
Mereka semua yang mendengar perkataannya Nyonya Gia, mereka langsung saja mengaamiin dan didalam hati mereka semua, mereka juga berdoa untuk keselamatan seluruh semua keluarganya.
Sedangkan Alex dan juga Ana yang tadi sudah sampai didalam kamar, Ana lalu dengan segera menyuruh Alex untuk segera berganti pakaiannya dengan daster yang dibawa Alex tadi.
"Ayolah sayang, Kakak tidak mau memakai ini, ini sangat memalukan sekali", kata Alex kepada Ana.
"Tidak mau Kakak pokoknya harus memakai ini, jika tidak ketiga hari kedepan tidak ada jatah untuk Kakak", jawab Ana sambil merajuk kepada Alex.
Alex langsung memajukan bibirnya mendengar ancamannya Ana, karena Alex semenjak menikah dengan Ana, dia seperti tidak bisa tidur jika tidak meminta haknya terlebih dahulu kepada Ana.
Karena Alex memang hampir setiap hari dia selalu meminta haknya itu kepada Ana sebelum dia tidur malam.
"Baiklah, kalau begitu sekarang bantu Kakak untuk melepaskan baju ini", kata Alex dengan manja kepada Ana.
Dan Ana langsung saja membantu Alex untuk melepaskan kemeja yang dipakai oleh Alex.
"Sudah", kata Ana kepada Alex ketika dia sudah melepaskan kemeja yang dipakai oleh Alex.
"Celananya belum sayang??", kata Alex lagi kepada Ana.
"Lepas sendiri", jawab Ana kepada Alex dengan nada marahnya.
Alex yang mendengar nada marah dari Ana dia langsung saja melepaskan celananya, dan Alex lalu memakai daster yang tadi dibawanya.
Ana langsung saja tersenyum senang ketika melihat Alex sudah memakai dasternya itu.
"Sekarang apakah kamu sudah puas Ana melihat Kakak memakai baju l4kn4t ini??", kata Alex kepada Ana.
"Belum kan belum didandani oleh Mami", jawab Ana kepada Alex sambil tersenyum senang.
"Aduh pasti cantik deh itu mukanya Kakak jika tidak ada kumis sama jenggotnya", kata Ana lagi kepada Alex.
"Cukur ya Kak kumis sama jenggotnya", kata Ana memelas kepada Alex.
"No!!!", jawab tegas Alex kepada Ana.
__ADS_1
"Yaah Kakak, jenggotnya yang bikin jelek pasti nanti", kata Ana kepada Alex sambil berpura-pura cemberut.
"Boleh dicukur, asal Kakak tidak memakai baju ini, bagaimana??", kata Alex membuat penawaran kepada Ana.
"Tidak mau, ya sudah tidak perlu dicukur saja", jawab Ana kepada Alex.
Setelah berkata seperti itu, Ana langsung saja melangkahkan kakinya kearah balkon kamarnya, karena dia mendengar suara langkah kaki yang sedang berlari dihalaman mansion.
Ketika sudah membuka pintu balkon Ana langsung saja melangkahkan kakinya kebalkon kamarnya itu, dan dia melihat semua anak buahnya Alex sudah mematahui perintahnya dengan memakai daster itu.
Mereka semua sedang pada berlari sambil memakai daster dengan sepatu mereka dan dengan topi mereka, sangat aneh sekali penampilan para anak buah itu.
Ana yang melihatnya senyumnya langsung mengembang dengan sempurna sekali.
Para anak buah yang melihat Nyonya mereka sedang mengawasi mereka dari atas balkon kamarnya, para anak buah langsung saja sigap dan teratur untuk menyelesaikan lariannya itu.
Bagi para anak buah, hukuman dengan berlari memutari sebanyak sepuluh kali itu adalah hal yang kecil dan mudah.
Yang tidak mudah bagi mereka adalah mereka berlari harus sambil menggunakan daster yang menghambat kaki mereka untuk melangkah.
"Ayo semangat-semangat!!!!!", kata Ana sambil berteriak menyemangati para anak buahnya yang sedang dihukumnya itu dengan nada yang sangat ceria sekali.
Ketika sudah sampai dibalkon kamarnya, Alex melihat semua anak buahnya sedang berlari menggunakan daster yang sama seperti yang dipakainya itu.
Sedangkan para anak buahnya Alex yang sedang berlari sambil melihat Alex berdiri disampingnya Ana dengan memakai daster yang sama dengan mereka.
Semua para anak buah mereka menahan suara tawa mereka karena melihat penampilannya Alex yang sangat lucu sekali, yang mana Alex juga melihat dengan jelas, jika para anak buahnya sedang menahan suara tawanya kepadanya.
Alex lalu mengajak Ana untuk masuk lagi kedalam kamar, karena dia sudah malu ditertawakan oleh para anak buahnya itu.
"Iya ayo Kak, kita langsung saja segera turun kebawah", kata Ana kepada Alex.
Ana langsung saja menggandeng semangat tangannya Alex untuk turun kebawah bergabung dengan para keluarga yang lainnya diruang keluarga.
Para keluarga semuanya yang melihat Alex serta Ana sudah datang keruang keluarga mereka semua juga sudah menahan suara tawa mereka ketika melihat penampilannya Alex yang sedang memakai daster itu.
__ADS_1
Bahkan Nyonya Gia sudah sangat tidak sabar ingin segera mendadani Alex.
"Waaah anak Mami cantik sekali, Mami jadi tidak sabar ingin segera mendandani kamu Xander", kata Nyonya Gia kepada Alex dengan wajah senangnya.
Perkataan Maminya membuat Alex langsung saja menujukkan muka garangnya kepada sang Mami.
Namun sang Mami yaitu Nyonya Gia dia malah memajukan bibirnya seperti mencium jarak jauh kepada Alex sambil tersenyum senang.
Alex dan juga Ana yang sudah duduk dishofa yang tadi mereka duduki, Alex menjadi tidak nyaman sendiri ketika dia duduk, karena memakai daster itu.
"Mi, silahkan jika Kak Xander mau Mami dandani, nanti kalau sudah selesai kita berfoto bersama ya", kata Ana kepada Maminya ketika dia sudah duduk disampingnya Alex.
"Baiklah, sekarang kita tukeran tempat duduk yuk Ana", jawab Nyonya Gia kepada Ana dengan sangat semangat sekali.
Ana langsung saja beranjak berdiri dari duduknya dan dia langsung saja bertukar posisi duduk dengan Nyonya Gia.
Ketika Ana sudah duduk disampingnya Tuan Gavi, baby L yang melihatnya dia langsung saja mengalihkan pandangannya dan meminta digendong oleh Ana.
Ana langsung saja memangku baby L, dan langsung menyusui baby L, karena baby L sedang menarik-narik bajunya itu seperti minta n***n.
Sedangkan Nyonya Gia dia yang sudah duduk disampingnya Alex, dia langsung saja mengeluarkan alat makeupnya yang selalu dia bawa ditasnya itu.
Dengan lihai sekali Nyonya Gia mendandani Alex hingga wajah Alex terlihat sangat cantik sekali.
Semua orang yang melihat Alex sedang didandani oleh Nyonya Gia, mereka semua sudah tidak sabar ingin segera melihat hasilnya.
Sedang Alex sendiri dia sudah menggerutu daritadi kepada Maminya, untuk cepat menyelesaikan meriasnya itu.
"Sudah kamu diam saja kenapa sih Xander, nanti melenceng ini dan malah tidak rata", kata Nyonya Gia kepada Alex yang daritadi tidak bisa anteng ketika dimakeup dan sambil menggerutu terus.
"Ini kumis sama jenggot kamu, rasanya ingin Mami cukur, supaya Mami bisa puas mendandani anak Mami yang cantik ini", kata Nyonya Gia dengan gemas kepada Alex.
"Mulutnya diam, mau Mami kasih lipstik ini", kata Nyonya Gia kepada Alex.
Tapi Alex tidak mendengarkan perkataan dari Maminya malah dia memaju mundurkan bibirnya yang mana membuat lipstik dibibirnya menjadi belepotan sekali.
__ADS_1
...πππππππππππππ...
...***TBC***...