Domain Dewa : Raja Pedang

Domain Dewa : Raja Pedang
Ujian


__ADS_3

Blue melihat daftar nama yang sudah sering muncul di berita. Namun ada dua nama yang belum terlihat. "Seperti si kembar masih belum bermain," gumamnya mengomentari daftar nama pemain terkuat.


Untungnya ia tidak menunjukkan levelnya, jika ada satu pemain yang berlevel 198, pasti dunia akan mengincarnya.


Langkah kakinya perlahan masuk ke istana Kota Surakarta. Suhu yang awalnya panas karena terik matahari berubah sejuk.


Seroang wanita menghampirinya, ia adalah salah satu pelayan di istana Kota Surakarta. Pakaian batik coklat yang membuatnya sangat elegan.


Mata Dewa langsung digunakan, betapa terkejutnya Blue ketika melihat nama yang sangat akrab di kehidupan sebelumnya.


[Gusti Nurul]


Gelar : Pahlawan Kota


Level : 970


...


Nilai Kekuatan : 70 juta


Gusti Nurul adalah tokoh pahlawan yang akan menyelamatkan manusia dari invasi iblis neraka Azazel.


Ia adalah pahlawan perempuan yang paling disegani di seluruh Benua Tengah. Kala itu Azazel membutuhkan kekuatan untuk bertarung dengan Baal, makanya membunuh banyak pemain dan ras manusia.


Sudah kita ketahui kekuatan utama Azazel adalah menyerap kekuatan lawan dan dirubah menjadi energi miliknya.


Ishida dan Hiroshi adalah bawahan langsung Azazel, karena Blue sudah menyinggung mereka berdua pasti kedepannya akan lebih sulit.


Pilihan terbaik adalah membangun relasi dengan pemimpin Kota Surakarta dan menyingkirkan kesalahan pahaman ini.


Walaupun dewi Laksmi sudah menghilangkan berkahnya dari seluruh kekuasaan Fairy Dance, bukan berarti mereka adalah musuh. Jadi Blue akan memanfaatkan kesempatan ini menggandeng Kota Surakarta.


Disisi lain, ia ingin mendapat bantuan Gusti Nurul yang merupakan kunci utama kemenangan manusia melawan Azazel.


Walaupun berhasil menang, Raja Iblis Azazel sudah menyerap cukup banyak jiwa. Sehingga peperangan antara Baal dan Azazel terjadi sangat dahsyat. Meskipun akhirnya Azazel kalah, dunia mencatat keberaniannya untuk menggulingkan tahta Iblis Terkuat.


"Tuan, ada keperluan apa anda datang ke istana Kota Surakarta?" tanya Gusti Nurul dengan suara lembut.


Blue tersenyum tipis karena kedudukan Gusti Nurul hanya seorang pahlawan, jadi formalitas bisa sedikit dikurangi. "Aku datang kesini untuk meluruskan kesalahpahaman antara Fairy Dance dan Kota Surakarta," ucapnya dengan nada sopan.


Wajak Gusti Nurul menjadi tak sedap dipandang karena mendengar nama Fairy Dance. "Apa anda sedang menghina kami?"


"Tentu saja tidak, aku benar-benar ingin meluruskan kesalahpahaman yang terjadi." Blue tidak mau berurusan dengan pahlawan yang hampir sama gilanya dengan Raphael.

__ADS_1


Tatapan mata Gusti Nurul semakin tajam, Blue hanya bisa tersenyum manis menanggapinya. "Baiklah, ikuti aku," ucap Gusti Nurul dengan suara yang sedikit kasar.


Mereka berjalan menuju sebuah ruangan, Blue merasakan aliran sihir yang aneh. Tanpa peringatan ia langsung menarik kedua pedangnya dan bersiap bertahan.


Pandangannya buram, setelah membuka mata Blue sudah berdiri di atas arena. Dinding dan lantai batu menandakan bahwa ia berada di sebuah arena jaman kuno.


Seorang pemain muncul, betapa terkejutnya dia melihat pemain itu sama persis dengannya. Karena penasaran, Blue mengayunkan pedangnya.


Bayangan yang diserang memblokir menggunakan sebuah kapak besar. Kekuatannya yang sangat mengerikan membuat Blue terbang beberapa meter jauhnya.


Karena ada sesuatu yang mencurigakan, Blue langsung melihat statusnya. Namun kecurigaannya tidak berdasar, statusnya masih sama.


"Mari melakukan tes sekali lagi." Blue berlari menuju lawannya, ia melempar pedang di tangan kanannya.


Karena lawannya tidak gampang, pedang yang dilempar dapat di tangkis dengan mudah. Namun Blue memang merencanakan itu, karena menang senjata ia mengayunkan tangan kirinya untuk serangan kejutan.


Bayangan itu langsung menghilang setelah terkena kerusakan yang cukup tinggi. Sebuah pemberitahuan sistem muncul di depan matanya.


[Selamat telah berhasil menyelesaikan ujian pertama, apa anda ingin melanjutkan ujian?]


Tanpa pikir panjang, Blue menekan tombol iya karena merasa ini ada kaitannya dengan pemilik Kota Surakarta.


Disisi lain Blue bisa melatih teknik pedangnya yang sudah lama tidak digunakan. Dengan senyum jahat, Blue menerjang musuhnya seperti seekor singa kelaparan.


Staminanya turun drastis, keringat mulai bercucuran karena sudah puluhan kali melawan bayangan yang sama dengannya. Bedanya mereka menggunakan senjata dan teknik yang tidak sama dengannya.


Blue berhasil mengalahkan 12 orang, napasnya susah diatur. Pemberitahuan sistem masih belum ia konfirmasi.


Untuk mengembalikan konsentrasi dan stamina, Blue duduk dan mengedarkan prana miliknya. Kekuatan yang sebelumnya habis dikembalikan dengan sangat cepat.


[Energi kehidupan telah di konsumsi sebanyak 10 ribu. Semua status akan meningkat 1000 poin selama 1 menit.]


[Toko Keramat Demigod telah dibuka.]


"Jadi ini fungsi gelar Demigod!" kata Blue tampak senang.


Ia langsung menggila lagi seperti seekor singa yang kelaparan. Bedanya sekarang lawannya tambah kuat, ia membutuhkan waktu untuk mengalahkannya. Tidak tahu sudah berapa lama ia menjalani ujian misterius, Blue terus mengayunkan pedangnya.


"Tempat apa ini, aku sudah mengalahkan 18 bayangan. Mereka mungkin setara dengan pemain level 190." Napas Blue tampak kembang kempis, ia mencoba mengaturnya.


Dua pedang di tancapkan ke lantai, tanpa menunggu lama langsung duduk dan bermeditasi. Pesan sistem muncul lagi.


[Energi kehidupan telah di konsumsi sebanyak 15 ribu. Semua status akan meningkat 1000 poin selama 1 menit.]

__ADS_1


"Apa?"


Blue menyadari ada yang salah, penggunaan energi kehidupan semakin bertambah. Artinya semakin sering ia menggunakan pemulihan instan atau meditasi, energi kehidupannya akan berkurang terus menerus.


Meskipun stamina dan konsentrasinya bisa pulis secara instan tapi kalau digunakan terus menerus konsumsinya akan semakin naik. Blue masih belum mengetahui fungsi sebenarnya dari energi kehidupan, jadi ia harus berhati-hati.


Toko Keramat Demigod sudah terbuka, tetapi Blue tidak ingin menggunakannya disini. Ia akan terus melatih teknik pedangnya sampai semua bayangan hancur.


Karena Blue adalah anak yang sangat pintar, usahanya tidak sia-sia. Penguasaan pedang ganda telah mencapai batas maksimal, tetapi entah mengapa Blue merasa masih ada yang kurang di teknik pedangnya.


Sampai akhirnya dia berhasil mengalahkan 50 bayangan yang setara dengan level 260. Penglihatannya pudar lagi, ia kembali ke istana Kota Surakarta.


Gusti Nurul dan seorang pria yang mengenakan pakaian coklat bercorak batik bertepuk tangan. Mereka adalah penguasa sebenarnya dari Kota Surakarta.


Tanpa rasa malu, Blue langsung membungkukkan sedikit badannya. "Prabu Buwana, hamba adalah Blue utusan dari Fairy Dance," ucapnya dengan sopan santun.


"Tidak perlu terlalu formal, kamu sudah bekerja keras melewati pintu ilusi. Jadi sudah sewajarnya bisa sampai sini." Prabu Buwana adalah pemilik kota Surakarta, kekuatannya juga tidak dapat diremehkan.


[Prabu Buwana]


Gelar : Pemilik Kota (Pahlawan Tingkat 8)


Level : 1120


...


Nilai Kekuatan : ~


Jelas Blue sangat terkejut ada seseorang yang begitu kuat di kota kecil seperti ini. Prabu Buwana pernah muncul ketika peperangan antara Azazel dan Baal sudah mengancam ras manusia.


Blue ingin membuka mulutnya, tetapi matanya melirik ke Gusti Nurul yang siap mengeluarkan senjata di pinggulnya.


"Anak Muda, menggunakan mata identifikasi pada seseorang itu tidak baik. Aku yakin melihat levelku 1120, Kan?" tanya Prabu Buwana sambil tersenyum.


"Maafkan hamba, saya hanya penasaran mengapa anda begitu kuat." Blue langsung membelalakkan mata ketika melihat level Prabu Buwana berubah menjadi 1700.


"Level hanyalah permainan para dewa, kau jangan terlalu percaya itu. Lihatlah kau hanya level 198 tapi bisa mengalahkan level 260," ucap Prabu Buwana.


"Hamba mengerti prabu, tetapi kedatanganku kesini bukan untuk ini melainkan untuk meluruskan kesalahpahaman antara Kota Surakarta dan Fairy Dance." Blue mencoba mengalihkan pembicaraan.


"Yah, aku sudah mengetahui kalian tidak terlibat. Hanya saja ada seorang pengkhianat di kota Surakarta ini, makanya aku memanfaatkan Fairy Dance untuk menariknya keluar."


Blue benar-benar tidak habis pikir, ternyata dia dan seluruh guild bisa dipermainkan begitu dalam. Tangannya mengepal erat, bukan karena marah pada Prabu Buwana, tetapi karena ketidak kompeten dirinya melihat situasi.

__ADS_1


__ADS_2