
Ketika terbang, Blue menggunakan Gelombang Kejut untuk serangan pertama. Raul mengeluarkan cakarnya yang tajam langsung menghantam monster.
Blue mendarat tepat di depan Putra Mahkota yang sedang terluka. "Ela sembuhkan dia," katanya sambil mengeluarkan Ela dari Ruang Penyimpanan.
Tanpa menunggu lama Ela langsung mengulurkan tangan dan mengeluarkan sebuah cahaya hijau dari telapak tangannya.
Cahaya yang dikeluarkan Ela langsung menyelimuti tubuh Putra Mahkota dan beberapa pasukan yang sedang terluka.
Luka mereka semua segera mengering dan tertutup dengan sempurna dengan sangat cepat. Pada prajurit yang kelelahan juga dipulihkan.
Blue masih mengayunkan pedangnya dengan lembut, Putra Mahkota melihatnya dengan saksama. Tanpa sadar dia mulai mengagumi Blue dari lubuk hatinya.
"Jangan diam saja, angkat pedangmu dan bantu aku menyingkirkan para monster!" teriak Blue.
Semua pasukan termasuk Putra Mahkota langsung mengambil pedangnya dan menyerang monster dengan semangat. Entah mengapa tubuh mereka mematuhi manusia di depannya, padahal mereka tidak saling mengenal.
Itu dikarenakan Wibawa Blue sangat tinggi. Mungkin setara dengan Pemilik Kota Danau Putih.
Karena Blue tidak bisa melihat Wibawa Pemilik Kota, dia cukup wakin bahwa poin Wibawa mereka tidak jauh berbeda.
Bisa dilihat dari seberapa hormat semua penduduk pribumi di wilayahnya. Semua orang mengagumi Blue sebagai pemilik Desa Koral.
Ditambah lagi dia selalu didoakan oleh Rafaela dan pengikut Dewa. Jadi Wibawanya sangat tinggi, cukup untuk mengontrol tindakan Putra Mahkota dan pasukannya.
Perjuangan mereka tidak sia-sia, Blue berhasil menyelamatkan semua orang dengan pedang ganda miliknya.
"Apa kalian tidak apa-apa?" tanya Blue dengan wajah datar. Dia tidak ingin mengungkapkan kebahagian karena telah menolong Putra Mahkota Kota Danau Putih.
"Tuan, terima kasih atas bantuannya. Kami semua selamat berkat anda," kata Putra Mahkota dengan senyum manis.
Pada masa depan Putra Mahkota mati karena gerombolan monster, untungnya Blue datang tepat waktu.
Jika tidak Pemilik Kota akan lebih susah untuk didekati, bahkan jika dia memberikan Kristal Es di depan matanya. Pasalnya Putra Mahkota adalah anak kesayangannya.
"Syukurlah, ayo pergi ke tempat lebih aman," kata Blue memimpin jalan.
Putra Mahkota dan pengawalnya mengikuti Blue dari belakang, entah mengapa mereka merasa aman jika berada di dekat Blue dan monster Serigala bernama Raul.
"Tuan, bolehkah saya mengetahui nama anda?" tanya Putra Mahkota dengan sopan.
"Jangan terlalu formal, bisa dibilang aku adalah teman Pemilik Kota. Jadi jangan menganggap aku orang lain," kata Blue pelan.
"Jadi anda adalah teman Ayahanda, pantas saja anda sangat kuat," kata Putra Mahkota memuji penampilan Blue pada penerangan sebelumnya.
"Tidak juga, itu semua karena aku mengetahui perilaku monster. Singkatnya informasi dari monster yang kita hadapi akan sangat membantu dalam penyerbuan."
Blue menjelaskan beberapa trik untuk melakukan penyerangan, Putra Mahkota mendengarkannya seperti seorang murid yang teladan.
Tidak terasa mereka sudah sampai di gerbang masuk Kota Danau Putih.
"Sudah sampai, aku harus pergi. Sampaikan salam ku pada Pemilik Kota," kata Blue segera menghilang dari pandangan semua orang.
Alasannya menghilang karena dia tidak mau terlalu lama bersama Putra Mahkota. "Sialan, terlalu banyak orang yang mengawasi," gumam Blue pelan.
Dia merasakan kehadiran seseorang yang sedang menatapnya, tidak hanya satu orang melainkan dua orang. Blue bisa yakin bahwa satu orang adalah suruhan dari Toma, tetapi yang satunya masih cukup misterius.
__ADS_1
"Mungkinkah Pemilik Kota terlalu khawatir aku akan mencelakai putranya. Sungguh merepotkan, aku harus menunda rencana." Blue menghilang menggunakan Gate menuju Desa Koral.
Merasa pergerakan ya terlalu lambat, Blue merasa perlu menggunakan poin skill yang sudah terlalu banyak.
[Poin Status : 459
Poin Skill : 5560
Poin Profesi : 7360.]
Setelah berpikir matang-matang, Blue akhirnya memutuskan untuk menggunakan poinnya pada skill Gate dan Tebasan Bintang.
[Keterampilan Buatan : Tebasan Bintang]
Tingkat : S
Level : 5 (0/800) (Cincin Kartanegara +1)
Pendinginan : -
Mengayunkan dua pedang secara bersamaan hingga membuat percikan bintang. Pemain dapat menghasilkan 800% kerusakan.
Batas level : 9 (Cincin Kartanegara +1)(Bisa meningkat dengan pemahaman lebih lanjut)
Gate
Tingkat : S
Level : 6 (0/1600) (Cincin Kartanegara +1)
Pendinginan : 3,5 jam
Level maksimal : -
Dia hanya menghabiskan 1900 poin skill untuk mengingatkan kedua keterampilannya. Sementara sisa poinnya akan disimpan, jika ada keadaan genting itu akan menjadi kartu as miliknya.
"Tunggu, sepertinya poin profesi milikku juga cukup banyak," gumam Blue membuka menu profesi.
[Profesi : All Role
- Pandai Besi (Mahir)(Pandai Besi yang Terlupakan)
- Arsitek (Mahir)
- Koki (Pemula).]
Mata Blue langsung fokus pada profesi Koki. Sebenarnya dia sangat ingin meningkatkan level Pandai Besi, terapi untuk sekarang Koki lebih diuntungkan.
Tanpa pikir panjang Blue menghabiskan semua poin profesi yang dia milikku. Namun hasilnya sangat mengejutkan, dengan 7360 poin belum cukup untuk meningkatkan profesi Koki.
"Sepertinya aku harus bekerja lebih banyak lagi." Blue menghela napas, dia lupa bahwa meningkatkan profesi setelah pembaruan keempat sangat susah.
Bee dengan semangat muncul. "Hai, aku melihat kamu sedang meningkatkan keterampilan memasak. Bagaimana jika membuatkan aku beberapa masakan lezat," katanya sambil membusungkan dadanya.
"Mari sekarang pergi ke ruang guild master terlebih dulu. Aku akan membuatkan makanan yang lezat untuk semuanya," kata Blue dengan santainya.
__ADS_1
Tidak lupa dia memanggil Yami, Rafaela, dan Luis untuk merasakan masakannya. Kemampuan memasak di dunia nyata berbanding lurus dengan kemampuan di Domain Dewa.
Karena Blue sangat berpengalaman memasak di dunia nyata, dia menggoreng setiap bahan dengan sangat lihai.
Penampilannya disaksikan oleh Luis, Yami, dan Rafaela. Mereka bertiga kagum dengan kehebatan masternya.
Jessica dan Amelia mendengar berita bahwa Blue akan memasak, jadi mereka langsung berlari ke ruang guild master dan duduk manis menunggu makanan. Leon entah dari mana muncul disebelah Amelia, dia duduk manis.
"Tenang saja, aku masak dalam porsi besar. Aku jamin kalian semua akan mendapatkan bagian," kata Blue dengan sudip dan wajan yang bergoyang.
Dalam satu wajan dia berhasil membuat 15 porsi, tanpa menunggu lama Blue langsung menyiapkan porsi selanjutnya.
Beberapa anggota Fairy Dance yang mendengar bahwa Blue sedang memasak langsung mengantre untuk mendapatkan makanan. Jumlahnya ratusan jelas itu tidak mungkin untuk dilakukan sendiri.
"Oliver, bantu aku," kata Blue sambil mengeluarkan wajan yang lebih besar.
Pemandangan ini sungguh sangat aneh, Blue menggunakan pedang panjang untuk memotong daging kepiting. Oliver mengaduk masakan di wajan menggunakan sudip kecil.
"Jangan lakukan itu, rasanya akan berkurang!" kata Blue memberi peringatan. Dia langsung mengayunkan pedang besarnya untuk mengaduk masakan di dalam wajan.
Pedang yang dibawa Blue terlihat sedikit berbeda dengan milik Red Devil, karena dia menggunakan prana untuk menutupi warna aslinya.
Markas Fairy Dance di Desa Koral menjadi restoran dadakan. Banyak penduduk pribumi dan pemain mengantre untuk mendapatkan satu porsi masakan.
Rumor tersebar luas, tidak ada yang melihat siapa yang memasak. Namun mereka sangat yakin bahwa Koki Hebat berada di bawah lindungan Fairy Dance.
Tidak hanya enak dimakan, masakan Blue dapat meningkatkan konsentrasi sebanyak 20% selama satu hari.
Bee makan dengan perlahan, dia tidak menghiraukannya semua orang yang sibuk. "Aku heran dia masih Koki Pemula, tetapi masakannya setara dengan Koki Ahli. Sangat aneh... Terserahlah," katanya pelan. Kemudian dia melanjutkan makannya lagi.
Sudah 5 jam Blue dan Oliver memasak tanpa henti, Oliver sudah kehabisan napas. Dia tidak bisa menggerakkan tangannya dengan baik lagi.
Mesin Virtual memperingatkannya untuk keluar dari permainan. "Bos, sepertinya ini adalah batas kemampuanku," katanya dengan napas kembang-kempis.
"Baik, istirahatlah."
Semua orang yang melihat Blue akan sangat terkejut, dia masih saja tidak kehilangan senyumnya walaupun keringat bercucuran di dahinya.
Oliver tidak keluar dari permainan, dia duduk di sofa dan bermeditasi untuk mengembalikan konsentrasi dan staminanya. Sayangnya itu gagal, dia malah tertidur karena kelelahan.
Jessica dan Amelia mencoba membantu dengan kekuatannya. Mereka menggoyangkan wajan dan mengaduknya.
Blue menggunakan pedangnya terus mengadu masakannya.
Rumor tersebar luas, sayangnya Blue sudah pada batasnya. Dia hanya bisa mempertahankan kelezatan masakan selama 9 jam lamanya.
Sehingga pemain atau penduduk yang tidak kebagian masakan harus pulang dengan tangan kosong.
Masakan super lezat telah ditemukan di Desa Koral, banyak Koki penasaran dengan rumor tersebut. Mereka berbondong-bondong menuju Desa Koral untuk mencari Koki Hebat tersebut.
Tidak hanya pemain yang menuju Desa Koral, melainkan para penduduk pribumi yang berprofesi sebagai Koki juga datang.
Argya sedang tidak ada ditempat, dia sedang membantu keluarganya. Jadi tidak dapat berpartisipasi dalam acara dadakan yang diselenggarakan Blue.
"Bos, masakan yang kamu sajikan selalu menjadi mahakarya." Jessica memberikan tanggapannya, dia merasakan betapa sulitnya memasak porsi besar.
__ADS_1
"Tidak juga, aku hanya Koki Pemula. Kelezatan sebuah masakan bukan tentang tingkat, melainkan tentang hati yang meresapinya. Jadi jangan terlalu banyak berpikir dan gunakan hatimu untuk memasak," kata Blue memberikan pencerahan.
Jessica mendapat pencerahan. Karena dia mempunyai Profesi seorang penjahit, seharusnya tidak jauh berbeda dengan profesi Koki.