
Arga yang sudah berada didepannya Vero yang masih tertidur diatas shofa, dia lalu berusaha membangunkan Vero dengan lembut dan penuh dengan perhatian sekali.
"Sayang hei bangun, sudah sore ini", kata Arga mencoba membangunkan Veronica dengan nada yang dia buat sesantai mungkin.
Padahal aslinya Arga sedang menahan gejolak amarah yang siap meledak kapan saja akan sikap dari Mamahnya itu.
Vero yang merasa ada yang mengguncangkan tubuhnya, dia lalu menggeliatkan badannya dan sambil berusaha membuka matanya.
Ketika Vero melihat Arga dia langsung saja terduduk dari tidurannya, karena terkejut.
"Eh Kak Arga sudah pulang", kata Vero sambil duduk dengan berusaha membuka matanya dengan lebar.
Arga yang sudah duduk disampingnya Vero dia lalu mengusap lembut rambutnya Vero.
Dan Arga melihat matanya Vero sangat bengkak sekali, karena Vero tadi baru saja menangis terus.
"Mata kamu bengkak sayang, apa kamu baru selesai menangis??", kata Arga berpura-pura tidak tahu saja akan keadaan aslinya.
Vero yang ditanya oleh Arga dia sangat terkejut dan takut sekali kalau sikap Mamahnya kepadanya sangatlah buruk sekali ketika tadi pagi.
"Eh tidak Kak, mungkin ini karena baru bangun tidur saja", kata Vero mengelak perkataannya Arga.
"Bahkan kamu tidak mau jujur kepadaku Vero", kata batin Arga sambil melihat kerahnya Vero dengan bibir yang masih tersenyum.
"Iya juga ya", jawab Arga kepada Vero dengan sambil berpura-pura tidak tahu saja.
"Itu dahi kamu kenapa sayang ko luka, kamu kenapa hah", kata Arga dengan suara lembutnya dengan masih berpura-pura tidak tahu saja dengan keadaan aslinya dan sambil menunjukkan wajah khawatirnya sekali kepada Vero.
Dengan sambil mengusap dipinggiran luka didahinya Vero.
Semakin ketakutan pulalah Vero ketika Arga bertanya seperti itu kepadanya
"Emmm, Emmm tadi aku tidak sengaja ketika bersih-bersih tersandung kaki aku sendiri dan dahiku malah terantuk pinggiran meja Kak", jawab berbohong lagi dari Vero kepada Arga.
Sungguh Arga sedikit marah juga kepada Vero kenapa dia tidak mau jujur kepadanya.
__ADS_1
Tapi Arga juga tidak bisa menyalahkan Vero sepenuhnya karena Arga sangat tahu Vero seperti itu, bisa jadi dia sengaja tidak mau mengadu dengannya.
Rasa amarah didadanya Arga semakin membuncah saja, ketika Vero seperti menutup-nutupi kelakuan dari Mamah Iris.
"Makanya hati-hati sayang, em kalau begitu Kakak mau pergi keluar dulu ya sebentar??", kata Arga kepada Vero sambil tersenyum tipis sekali.
"Kakak belum ganti baju, apakah Kakak pergi mau memakai pakaian itu lagi??", kata Vero kepada Arga.
"Iya tidak apa-apa ko", kata Arga kepada Vero sambil berdiri didepannya Vero dengan sambil juga mengusap pucuk kepalanya Vero.
"Ya sudah hati-hati dijalan ya Kak", kata Veronica kepada Arga.
Dan setelahnya Arga langsung berlalu keluar dari dalam apartemennya sendiri untuk menuju kerumah kedua orang tuanya yang kemarin dia berikan untuk berakting.
Didalam perjalanan menuju kerumah keduu orang tuanya, Arga rasanya ingin segera sampai dan ingin segera meluapkan amarahnya kepada Mamah Iris.
Walau Mamah Iris adalah Mamah kandungnya, tapi tetap saja Arga tidak terima dengan sikap dan perilaku dari Mamahnya itu kepada Vero.
Ketika sudah berada dijalan sekitar beberapa menit kemudian, mobil yang dikendarai oleh Arga dengan kecepatan yang lumayan kencang.
Akhirnya sampai juga didepan pelataran rumah kedua orang tuanya itu.
Tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu, Arga langsung saja masuk kedalam rumah dengan sambil membuka pintunya dengan cukup kasar sekali.
Ayah Geoff dan juga Mamah Iris yang sedang menonton televisi didalam ruang keluarga pun mereka menjadi sangat terkejut sekali ketika mendengar suara pintu yang terbuka dengan sangat kasar tersebut.
Mereka lalu beranjak dari duduk mereka menuju keruang tamu depan.
Dan alangkah terkejutnya mereka ternyata yang datang adalah Arga dengan wajah yang seperti sedang tidak baik-baik saja.
Arga yang melihat kedua orang tuanya baru saja keluar dari dalam rumah, dia yang melihat Mamahnya keluar juga dari dalam.
Arga langsung saja memegang tangan dari Mamahnya dengan sangat kencang sekali.
"DiKeluarga Damara siapapun itu yang bersalah dia pantas mendapatkan hukuman, sekalipun itu orang terkasih mereka", kata Arga kepada Mamahnya sambil memegangi tangan dari Mamahnya dengan sangat kencang sekali.
__ADS_1
"Apa maksud kamu Arga??", kata Ayah Geoff kepada Arga dengan sangat penasaran sekali.
"Lepaskan Mamah Arga, apa yang kamu lakukan kepada Mamah hah, tangan Mamah sakit", kata Mamah Iris kepada Arga sambil berusaha melepaskan cekalan tangannya dari tangannya Arga.
"Jika Ayah penasaran tanya saja kepada istri Ayah ini", kata Arga kepada Ayah Geoff sambil melepaskan cekalan tangannya dari tangan Mamahnya.
Mamah Iris langsung saja memegangi pergelangan tangannya ketika sudah dilepaskan oleh Arga.
Sedangkan Ayah Geoff dia langsung saja menatap wajah dari sang istri dengan tatapan marah dan juga bingung.
Pasalnya Ayah Geoff sangat tahu jika Arga sudah sampai seperti itu, itu tandanya Mamahnya sudah sangat bersalah sekali.
"Mamah tidak melakukan apa-apa Ayah, kenapa Ayah menatap Mamah seperti itu juga", kata Mamah Iris kepada Ayah Geoff ketika dia melihat tatapan dari Ayah Geoff yang juga sama menyeramkannya seperti Arga.
Arga langsung saja semakin menunjukkan muka marahnya ketika dia mendengar sendiri jika Mamahnya masih tidak mau mengaku juga kepada Ayahnya.
"Arga tidak sampai seperti ini jika Mamah tidak melakukan sesuatu Mah, Mamah jujur Mah kepada Ayah??", kata Ayah Geoff kepada istrinya.
"Apa yang harus Mamah jujurkan kepada Ayah, jika Mamah memang tidak melakukan apa-apa!!", jawab tegas dan sambil berteriak dari Mamah Iris kepada Ayah Geoff.
Dan Arga lalu membuka ponselnya ketika dia sudah tidak tahan dengan sikapnya Mamah Iris yang masih membantah dan tidak mau jujur.
Ponsel yang berisi rekaman CCTV yang ada didalam apartemennya itu dan sangat jelas sekali perkataan dari Mamahnya yang terekam juga, Arga langsung tunjukkan kepada Ayahnya.
Ayah Geoff yang menerima ponselnya Arga dan melihat semua rekaman CCTV itu dia menjadi ikut sangat marah sekali juga kepada Mamah Iris.
Mamah Iris dia sedikit ketakutan sambil menunjukkan wajah marahnya kepada Ayah Geoff dan juga Arga ketika Ayah Geoff melihat hasil rekaman CCTV yang ada diponselnya Arga.
Ayah Geoff yang sudah selesai melihat semua rekaman CCTV itu dia lalu mengembalikan ponselnya Arga kepada Arga lagi.
Dan setelahnya Ayah Geoff dia berjalan hanya dua langkah saja kearahnya Mamah Iris.
Setelah sudah berada didepannya Mamah iris, Ayah Geoff dia menampar wajah dari Mamah Iris dengan sangat keras sekali dihadapannya Arga.
Arga sendiri yang melihatnya dia hanya diam saja tidak memperdulikannya ketika dia melihat sendiri Mamahnya ditampar oleh Ayahnya dihadapannya.
__ADS_1
...πππππππππππππ...
...***TBC***...