GADIS LUGU PEMIKAT HATI

GADIS LUGU PEMIKAT HATI
CHAPTER 72


__ADS_3

Kembali keTara dan Dokter Bella. Ketika Tara dan Dokter Bella sedang berpelukan cukup lama, tiba-tiba Tara melepaskan pelukan mereka yang membuat Dokter Bella langsung terkejut dibuatnya.


"Maaf sayang aku kebelet pipis", kata Tara kepada Dokter Bella dengan wajah lucunya, membuat Dokter Bella reflek tertawa kecil melihatnya.


"Kamar mandinya disana", kata Dokter Bella kepada Tara sambil menunjukkan letak kamar mandi yang ada didalam kamarnya.


Tara langsung saja berdiri dan berlalu menuju kedalam kamar mandi. Sedangkan Dokter Bella yang melihat Tara berjalan tanpa menggunakan pakaian sama sekali, dia merasakan perasaan yang berbeda didalam dadanya.


Yang pertama Dokter Bella merasakan ingin mengulangi lagi kegiatan panas mereka dengan Tara dan yang kedua sepertinya Dokter Bella sudah merasakan jatuh cinta kepada Tara.


Dokter Bella lalu menyandarkan badannya kekepala ranjang dengan selimut yang menutupi hingga kedadanya, setelah itu Dokter Bella mengambil ponselnya yang ada diatas meja sebelah ranjangnya dan lalu mengecek emali serta data-data pasien yang ada didalam ponselnya.


Ketika sedang sibuk dengan ponselnya Dokter Bella mendengar suara pintu kamar mandi terbuka dan dia hanya meliriknya saja tanpa mengalihkan pandangannya dari ponselnya.


Tara yang melihat Dokter Bella sibuk dengan ponselnya membuat Tara langsung penasaran sedang apakah sebenarnya Dokter Bella dengan ponselnya.


"Kembalikan Tuan ponsel saya", kata Dokter Bella dengan terkejut karena tiba-tiba ponselnya direbut paksa oleh Tara.


Tara lalu mengecek apa yang sedang dilakukan Dokter Bella dengan ponselnya.


"Itu saya sedang mengecek email dan data-data pasien saya Tuan Tara", kata Dokter Bella lagi kepada Tara yang sedang mengecek ponselnya.


Tara langsung melihat kearahnya Dokter Bella, karena Dokter Bella terus-terusan memanggilnya dengan panggilan Tuan.


"Jangan memanggilku dengan panggilan Tuan, seakan-akan aku seperti baru saja berhubungan dengan pe***r", kata Tara dengan dingin kepada Dokter Bella.


"Tuan menyamakan saya dengan pe***r?? ", kata Dokter Bella dengan menunduk dan sambil menangis.


Tara yang melihat Dokter Bella menangis dia lalu menaruh ponselnya Dokter Bella kemeja sebelah ranjang, dan setelah itu Tara langsung duduk dedepannya Dokter Bella.


"Sssttt hey, bukan begitu maksud aku My Amanda, kamu bisa kan jangan memanggilku dengan panggilan Tuan lagi?? ", kata Tara dengan lembut sambil mengusap air matanya Dokter Bella yang mengalir dipipinya.


"Terus saya harus memanggilnya bagaimana?? ", tanya Dokter Bella sambil melihat kearah wajahnya Tara.


"Panggil aku seperti tadi ya "My Griy" ok", kata Tara sambil tersenyum kepada Dokter Bella dan Dokter Bella mengangguk saja memberikan jawaban kepada Tara.

__ADS_1


"My Amanda maukan kita resmikan hubungan kita ini, dan maukan kamu menerima pinanganku untuk menjadikanmu sebagai istriku kelak", kata Tara kepada Dokter Bella dengan serius.


"Iya aku mau My Griy", jawab Dokter Bella dengan tersenyum manis kepada Tara sambil mengangguk.


Membuat Tara langsung reflek memeluk tubuh polosnya Dokter Bella dengan erat.


"Terimakasih My Amanda, besok aku akan mengajak kedua orang tuaku untuk menemui Keluargamu", kata Tara sambil memeluk erat Dokter Bella dan dibalas anggukan oleh Dokter Bella.


Tara lalu beridiri terus mengangkat dan menggendong Dokter Bella untuk menuju keshofa yang ada didalam kamarnya Dokter Bella.


Sedangkan Dokter Bella yang terkejut dengan tindakan Tara yang tiba-tiba dia reflek berteriak kecil sambil lebih mengeratkan lagi pelukannya ketubuhnya Tara dengan kaki yang dia lingkarkan kepinggangnya Tara.


"Aaww", reflek Dokter Bella karena ketika dia duduk diatas pangkuannya Tara dia menduduki ular sancanya Tara yang sudah bangun lagi dari masa istirahatnya.


Tanpa memperdulikan ringisan Dokter Bella, Tara langsung menciumin seluruh tubunya Dokter Bella, sambil memainkan squishynya Dokter Bella dan menghisapnya silih berganti, membuat Dokter Bella melayang tinggi keangkasa rasanya.


"Uuuuhhh", de***h Dokter Bella ketika Tara menghisap squishynya Dokter Bella.


Tara lalu melepaskan squishynya Dokter Bella dan berganti mencium bibirnya Dokter Bella dengan penuh na***u dan ga***h.


Tara tiba-tiba melepaskan ciuman mereka dan membalikkan posisi dengan Dokter Bella yang duduk dishofa dan Tara yang berdiri didepannya Dokter Bella dengan terongnya Tara yang sudang siap untuk bertempur.


Tara lalu jongkok didepannya Dokter Bella, dan Dokter Bella dia hanya memperhatikan saja apa yang ingin dilakukan Tara kepadanya karena Dokter Bella sudah sama-sama berga***hnya dengan Tara.


Dengan perlahan Tara membuka kakinya Dokter Bella dan mengangkatnya untuk dinaikan diatas pundaknya Tara.


Tara lalu memulai aksinya dengan menenggelamkan wajahnya kesarang surgawinya Dokter Bella dan men***inya dengan begitu rakusnya, membuat Dokter Bella dibuat tidak karuan rasanya.


"Uuuuuuuuuhh", lenguh dan de***h panjang dari Dokter Bella ketika sudah berada dipuncaknya.


Tara lalu berdiri dan berganti posisi dengan Tara yang duduk dishofa dan menyuruh Dokter Bella untuk memimpin kegiatan panas mereka.


"Puaskan aku Bella", kata Tara sambil memegangi terongnya yang sudah tegak berdiri.


Dokter Bella yang mengerti maksudnya Tara dia langsung berdiri dan duduk diatas pangkuannya Tara dengan mentimunnya Tara yang sudah dimasukkan ketempatnya.

__ADS_1


Dokter Bella walau baru pertama kali melakukan itu dengan Tara, akan tetapi dia wanita dewasa yang sangat mengerti akan hal-hal seperti itu dan tanpa diajari siapapun insting dan nalurinya sendirilah yang menuntunnya.


Dengan Dokter Bella yang memimpin kegiatan panas mereka, Tara dibuat sangat puas akan cara Dokter Bella memainkan miliknya.


Dokter Bella juga mencium bibirnya Tara, memberikan tanda cinta dileher dan didadanya Tara serta tidak lupa dengan tangan Tara yang terus memijat lembut squishynya Dokter Bella.


Setelah sekian menit akhirnya mereka sama-sama berada dipuncaknya dan Tara langsung saja memuntahkan getah mentimunnya disarang surgawinya Dokter Bella.


Dokter Bella yang lemas dan capek dia langsung menyandarkan kepalanya dipundaknya Tara dengan Tara yang masih memeluk tubuh polosnya Dokter Bella.


Ketika mereka sama-sama sedang lelah, terdengarlah bel pintu kamar apartemennya Dokter Bella berbunyi.


"Siapakah itu Bella", kata Tara kepada Dokter Bella.


"Tidak tahu", jawab Dokter Bella sambil masih bersandar dipundak gagahnya Tara dengan memejamkan matanya.


Bell pintu apartemennya Dokter Bella tidak cuma sekali atau dua kali saja berbunyinya, melainkan beberapa kali, dan itu membuat Tara mau tidak mau harus membukanya.


Dengan mentimun yang masih menempel didalamnya Dokter Bella, Tara langsung berdiri dan menggendong Dokter Bella menuju keranjang.


"Kamu disini saja dulu, biar aku yang membuka pintunya", kata Tara kepada Dokter Bella sambil memakai celana boxernya saja. Dan Dokter Bella dia hanya mengangguk sambil menyelimuti tubuhnya dengan selimut yang ada diatas ranjang.


Tara lalu berjalan keluar kamarnya Dokter Bella untuk membukakan pintu kepada orang yang terus-terusan memencet bell tersebut.


Dan ketika Tara sudah membuka pintu apartemennya Dokter Bella, dia dibuat sedikit terkejut melihat siapa tamu yang datang keapartemennya Dokter Bella, akan tetapi setelah itu Tara bisa merubah mimik mukanya lagi menjadi biasa saja, dan malah berganti memasang wajah meremehkan sambil tersenyum miring kepada tamu yang datang.


Sedangkan tamu itu, dia yang awalnya tersenyum manis karena dikira Dokter Bellalah yang membuka pintu, senyumnya langsung pudar seketika dan serta terkejut ketika dia melihat bukan Dokter Bella yang membuka pintunya.


Dan Tamu itu semakin terkejut lagi sambil melototkan matanya seperti akan lepas ketika tamu itu melihat keadaannya Tara cuma memakai boxer dengan banyak tanda cinta dileher dan didadanya Tara.


🌰🌰🌰🌰🌰🌰🌰🌰🌰🌰🌰🌰


Hayoo tebak readers siapa tamu itu πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜…


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁

__ADS_1


***TBC***


__ADS_2