
Blue langsung menolong Gebby yang terjatuh lemas. Dia ingin menggodanya lebih lanjut dengan pertanyaan yang membuatnya sedikit tidak nyaman.
"Apa kamu tidak baik-baik saja?" tanya Blue dengan suara rendah.
Sebelum ada yang menjawab. Blue melanjutkan, "Sun, bantu rekanmu menyesuaikan diri. Mungkin dia sedikit tertekan karena tinggi badannya."
Sayangnya Sun tidak mempunyai kecerdasan untuk menggoda Gebby. Jadi dia berubah menjadi wujud manusia dan membantu Gebby berdiri.
"Eh..." kata Gebby kebingungan.
"Aku sudah membangkitkan kesadaran jiwa. Jadi sudah sewajarnya dia bisa berubah menjadi manusia, walaupun masih belum sempurna tetapi itu cukup," kata Jessica menjelaskan situasi.
"Alasanku menginginkan jasamu tidak lain untuk mengurus Penelitian Hewan ini. Selain itu kamu juga bisa meningkatkan skill Tamer milikmu," kata Blue dengan santai.
Berbeda dengan Gebby yang sangat terkejut, skill tamer miliknya belum diketahui dunia. Namun Blue bisa mengetahuinya hanya dengan satu kali pandang.
"Darimana kamu mengetahui aku punya Skill Tamer?" tanya Gebby.
"Banyak faktor, salah satunya adalah perilaku pada hewan yang kamu keluarkan ketika bertarung. Mungkin guild master Pelindung Naga tidak tahu, bakat seperti itu tidak akan bisa lolos dari mataku," jawab Blue.
Tanpa sebab yang jelas bulu kuduk Gebby merinding. Dia sedang berhadapan dengan remaja berusia 19 tahun atau monster tua yang sangat licik.
Tidak perlu di pungkiri bahwa kemampuan Gebby dalam Tamer belum berkembang ketika berada di Guild Pelindung Naga. Mungkin inilah alasan mengapa master guild menginginkan Gebby untuk pindah ke Fairy Dance.
"Baiklah, aku akan melakukannya. Namun aku dengar Fairy Dance memiliki gaji yang cukup tinggi, bolehkah aku meminta gaji setahun pertama?" tanya Gebby sambil menempelkan kedua telapak tangannya.
Jessica yang mendengar permintaan lanang itu langsung melirik Blue. Sejujurnya dia ingin sekali memukul Gebby karena baru saja menjadi anggota sudah meminta gaji tinggi.
"Tentu, tetapi aku ingin kamu menjinakkan seekor naga untuk guild dan dirimu sendiri!" kata Blue dengan tatapan tajam.
Gebby sangat terkejut mendengarnya. "Tidak mungkin, naga itu memiliki level yang sangat tinggi," jawabnya cepat.
"Alasan lainnya aku membawamu kesini untuk menjinakkan naga. Jadi kamu tidak boleh menolak jika ingin mendapatkan gaji setahun."
Melihat Blue yang tampak serius, Gebby menelan ludah. Dia tidak menyangka kedatangannya benar-benar membuat Blue sangat bersemangat.
"Baiklah, berikan aku waktu untuk mencari sarang nada." Gebby ingin menghentikan pembicaraan yang pasti akan merugikan dirinya.
"Tidak perlu menunggu lama, aku sudah menemukan sarang naga yang cocok si sebelah utara Gurun Sahara. Menurut informasi, di sana ada sarang nada hijau."
Sebelum Gebby menyetujuinya. Jessica langsung menyahut, " Baik, Bos. Aku akan menyiapkan beberapa pasukan untuk membantu."
"Tidak perlu, aku hanya perlu membawa satu pengawal sudah cukup. Iblis Kecil, keluarlah."
Seorang pria tinggi berkulit hitam muncul di sebelah Blue dan memberikan hormat. Jelas Jessica, Gebby, dan Sun sangat terkejut.
"Ada yang bisa saya bantu?"
"Kita akan menjelajahi sarang naga. Persiapkan dirimu, kita beberapa menit lagi."
Iblis Kecil menganggukkan kepala dan langsung duduk untuk menyerap Batu Iblis. Udara disekitarnya menjadi sangat gelap, itu membuat seluruh hewan di dalam ruangan ketakutan.
Termasuk Sun yang sudah membangkitkan kesadaran jiwa. "Tuan, siapa sebenarnya pria itu?" tanyanya dengan suara pelan.
"Dia pengawal ku, jadi jangan terlalu takut. Auranya memang sangat mengintimidasi, tetapi dia adalah anak yang baik."
Blue tidak menjelaskan bahwa Iblis Kecil merupakan iblis sebenarnya.
__ADS_1
Gebby dan Sun Si Kera Penjaga terkejut. Mereka tidak pernah menyangka ada pengawal yang mempunyai kekuatan mengerikan seperti itu.
Sekarang Sun mengerti mengapa dia tidak terpilih menjadi pengawalnya. Selisih kekuatan mereka berdua terpaut sangat jauh, mungkin Iblis Kecil bisa membunuhnya dalam sekali serang.
Padahal Iblis Kecil bisa dibilang masih bayi, kekuatannya juga tidak seperti yang dipikirkan. Dia mempunyai aura jahat karena memang dia adalah seorang iblis setengah manusia.
Jessica hanya tersenyum, dia tidak mungkin terkejut lagi dengan apa yang dilakukan bosnya. Bahkan dia merasa bahwa memiliki pengawal pangeran sebuah kerajaan bukanlah hal yang istimewa.
Blue dan Jessica akhirnya keluar dari pusat penelitian hewan.
"Bos, apa kamu yakin Gebby bisa menjinakkan naga di utara Gurun Sahara?" tanya Jessica.
Blue tersenyum dan menjawab, "Dia tidak akan bisa menjinakkannya sekarang, tapi percayalah anak itu sangat istimewa."
"Aku tidak akan meragukan keputusanmu, tetapi poin statusnya sangat rendah untuk pemain level 83."
"Itulah alasan mengapa aku menyuruhnya menjinakkan naga. Aku yakin kelas miliknya sangat istimewa, jika aku tidak salah menebak kekuatan seorang Tamer tergantung pada hewan yang dia jinakkan. Kamu pasti tahu kelanjutannya," kata Blue memberikan penjelasan singkat.
Jessica tersenyum manis. "Seperti yang diharapkan darimu Bos. Semua sudah ada di telapak tanganmu," katanya.
Tidak lebih dari 5 jam pasukan Luis telah kembali. Mereka membawa inti Dungeon yang dibutuhkan Blue untuk melatih pasukan khusus.
"Hai, bukankah kalian terlalu cepat?" tanya Blue.
"Semua ini berkat anda Tuan. Aku tidak tahu, beberapa hari setelah anda kembali kekuatan kami meningkat sangat tajam, bahkan Yudis mendekati kekuatan seorang pahlawan desa." Luis membungkukkan sedikit badannya.
Blue yakin itu setelah dia keluar dari Celah Dimensi. Dia semakin bingung, mengapa ujiannya bisa mempengaruhi kekuatan setiap pengawal yang dimilikinya.
Karena rasa penasaran, Blue memanggil seorang pengawal.
Seorang pria bertubuh kekar muncul di sebelah Blue. "Tuan, ada yang bisa saya bantu?"
"Hai, sejak kapan tubuhmu menjadi begitu berotot?" tanya Blue kebingungan.
"Sepertinya perbedaan waktu disini dan Dunia Buatan milik anda semakin meningkat. Aku hanya melakukan latihan setiap harinya seperti biasa, beberapa tahun lalu tiba-tiba sebuah energi misterius meluap dalam tubuhku dan membuat semua penduduk Dunia Buatan sekuat aku dimasa lalu," jawab Tobias dengan sopan.
"Hai, jangan bercanda. Mungkinkah Anthony juga sekuat kamu dimasa lalu?" tanya Blue.
"Sepertinya dia lebih kuat dari aku dimasa lalu. Berkat kemampuannya menanam tumbuhan, sekarang Dunia Buatan seluruhnya menjadi hijau, aku sempat mengiranya seorang Dryad."
"Anthony Keluarlah!" teriak Blue tidak percaya degan apa yang dia dengar.
Seorang pria berotot dengan tinggi padan 172 centimeter muncul. "Bos, sudah lama kita tidak bertemu. Aku sudah menduga kamu akan menjadi semakin tampan," katanya dengan santai.
Walaupun Anthony sangat menghormati Blue, dia tetap berbicara dengan santai. Perkataan formal tidak pernah ada di dalam kamus bahasanya, jadi Blue memaklumi hal tersebut.
"Seperti yang dikatakan Tobias, kamu menjadi sangat kuat untuk seorang petani."
"Jangan salah bos, aku sekarang bukan petani biasa. Menurut sistem aku adalah Calon Dryad, haha."
Anthony tertawa dengan keras, dia membanggakan dirinya karena mendapatkan berkah yang tidak pernah disangka. Jika tidak mengikuti Blue, pasti Anthony tidak akan menjadi seperti sekarang.
Blue tersenyum kecut, dia tidak pernah mengira bahwa orang yang setia padanya semakin kuat.
"Jadi ini alasan mengapa semua petualang pribumi Desa Koral menjadi terlalu kuat," gumam Blue pelan.
Luis menyerahkan Inti Dungeon kepada Blue, kemudian di letakkan pada tempat khusus.
__ADS_1
Jessica memberikan pengumuman pada semua pemain maupun petualang pribumi. Dia mengatakan bahwa ada pembukaan anggota baru Fairy Dance.
Tidak butuh waktu lama sebelum Desa Koral berdesakan mengantre untuk melakukan pendaftaran. Persyaratan kali ini sangat mudah, pemain atau petualang pribumi hanya perlu mengalahkan robot penembakan.
Siapa yang menyangka, semua petualang pribumi di Desa berhasil mengalahkannya. Jessica hanya bisa tersenyum kecut melihat lebih dari 1 juta petualang baru.
Ditambah lagi ada pemain yang harus digaji setiap bulannya. Namun ini adalah titik awal untuk pengembangan guild menuju tingkat yang lebih tinggi.
Beberapa pemberontak di dalam guild segera redam karena kedatangan Blue. Semua orang sangat menghormatinya, jadi selama Blue menduduki kursi ketua guild tidak akan ada yang berani membuat kerusuhan.
Ada banyak kejadian yang membuat semua anggota Fairy Dance mengenang betapa kejam Blue dalam memimpin. Setiap anggota yang melakukan kesalahan akan dipecat karena sistem kontrak yang sangat menuntut.
Sekarang hanya ada anggota yang benar-benar setiap dibawah naungan Blue. Sedangkan yang setengah-setengah ataupun agen ganda telah diusir dengan sangat cepat.
"Jessica, aku akan melatih semua anggota baru. Jadi panggil semua orang," kata Blue.
Jessica langsung memberikan pengumuman pada setiap anggota baru untuk berkumpul di utara Desa Koral.
Lebih dari 2 juta orang berbaris dengan rapi. Ini sebuah pemandangan yang tidak akan pernah dilihat oleh orang awam.
Jessica pada awalnya juga gugup melihat banyak kata memandangnya. Ini adalah pertama kalinya Blue muncul didepan publik.
Banyak reporter meliput pertemuan anggota baru Fairy Dance. Mereka menyiarkannya secara langsung supaya mendapat penayangan yang banyak.
"Bos, mungkin ini pertama kalinya untuk anda. Lebih baik anda menarik napas terlebih dahulu," kata Jessica.
"Kamu terlalu khawatir, tenang dan lihatlah. Fairy Dance akan mengangkat pedangnya untuk memperingatkan para guild yang sedang menatap kita!" kat Blue dengan tenang.
Dia berjalan keluar balkon tanpa ada rasa takut maupun gugup. Hal itu membuat Jessica kebingungan, dihadapan 2 juta pemain Blue masih tampak tenang dan tidak terpengaruh situasi.
"Terima kasih semua anggota keluargaku yang baru. Seperti yang kalian lihat, aku tidaklah lebih kuat dari kalian semua. Namun izinkan aku mengatakan ini, kita lemah tapi tidak boleh kalah dengan yang kuat!" kata Blue sambil menunjukkan levelnya.
[Blue
Level : 95
HP : ~
Nilai Kekuatan : ~.]
Semua orang di seluruh dunia terkejut melihat level Blue sangat rendah. Siapa yang menyangka bahwa pemimpin Fairy Dance hanya memiliki level 95.
Beberapa pemain Fairy Dance bersiap untuk keluar guild karena melihat level Blue. Namun mereka tidak bisa menekan tombol keluar karena rasa hormatnya.
"Apa kalian terkejut? level yang aku miliki terlalu rendah. Namun lihatlah, aku bisa mengalahkan mereka dengan level tinggi, itu karena aku bekerja keras setiap hari!"
Semua orang yang menundukkan kepala dan sempat berpikir untuk keluar memandangnya.
"Aku tidak jenius maupun kaya. Namun lihatlah, aku bisa berdiri disini bersama keluargaku besar Fairy Dance. Ini semua karena usaha keras yang tiada hentinya!"
Semangat semua anggota Fairy Dance semakin membara. Mereka tanpa sadar mulai berpikir untuk berusaha keras.
"Jadi, aku berharap kalian bisa berdiri bersamaku melawan seluruh dunia yang ingin menyakiti keluarga besar Fairy Dance!"
Teriakan semua orang terdengar sangat menggema.
Semua ketua guild yang melihat siaran langsung mengerutkan kening.
__ADS_1