
"Apapun pilihanmu aku akan menyetujuinya. Disisi lain kita bukan guild yang sangat memihak Dewa maupun Pahlawan, jadi tidak perlu khawatir," kata Jessica memberikan pendapatnya.
Bee muncul dengan sendirinya. "Iblis, sepertinya akan menjadi pasukan yang menarik. Bagaimana dengan Rafaela?" tanyanya pada Blue.
Ini adalah pertama kalinya Bee berbicara panjang pada Blue, sehingga membuatnya sedikit terkejut ternyata Bee bisa berbicara dengan lancar.
"Aku harus memikirkannya lagi." Blue tidak bisa gegabah membuat kontrak dengan iblis, pasalnya dia mempunyai pelayan Utusan Dewa.
Jika melakukan kontrak dengan Iblis, besar kemungkinan kekuatan Rafaela akan hilang. Blue tidak ingin hal itu terjadi.
"Ngomong-ngomong bagaimana cara kita kembali?" tanya Jessica yang sedikit kebingungan.
Blue memimpin jalan ke tempat pertama kali mereka datang. Namun ketika ditengah jalan ada seorang pria dengan tanduk di kepalanya.
"Iblis!" kata Blue pelan. Dia langsung menghentikan Jessica dan mengisyaratkannya untuk tidak menimbulkan suara.
"Percuma kamu bersembunyi. Keluarlah, aku ingin melihat penampilan penyusup." Iblis misterius itu melirik kearah Blue dan Jessica bersembunyi.
Bee sudah masuk ruang penyimpanan karena tidak ingin terluka melawan iblis tingkat tinggi.
Blue keluar dari tempat persembunyiannya. "Raja Iblis, mungkin ada beberapa kesalahan diantara kita. Kami dipindahkan kesini secara paksa, jadi tolong toleransinya," kata Blue dengan nada sopan.
Dia melihat kekuatan iblis didepannya benar-benar terkejut. Tidak pernah terpikir olehnya ternyata wilayah ini adalah kekuasaan iblis. Seingatnya di kehidupan sebelumnya wilayah ini milik manusia.
[Venom
Gelar : Raja Iblis
Level : 630
HP : 100 miliar
Nilai Kekuatan : 15 juta]
Blue menggunakan Mata Dewa untuk melihat identitas iblis didepannya. Dia tidak akan bisa menang melawannya, bahkan jika menggunakan seluruh trik di lengannya.
"Penyusup tetaplah penyusup. Karena kalian adalah mahluk abadi, ayo ikuti aku!" kata Venom tegas. Dia menjentikkan jari.
Seketika ketiganya berpindah tempat ke istana Raja Venom. Jessica terkejut dengan iblis yang bisa menggunakan skill tanpa ada jeda penggunaan.
"Bolehkah saya tahu apa yang anda inginkan?" tanya Blue menggunakan bahasa yang sopan.
"Jangan banyak bertanya. Ikut dan lakukan semua yang aku perintahkan!" jawab Venom dengan nada kasar.
Blue dan Jessica tidak akan bisa keluar dari tempat ini dengan mudah. Mereka harus memikirkan cara untuk kembali ke Desa Koral, atau setidaknya membebaskan diri dari genggaman Venom.
Mereka menuju sebuah arena pertandingan bawah tanah. Seorang wanita iblis mendatangi mereka dengan penampilan yang sangat menggoda.
"Tuan, Venom. Apa yang anda butuhkan?" tanya wanita iblis itu.
"Aku membawa mahluk abadi, bagaimana caraku mengikuti taruhan?" tanya Venom.
Wanita iblis langsung mengarahkan telapak tangannya ke Blue dan Jessica, dia mengeluarkan tangan tak kasat mata untuk menarik keduanya.
Serangan telapak tangan langsung mengarah ke punggung Blue dan Jessica. Sebuah tanda muncul yang menandakan mereka adalah peserta pertarungan hidup dan mati.
__ADS_1
"Biaya pendaftaran mereka 10 ribu koin emas. Sedangkan untuk tarian anda tidak boleh lebih rendah dari 100 ribu koin emas," kata pelayan wanita dengan suara lembut.
Venom mengeluarkan kotak peti berisi 1 juta koin emas. "Gunakan ini untuk taruhan pada mereka. Bagi rata untuk keduanya, aku juga tidak peduli jika mereka kalah," katanya.
Blue dan Jessica hanya bisa tersenyum kecut melihat mereka menjadi bahan pertaruhan. Namun ini merupakan kesempatan emas untuk Blue menghadapi para pemain kuat lainnya.
"Apa aku boleh menggunakan topeng?" tanya Blue.
"Terserah, bahkan kamu diperbolehkan menggunakan senjata sihir jika bisa!" jawab wanita iblis dengan acuh.
Dalam arena pertandingan tidak bisa menggunakan senjata sihir seperti Meriam otomatis ataupun Menara Petir.
Itu semua karena arena pertandingan sudah diselimuti oleh simbol kuat. Seperti halnya Blue menyelimuti gua batu energi menggunakan simbol, tetapi simbol disini jauh di atas pengetahuannya.
Karena penglihatan Blue dan tingkat belajarnya yang sangat tinggi, dia mencoba untuk mempelajarinya. Mungkin saja suatu saat akan berguna. Ternyata tidak terlalu sulit, Blue bisa mempelajari simbol itu hanya dalam beberapa detik.
Seperti yang dilakukan oleh Venom, beberapa pemain manusia tertangkap dan berakhir di arena pertarungan bawah tanah.
Blue memberikan topeng pada Jessica, dia tidak ingin identitasnya diketahui oleh publik. Jika beberapa orang mengetahui keberadaannya, Fairy Dance akan dalam bahaya.
Pasalnya Jessica dan Blue adalah otak penggerak dari guild, jika mereka tidak ada maka kekuatan guild akan menjadi lemah. Hal itu akan dimanfaatkan para musuh untuk menghancurkan Fairy Dance.
Kota Danau Putih sepenuhnya milik Fairy Dance yang sangat membuat iri para guild lainnya. Pasalnya tidak ada satupun guild yang berhasil menaklukan sebuah kota.
Mereka semua pasti menyisakan seberapa kekuatan atau guild lainnya. Hal itu supaya ada hubungan harmonis antar guild, tetapi sebenarnya mereka saling memanfaatkan.
Fairy Dance menjadi satu-satunya guild yang berhasil memerintah sebuah kota sendirian, guild lain tidak di perolehan membuka cabangnya di wilayah Danau Putih.
Pertarungan pertama akan mempertemukan Blue dengan seorang wanita dengan panah berwarna ungu gelap. Blue mengenal wanita itu, dia adalah seorang yang berhasil menjadi pemain tingkat 5.
"Sungguh disayangkan pemain hebat sepertimu tertangkap iblis. Sebagai orang yang sudah ditangkap selama setahun, aku memberi nasihat jangan mencoba untuk kabur!"
Blue tersenyum mendengar peringatan lawannya. "Terima kasih, sayangnya aku tidak berniat terus berada disini. Jika membutuhkan bantuan hubungi aku," katanya sambil mengirim permintaan pertemanan.
Wanita itu langsung menerima pertemanan Blue. "Namaku Vio, jangan lupakan itu."
Blue yang menggunakan identitas Topeng Setan menganggukkan kepala. "Baiklah, panggil saja aku Topeng Setan," katanya.
Karena menggunakan Topeng Setan, nama dari daftar pertemanan Vio adalah Topeng Setan. Jadi identitas Blue akan tersembunyi.
"Segera mulai!" teriak wasit iblis. Dia melihat Blue dan Vio saling berbincang cukup lama, itu membuat banyak penonton tidak tertarik.
Vio adalah pemain kelas pemanah, jadi bukannya menerjang musuh malah melangkah mundur. Karena Blue tidak ingin memberikannya ruang gerak, dia memilih untuk berlari maju.
Sayangnya itu adalah gerakan yang ditunggu Vio, dia langsung menggunakan skill panah untuk menyerang Blue.
Merasa kekuatannya cukup untuk menghentikan panah, Blue mencoba menahannya. Namun siapa yang menyangka Blue terpental beberapa meter kebelakang.
Panah yang ditembakkan Vio sebelumnya adalah tipe anak panah yang bisa mendorong lawannya apapun yang terjadi.
Sebuah hujan panah dilepaskan Vio, setidaknya ada 100 anak panah yang terlihat. Jika pemain biasa mungkin mereka akan menyerah, sayangnya Blue sedikit istimewa.
Dia menggunakan Kalung Raja Kepiting untuk pelindung disekitar tubuhnya. Kemudian melihat garis serang anak panah lawannya.
Dengan sedikit gerakan dia menghindari anak panah yang tampak seperti hujan. Tidak lupa dia memotong beberapa panah untuk membuat celah.
__ADS_1
Karena penggunaan Hujan Panah, Vio tidak bisa bergerak selama 3 detik. Itu adalah efek samping dari penggunaan Hujan Panah.
Blue dapat memastikan bahwa level skillnya masih 1, jika ditingkatkan seharusnya tidak selama itu. Blue mempunyai 3 detik untuk mendekati lawannya.
Belajar dari sebelumnya, Blue tidak ingin menahan kecepatannya. Dia mengeluarkan sayap hitam serta menggunakan Langkah Cahaya supaya lebih cepat.
Ayunan pedangnya sangat berat, Vio tidak mempunyai kesempatan untuk menahan serangan musuh. Hingga akhirnya pemberitahuan sistem mengejutkan semua orang.
[Pemain Blue berhasil memberikan kerusakan - 2500 kerusakan kritikal.]
Ini adalah kerusakan tertinggi pertama dalam sejarah arena pertarungan. Biasanya kerusakan yang dihasilkan pasti dibawa 2000, Blue bisa memberikan kerusakan tambahan karena menggunakan Keseimbangan.
Karena mempunyai dua pedang, Blue tidak membuang kesempatan. Dia langsung menggunakan pedang ditangan kirinya untuk membuat kerusakan tambahan.
Vio sudah kehilangan 20% HPnya hanya dalam beberapa detik saja, dia harus lebih waspada.
"Hebat, kamu mempunyai pengalaman bertarung yang sangat tinggi." Tepat setelah Vio menyelesaikan perkataannya, Blue muncul didepannya dan mengayunkan pedangnya.
Karena sudah terlalu dekat, Vio mencoba Keberuntungannya. Dia melepaskan panah yang bisa mendorong lawannya.
Sayangnya trik yang sama tidak akan bekerja pada Blue. Panah berwarna biru laut muncul, Blue menghindari panah tersebut kemudian memotong bagian batangnya.
Serangannya sangat cepat, hingga membuat Vio merasa tidak akan pernah bisa menyentuh lawannya.
"Siapa kamu sebenarnya?" tanya Vio penasaran.
"Hanya pengembara yang kebetulan lewat," jawab Blue tidak ingin mengatakan nama aslinya. Perlu diingat dia masih menggunakan Topeng Setan.
"Baiklah, sebaiknya kamu tidak menyesal karena menyembunyikan namamu," kata Vio melepaskan kekuatan prana miliknya.
Panah pendorong tidak berhasil di eksekusi, Vio dengan panik mencoba melompat kebelakang. Blue tidak akan membiarkannya menemukan ruang tembak.
"Tembakan Kematian!" teriak Vio menggunakan skill bawahan sistem.
Sebuah cahaya berwarna putih menyelimuti panah, Vio langsung menembakkannya.
Blue melihat kekuatan panah dari Mata Dewa. "Gila, nilai kekuatannya lebih dari 51 ribu," gumam Blue pelan. Tidak ada yang mendengarnya.
Karena serangan Vio tidak bertipe arena Blue bisa menghindarinya dengan santai. Merasa sudah waktunya mengakhiri pertandingan, Blue menggunakan Gelombang Kejut yang tidak akan bisa dihindari karang taruna.
Hal itu karena garis serangnya cukup besar, sehingga Vio harus menerimanya semua. Kelas Pemanah tidak memiliki skill untuk menyelamatkan nyawa, tetapi Vio sedikit berbeda.
Dia masih hidup padahal HP miliknya tertulis 1. "Aku tidak menyangka menggunakan skill pemberian iblis untuk mengalahkan lawan kuat sepertimu," katanya lantang.
Blue menjawab dengan senyuman dan anggukan kepala supaya Vio tidak merasa diabaikan. Ayunan pedangnya tidak berhenti, dia terus menekan lawannya samapi batas waktunya.
Setelah 5 detik, Blue berhasil memberikan kerusakan terakhir pada Vio.
[Blue menang!]
Venom berteriak, "Yes, pertarungan yang bagus, Bung." Kemudian dia mengalihkan pandangannya pada iblis disebelahnya.
"Sepertinya aku menang, jangan lupakan janjimu," kata Venom dengan senyum jahat.
Mereka berdua bertaruh sederhana, jika Blue kalah maka Venom akan memberikan obat khusus buatan kerajaannya. Sebaliknya jika Blue menang maka lawannya akan memberikan sesuatu yang unggul di kerajaannya.
__ADS_1
Blue keluar dari arena pertandingan, dia berpura-pura lelah supaya menurunkan pertahanan musuh. Sehingga membuatnya mempunyai satu kesempatan emas yang bisa dimanfaatkan dengan baik.