GADIS LUGU PEMIKAT HATI

GADIS LUGU PEMIKAT HATI
CHAPTER 76


__ADS_3

Dokter Bella seperti merasa ketahuan selingkuh, padahal sebenarnya tidak, entah kenapa rasanya Dokter Bella takut jika Tara akan marah dengannya. Dan Dokter Bella ingin menjelaskan semuanya kepada Tara yang sedang diam bak patung seperti itu.


"My Griy katanya kamu akan kekantor", tanya Dokter Bella dengan perasaan takut kepada Tara yang masih diam.


"Sepertinya saya harus permisi keluar Dokter Bella", kata Dokter Simon kepada Dokter Bella.


"Mari Tuan Tara, saya permisi dulu", kata Dokter Simon kepada Tara dengan sopan dan menganggap tidak terjadi apa-apa tadi dengan Dokter Bella, setelah itu dia berlalu keluar dari ruangannya Dokter Bella.


Sedangkan Tara dia hanya diam saja sambil melihat kearahnya Dokter Simon yang berlalu keluar itu.


Dokter Simon sengaja memperlihatkan kesopanan dan ramah kepada Tara, serta wajah biasa saja bersahabat karena Dokter Simon tidak mau mempunyai musuh apalagi Tara adalah Kakak Ipar dari sepupunya Alex.


"Apakah dia menyukaimu Bella", tanya Tara dengan bernada dingin kepada Dokter Bella.


Karena Tara juga seorang laki-laki, dan Tara tahu akan arti tatapan mata dari seorang Dokter Simon kepada Dokter Bella.


"Kita duduk dulu yuk My Griy", ajak Dokter Bella sambil menuntun Tara duduk shofa yang ada diruangannya.


"Akan aku jawab jujur My Griy", jawab Dokter Bella kepada Tara ketika mereka berdua sudah duduk dishofa.


Dokter Bella lalu menceritakan semuanya kepada Tara ada hubungan apa sebenarnya antara dirinya dengan Dokter Simon, dan Tara masih setia mendengarkan ceritanya Dokter Bella.


Tidak ada yang ditutup-tutupi oleh Dokter Bella kepada Tara karena Dokter Bella ingin membuka lembaran baru dengan Tara tanpa adanya sebuah rahasia.


"Percayalah kepadaku My Griy, sudah aku ceritakan semuanya kepadamu, karena aku tidak mau memulai hubungan ini dengan adanya kebohongan dan ketidak kejujuran serta keterbukaan satu sama lainnya My Griy", kata Dokter Bella kepada Tara yang masih diam saja itu.


Dokter Bell lalu menundukkan wajahnya karena sedih, sebab Tara daritadi hanya diam saja tidak menanggapi perkataan atau ceritanya sama sekali.


Tara langsung mendongakkan wajahnya Dokter Bella yang sedang sedih itu menggunakan jemarinya.


"Aku percaya sayang, sudah jangan sedih lagi ya, maafkan aku tadi yang sempat cemburu dengannya tadi", kata Tara memegang wajahnya Dokter Bella dengan kedua telapak tangannya.


Dokter Bella langsung memeluk dengan erat Tara sambil menyandarkan kepalanya didadanya Tara. Tiba-tiba mereka berdua mendengar suara pintu diketuk dari luar, dan Dokter Bella langsung mempersilahkan masuk orang itu, dan ternyata adalah Suster Pamelalah orangnya.


"Maaf mengganggu kesenangannya Dokter Bella dan Tuan Tampan, diluar banyak pasien yang sudah menunggu untuk diperiksa dan dipanggil, bisakah kita memulainya Dokter Bella", kata Suster Pamela kepada Dokter Bella.

__ADS_1


"Iya silahkan Suster Pamela", jawab Tara kepada Suster Pamela.


"Kalau begitu aku pamit ya sayang, selamat bekerja", kata Tara kepada Dokter Bella dan dia langsung mencium bibirnya Dokter Bella didepannya Suster Pamela membuat Suster Pamela dia langsung menelan ludahnya karena kepingin juga berciuman.


"Sia***n mereka, nasib-nasib menjadi orang jomblo", kata batinnya Suster Pamela ketika melihat keintiman dari Dokter Bella dan Tara.


"Hati-hati ya My Griy dijalan", jawab Dokter Bella setelah dia melepaskan ciuman mereka.


Dan Tara hanya mengangguk sambil tersenyum manis kepada Dokter Bella serta langsung berlalu keluar dari ruangannya Dokter Bella diikuti Suster Pamela dibelakangnya Tara.


Dokter Bella akhirnya memulai bekerja dan memulai memeriksa pasien lagi dibantu Suster Pamela seperti biasanya.


Sedangkan Tara yang sudah sampai dihalaman Rumah Sakit dan sedang berjalan menuju kemobilnya, dari jauh Tara sudah diamati seseorang dari dalam mobil, dan tiba-tiba wuuusss, orang itu sengaja menabrak Tara yang sedang berjalan menuju kearah mobilnya, yang membuat Tara langsung jatuh tersungkur dengan kaki yang terkilir dan tangannya yang lecet kena aspal pelataran rumah sakit.


Sedang mobil yang sengaja menabrak Tara dia langsung melarikan diri akan tetapi ketika melewati pintu keluar rumah sakit dia terjebak oleh beberapa mobil yang juga ingin keluar, alhasil dia langsung ketangkap oleh bodyguardnya Tara yang tadi langsung mengejarnya.


Dan Tara sendiri dia langsung ditolong oleh banyak orang dan langsung juga dibawa masuk lagi kedalam rumah sakit dalam keadaan yang terluka.


Tara langsung mendapatkan pertolongan dari beberapa Dokter yang berjaga diUGD, sedangkan orang yang menabrak Tara tadi dia sudah diamankan dipos keamanan rumah sakit dengan dijaga ketat oleh bodyguardnya Tara.


Bodyguardnya Tara ada yang langsung menghubungi Tuan Fredo untuk memberitahukan tentang keadaannya Tara dan ada juga yang langsung berlari menuju keruangannya Dokter Bella untuk memberitahukannya kepada Dokter Bella.


"Saya bodyguardnya Tuan Tara dan saya tidak ada perlu dengan anda Suster", jawab bodyguardnya Tara dengan bernada dingin dan dia langsung masuk tanpa memperdulikan lagi Suster Pamela.


Suster Pamela yang juga mengikuti bodyguardnya Tara masuk keruangannya Dokter Bella, dia sebenarnya ingin langsung menjelaskan kepada Dokter Bella jika dirinya sudah mencoba laki-laki yang mengaku bodyguardnya Tara untuk masuk keruangannya, akan tetapi sebelum berbicara Dokter Bella sudah melihat kearah Suster Pamela sambil mengangguk dan memberi kode.


Dengan kode yang diberikan oleh Dokter Bella kepada Suster Pamela, Suster Pamela langsung saja keluar karena dia tahu apa arti dari kode yang diberikan oleh Dokter Bella kepadanya.


Sedangkan Dokter Bella yang lagi didalam dan sedang memeriksa pasiennya dia sedikit terkejut akan kehadiran seorang laki-laki berbadan besar dengan pakaian yang serba hitam serta kaca mata hitam pula.


Akan tetapi Dokter Bella dia bisa mengendalikan ekspresinya lagi dan dia langsung saja melayani pasiennya hingga selesai. Setelah selesai dan pasiennya pun sudah keluar, Dokter Bella langsung menanyai bodyguardnya Tara yang daritadi setia menunggu Dokter Bella selesai memeriksa pasien.


"Anda siapa Tuan, dan ada tujuan apa anda datang keruangan saya", tanya Dokter Bella dengan sopan kepada bodyguardnya Tara.


"Saya bodyguardnya Tuan Tara Nona, dan saya ingin memberi kabar jika Tuan Tara tadi ada yang sengaja menabraknya ketika sedang berjalan menuju kemobilnya, dan sekarang Tuan Tara sedang ditangani diUGD oleh Dokter Nona", kata bodyguardnya Tara kepada Dokter Bella membuat Dokter Bella langsung terkejut setengah mati mendengarnya.

__ADS_1


........ **********........


Kembali lagi ke Alex dan juga Ana. Alex yang terbangun lebih dahulu dari Ana dia langsung melihat wajahnya Ana yang sedang masih tidur dengan lelapnya didalam pelukannya itu.


"Sungguh aku tak menyangka bisa jatuh kepelukannmu Ana, padahal dulu banyak gadis yang lebih cantik darimu aku tidak tertarik sama sekali sedangkan dirimu dengan keluguan dan kepolosanmu, bisa membuatku jatuh bertekuk lutut bahkan aku mau melakukan apa saja untuk mendapatkanmu Ana", kata Alex sambil melihat wajahnya Ana yang sedang tertidur itu, dengan mengusap lembut pipi chubbynya Ana.


Ana yang terusik dengan usapan dipipinya membuatnya langsung menggaruk dan mengusap pipinya sendiri dengan mata yang masih terpejam, membuat Alex yang melihatnya dia langsung tertawa kecil.


Tangan Alex langsung menelusuri leher, kebawah lagi, semakin kebawah hingga sampai disurganya Ana. Dan disana Alex memainkan tangannya diarea sensitivnya Ana dengan memijat serta dikeluar masukkan dilubang kenikmatannya Ana.


"Eennngghh", lenguh dan de***hnya Ana.


Alex lalu melepaskan tangannya dan berganti dengan mulutnya yang beraksi disarang surgawinya Ana itu.


"Aaah Kak Xander, Ana mau Aaaaaaaaah", kata Ana dan ternyata Ana sudah sampai puncaknya.


Alex langsung berdiri dan tanpa menunggu aba-aba dari Ana dia langsung memasukkan palu thornya kelubang kelinci miliknya Ana lagi, membuat Ana reflek mengangkat bukit squishynya dan langsung saja dihisab dan dipijat lembut oleh Alex.


Mereka melakukan kegiatan itu berulang kali hingga membuat Ana benar-benar susah untuk berjalan, karena sudah digempur oleh Alex terus menerus.


Alex yang merasa kasihan dengan Ana dia lalu menggendong Ana masuk kedalam kamar mandi untuk mandi bersama, akan tetapi sebelum mandi, Alex melakukannya lagi satu ronde dengan Ana, dan setelahnya Alex memandikan Ana serta menggendongnya keluar juga dari dalam kamar mandi.


Bagaimana Alex tidak sangat tergila-gila dengan Ana, walau Ana sangat lugu dan polos akan tetapi dengan Ana yang banyak pasrah dan menurut dengan Alex membuat Alex semakin cinta dengan Ana.


Bahkan entah berapa banyak mereka melakukan kegiatan surga dunia itu hari ini, Ana dan Alex pun tidak menghitungnya, yang mereka fikir jika mereka menginginkannya lagi tinggal mengulang lagi kegiatan panas mereka.


πŸ’™πŸ’™πŸ’™πŸ’™πŸ’™πŸ’™πŸ’™πŸ’™πŸ’™πŸ’™πŸ’™πŸ’™


Nih hampir kelupaan readers mau kasih gambarnya Abang Tara😘😘




πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

__ADS_1


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


***TBC***


__ADS_2