GADIS LUGU PEMIKAT HATI

GADIS LUGU PEMIKAT HATI
CHAPTER 200


__ADS_3

Ketika waktu sudah menunjukkan pukul empat sore lebih lima belas menitan para keluarga William mereka semua akhirnya pada berpamitan pulang kepada Ana dan juga Alex.


Bahkan baby Zi dia juga sudah mandi tadi bersama dengan baby L, dan dia juga sudah wangi.


Namun sebelum pulang tadi mereka semua sedang berkumpul diruang keluarganya Alex untuk membicarakan hal yang cukup serius namun santai.


"Oh ya nanti jika Bus pesanannya Ana sudah datang, kita berpiknik bersama ya", kata Ana dengan semangat kepada semua keluarganya.


Alex hanya tertawa garing saja kepada semua keluarga istrinya itu ketika semua orang reflek melihat kearahnya ketika mendengar perkataannya Ana.


"Memangnya kapan datangnya Ana bus kamu itu, palingan bus mainan kan??", goda Tara kepada Ana.


"Enak saja bus mainan, jika bus mainan baby L juga punya banyak itu didalam kamar", jawab Ana dengan cemberut kepada Kakaknya Tara.


Dan Tara yang mendengar jawabannya Ana sambil melihat muka cemberutnya Ana dia hanya tertawa saja.


"Memangnya apa jadi kamu pesankan busnya Nak Alex??", tanya Tuan Fredo kepada Alex.


"Jadi Dadd, sesuai keinginannya Princess, dan dia juga yang memilih tipe busnya", jawab Alex kepada Ayah mertuanya.


"Habis berapa duit kamu Lex untuk membeli dan memesan bus itu", tanya Tara juga kepada Alex.


Alex lalu menyebutkan nominal uang yang dia keluarkan untuk memesan dua buah bus sesuai keinginannya Ana.


Semua orang langsung terbengong mendengar angka nol yang diucapkan oleh Alex tadi yang jumlahnya sangat banyak sekali, kecuali Ana dia malah tersenyum senang bahagia.


"Itu sih bisa membeli pesawat jet eksklusif yang terbaik Lex, sungguh sangat menghabiskan uang sekali istri kamu ini", kata Tara kepada Alex.


"Kan jika uangnya Kak Xander habis, bisa pakai uangnya Ana Kak, yang ada didalam kartu hitamnya Ana masih banyak, bahkan belum pernah Ana pakai, tapi saldonya bertambah terus", jawab Ana kepada Kakaknya itu.


"Iya-iya terserah kamu sajalah, mentang-mentang istrinya sultan", jawab Tara kepada Ana.


"Ana bukan istrinya sultan Kak, tapi Ana istrinya Alexander Damara, Kakak bagaimana sih, nanti kalau Kak Xander tidak terima bisa ditonjok lho muka Kakak", kata Ana kepada Kakaknya membuat Tara reflek membuka mulutnya.


Sedangkan yang lainnya langsung pada tertawa ketika mendengar perkataannya Ana.


"Terserah kamu sajalah, istrinya Alexander Damara", kata Tara lagi kepada Ana dengan gemas.


"Nah begitu baru benar, sekolah tinggi-tinggi ko pelupa Ana ini istrinya siapa", jawab Ana kepada Tara dengan gaya polosnya.

__ADS_1


Membuat Tara langsung menampakkan giginya kepada Ana dengan menahan rasa gemasnya.


Sedangkan yang lainnya hanya tertawa kecil saja mendengar percakapannya Ana dan juga Tara.


"Busnya datangnya kapan Nak Xander??", tanya Mommy Dania kepada Alex.


"Iya Kak, kapan selesainya itu busnya dibuat??", tanya Ana juga kepada Alex.


"Sekitar beberapa bulan lagi, kalau tidak salah sekitar tujuh bulanan lagi deh, pastinya aku lupa, nanti biar aku tanyakan lagi kepada perusahaannya", kata Alex kepada semuanya.


"Kalau sekitar tujuh bulan lagi, itu tandanya hampir bersamaan dengan Ana yang mau melahirkan dong Alex??", kata Bella yang baru ikut-ikutan berbicara.


"Iya seperti itu", jawab Alex kepada Bella.


"Waah sepertinya asik deh bisa melahirkan didalam bus nanti ya", kata Ana dengan asal dan langsung membuat semua orang langsung speechles ketika mendengarnya.


"Dasar gila", kata Tara secara reflek kepada Ana.


"Jangan aneh-aneh deh sayang", kata Alex juga kepada Ana.


Ana hanya tertawa saja menanggapi perkataan dari Tara dan juga Alex.


Sedangkan Ana dan juga Alex, serta baby L mereka lalu menghabiskan waktu sore mereka dengan jalan-jalan santai dihalaman mansion yang luas itu, sambil melihat para anak buahnya Alex yang sedang pada latihan seperti biasanya.


Berpindah tempat dirumah sakit, Leyna yang sudah kedatangan dari semua keluarganya itu, termasuk Kakak kandungnya juga yang bernama Xavier.


Senyum dibibirnya Leyna sangat merekah sekali ketika keluarganya sangat senang mendengar berita kehamilannya.


Mereka sangat berharap dan berdoa semoga kehamilannya Leyna bisa berjalan lancar sampai dia bisa melahirkan nanti.


Simon yang lupa belum memberikan kabar bahagia itu kepada Alex, dia yang tiba-tiba teringat lalu berpamitan sebentar kepada Leyna dan semua keluarganya untuk menghubungi Alex.


Sedang wAlex yang masih menikmati waktu sorenya dengan anak dan istrinya dia lalu mengambil ponselnya yang bergetar dan berbunyi itu yang ada didalam saku celananya.


Alex lalu mengajak Ana untuk duduk dikursi taman sebentar ketika dia akan menerima telefonnya itu.


Dan telefonnya itu ternyata dari Simon.


"Halo Simon ada apa kamu menelfonku??", kata Alex kepada Simon ketika sudah mengangkat sambungan telefonnya Simon.

__ADS_1


"Halo Xander, aku ada berita gembira untuk kamu, aku akan segera menjadi seorang Ayah, saat ini Leyna sedang hamil, sedang hamil anak aku", kata Simon dengan nada yang sangat ceria sekali kepada Alex.


"Wah selamat Simon, aku ikut senang mendengarnya, berarti nanti adiknya baby L akan mempunyai teman yang seumuran dengannya dong", jawab Alex kepada Simon yang juga ikut senang mendengar Simon sedang bahagia seperti itu.


"Iya Xander terimakasih, tapi saat ini Leyna sedang dirawat dirumah sakit, karena dia sedang mengalami darah yang cukup rendah dan menyebabkan dia menjadi lemas", kata Simon kepada Alex.


"Oh, berarti ini kamu sedang dirumah sakit bukan karena bekerja, tapi karena sedang menjaga Leyna dong", tanya Alex kepada Simon.


Sedangkan Ana dia sedang asik sendiri, sambil mengajak bermain dan bercanda baby L diatas rumput yang ada disitu.


"Iya Xander dan semua keluargaku juga sedang ada disini menemani Leyna", jawab Simon kepada Alex.


"Baiklah nanti akan aku usahakan menjenguk Leyna bersama Ana", kata Alex kepada Simon.


"Dirumah sakit Cornelius Hospital kan Leyna dirawatnya??", kata Alex lagi kepada Simon.


"Iya dong, mau dimana lagi kalau bukan dirumah sakit ini", jawab Simon kepada Alex.


"Kan kalau disini, gratis", sambung lagi perkataannya Simon kepada Alex sambil tertawa kecil.


"Enak saja, boleh gratis, tapi nanti dipotong gaji kamu ya", jawab Alex sambil bercanda juga kepada Simon.


Simon hanya tertawa saja mendengar perkataannya Alex tadi.


"Oh ya sudah dulu ya Xander, aku mau menemani Leyna lagi, dan cuma itu saja yang ingin aku kabarkan kepada kamu",, kata Simon kepada Alex.


"Iya", jawab Alex dengan singkat kepada Simon, dan panggilan telefon mereka akhirnya benar-benar terputus.


Setelahnya Alex, lalu menelfon Papinya dan mengatakan hal yang sama juga seperti apa yang dikatakan oleh Simon tadi kepadanya.


Ketika sudah menghubungi Papinya, Alex lalu ikut bergabung dengan anak dan istrinya yang sedang asik bermain sendiri itu dengan tingkah lucunya baby L yang sedang asik bermain dengan rumput dan bunga-bunga.


...πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’...


Sudah chapter 200 saja readers, padahal awal buat cerita ini antar niat dan tidak niat lhoπŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜…


...🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁...


...***TBC***...

__ADS_1


__ADS_2