GADIS LUGU PEMIKAT HATI

GADIS LUGU PEMIKAT HATI
CHAPTER 60


__ADS_3

Ketika hari kedua Tara dirawat dirumah sakit, dia mencoba ingin keluar dari dalam ruang perawatannya ketaman rumah sakit, dengan mencoba berjalan, diluar ruangannya Tara ada penjagaan yang super ketat dari para anak buah yang diperintah oleh Tuan Fredo dan saat itu Tuan Fredo sedang tidak bisa menunggui Tara karena ada sebuah rapat penting yang tidak bisa ditinggalkan olehnya.


Ketika para anak buah melihat bos mereka keluar dari kamar perawatan dengan berjalan tertatih-tatih sambil mendorong tiang infus yang masih melekat ditangannya, para bodyguard atau anak buah langsung berinisiatif ingin membantu Tara, akan tetapi Taralah yang tidak mau dibantu dan diganggu mereka.


"Jika kalian semua ingin mengawasi saya berjalanlah kurang lebih dua meteran dibelakang saya", perintah tegas dari Tara untuk anak buahnya.


Tara akhirnya berjalan dengan tertatih menuju taman yang ada didalam rumah sakit. Ketika Tara berjalan baru beberapa meter ada satu kejadian yang sangat kebetulan dan itu membuat Tara memanfaatkan kejadian itu untuk semakin dekat dengan Dokter Bella.


Tara yang berjalan tiba-tiba menghentikan langkahnya sambil meringis menahan sakit diluka tusukannya kemarin membuat seorang Dokter cantik incarannya Tara yang kebetulan lewat disampingnya Tara dia langsung saja menghentikan langkahnya juga.


"Tuan, apa Tuan tidak apa-apa?? ", tanya Dokter itu kepada Tara yang melihat Tara meringis kesakitan.


Para anak buah yang awalnya ingin mendekati Tara, langsung diurungkan ketika melihat ada seorang Dokter perempuan yang cantik menghampiri bos mereka.


Tara yang lagi memejamkan mata karena menahan sakit, dia langsung membuka mata ketika ada suara yang begitu merdu masuk ditelinganya yang sedang menyapanya.


"Carabella", kata Tara reflek memanggil namanya Dokter tersebut.


Iya Dokter perempuan cantik itu adalah Dokter Carabella. Dia yang baru saja selesai mengontrol para pasiennya ketika akan berjalan menuju keruangannya tidak sengaja melihat Tara berdiri ditengah koridor sambil meringis kesakitan.


"Anda tahu nama saya Tuan", tanya Dokter Bella dengan bingung dan juga ramah.


Tiba-tiba Dokter Bella dan Tara dikejutkan dengan suara seorang laki-laki yang membuat Dokter Bella langsung memasang wajah marahnya.


"Ternyata kamu disini sayang, aku sudah mencarimu diruang kerjamu tadi", kata laki-laki itu kepada Bella.


"Kita sudah putus lama Edbert dan kita sudah tidak ada hubungan apa-apa, urus saja selingkuhan kamu itu", jawab Dokter Bella dengan tertahan dan menahan amarah, karena dia tidak mau dilihat buruk oleh semua orang karena dia tiba-tiba marah.


Sebelum Edbert berkata, Tara sudah mendahului perkataannya Edbert yang ingin dia ucapkan.


"Oh jadi anda yang bernama Edbert, perkenalkan nama saya Grey Adintara William, saya adalah calon suaminya Carabella Amanda Finley, kekasih yang sangat cantik dan multitalen yang dulu anda hianati dengan seorang wanita rendahan yang tidak ada apa-apanya dibandingkan dengannya Tuan Wallace", kata Tara dengan tenang kepada Edbert.


Sontak perkataan dari Tara membuat Edbert sangat terkejut apalagi Dokter Bella.


"Anda jangan berbicara sembarangan, setahu saya Bella belum mempunyai kekasih lagi, karena dia masih mencintai saya", jawab Edbert sambil menahan amarahnya.

__ADS_1


Bella yang mendengar perkataan dari Edbert dia langsung menjadi marah.


"Jadi orang jangan sok ketampan, jika kamu dibandingkan dengan kekasih saya, lebih tampan dia dibandingkan kamu, dan asal kamu tahu Edbert, My Griy sudah melamar saya kemarin lusa dan kami akan menikah dalam waktu dekat", kata Bella yang sudah sangat muak terhadap mantan tunangannya itu sambil menggenggam jamarinya Tara.


Dan Bella memanggil Tara bukan Grey melainkan Griy, sedangkan Tara yang mendengar Bella memanggilnya My Griy, dia tersenyum tipis dalam diamnya.


"Jika kamu sudah menerima lamaran dia kenapa jari kamu masih kosong Bella", kata Edbert yang masih kekeh tidak percaya kepada perkataannya Bella dan juga Tara.


Bella yang mendengar jawaban dari Edbert langsung diam dan bingung sendiri. Sedangkan Edbert dia tersenyum miring melihat mukanya Bella yang kebingungan.


Tara yang mendengar perkatannya Edbert dia lalu dengan perlahan melepaskan kalung berlian putih yang selalu dipakainya, kalung berlian putih yang berbandul sebuah cincin berlian putih juga yang sangat elegan yang selalu Tara pakai dilehernya.


"Kamu mengacaukan pembicaraan kami tadi Tuan Wallace, kemarin Amandaku ini tidur diapartemenku dan tanpa sadar meninggalkan cincin yang saya berikan diatas wastafel kamar mandiku, ketika kami sedang mandi bersama, iya kan sayang", kata Tara kepada Edbert dan kepada Bella.


Membuat Bella dan Edbert langsung melototkan matanya kepada Tara dengan fikiran yang berbeda-beda.


Edbert dengan fikiran marahnya, sedangkan Bella dengan fikiran terkejutnya, dan Bella ditambah terkejut dengan tiba-tiba Tara langsung memakaikan cincin itu dijari manisnya Bella.


"Kamu cantik hari ini sayang", kata Tara sambil mengusap lembut pipinya Bella dan langsung mencium bibirnya Dokter Bella dihadapan Edbert. Membuat Edbert langsung pergi tanpa meninggalkan perkataan apa-apa dengan perasaan marah.


"Jangan memukulku sayang, kamu sudah terikat denganku, dan apa yang sudah menjadi milikku apalagi terikat denganku, jangan harap bisa lepas dariku, bila bukan aku sendiri yang melepaskannya, dan satu lagi, jangan sampai kamu melepaskan atau membuang cincin itu, My Amanda", kata Tara kepada Bella dengan begitu dekatnya, hingga hembusan nafasnya Tara bisa Dokter Bella rasakan.


"My Future Wife", kata Tara kepada Bella dengan memberikannya satu buah kecupan dibibir dan Tara setelah itu langsung pergi dari hadapannya Dokter Bella.


Dokter Bella yang masih terkejut dengan semua tindakkannya Tara dia hanya diam saja tanpa menjawab ataupun membalas perbuatannya Tara.


Dibeda tempat, tepatnya dirumahnya Delwyn, seperti dirumahnya Aaron, dirumah Delwyn pun sejak pagi sudah dikepung oleh para bodyguardnya Alex dan Tuan Fredo.


Sekitar jam delapan pagi Tuan Fredo dan juga Alex mereka mendatangi rumahnya Delwyn. Delwyn yang kebetulan ingin kabur sudah siap-siap membawa koper ingin pergi langsung dicegah oleh para anak buahnya Alex dan Tuan Fredo.


Ayahnya dan Mamahnya Delwyn, serta Kakak perempuannya Delwyn yang kebetulan masih dirumah, mereka terkejut ketika melihat Delwyn diperlakukan seperti itu, dan ditambah terkejut melihat kedatangan dari Alex dan juga Tuan Fredo kerumah mereka.


Kakak perempuannya Delwyn, dia langsung tebar pesona ketika melihat Alex sudah duduk diruang tamu rumahnya.


"Tuan Alex suatu kehormatan bagi saya Anda mau bertamu dirumah kami bersama Tuan Fredo", kata ramah Tuan Ayhner keada Alex dan juga Tuan Fredo.

__ADS_1


"Dan Tuan Alex kenapa anda menahan anak saya Delwyn yang sedang ingin pergi", sambung Tuan Ayhner kepada Alex dan juga Tuan Fredo.


"Anak anda Delwyn dia dan temannya Aaron membayar orang untuk melukaiku dan membunuhku Tuan Ayhner, dan anda tahu sendiri bagaimana dan hukuman apa yang diberikan dari Keluarga Damara kepada musuh yang seperti itu", jawab Alex dengan santai dan tenang.


Perkataan dari Alex sontak membuat Tuan Ayhner, Mamahnya Delwyn terkejut sekali, berbeda dengan Kakaknya Delwyn yang masih sibul dengan tebar pesona kepada Alex.


"Dan satu lagi, jika anak anda yang itu, masih menggoda, merayu dan tebar pesona dengan saya, saya akan menangkapnya dan menyuruh semua anak buah saya untuk memperko***anya Tuan Ayhner", sambung Alex kepada Tuan Ayhner sambil menunjuk Kakaknya Delwyn. Membuat Tuan Ayhner langsung marah kepada Alex dan Tuan Fredo.


Tuan Ayhner langsung mengeluarkan pistol dari balik bajunya dan ingin menembakkannya kepada Alex dan........


Dooorrrr


Ternyata Tuan Fredolah yang terlebih dahulu menembak tangannya Tuan Ayhner. Membuat Mamahmya dan Kakaknya Delwyn langsung berteriak histeris melihat kepala Keluarganya tertembak.


"Kalian jangan macam-macam dengan saya Tuan Ayhner, anak kalian salah tapi masih mau mencoba melindunginya, dan anda Tuan Ayhner membuat kesabaran saya habis", kata Alex kepada Tuan Ayhner dengan menggertakkan giginya pertanda dia sedang marah.


"Kalian semua bawa kedua orang ini kemarkas!!! ", perintah Alex dengan tegas kepada semua anak buahnya dan anak buahnya Tuan Fredo untuk menyeret Delwyn dan juga Kakaknya kemarakasnya.


Mamahnya Delwyn dia menjerit histeris ketika kedua anak-anaknya dibawa paksa oleh para anak buahnya Alex dan juga anak buahnya Tuan Fredo.


Tuan Ayhner dengan kesakitan dia ingin menembak Alex ketika Alex lengah, dan tanpa disadari oleh Tuan Ayhner anak buahnya Tuan Fredo menyadari itu, dia sudah terlebih dahulu menembak Tuan Ayhner hingga jatuh tersungkur dan meninggal ditempat.


Sedangkan Alex dan Tuan Fredo yang melihat Tuan Ayhner meninggal mereka hanya tersenyum miring saja dan langsung berlalu meninggalkan mereka.


"Kalian urus dia", kata Tuan Fredo memerintah anak buahnya mengurus mayatnya Tuan Ayhner.


Mamahnya Delwyn semakin histeris saja ketika melihat suaminya langsung meninggal karena tertembak, Mamahnya Delwyn langsung mengambil pistol yang ada ditangan Tuan Ayhner dan menembakkannya kekepalanya sendiri, hingga dia meregang nyawa.


Anak buahnya Tuan Fredo dan Alex yang melihat Mamahnya Delwyn juga meninggal dia langsung melapor kepada Tuan Fredo dan juga Alex.


"Urus saja semua, jangan sampai meninggalkan jejak, faham!! ", Perintah Tuan Fredo kepada para anak buahnya.


Dan setelah itu Tuan Fredo serta Alex mereka pergi dari rumahnya Keluarga Ayhner dan menjalani aktifitas mereka seperti biasanya. Begitulah hukuman bagi orang yang berani macam-macam dengan Keluarga Damara dan juga William. Mereka tidak akan melukai jika tidak dipancing terlebih dahulu.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁

__ADS_1


***TBC***


__ADS_2