
Akhirnya mobil yang dikendarai oleh Alex dan Ana sampai juga dilokasi yang dituju. Alex yang sudah turun bersama Ana. Tanpa banyak bertanya Ana mengikuti Alex dengan sambil menggandeng tangannya Alex dengan erat.
Sesampainya dilantai paling atas, Alex lalu membuka pintunya dan membuat Ana seperti biasa sangat suka dan sangat senang melihat tempat-tempat yang bagus seperti itu.
"Kak indah sekali, ini kamarnya Kakak ya?? ", tanya Ana kepada Alex sambil mengagumi arsitektur yang ada didalam situ.
"Ini penthouse sayang namanya, milik Kakak sama juga menjadi miliknya Ana, Ana suka?? ", kata Alex kepada Ana sambil tersenyum manis.
"Suka Kak, bagus sekali tempatnya", jawab Ana dengan senangnya.
Ana lalu melihat-lihat kesemua penjuru yang ada didalam penthousenya Alex. Dan ketika Ana menggeser pintu berupa kaca besar, Ana langsung melihat kolam renang pribadi yang ukurannya cukup besar itu.
Sedang Alex, dia masih dengan setia mengikuti kemana saja kakinya Ana melangkah disudut penthousenya.
"Waaaah ada kolam renang, apa Ana boleh berenang disini Kak?? ", tanya Ana dengan muka imutnya.
"Boleh dong sayang, apa mau berenang sekarang?? ", jawab Alex sambil memeluk Ana dengan dari belakang.
"Tidak mau besok sajalah, rasanya badan Ana capek sekali", jawab Ana kepada Alex.Ana lalu melepaskan pelukannya Alex dan dia berkeliling lagi melihat-lihat isi didalam penthousenya Alex.
Ketika Ana sedang melihat-lihat lagi, Alex langsung menarik tangannya Ana untuk menuju kedalam kamarnya, kamar utama yang ada disitu. Karena fikir Alex kelamaan jika harus menunggu Ana selesai melihat-lihat.
"Kita mau kemana Kak?? ", tanya Ana ketika tangannya ditarik lembut oleh Alex.
"Melihat-lihat keatas sayang, tepatnya kamar pribadi yang ada disini", jawab Alex kepada Ana. Dan Ana lalu mengikut saja ketika mendengar jawabannya Alex.
Ketika sudah sampai didepan pintu yang cukup besar, Alex lalu membuka pintunya dan terlihatlah kamar pribadinya Alex yang sangat besar dan sangat mewah sekali membuat Ana langsung melepaskan pegangan tangannya Alex serta Ana sangat suka sekali dengan kamar itu.
"Bagaimana kamu suka sayang dengan kamarnya", tanya Alex kepada Ana.
"Suka Kak, sangat indah sekali", jawab Ana dengan mengecup singkat bibirnya Alex.
Alex yang terkejut dengan Ana yang tiba-tiba berani mengecupnya, tanpa fikir panjang Alex langsung menarik lagi kepalanya Ana dan Alex langsung mencium bibirnya Ana dengan lembut dan penuh dengan kemesraan.
Ciuman yang awalnya lembut berubah menjadi menggebu ketika Ana juga membalas ciumannya Alex. Tangannya Alex pun tidak tinggal diam, dia mencoba membuka Zipper dressnya Ana yang ada dibelakang, lalu terlihatnya body mulus dan indahnya Ana ketika dress yang Ana kenakan sudah jatuh kelantai.
__ADS_1
Alex lalu melepaskan ciumannya lalu berpindah menelusuri leher indahnya Ana dan langsung memberikan banyak tanda cinta yang membuat Ana ingin meraskan yang lebih dari itu.
Alex lalu mendorong Ana dengan pelan, dan terjatuhlah Ana diatas ranjang empuk nan mahalnya. Alex langsung melepaskan semua pakaian serta apapun yang melekat dibadannya.
Setelahnya Alex juga melepaskan ikatan bra dan bawahannya Ana yang belum dilepaskan oleh Ana. Dan akhirnya mereka berdua sama-sama tanpa menggunakan sehelai apa pun ditubuh mereka.
Alex langsung merangkak dan juga langsung mengukung badannya Ana dibawahnya. Mereka mulai berciuman dibibir dengan penuh hasrat dan kehausan akan kenikmatan dunia.
Tangan Alex pun sudah daritadi memijit lembut squishynya Ana. Alex lalu melepaskan ciuman bibirnya dan berpindah kebawah serta memainkan squishynya Ana dengan mulutnya secara bergantian dengan tangan yang satunya lagi juga sudah memainkan liang surgawinya Ana dengan cara memainkannya dengan lembut, membuat Ana sangat-sangat melayang sekali.
Ketika Alex memainkan inti bawahnya Ana, Ana reflek membuka kakinya dengan lebar-lebar, dan Alex sendiri mengerti apa keinginannya Ana. Mulut yang tadinya bermain nyaman disquishynya Ana sekarang sudah berpindah diliang surgawinya Ana, membuat Ana semakin melayang tinggi dibuatnya.
Sungguh sangat pintar Alex membuat Ana puas dalam permainan ranjang mereka.
"Kakak uuuuuuuuhhhh", de***h panjang Ana pertanda Ana sudah berada dipuncak kenikmatannya.
Alex lalu melepaskan mulutnya dari liang surgawinya Ana dan menarik tangannya Ana dengan pelan untuk membuat Ana duduk, dengan nafas yang masih tersengak-sengal Ana menurut saja ketika Alex menginginkannya duduk.
Tanpa fikir panjang Alex menarik lembut kepalanya Ana dan lalu memasukkan milik ya kedalam mulutnya Ana.
Awalnya Ana ragu dan sangat pelan sekali dalam menggerakkan mulutnya dengan anacondanya Alex yang berada didalam mulutnya.
Akan tetapi ketika Ana mendengar de***hannya Alex reflek Ana dengan sendirinya bergerak, menj***t, mengh***p dan memainkan terongnya Alex dengan cepat dan menggebu, membuat Alex semakin mendongakkan kepalanya keatas.
"Oh shiiiit, yes Baby faster", kata Alex dalam kenikmatannya.
Ketika dirasa sudah cukup Alex puas, Alex dengan segera menarik palu thornya dari dalam mulutnya Ana dan Alex langsung menidurkan Ana lagi diranjangnya. Setelahnya Alex langsung juga memasukkan anaconda yang sudah siap bertempur itu kedalam sarang terhangat dan ternikmat miliknya Ana.
Pergerakan yang awalnya pelan lama-kelamaan menjadi cepat dan teratur membuat Ana dan Alex sangat-sangat menikmati kegiatan indah mereka.
Dan ketika Alex akan sampai dipuncaknya dia menghentakkan pergerakannya dengan sangat cepat dan keras sekali diliang surgawinya Ana.
Akhirnya menyemburlah lava panas nan kentalnya milik Alex kedalam sarang anacondanya Ana dan langsung mengalir menuju ketempat semestinya.
Mereka sama-sama ambruk dengan nafas yang saling tersengal-sengal, akan tetapi mereka tidak jenuh dan setelah dirasa tenaga Ana dan Alex sudah terkumpul kembali, mereka melakukannya lagi dengan perbagai gaya.
__ADS_1
Mereka melakukan itu berulang-ulang kali hingga untuk kesekian kalinya Alex menyemburkan lavanya ketempat yang semestinya milik Ana.
Ana dan Alex mereka kecapekkan sekali hingga mereka akhirnya tertidur dengan pulasnya diranjang yang tadi mereka gunakan untuk memuaskan dahaga mereka masing-masing.
Alex bahkan lupa untuk kembali lagi kekantor, hingga membuat Arga uring-uringan dan menggerutu seperti biasanya, karena Alex lagi-lagi tidak kembali kekantor tanpa memberitahukannya.
........ **********........
Dokter Bella yang berangkat bekerja diantar oleh Tara ketika dia baru saja turun dari dalam mobilnya Tara, Tara juga ikut turun dari dalam mobil tujuannya untuk mengantarkan Dokter Bella keruangannya, akan tetapi Dokter Bella tidak mau.
"Tidak perlu My Griy, kamu kembali saja kekantor siapa tahu Daddy kamu khawatir sama kamu, kan katanya Daddy kamu menelfon terus tadi keponsel kamu", kata Dokter Bella kepada Tara.
"Baiklah kalau begitu sayang, nanti jika sudah mau pulang, hubungiku ya, supaya nanti bisa aku jemput", kata Tara kepada Dokter Bella.
"Iya My Griy, dan gara-gara My Griy saya seperti Dokter yang berpenyakitan karena siang-siang harus memakai syal begini", kata Dokter Bella dengan berpura-pura cemberut kepada Tara.
"Kenapa harus malu, jika aku disuruh untuk membuka bajuku sekarang juga, akan aku buka, karena tanda-tanda dileher dan dadaku adalah bukti gai***h dan cinta dari calon istriku ini", jawab Tara dengan menggoda Dokter Bella dengan tersenyum jahil membuat Dokter Bella langsung memukul kecil dadanya Tara.
"Sudah aku mau masuk dulu, daaa", kata Dokter Bella dengan tersenyum manis kepada Tara.
"Jika ada apa-apa segera menghubungiku ya, karena aku merasa si cunguk itu akan mengganggumu hari ini", kata Tara setelah mencium keningnya Dokter Bella. Dan Dokter Bella dia mengangguk saja kepada Tara.
Setelah itu Dokter Bella berlalu masuk kedalam rumah sakit dan menuju keruang kerjanya. Semua yang dilakukan oleh Tara dan Dokter Bella dipelataran rumah sakut dilihat dengan jelas dan diperhatikan oleh dua pasang mata.
Sedangkan Tara yang sudah masuk kedalam mobil akan tetapi belum menjalankan mobilnya masih terus mengamati Dokter Bella dengan sambil menghubungi anak buahnya.
"Kalian terus awasi dan jaga calon istriku, jangan sampai dia kenapa-kenapa, dan jika Edbert mantannya kurang ajar kepada calon istriku jangan sungkan untuk menghajarnya, faham kalian", kata tegas dan perintah Tara kepada anak buahnya. Dan Tara menugaskan setidaknya sepuluh anak buahnya untuk menjaga Dokter Bella dari jarak yang tidak diketahui oleh Dokter Bella.
π΄π΄π΄π΄π΄π΄π΄π΄π΄π΄π΄π΄
Maaf ya readers kemarin bukannya Author tidak Up, tapi karena Chapternya yang ini ditolak pihak NTπ¬, katanya isinya terlalu vulgarπ
jadi baru sempat author revisi lagi, padahal kemarin sudah author revisi 2x, masih saja ditolakπ
ππππππππππππ
__ADS_1
***TBC***