berlari masuk kedalam gua.
Monster Cacing Merah keluar dihadapan Arief dan tim. Semua orang tidak menyangka bahwa Cacing Merah yang dimaksud setinggi 2 meter.
Walaupun terlihat pendek, tubuhnya sangat panjang. Hanya ada satu monster yang menjaga tambang emas.
Nama : Cacing Merah
Level : 50
Kondisi : Lapar
HP : 5 juta
"Cola alihkan perhatiannya, Rina perhatian HPnya!" teriak Arief memberikan perintah.
Suara raungan monster terdengar. "Sebenarnya dia itu cacing atau monster?" kata Mentari kebingungan.
"Mentari, gunakan api untuk membatasi pergerakan musuh!" teriak Arief memberikan perintah.
Tanpa menunggu lama, Mentari merapal mantra Api terkuatnya. "Hell Flame!" teriaknya menyebutkan nama skill.
Sebuah bola api besar menghantam Cacing Merah. Setelah menghantamnya, bola api menyebar di sekelilingnya.
Membuat Cacing Merah tidak dapat bergerak leluasa.
"Amir, sekarang gunakan skill pembatas!" teriak Arief sambil berlari ke arah monster Cacing Merah.
Tepat setelah skill pembatas menjerat Cacing Merah, Arief menggunakan skill terbaiknya.
"Ekstrim Blade!" kata Arief menyebutkan nama skillnya.
Sayatan pernah terlihat sangat indah, hingga membuat kelompok terdiam tidka bergerak. Semua orang baru pertama kali melihat serangan skala besar dari seorang pendekar pedang.
"Jangan berdiam diri, serang!" teriak Arief melihat timnya tidak bergerak.
Setelah Arief berteriak semua pemain mulai sadar. Mereka menyerang dengan skill terbaiknya untuk mengurangi HP musuh.
Setelah HP Cacing Merah menyentuh 70%, dia menggeliat seperti cacing yang akan masuk kedalam tanah.
"Adam, serang bagian kepala. Qin Huang panah mata kanannya!" teriak Arief memberikan perintah.
Kedua orang maju seperti anak panah yang baru lepas dari busurnya. Adam menyerang dengan pedang besarnya.
Sedangkan Qin Huang menyerang dengan panahnya ke arah mata kiri. Tujuannya supaya Cacing Merah tidak dapat melihat bagian kiri badannya.
Tidak hanya sekali, dia menyerang dengan ratusan tembakan panah supaya mata Cacing Merah benar-benar tidak berfungsi.
"Mundur!" teriak Arief melihat HP Cacing merah yang sudah terkuras hingga 50%.
Cacing Merah menggeliat dan HPnya bertambah hingga menjadi 70%. Kemudian dia masuk kedalam tanah.
"Semua tetap fokus. Gunakan waktu untuk istirahat," kata Arief pelan.
__ADS_1
Cacing Merah akan terus berada di tanah selama 10 menit. Untuk mengembalikan stamina dan konsentrasi pemain, Arief menyarankan meminum ramuan buatan Argya.