
Tara setelah memakai baju peri itu, dia lalu keluar kamar untuk bergabung dengan yang lain diruang Keluarga, disaat yang lain pada menahan ketawanya, tidak dengan Ana, dia sangat kegirangan sampai dia langsung berdiri dari duduknya dan berjalan mendekati Tara yang sedang melangkah kearahnya.
"Wah Kakak sangat lucu sekali", kata Ana sambil berdiri didepannya Tara dan juga sambil tertawa dengan bahagianya.
Sedang Tara dia hanya menampilkan senyum kakunya dihadapannya Ana. Tuan Fredo, Mommy Dania, Dokter Bella dan juga Alex mereka menahan ketawa mereka dengan sekuat tenaga dan sebisa mereka, akan tetapi ketika Ana meminta Tara untuk memeragakan gerakan terbang dan menggunakan tongkat ajaibnya, sontak saja suara tawa mereka semua langsung pecah dan membuat suasana ruang Keluarga Tuan Fredo menjadi ramai, bahkan para asisten rumah tangga yang kebetulan pada lewat mereka juga menahan tawanya ketika melihat Tara.
"Apa lihat-lihat mau aku pecat kalian", kata Tara kepada para pekerja dirumahnya dengan suara tegasnya, dan langsung membuat para pekerja dirumahnya langsung pada menunduk ketakutan sambil masih menyembunyikan suara tawanya.
"Kalian kenapa tertawa sih, ini itu lucu, imut dan Kak Tara membuat Ana bahagia sekali", kata Ana kepada semua Keluarganya dan juga Tara.
Tara yang melihat kebahagiaan dimata adiknya Ana, dia menjadi tidak malu lagi, karena dia sudah berjanji didalam hatinya untuk berusaha selalu membahagiakan Ana.
"Jika Ana bahagia, Kakak lebih bahagia lagi Ana, biarlah semua orang mentertawakan Kakak, yang penting kamu bahagia, ayo apakah Ana jadi berbelanja disupermarket, Kakak peri akan mengabulkan semua permintaannya Ana yang cantik ini", kata Tara dengan tulus kepada Ana, dan sambil memeluknya.
Semua orang yang tadinya pada tertawa mereka langsung pada terdiam ketika mendengar perkataannya Tara kepada Ana. Mereka terharu dengan kasih sayangnya Tara kepada Ana, walau Ana sudah berumah tangga dan sebentar lagi akan mempunyai seorang anak, akan tetapi bagi Tara Ana adalah adik kecilnya yang dulu.
"Ayo Kakak peri, kita berangkat", jawab Ana dengan begitu bahagia sekali kepada Tara sambil memeluk lengan tangannya Tara.
Ana dan Tara mereka langsung berlalu keluar rumah, ketika semua anak buah dan orang-orang yang bekerja dirumahnya Tuan Fredo pada melihat Tara mereka semua juga menahan tawanya akan tetapi ketika Tara sudah berlalu dari hadapannya pecahlah suara tawa mereka, begitupun juga dengan para bodyguardnya Tara maupun Tuan Fredo.
Walau Tara tahu jika para anak buahnya mentertawakannya dibelakangnya akan tetapi Tara berusaha cuek tidak perduli, yang terpenting adalah kebahagiaannya Ana. Sedang Alex, Dokter Bella, Mommy Dania dan juga Tuan Fredo mereka langsung dengan segera menyusul Ana dan juga Tara yang sudah mau masuk kedalam mobil.
"Sayang tidak satu mobil sama Kakak??", kata Alex mencegah Ana yang mau masuk kedalam mobilnya Tara.
"Tidak mau, Ana maunya sama Kakak peri, Kak Xander sama Kak Bella saja", jawab Ana kepada Alex dan dia langsung saja masuk kedalam mobilnya Tara.
Alex hanya pasrah saja ketika mendengar jawaban dari Ana. Akhirnya Dokter Bella dia menumpang dimobilnya Alex karena Tara dan juga Ana mereka sudah berlalu pergi.
Sedang Mommy Dania dan Tuan Fredo mereka satu mobil dan segera menyusul mobilnya Tara yang sudah ada didepan, tak lupa juga beberapa bodyguard yang mengikuti mereka semua dari belakang.
Sesampainya disupermarket yang cukup besar, Tara langsung saja menjadi pusat perhatian semua pengunjung supermarket itu. Tara dia cuek saja sambil terus menggandeng Ana dengan penuh kasih sayang.
Ada sepasang suami istri yang seumuran dengan Tara mereka yang mengenal Tara langsung saja menyapa Tara dan juga Ana.
"Maaf bukannya Anda adalah Tuan Tara William??", tanya sang lelaki kepada Tara, sedang yang perempuan dia hanya tersenyum manis saja kepada Ana dan juga Tara.
"Iya betul", jawab Tara dengan ramah kepada laki-laki yang mengajak berbicara dengannya. Dan Ana dia masih dengan setia berdiri disampingnya Tara, sambil menunggu Tara selesai berbicara.
Sedang para Keluarga yang lain mereka juga sudah pada sampai juga disupermarket tersebut, dan ketika mereka semua melihat Tara dan juga Ana sedang berbicara dengan orang yang tidak mereka kenal, Alex, Dokter Bella, Mommy Dania dan juga Tuan Fredo langsung saja mendekati Ana dan juga Tara.
Laki-laki tadi langsung saja menyapa ramah para Keluarga William dan juga Alex. Sedang para pengunjung lain ada yang cuek dan masih banyak juga yang memperhatikan interaksinya Tara dan juga laki-laki itu serta para Keluarga William yang lain.
"Maaf, Tuan Tara kenapa Tuan berpakaian seperti ini", tanya laki-laki itu kepada Tara.
__ADS_1
"Oh, ini adik saya mengidam ingin melihat saya memakai pakaian ini Tuan", jawab Tara dengan tersenyum ramah kepada laki-laki itu.
"Apakah anda tidak malu Tuan, anda ini pembisnis yang sangat hebat lho??", kata laki-laki itu lagi kepada Tara.
"Jujur awalnya saya malu Tuan, akan tetapi ketika melihat sinar kebahagiaan terpancar dimata Adik saya, rasa maluku sudah hilang Tuan, yang terpenting adik saya bahagia, dan calon keponakan saya pun juga sehat didalam perutnya", jawab Tara kepada laki-laki itu.
Sontak jawaban Tara membuat semua orang terkagum kepada Tara, dan para wanita yang entah dia jomblo atau tidak bahkan ada yang langsung mendekati Tara, karena menilai jika Tara adalah laki-laki yang penyayang.
Dokter Bella dia langsung berdeham ketika melihat para wanita mengerubungi Tara. Dan Tara yang tahu arti dehaman dari Dokter Bella dia langsung saja tersenyum miring kepada para wanita itu, dan itu malah menambah kesan seksi dimata para wanita-wanita lapar itu.
"Maaf jangan mendekati, karena ada istriku dibelakangku, dan jikalaupun tidak ada istriku saya juga tidak mau melirik wanita lain selain dirinya, sebab hanya dia wanita yang aku cinta selain Mommy dan juga adikku ini", kata Tara dengan begitu santai namun terkesan dalam kepada para wanita-wanita itu.
Sedang Dokter Bella dia langsung tersenyum senang mendengar perkataannya Tara.
"Wah Tuan sungguh anda adalah laki-laki yang begitu menyayangi Keluarga anda", kata laki-laki itu dengan bangga kepada Tara.
"Terimakasih, dan bolehkah saya permisi untuk pergi berbelanja, kasihan adik saya dan para keluarga saya yang sudah menunggu saya", kata Tara dengan ramah kepada laki-laki itu.
"Oh ya silahkan, dan maafkan saya yang sudah mengganggu anda dan Keluarga anda Tuan Tara", jawab laki-laki itu sambil mengajak berjabat tangan kepada Tara dan dibalas jabat tangan juga oleh Tara.
Dan setelahnya Tara lalu mengajak Ana berkeliling untuk mencari apa yang dibutuhkan oleh Ana. Dengan senang hati Tara mengikuti kemana kakinya Ana melangkah, begitupun dengan Dokter Bella dan juga Alex yang juga dengan setia mengikuti Tara dan serta Ana.
Sedang Mommy Dania dan juga Tuan Fredo mereka berpencar sendiri untuk mencari sesuatu. Banyak dari para pengunjung yang mengabadikan momennya Tara mengajak Ana berbelanja sambil menggunakan pakaian perinya dan langsung saja menjadi trending topik diperbagai media sosial, karena ada yang berani menyebarkannya.
Tara begitu memanjakan Ana, apapun yang Ana minta disupermarket itu langsung Tara turutin, hingga ketika didalam supermarket Ana sampai melupakan Alex yang juga dengan setia mengikutinya, begitupun dengan Dokter Bella.
Setelah capek dan lelah, Ana langsung mengajak Tara untuk pulang, akan tetapi sebelum itu Tara harus membayar terlebih dahulu perbelanjaannya Ana dan juga Dokter Bella.
Ketika diparkiran Tara yang sudah membukakan pintu mobil untuk Ana, Ana langsung menggelengkan kepalanya.
"Kakak peri Ana pulang bersama Kak Xander ya, Kakak peri bersama Kak Bella saja", kata Ana kepada Tara.
"Terus semua belanjaannya ini ditaruh dimana Ana, dirumah Daddy??", tanya Tara kepada Ana. Dan Ana langsung juga menggelengkan kepalanya.
"Bukan Kak, antarkan kerumahnya Kak Xander ya Kakak Peri", jawab Ana kepada Tara, dan Alex yang mendengar perkataannya Ana dia tersenyum mengejek kepada Tara.
"Ini masukin kemobilnya Alex langsung saja ya Ana, supaya sekalian saja kamu yang bawanya", kata Tara lagi kepada Ana.
"Tidak mau, pokoknya Kakak peri yang antarkan kerumahnya Kak Xander", jawab Ana lagi kepada Tara. Dan Dokter Bella dia menggelengkan kepalanya melihat kelakuannya Ana.
Setelah berkata seperti itu Ana langsung saja masuk kedalam mobilnya Alex, dan Alex langsung saja mengendarai mobilnya menuju kemansionya. Sedang Tuan Fredo dan Mommy Dania mereka pulangnya belakangan, karena belum selesai membeli barangnya.
"Dasar si Ana, sudah disuruh memakai pakaian aneh, disuruh membayari juga, dan sekarang disuruh mengantarkan pula kerumahnya, untung sayang", gerutu Tara sambil mengendarai mobilnya menuju kemansionnya Alex.
__ADS_1
Dokter Bella yang duduk didepan samping sopir dia langsung tertawa mendengar perkataannya Tara.
"Tidak apa-apa hitung-hitung latihan menjadi seorang Ayah My Griy", jawab Dokter Bella sambil mengusap lembut lengannya Tara.
"Apa kamu hamil sayang??", tanya Tara kepada Dokter Bella dengan sangat bersemangat sekali.
"Belum sayang, memangnya apa kamu ingin segera mempunyai anak??", tanya Dokter Bella kepada Tara.
"Tidak juga, sengasihnya Dia saja sayang", jawab Tara kepada Dokter Bella.
Setelah beberapa menit berkendara, akhirnya mobil yang dikendarai oleh Alex bersama Ana, dan juga Tara bersama Dokter Bella sampai juga dimansionnya Alex. Ternyata Ana tadi diperjalanan dia tertidur didalam mobil, dan seperti biasanya Alex tidak akan membangunkan Ana melainkan Alex langsung menggendong Ana masuk kedalam kamar mereka.
Ketika Tara keluar dari dalam mobil, sama seperti sebelumnya para anak buahnya Alex dan yang bekerja dimansionnya Alex pada menahan tertawanya ketika melihat Tara, karena Tara dia belum sempat berganti pakaian.
Tara langsung saja menyuruh para anak buah serta bodyguardnya Alex untuk menurunkan belanjaannya Ana dan menaruhnya kedalam rumah.
"Katakan kepada Bos kalian Alex, jika dia bertanya saya dimana, saya sudah pulang", pesan Tara kepada salah satu anak buahnya Alex.
"Baik Tuan Tara", jawab anak buahnya Alex kepada Tara sambil sedikit membungkukkan badannya.
Setelahnya Tara dia langsung masuk lagi kedalam mobil dan dia juga langsung mengendarai mobilnya untuk pulang kerumahnya Tuan Fredo. Dan Dokter Bella dia malam itu menginap lagi dirumahnya Tara.
Alex yang sudah menidurkan Ana diatas ranjang dia lalu langsung saja keluar dari dalam kamar untuk turun kebawah dan mencari Tara. Sesampainya diruang tamu Alex hanya melihat barang belanjaannya Ana saja dan tidak melihat Tara serta Dokter Bella.
"Apakah kamu melihat Tara??", tanya Alex kepada salah seorang anak buahnya yang ada disitu.
"Tuan Tara sudah pulang Tuan, tadi dia berpesan kepada kami untuk menyampaikannya kepada Tuan Alex", jawab anak buahnya kepada Alex.
"Oh baiklah, itu belanjaannya yang perlu disimpan didapur dan dikulkas taruh saja ya, dan yang sekiranya belanjaannya milik istri saya antarkan kekamar saya", jawab Alex kepada anak buahnya sekalian menyuruh para asisstan rumah tangganya.
"Baik Tuan", jawab mereka semua yang disuruh oleh Alex.
Setelah itu Alex langsung naik lagi keatas untuk masuk kedalam kamarnya dan juga ikut beristirahat bersama Ana, karena waktu juga sudah menunjukkan waktunya tidur malam.
...ππππππππππππ...
Tidak menyangka ya readers ternyata cepat sekali sudah Chapter yang ke100π₯³π₯³, padahal ketika awal menulis Judul ini author tidak tahu mau dibawa kemana alur ceritanya π€£π€£.
Ini semua berkat dukungan kalian semua para readers setiaku ππ
...πππππππππππππ...
***TBC***
__ADS_1