GADIS LUGU PEMIKAT HATI

GADIS LUGU PEMIKAT HATI
BONCHAP 6


__ADS_3

Ketika mendengar jika masakannya yang memasak adalah Vero, Daneil langsung memandang Vero dengan tatapan hanya dia yang tahu artinya.


Karena pasalnya orang yang paling terkejut disitu adalah Daneil, sebab selama mengenal Vero dulu, dia tidak pernah memakan masakannya Vero sama sekali.


"Enak kan Ayah, Mah, Kak Daneil masakannya Kakak aku", kata Aleda membuyarkan lamunannya Daneil.


Dan Aleda sendiri dia memang sudah disuruh untuk memanggil Ayah Geoff dan Mamah Iris dengan pangggilan Ayah serta Mamah.


"Iya enak, pintar juga kamu memasaknya Vero, nanti lain kali kita memasak bersama ya", kata Mamah Iris kepada Vero sambil tersenyum manis.


"Iya pantas saja tadi rasanya Ayah seperti tidak asing dengan rasa masakannya ini, ternyata kamu tho Nak yang memasak, dan sejujurnya Ayah juga sudah kangen sekali dengan masakanmu, kan terakhir kali makan kemarin ketika berkunjung keapartemen", kata Ayah Geoff kepada Vero.


"Iya Ayah, Mah, terimakasih", kata Vero dengan malu-malu kepada kedua mertuanya itu sambil tersenyum.


Sedangkan Daneil dia terus melanjutkan makannya, tanpa berkata apa pun kepada Vero.


Vero sendiri juga merasa takut jika masakannya tidak cocok dilidahnya Daneil, sebab hanya Daneil saja yang tidak berkomentar sama sekali dengan hasil masakannya.


Tidak seperti biasanya, Daneil makan dengan sangat cepat sekali, dan cukup banyak porsi makannya.


Dan ketika Daneil sudah selesai makan, dia lalu berpamitan dengan yang lainnya untuk kembali kedalam kamarnya.


Aleda sendiri dia juga sudah berpamitan untuk berangkat sekolah sebelum Daneil selesai makan tadi.


Daneil yang sudah masuk kedalam kamarnya, dia lalu menendang angin dengan perasaan yang sungguh sangat emosional sekali.


"Kenapa harus adik aku Vero yang kamu cintai", kata Daneil dengan berbicara sendiri ketika sudah berada didalam kamar.


"Andai saja jika bukan adik aku, aku akan memperjuangkanmu dan merebutmu dari laki-laki itu", kata Daneil lagi sambil duduk dipinggir ranjang dengan sambil mengusap wajahnya dengan sangat kasar sekali.


"Sungguh masakanmu tadi sangat enak sekali dimulutku, hingga aku malu untuk mengatakannya kepadamu", kata Daneil lagi dengan wajah frustasinya.


Sedang Vero tadi yang melihat Daneil sudah selesai sarapan tanpa berkomentar sama sekali, membuatnya semakin bingung saja, apakah Daneil menyukai masakannya atau tidak.


"Oh ya Ayah, Mah, nanti Vero ijin mau mengantar makanan untuk Kak Arga kekantor ya", kata Vero kepada Ayah Geoff dan Mamah Iris.


"Kamu kesananya sama siapa Nak??", tanya Ayah Geoff kepada Vero.


"Sendirian Ayah, naik taksi", jawab Vero dengan jujur kepada Ayah Geoff.


"No, nanti kamu bersama Ayah saja ya, bagaimana Ayah??", kata Mamah Iris kepada Vero dan juga Ayah Geoff.

__ADS_1


"Mamah lupa, kan kantor yang Ayah pegang sekarang berlainan arah jalannya dengan Perusahaannya Tuan Alex", kata Ayah Geoff kepada Mamah Iris.


Dan Ayah Geoff semalam dia sudah menceritakan semuanya kepada Mamah Iris, tentang rencananya Arga kemarin.


"Oh ya lupa, kalau begitu nanti kamu diantar Kak Daneil saja ya Vero", kata Mamah Iris lagi kepada Vero.


"Iya benar, diantar Daneil saja", jawab Ayah Geoff ikut menimpali perkataannya Mamah Iris.


"Eh tidak perlu Mah, Vero naik taksi saja", kata Vero dengan segera ketika Mamah Iris menyuruhnya untuk bersama Daneil.


"Tidak apa-apa, jika sopir disini tidak sedang sakit pasti Mamah akan menyuruh dia untuk mengantarkanmu Vero", kata Mamah Iris lagi kepada Veronica.


"Ya sudah kalau begitu", jawab Vero dengan pasrah kepada Mamah Iris.


Dan Mamah Iris hanya tersenyum saja kepada Vero.


Ayah Geoff yang sudah selesai sarapan dia lalu berpamitan kepada Mamah Iris dan Vero untuk segera berangkat kekantor.


Sedangkan Vero dia lalu menyiapkan bekal untuk dia bawa kekantornya Keluarga Damara tempat Arga sedang bekerja.


Ketika Mamah Iris sudah mengantarkan Ayah Geoff kedepan, dia lalu melangkahkan kakinya naik keatas menemui Daniel.


Mau tidak mau Daneil lalu menjawab Iya kepada Mamah Iris.


Daneil yang sudah selesai mandi dan berganti baju, dia lalu segera turun kebawah untuk mencari Veronica.


Dan ketika sudah sampai diruang keluarga, Daneil melihat Vero sedang berbincang dengan Mamahnya sambil tertawa.


"Itu Kak Daneil sudah keluar, sana segera antarkan makanannya untuk Arga", kata Mamah Iris kepada Vero ketika melihat Daneil sudah siap mengantar Vero.


"Vero pergi dulu ya Mah", kata Vero berpamitan kepada Mamah Iris.


Dan Mamah Iris hanya tersenyum sambil berpesan untuk berhati-hati ketika dijalan.


Didalam mobil, suasananya sangat canggung sekali, antara Vero dan juga Daneil.


Mereka hanya saling pada diam dengan fikiran mereka masing-masing.


"Ehem Vero", kata Daneil mencoba mencairkan suasana yang beku daritadi antara dirinya dan juga Vero.


"Iya Kak", jawab Vero kepada Daneil sambil mengalihkan pandangannya kearahnya Daneil.

__ADS_1


"Tadi masakan kamu sangat enak sekali, aku sangat suka", kata Daneil dengan jujur memuji masakannya Vero.


Vero yang dipuji seperti itu, dia reflek langsung tersenyum manis sekali kepada Daneil, karena perasaannya sangat senang sekali.


"Cantik", batin Daneil ketika dia melihat senyum manisnya Veronica tadi.


"Terimakasih Kak, Vero kira Kakak tidak menyukai masakanku tadi", kata Vero kepada Daneil sambil tersenyum manis.


"Kata siapa, justru sebaliknya aku sangat menyukai masakanmu, bahkan tadi aku makannya sangat banyak sekali tidak seperti biasanya", kata Daneil kepada Vero sambil tersenyum juga.


"Lha tadi Kak Daneil hanya diam saja, jadinya mana Vero tahu", kata Vero kepada Daneil dan Vero mencoba akrab saja kepada Daneil hanya sebatas Kakak dan adik.


Daneil merasa jika Vero sudah mau sedikit terbuka dengannya, di hatinya sangat senang sekali.


"Besok-besok kamu saja yang memasak Vero, Kakak lebih suka masakan kamu daripada masakannya Bi Olive", kata Daneil lagi kepada Vero.


"Berani membayar berapa, gaji Vero untuk memasak besar lho", jawab Vero sambil bercanda kepada Daneil.


"Kamu maunya berapa??", jawab Daneil kepada Vero.


Vero langsung saja tertawa ketika mendengar perkataannya Daneil, sebab tadi Vero hanya bercanda tapi seperti ditanggapin serius oleh Daneil.


"Kakak ini, tadi Vero bercanda Kak", kata Veronica kepada Daneil.


Daneil pun berpura-pura ikut tertawa juga kepada Vero.


"Iya nanti jika Vero main kerumahnya Mamah dan Ayah, Vero akan memasakin lagi untuk kalian semua", kata Vero lagi kepada Daneil sambil tersenyum.


"Aku berharap malah kamu bisa tinggal disitu Vero, supaya aku bisa melihat wajah kamu terus setiap hari", kata batinnya Daneil sambil melihat kearahnya Vero dengan bibir yang sedang tersenyum juga.


Dan tanpa terasa, mobil yang dikemudikan oleh Daniel, sampai juga dipelataran perusahaannya Alex.


Vero yang ingin segera masuk kedalam kantor, dia langsung saja dicegah oleh Daneil, sebab Daneil ingin mengantarkan Vero masuk kedalam ruangannya Arga dan Daneil sendiri tidak mau jika Vero sampai tersesat apalagi sampai dikerjain oleh karyawannya Alex.


Dan ketika sudah sampai dilantai tempat dimana Arga bekerja, Daneil langsung saja berpamitan kepada Vero untuk kembali pulang dan meninggalkan Vero bersama Arga.


Sedangkan Arga sendiri, ketika baru saja keluar dari ruang meeting, Arga sangat terkejut plus senang ketika dia melihat Vero sudah duduk dikursi tunggu yang tidak jauh dari meja kerjanya.


...🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁...


...***TBC Bonchap***...

__ADS_1


__ADS_2