Domain Dewa : Raja Pedang

Domain Dewa : Raja Pedang
Desa Pertama


__ADS_3

Rayman secara pribadi terbang ke Markas Besar Fairy Dance, ia akan secara pribadi menemui Blue untuk bertukar informasi.


Singa Langit sangat berminat untuk membeli informasi, mereka siap memberikan apapun untuk bisa membuka gerbang menuju Benua Utara.


Disisi lain Blue dan kelompoknya sampai di sebuah desa yang jauh dari Kerajaan Nuuk. "Kita istirahat disini dulu, sebaiknya kalian segera mencari penginapan," ucap Blue sambil melihat langit.


Alasan mengapa banyak pemain tidak keluar jauh dari Kerajaan Nuuk karena banyak badai yang akan menerjang mereka.


[Desa Groza adalah salah satu desa yang diterjang badai setiap hari, ada 2 badai di pagi dan malam hari.]


Blue sudah membaca diskripsi desa, karena jubah Raja Api ia tidak akan pernah terkena efek Beku. Berbeda dengan Yong Boy dan kawan-kawannya.


Setelah memastikan semua rekan-rekannya menginap, Blue memutuskan untuk keluar sendiri. Ia ingin melihat apa yang sebenarnya terjadi.


Pada kehidupan sebelumnya, desa ini di kuasai oleh super guild. Untuk mendapatkannya, mereka mengorbankan ribuan pemain untuk menghadapi bos pembawa badai.


Disisi lain, badai yang selalu menyelimuti desa dapat digunakan sebagai pertahanan alam. Karena musuh hanya bisa menyerang pada siang hari, sedangkan di malam hari akan ada hembusan angin yang membuat pemain terkena efek beku.


Seorang pria di depan gerbang masuk desa tampak sangat sedih. Mata Dewa langsung digunakan, ternyata pria itu adalah kepala desa.


"Kepala desa, apa yang sedang anda lakukan?"


"Petualang, aku sedang menunggu anakku. Ini sudah hari ke 7nya berburu dan belum pulang."


[Misi pemilik desa telah terpicu, selamatkan anak kepala desa dari Beruang Salju. Bisa mendapatkan token kepemilikan desa.]


"Baik, saya akan mencoba mencarinya." Blue keluar dari desa. Ia tidak tahu bagaimana cara mendapatkan desa groza, tetapi nasib baik menghampirinya.


Sarang beruang salju tidak terlalu jauh, ia hanya perlu berlari selama 30 menit. Sesampainya di sarang beruang salju, Blue melihat ada sekelompok mayat.


"Mm... kelompok mereka sudah mati, aku harap anak kepala desa masih hidup." Blue berjalan pelan masuk kedalam sarang beruang.


Betapa terkejutnya dia melihat anak kepala desa di penjara di atas kobaran api.


"Hibernasi?" gumam Blue pelan.


Levelnya tidak terlalu tinggi, Blue bisa mengalahkan semua beruang. Namun raut wajah anak kepala desa sangat takut, ia tidak mau membuatnya menjadi trauma.


"Langkah Cahaya, Sayap Hitam."


Dengan kecepatan tinggi, Blue sampai di depan anak kepala desa. Besi yang mengurungnya bisa ditebas dengan mudah.


"Ayo pergi." Blue menggunakan gate untuk sampai ke desa dengan cepat.


Kepala desa yang melihat anaknya langsung memeluknya. "Nak, dimana lainnya?"


"Mereka semua mati, Yah." Anak kepala desa menangis di pelukan ayahnya.

__ADS_1


Blue tersenyum kecut melihat misinya berubah menjadi sedikit menyeramkan.


[Misi pemilik desa telah berubah. Kalahkan semua beruang salju yang membunuh semua pengawal anaknya.]


[Kemarahan kepala desa merubah misi. Token Emas akan didapatkan jika bisa membunuh bos beruang salju.]


Blue langsung kembali lagi ke sarang beruang salju. Bibirnya terangkat dan berkata, "Ayo bermain!"


Dua pedang di punggungnya langsung ditarik, Blue langsung menggunakan langkah cahaya dan holy slash. Ayunan pedangnya langsung menebas beruang salju yang sedang tidur.


Karena serangan Blue mengenainya, raungan beruang terdengar keras dan membangunkan semua beruang salju.


"Wow, ini akan semakin menarik." Bukannya takut, Blue malah terlihat senang dan langsung menerjang para monster.


"Keseimbangan."


[Keseimbangan.


Tubuh akan mengeluarkan aura berwarna biru yang dapat meningkatkan kerusakan serangan kritikal +70% selama 30 detik.]


Karena kerusakannya sangat tinggi, para beruang terlihat sangat kesakitan. Blue tidak boleh berhenti, ia terus menerus mengayunkan pedangnya.


Regenerasi para beruang salju turun drastis karena masih dalam hibernasi. Makanya Blue bisa dengan mudah mengalahkan mereka semua.


Bos beruang salju mengamuk padahal HPnya masih penuh. Hal itu karena semua bawahannya mati di tangan satu orang.


"Roar..."


"Manusia hina, kau yang menyerang dulu!" teriak Beruang Salju yang marah.


"Hai, siapa yang menculik manusia dulu?"


"Bacot!"


Beruang salju mengayunkan cakarnya. Meskipun beruang itu hanya level 160, daya hancurnya sangat kuat. Blue tidak punya rencana untuk menerimanya.


Tubuh beruang yang sangat besar membuat tenaganya melimpah, Blue tidak mungkin mengadu stamina dengannya. Keseimbangan dan Peningkat Raga digunakan secara bersamaan.


"Ekstrim Blade."


[Ekstrim Blade (Suci).


Menebas semua musuhnya yang berada di radius 12 meter dengan kerusakan 6000% serangan normal. Memicu efek Serangan Fatal (Memberikan 100% serangan normal selama 15 detik).]


"Roar..." beruang salju terlihat kesakitan karena terkena serangan fatal. HPnya berkurang terus menerus.


Ayunan cakarnya semakin kuat hingga membuat dinding gua hancur. Blue terus menghindar seperti seekor lalat.

__ADS_1


Ketika ada kesempatan ia akan melancarkan serangan mematikan. Itu dilakukan karena beruang salju akan berhenti sejenak setelah melakukan serangan selama 3 menit berturut-turut.


Ditambah lagi regenerasi beruang salju sangat rendah, oleh karena Blue berhasil memberikan kerusakan yang stabil.


"Oh, sepertinya kau lebih hebat." Blue melihat HP lawan tidak kurang dari 20 ribu.


"Roar..."


"Keterampilan Buatan : Tebasan Bintang!" teriak Blue memberikan serangan pasti tidak akan bisa dihindari oleh siapapun.


[Tebasan Bintang


Mengayunkan dua pedang secara bersamaan hingga membuat percikan bintang. Pemain dapat menghasilkan 800% kerusakan.]


Sayatan vertikal menebas beruang salju dengan mudah, tetapi kerusakannya tidak sesuai efeknya yang heboh.


"O... Mengerikan!" kata Blue melihat HP bos hanya berkurang 1%.


Bukannya takut, Blue malah melesat maju dengan Langkah Cahaya dan Keseimbangan.


Pedangnya ditancapkan ke leher beruang dengan mulus, itu karena Blue memiliki kecepatan serangan yang tinggi.


"Roar, manusia hina... Ini tidak akan berakhir!" teriak Beruang Salju dengan suara serak.


Pemberitahuan sistem keluar di depan Blue, ia melihat misinya sudah selesai. "Huh, melelahkan. Aku tidak menyangka ada bos yang lumayan kuat."


[Selamat telah menyelesaikan misi tambahan, segera datangi kepala desa untuk mengambil hadiah tambahan.]


[Karena beruang salju sudah mati, 2 hari ke depan tidak akan ada badai salju yang menerjang desa Groza.]


Blue tidak menunda perjalanannya, ia segera menuju Desa Groza untuk jadikannya markas utama Fairy Dance di Benua Utara.


"Paman, aku telah berhasil membunuh beruang salju. Untuk dua hari ke depan tidak akan ada badai yang menerjang desa." Blue membungkuk untuk memberi hormat.


"Bagus anak muda, aku menyukai semangatmu itu. Oleh karena itu, terimalah ucapan terima kasihku!"


[Blue telah menerima otoritas penuh dari Desa Groza, tidak ada token yang bisa diberikan. Mundurnya kepala desa akan membuat banyak penduduk pribumi pergi, tahan mereka untuk mempertahankan kestabilan desa.]


Pemberitahuan sistem memaksa Blue untuk bekerja keras, padahal ia harus segera menuju ujung benua utara.


Semua kelompoknya sudah keluar dari domain dewa, Blue langsung mengumpulkan semua penduduk dan memberikannya pilihan.


"Aku tidak mempunyai janji yang berlebihan, jika kalian ingin menjadi kuat layani Fairy Dance!" teriak Blue di depan semua penduduk desa.


Nadanya yang semangat dapat memancing sebagian besar penduduk untuk mengucap sumpah darah. Namun lebih dari 70% memilih untuk meninggalkan desa.


Desa Groza sangat luas, tetapi penduduknya sangat sedikit. Hal itu karena salju yang menutupi jalan, sehingga akses masyarakat terhambat.

__ADS_1


Dalam semalam Blue berhasil menambah 1700 pengikut setia. Tidak lupa ia memberikan berkah degan mengorbankan 10 ribu energi kehidupan pada setiap penduduk.


[Penduduk Desa Groza telah mendapat berkah dari Raja Segalanya, sekarang mereka akan kebal terhadap efek beku.]


__ADS_2