GADIS LUGU PEMIKAT HATI

GADIS LUGU PEMIKAT HATI
BONCHAP 19


__ADS_3

"Kak Daneiiiiiiiiiiiiiiiiiilllllll", teriak Arga dengan suara yang cukup kencang sekali.


Dan teriakannya Arga membuat Alex yang duduk disampingnya Arga menjadi sangat terkejut sekali, begitu pun dengan para pengunjung rumah sakit yang lainnya.


Mereka semua juga sangat terkejut mendengar Arga berteriak dengan sangat keras sekali seperti itu, sampai-sampai semua para pengunjung rumah sakit langsung saja mengalihkan pandangannya kearahnya Arga dan juga Alex.


"Kamu kenapa Arga, kenapa kamu berteriak hingga membuat telinga saya berdengung seperti ini??", tanya Alex kepada Arga yang sedang sangat ketakutan sekali seperti itu.


"Bos saya mimpi buruk sekali Bos", kata Arga dengan wajah yang sangat ketakutan sekali kepada Alex.


"Kak Daneil dia..... dia .........", kata Arga kepada Alex dengan tidak bisa melanjutkan ceritanya.


Karena Arga dia bermimpi jika Kakak tersayangnya itu tidak bisa diselamatkan oleh Dokter, alias meninggal.


Alex yang mengerti akan kelanjutan dari perkataannya Arga, dia langsung saja menenangkan Arga yang semakin kacau saja keadaannya karena mimpi buruknya itu.


"Sudah-sudah, semua itu hanya mimpi, karena kamu sangat ketakutan sekali jika Kakakmu akan meninggalkanmu", jawab Alex kepada Arga sambil menenangkan Arga yang masih sangat syok sekali.


"Sudah sana cuci muka dulu disitu", kata Alex lagi kepada Arga, sambil menunjuk sebuah kamar mandi yang tidak jauh dari tempat mereka duduk.


Karena ternyata semua yang dialami oleh Arga tadi adalah mimpi semata.


Arga dan Alex yang tadi ketika sudah sampai didepan ruang operasi dan diantarkan oleh Dokter yang menangani Veronica.


Arga dan Alex mereka berdua langsung saja duduk dikursi tunggu yang tidak jauh tempatnya dari depan ruang operasinya Daneil.


Dokter yang mengantar Alex dan Arga tadi juga mengatakan jika operasi yang dijalani oleh Daniel akan membutuhkan waktu yang cukup lama sekali.


Jadi ketika Alex dan Arga duduk menunggu dikursi tunggu, Arga yang sangat kecapekan karena terlalu banyak kerjaan, dan kecapekan juga karena terlalu banyak fikiran, dia lalu memejamkan matanya untuk sejenak sambil menenangkan hati dan fikirannya.


Sedangkan Alex dia hanya memainkan ponselnya untuk melihat email yang masuk diponselnya sambil memberitahukan kabar tentang Daneil kepada Papinya, yaitu Tuan Gavi.

__ADS_1


Dan siapa tahu juga ada kabar dari anak buahnya yang sudah bisa mengungkap kebenaran dari siapa pelaku yang sudah menabrak Daneil dan juga Veronica.


Arga yang baru memejamkan matanya sekitar lima belas menitan jika tidak salah, Arga sudah sangat lelap sekali dalam tidurnya itu, hingga Arga mengalami mimpi yang membuatnya bisa berteriak dengan sangat kencang sekali seperti tadi.


Dan Arga sangat ketakutan sekali ketika dia sudah sadar dari mimpi buruknya itu, karena Arga takut jika mimpi buruknya itu adalah pertanda jika Kakaknya akan pergi meninggalkannya untuk selamanya.


Setelah Arga mencuci mukanya didalam kamar mandi yang tadi ditunjuk oleh Alex, Arga langsung saja kembali duduk dikursi yang tadi didudukinya itu.


Alex dan Arga yang sedang banyak fikiran dan masalah seperti itu, mereka berdua tidak memperdulikan tatapan dari para pengunjung wanita ataupun suster dan Dokter wanita yang berlalu lalang sambil mencuri pandang kearah mereka berdua.


Sebab pastinya wajahnya Arga dan juga Alex akan selalu mengalihkan pandangan kaum hawa yang melihatnya, dimanapun mereka berada.


"Bagaimana sudah tenang sekarang??", tanya Alex kepada Arga yang sudah kembali duduk dikursi sebelahnya.


"Syukur jika itu hanya mimpi saja Bos", jawab Arga kepada Alex dengan nada yang sedikit lega.


"Kamu itu tidur hanya cuma dua puluh menit saja Arga, kenapa kamu bisa bermimpi yang aneh-aneh seperti itu sih??", kata Alex kepada Arga sambil menggelengkan kepalanya.


"Wajar saja Bos, dari kemarin saya sering bergadang untuk menyelesaikan pekerjaan, ditambah sekarang saya sedang banyak fikiran seperti ini", jawab Arga kepada Alex.


"Belum", jawab singkat Alex kepada Arga sambil mengalihkan pandangannya kearah ponselnya lagi.


"Lama sekali ya Bos, padahal sudah dua jam kita berada disini", jawab Arga kepada Alex.


"Hmm", jawab malas-malasan Alex kepada Arga, dengan mata yang terus menatap kearah ponselnya, karena Alex sedang membalas pesan dari anak buahnya yang memberikan sedikit informasi tentang kecelakaannya Daneil tadi.


Arga setelah bertanya kepada Alex tadi, dia lalu berdiri lagi dari duduknya untuk menghubungi Ayahnya, dan menanyakan kabar tentang Veronica kepada Ayahnya.


"Halo Ayah", kata Arga kepada Ayah Geoff ketika sambungan telefonnya sudah diangkat oleh Ayah Geoff.


"Halo Arga, bagaimana??, apa operasi dari Kakak kamu sudah selesai??", tanya Ayah Geoff kepada Arga.

__ADS_1


"Belum Ayah, dan bagaimana keadaan dari Veronica istri Arga??",tanya Arga juga kepada Ayah Geoff.


"Vero masih belum sadar Arga, dia masih memejamkan matanya, dan Mamah kamu dia juga sudah sampai sejak tadi disini menemani Ayah diruangannya Vero", jawab Ayah Geoff kepada Arga.


"Biarkan Vero sadar dengan sendirinya ya Ayah, tolong jagain Veronica, Arga akan masih disini untuk mengetahui kabar dari Kak Daneil selanjutnya dari Dokter Ayah", kata Arga kepada Ayahnya.


"Iya, dan semoga operasi dari Kakak kamu Daniel berjalan dengan lancar Arga", jawab Ayah Geoff kepada Arga lagi.


"Iya Ayah aamiin", jawab Arga kepada Ayah Geoff.


Dan akhirnya sambungan telefon mereka terputus ketika Arga tadi sudah menjawab perkataannya Ayah Geoff.


Sedangkan Alex yang melihat Arga menelfon, dia hanya cuek saja dan tidak memperdulikannya.


Setelah mengantongi ponselnya lagi kedalam saku jasnya, Arga lalu berdiri sambil bersandar didinding tembok dengan mata yang terus menatap pintu ruang operasi.


Arga yang belum sepenuhnya tenang dia hanya bisa berdiri sambil terus berdoa jika semua yang dimimpikannya tadi adalah sebuah bunga tidur saja, dan tidak sebuah pertanda.


Karena apa yang dimimpikan oleh Arga tadi, Arga merasa begitu sangat nyata sekali, bahkan Arga sampai tidak berani untuk mengingatnya lagi mimpi yang baru saja dia mimpikan itu.


Ketika Arga sedang termenung dalam diamya sambil melihat kearah pintu ruang operasi Kakaknya, tiba-tiba pandangan dia teralihkan oleh Alex yang menerima sebuah telefon.


Alex yang menerima telefon itu dia sedikit menjauh dari Arga dan dari pengunjung rumah sakit yang lainnya.


Karena Alex sedang mendapatkan kabar dari para anak buahnya yang dia tugaskan untuk menyelidiki kasusnya Daneil.


Dan Alex lalu memerintahkan para anak buahnya untuk mengamankan pelakunya dulu kemarkasnya saat itu juga, sampai dia dan juga Arga akan datang menyusul kemarkas.


Arga yang memperhatikan Alex, dia sangat tahu sekali jika Alex sedang menerima telefon penting, jadi membuat Arga menjadi sangat penasaran sekali.


Alex yang sudah selesai menelfon dia lalu kembali duduk lagi ketempat duduknya tadi, sambil menyuruh Arga untuk duduk juga, karena Alex akan mengatakan sesuatu kepada Arga tentang siapa penabrak Kakaknya yaitu Daneil dan juga istrinya yaitu Veronica.

__ADS_1


...🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁...


...***TBC Bonchap***...


__ADS_2