
Tembok pelindung besi tampak mengkilat dan megah. Gerbang masuk Desa Koral juga sangat menawan, bahkan perwakilan Shadow melongo melihatnya.
Reaper langsung menggunakan keterampilannya untuk membekuknya, sehingga perwakilan Shadow langsung di culik supaya tidak dapat melaporkan kepada atasannya.
Untuk sementara Fairy Dance akan membuatnya sebagai sandera. Walaupun bukan orang penting, setidaknya perwakilan Shadow adalah seorang kapten dalam guild.
Darimana Blue tahu, tentu saja karena pengalamannya sebagai ketua Shadow di kehidupan sebelumnya. Dia tidak hanya belajar tentang menjadi pemimpin baik, tetapi juga sejarah perjuangan Shadow mencapai puncak.
Kala itu, Blue sangat terkesan dengan semua tulisan dan peperangan yang terjadi. Namun setelah melihat wajah asli Juna, semua anggapannya langsung musnah.
Kekejaman memanfaatkan seseorang, pengkhianatan, kesetiaan, semuanya tertanam dalam kepalanya. Ketika itu Blue sangat menyesal, tetapi entah apa yang menguatkannya. Dia berhasil membangun kehidupan yang lebih baik dengan bermain game tanpa henti.
Perwakilan Shadow tidak akan bisa bergerak ataupun melaporkan situasi terkini selama 10 menit. Jadi Blue akan menyiapkan beberapa ranjau dengan menyuruh beberapa orang yang memiliki keterampilan jebakan.
Pertarungan mungkin akan terjadi, tetapi Blue tidak berniat melepaskan semua pemain yang berusaha mengambil Desa Koral. Untungnya super guild tidak bergerak sedikitpun.
Mereka lebih memilih untuk fokus mengembangkan diri daripada berperang tanpa arti dengan sebuah guild kecil seperti Fairy Dance. Karena sumber daya semakin berkurang, Super Guild lebih memilih untuk segera mengeksplor semua dunia Domain Dewa.
Blue sebenarnya juga ingin seperti itu, karena akan ada acara yang bertujuan saling merebut kekuasaan. Namun beberapa kecoa selalu mengganggunya.
"Setidaknya aku bisa melatih pasukan Fairy Dance," kata Blue dalam hati.
Setelah sepuluh menit berlalu tanpa berita, pasukan Shadow mengirim pengintai untuk melihat keadaan sekitar. Blue mengikat Perwakilan Shadow di depan gerbang mewah Desa Koral.
Berita tentang Desa Koral menjadi tingkat 3 ternyata bukan sebuah kebohongan. Para guild kecil masih mengira bahwa Desa Koral masih ditutup, jadi memilih menunggu berita selanjutnya.
Pasukan Shadow yang dipimpin oleh Krisna berteriak keras. "Lepaskan anggota kami atau kalian akan menyesal!" katanya.
"Aku ingin tahu apa yang membuat kalian bisa begitu yakin bisa merebut Desa Koral?" tanya Blue dengan santainya berjalan di atas ranjau.
Blue mengetahui letaknya, jadi langkah kakinya selalu melewati celah ranjau dengan baik.
Zaha mendesain Ranjau Sihir yang tidak langsung meledak, melainkan ada jeda selama 3 detik. Hal itu dilakukan supaya banyak pemain yang terkena ledakan. Sayangnya Ranjau Sihir hanya bisa digunakan dalam peperangan, jika melawan pemain sedikit makan tidak akan efektif.
Setelah cukup dekat dengan pasukan Shadow, Blue tersenyum manis dan berkata, "Silahkan coba rebut Desa Koral dengan seluruh kemampuan kalian. Aku hanya ingin melihat seberapa yakin kamu bisa melakukannya."
Para guild kecil langsung naik pitam, mereka semua tidak terima dengan perkataan Blue. Mereka merasa dihina hanya karena perkataan singkat Blue.
Setidaknya ada 100 ribu pemain yang berkumpul di depan Desa Koral. Jika mereka menyerang pastinya desa akan mudah di rebut, tetapi Krisna merasakan sesuatu yang aneh.
Dia merasa bahwa menyerang Desa Koral sama dengan bunuh diri. Tidak hanya itu, orang yang berdiri didepan tidak akan membiarkannya lolos dari medan perang.
Ketika dia merasa ragu, sebuah pesan menyuruhnya untuk tetap melanjutkan serangan. Kali ini Black Sword dan Thunder Strom tidak mengirim ketua Guild. Mereka hanya ingin meramaikan perang tanpa penyerangan penuh.
Perlu diketahui Black Sword dalam kondisi memprihatinkan. Setelah mereka berhasil menjadi penyelesaian pertama penyerangan monster, banyak tekanan yang mereka dapatkan.
__ADS_1
Guild yang melakukannya tidak lain adalah Shadow, tetapi Black Sword tidak mengetahui pelaku sebenarnya. Mereka hanya mengalami banyak kejadian yang memaksanya bubar di kemudian hari.
Shadow dengan tangan ringan membantunya sehingga Black Sword secara resmi akan menjadi guild cabangnya. Mungkin inilah yang dinamakan serigala berbulu domba.
Krisna yang mendapat perintah untuk menyerang tidak punya pilihan. Dia langsung mengangkat tombaknya dan berkata, "Serang!"
Berbeda dengan harapan semua orang, Blue kembali ke depan gerbang Desa Koral. Banyak orang menganggapnya sebagai buah dari kesombongan.
Namun setelah sampai di depan gerbang Blue mencabut kedua pedang di punggungnya. "Mari mulai berburu!"
3000 pemain muncul dibelakangnya, mereka semua tampak tidak takut sama sekali menghadapai 100 ribu pemain. 2000 pemain tampak di tembok Desa Koral, mereka membawa banyak peralatan sihir.
Banyak pemain yang sudah menginjak ranjau, mereka tidak sadar apa yang sedang mereka lakukan. Ledakan besar terjadi, dalam sekejap 20 ribu pemain langsung dikirim ke Rumah Kebangkitan.
"Tembak!" teriak Blue memberikan instruksi. Dia melihat pasukan musuh mulai ragu untuk menyerang, saat itulah 600 panah menyerang secara bersamaan.
50 Menara Racun dengan cepat muncul mengelilingi semua penyerang. Blue sudah memperhitungkan jaraknya supaya semua area terkena efek dari Menara.
Disebelah Menara Racun ada 3 Menara Petir dan Meriam Sihir Otomatis serta ada 5 penjaga disekitarnya. Jadi tidak ada jalan keluar untuk para pemain yang mencoba merebut Desa Koral.
Mortir Manual menembakkan sebuah energi besar hingga menghantam barisan depan musuh. Karena panik, penyembuh tidak sempat menggunakan keterampilannya.
Sekarang di otak para guild kecil hanyalah melarikan diri, mereka tidak peduli dengan kerja sama dan ancaman Shadow.
"Mungkinkah aku ketakutan?" katanya dalam hati.
Pasukan gabungan terus berkurang tanpa ada instruksi lebih lanjut, mereka semua berperang dengan siapa juga tidak tahu. Tidak ada pemain yang bisa mereka tebas maupun serang.
Sekarang pasukan gabungan seperti seekor burung yang berada di dalam sangkar.
"Kapten, apa kamu melihatnya. Bahkan ratusan ribu pasukan tidak akan bisa mengalahkan Desa Koral. Bagaimana jika kamu mengirimkan pesan kepada Surya untuk tidak mengganggu bisnis orang," kata Blue memandang perwakilan Shadow yang melongo tidak percaya.
"Apa yang kalian mau?"
"Sudah aku katakan. Mari kita berbaikan dan hidup berdampingan, sumber daya Domain Desa sangat luas. Bagaimana jika kita saling mencari keuntungan?" kata Blue pelan.
Tanpa pikir panjang, Perwakilan Shadow langsung menghubungi ketua guild. Dia menjelaskan apa yang diminta Fairy Dance.
"Sudah terlambat, aku tidak akan pernah melepaskan kalian. Ingat, aku akan membalas penghinaan kali ini!" kata Surya melalui panggilan video.
Blue hanya menghela napas. "Kamu tahu, setiap orang yang mengatakan itu akan menerima akibatnya. Tunggu Fairy Dance di markas kalian, aku berjanji akan membawa pasukan untuk mengajarkan apa itu perang!"
Kali ini Blue tidak bercanda, dia akan mengunjungi Markas besar Shadow dengan kekuatan Fairy Dance. Namun tidak sekarang, tetapi butuh beberapa waktu lagi.
"Datanglah, aku akan melihat kekuatan apa yang kamu maksud!" kata Surya menantang.
__ADS_1
Teriakan perang terdengar, mereka memohon ampun supaya tidak terbunuh karena membawa barang berharga. Namun Fairy Dance bukan guild yang membiarkan musuh berkeliaran.
Tidak ada kata ampun untuk musuh yang sudah kelewatan. Blue juga tidak berniat melepaskan satupun orang, dengan seluruh senjata sihirnya dia akan mengirim semua orang ke Rumah Kebangkitan.
Lebih gila lagi, Fairy Dance telah bersiap dengan 500 Meriam Sihir Otomatis di Rumah Kebangkitan. Mereka menunggu para pemain yang berusaha menyerang Desa Koral.
Blue berencana menghilangkan 10 level atau lebih supaya musuhnya merasakan sakit dan jera. Semua guild besar hanya menutup mata melihat tindakan Fairy Dance menginjak para guild kecil, mereka membenarkan tindakannya karena musuh memang seharusnya dimusnahkan.
Suasana Danau Putih sangat mencekam, tidak ada orang yang berani bersuara ketika Fairy Dance memblokir jalan Rumah Kebangkitan.
Hanya butuh 2 jam untuk menghancurkan semua pasukan musuh. Semuanya berhasil dikirim ke Rumah Kebangkitan dengan tenang.
Perwakilan Shadow juga dikirim ke Rumah Kebangkitan untuk menerima hukuman.
Forum diskusi Domain Dewa terguncang dengan tindakan Fairy Dance yang tidak ada ampun. Banyak pro dan kontra diantara pemain, tetapi banyak yang setuju dengan tindakan Fairy Dance.
Blue sudah menyewa beberapa orang untuk menulis ulasan bagus tentang Fairy Dance, sehingga nama Fairy Dance tidak tercoreng pada perang kali ini.
Semua orang sampai lupa dengan barang yang dijatuhkan oleh pemain. Beberapa bahkan ada yang tingkat Epik, Fairy Dance panen besar kali ini.
Modal perang kali ini, Fairy Dance mengeluarkan 110 ribu koin emas. Sedangkan taksiran harga barang rampasan sekitar 210 ribu koin emas.
Hampir dua kali lipat dari modal, Fairy Dance menang banyak kali ini. Namun media tidak ada yang menyorotnya, sehingga Blue bisa tenang.
Perlu diketahui harga koin emas sekarang setara dengan 440 kredit. Artinya Fairy Dance mengeluarkan 48,4 juta kredit hanya untuk beberapa jam saja.
Itulah perang, siapa yang kaya mereka akan menang. Berbeda dengan perang gerilya yang tidak terikat dengan keuangan, biasanya teknik ini sering dilakukan oleh kelompok tertentu.
Sebagai sebuah guild, seharusnya tidak akan melakukan serangan memalukan seperti itu. Namun tidak menutup kemungkinan beberapa guild melakukannya untuk meraih keuntungan.
"Jessica, kirimkan surat kepada Black Sword. Kita akan melakukan penyerangan, jika mereka menyerah suruh membayar beberapa kompensasi yang masuk akal," kata Blue memberikan perintah.
Karena Black Sword sudah di ujung jurang kenapa tidak di dorong sekalian, itulah yang sedang Blue pikiran. Namun masih ada ruang untuk negosiasi, jika Radian dan Maron bersedia bergabung dengan Fairy Dance sukarela.
Radian bukanlah anak seorang penguasa kaya, dia sama seperti Blue yang berusaha mencari Kekayaan dari Domain Dewa. Namun siapa sangka kelemahannya itu dimanfaatkan Shadow untuk mengancamnya dan seluruh anggota.
Jika Radian berpikir cerdas, dia akan mencari perlindungan di bawah Fairy Dance. Namun jika dia berpikir yang lain, Blue tidak bisa berbuat apapun.
Tidak akan ada yang selamat dari jaring Shadow dimasa depan. Tugas Fairy Dance adalah menarik semua ikan besar untuk bergabung dengannya dan menjadi lebih kuat.
Setelah menerima surat ancaman dari Fairy Dance, Radian langsung memukul mejanya. Dia sebenarnya tidak setuju dengan penyerangan, tetapi Surya terus mendesaknya.
Black Sword hanya mempunyai satu desa. Jika Fairy Dance menyerang, maka semua desa Black Sword akan lenyap.
"Sialan, apa yang harus aku lakukan!"
__ADS_1