
Kita kembali keAna dan juga Alex yang sedikit terlupakan karena Simon dan Leyna.
Tanpa terasa kandungannya Ana sudah mulai memasuki usia lima bulan saja, dan saat ini Ana serta Alex sedang menikmati waktu bersama mereka ditaman belakang mansionnya Alex.
Semenjak mengetahui jika Ana hamil, Alex sekarang tidak pernah lagi dengan apa yang namanya lembur, dan jika pekerjaannya sedang banyak, Alex akan mengerjakannya dirumah sambil mengawasi Ana, atau jika Ana sedang tertidur.
Terlihat Ana seperti anaknya Alex saja, dan bukan seperti istrinya Alex jika dilihat dari perhatiannya Alex, akan tetapi memang begitulah adanya, karena Alex sangat mencintai Ana dan calon buah hati mereka.
Alex selalu pulang tepat waktu dan untuk pekerjaannya yang mengharuskannya keluar kota atau keluar negeri, semuanya digantikan oleh Papinya yaitu Tuan Gavi untuk sementara waktu, atau juga jika pekerjaannya bisa dihandle oleh Arga, tentunya Argalah yang harus menyelesaikannya.
Karena Alex beserta kedua orangtuanya Ana alias mertuanya dan juga kedua orang tuanya sendiri, mereka semua tidak mau jika Ana sampai sendirian, sebab musuh dan saingan bisnis keluarga mereka sangatlah banyak.
Mereka semua tidak mau jika nantinya para musuh mereka akan mencelakai Ana maupun calon penerus Keluarga Damara yang sedang dikandung oleh Ana.
"Sayang Kakak sudah tidak sabar ingin melihat dia lahir didunia ini", kata Alex kepada Ana yang sedang duduk dibangku taman belakang mansionnya Alex sambil mengusap perut buncitnya Ana.
"Iya Kak, Ana juga", jawab Ana kepada Alex sambil mengusap tangannya Alex yang sedang mengusap perutnya.
"Besok kan kita chek kandungan kamu sayang, kita tanya lagi juga ya apa jenis kelaminnya sama Dokter", kata Alex lagi kepada Ana.
"Dan semoga tidak ditutupi sama kakinya lagi ya sayang", sambung lagi perkataannya Alex untuk Ana.
Memang benar apa katanya Alex, terakhir kali ketika usia kandungannya Ana baru menginjak empat bulan, ketika sedang dilihat apa jenis kelaminnya, kakinya si baby menutupi kelaminnya sendiri.
Jika kemarin Dokter pribadinya Ana adalah Dokter Bella sekarang sudah digantikan dengan Dokter kandungan yang lainnya yang tidak kalah hebatnya seperti Dokter Bella, dan tetap Alex menginginkan Dokter yang menangani serta memeriksa Ana adalah Dokter perempuan.
"Sepertinya babynya mirip Ana deh Kak malu-malu, jika mirip Kakak kan Kakak orangnya malu-maluin", kata Ana kepada Alex sambil tertawa.
Membuat Alex juga ikut-ikutan tertawa juga ketika mendengar perkataannya Ana.
"Iya bolehlah tidak apa-apa mirip Kakak kan memang anaknya Kakak, eeh dia menendang", kata Alex kepada Ana dan sambil terkejut sekali ketika mendapat tendangan untuk pertama kali dari calon baby mereka.
"Rasanya geli perutnya Ana kak", kata Ana ketika mendapat tendangan lagi dari calon baby mereka.
__ADS_1
Alex begitu sangat bahagia sekali, karena baby yang sedang dikandung Ana sangat aktif sekali gerakannya, bahkan Alex sampai speechless ketika merasa tangannya ditendang oleh babynya.
"Hay anak Papah, lagi apa didalam sana, nyaman kan didalam sana, jangan membuat Mamah susah ya", kata Alex dengan tiba-tiba kepada calon babynya yang ada diperutnya Ana dengan menempelkan wajahnya keperutnya Ana.
Perkataannya Alex langsung saja mendapat tendangan sebanyak dua kali dari calon babynya, dan Alex yang mengetahuinya dia sampai tersenyum bahagia sekali.
"Good baby", kata ALex lagi kepada perutnya Ana, dan langsung mendapatkan tendangan samar-samar tidak terlalu kuat dari baby mereka.
Ana dan juga Alex mereka sangat bahagia sekali ketika mendapatkan respon dari baby mereka.
"Oh ya Ka, ada yang Ana mau tanyakan sama Kakak dari dulu lupa terus", tanya Ana kepada Alex.
"Tanya apa itu sayang, hmm??", jawab Alex kepada Ana sambil mengusap rambutnya Ana dengan lembut.
"Itu kamar yang diujung sebelah kamarnya Kakak kata Kakak itu miliknya Vero sama Vira, siapa sih Kak mereka??", tanya Ana kepada Alex. (lihat Chapter 7)
Alex yang mendapat pertanyaan dari Ana tentang Vero dan juga Vira dia langsung saja diam sambil matanya melihat kedepan seperti mengenang masa lalu.
"Tidak salah, kamu tidak salah sama sekali sayang, hanya saja Kakak jadi teringat dengan Vero dan juga Vira", jawab Alex kepada Ana.
"Vero dan Vira itu adalah sepupu Kakak sayang, dia anak dari tantenya Kakak, dan tantenya Kakak itu adalah adik kandungnya Mami, yang sekarang dia tinggal diCanada bersama suaminya serta juga adiknya Vero dan Vira yang seumuran sama kamu Ana", sambung lagi perkataannya Alex kepada Ana, dan Ana dia masih diam mendengarkan cerita darii Alex.
"Terus Kak, apa yang terjadi dengan Vero serta Vira??", tanya Ana lagi kepada Alex.
"Mereka sudah meninggal sayang dari umur tujuh tahun, biasa saingan bisnis", jawab Alex lagi kepada Ana.
"Vero dan Vira mereka seumuran dengan Kakak, dan mereka sering berkunjung serta main dimansionnya Papi dulu waktu Kakak masih kecil, Vero dan Vira mereka berdua dikira saingan bisnisnya Papi adalahnya anaknya Papi Gavi, ketika Vero dan Vira ingin menyeberang pulang dari taman dekat mansionnya Papi, mereka berdua langsung saja ditabrak dengan mobil yang melaju sangat kencang sekali, pada saat itu para pengawal sudah ingin menyelamatkan mereka, akan tetapi tidak sempat sayang, karena mobil itu melaju sangat kencang sekali", Cerita Alex kepada Ana.
"Terus Kakak waktu itu lagi ada dimana??", tanya Ana lagi kepada Alex untuk kesekian kalinya.
"Kakak ada didalam rumah Ana, dari kecil Kakak tidak diperbolehkan main diluar sama Papi ataupun Mami, dan jika keluar pun ada banyak bodyguard yang mengawal Kakak, tapi waktu itu Papi sama Mami tidak ada dirumah, dan Vero juga Vira mereka kekeh ingin keluar rumah, padahal sudah dilarang sama para pengawal dan terjadilah seperti itu sayang", jawab Alex kepada Ana.
"Mereka apa kembar ya Kak??", tanya Ana lagi kepada Alex.
__ADS_1
"Iya mereka kembar sayang", jawab Alex lagi kepada Ana.
"Apa ada yang ingin ditanyakan lagi sayang??", gantian Alex yang bertanya kepada Ana.
"Didalam kamar itu apa masih ada barang-barang peninggalannya Vero dan Vira Kak??", tanya Ana kepada Alex.
"Ada sayang banyak, dulu kan barang-barang itu adanya dirumahnya Papi, tapi setelah Kakak mempunyai mansion sendiri, semua barang-barangnya Kakak pindahin kesini dikamar itu, supaya jika Kakak rindu sama mereka, Kakak bisa melihat barang-barang peninggalan mereka", jawab Alex kepada Ana.
"Terus yang menabrak Vero sama Vira apakah sudah tertangkap Kak??", tanya Ana kepada Alex lagi.
"Sudah sayang, semua sudah diurus sama Papi", jawab Alex kepada Ana sambil masih terus mengusap rambutnya Ana.
"Dan mereka sudah berada didalam neraka sayang", sambung Alex akan tetapi didalam hatinya saja.
"Sudah yuk kita masuk, sudah mau jam enam sore ini", ajak Alex kepada Ana sambil berdiri didepannya Ana.
Alex dan juga Ana akhirnya masuk kedalam rumah dengan Alex yang menggandeng Ana dengan mesra.
Malam harinya sekitar jam tujuh malam, Nyonya Gia dan Tuan Gavi mereka pada berkunjung kemansionnya Alex, karena Nyonya Gia serta Tuan Gavi sudah dua minggu tidak melihat keadaannya Ana dan juga Alex.
Alex dan juga Ana yang masih didalam kamar, mereka lalu diberitahu oleh Bi Lena jika Tuan Gavi serta Nyonya Gia sedang berada diruang Keluarga mansion mereka.
Alex dan juga Ana mereka langsung saja keluar dari dalam kamar untuk menemui Tuan Gavi dan juga Nyonya Gia, dan disinilah Alex dan juga Ana yang sudah duduk bergabung diruang Keluarga bersama Tuan Gavi dan juga Nyonya Gia.
...🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀...
Sambung part selanjutnya ya, maaf kepotong, karena sudah panjang partnya 😅
Ngeselin kan Authornya 🤣😜
...🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁...
***TBC***
__ADS_1