
Dan disinilah mereka berempat sudah sampai dimarkasnya Alex.
Tuan Gavi dia sengaja satu mobil dengan Alex karena sedang malas untuk menyetir sendiri. Ketika Alex sudah sampai didepan gerbang markasnya Alex. Dia langsung saja menekan klakson untuk memberitahukan kepada para bodyguard yang berjaga dipintu gerbang.
Ketika para bodyguard yang berjaga melihat dari CCTV dan celah pintu gerbang ternyata yang datang mobilnya Alex mereka langsung saja dengan segera membukakan pintu gerbangnya menggunakan remot otomatis.
Ketika mobil Alex sudah masuk dan melewati pintu gerbang, langsung saja diikuti oleh mobilnya Tara yang ada dibelakang mobilnya Alex.
Akan tetapi tadi sebelum masuk Alex sudah bilang kepada para bodyguard yang berjaga untuk membiarkan mobil yang dibelakang untuk masuk, berarti adalah mobilnya Tara. Karena Tuan Fredo dia juga satu mlbil dengan Tara, katanya biar hemat waktu.
"Biarkan mereka masuk, mereka tamuku, jika ada yang berani macam-macam dengan mereka, harus menghadapiku terlebih dahulu", pesan Alex tegas kepada para bodyguard yang berjaga.
Dan langsung dijawab anggukan dan bungkukkan badan oleh semua bodyguard yang ada disitu.
Alex, Tara, Tuan Gavi dan Tuan Fredo mereka langsung saja turun dari mobil ketika sudah sampai didepan halaman markasnya Alex.
Ketika tadi sebelum masuk pada saat pintu gerbang terbuka dan mobil Tara ikut masuk bersama mobilnya Alex. Tara dan Tuan Fredo mereka dibuat tercengang oleh markas yang dibilang Alex dan Tuan Gavi, pasalnya yang ada difikiran Tuan Fredo dan Tara adalah sebuah tempat yang seperti gudang atau aula, paling tidak juga atau sebuah mansion yang sangat besar yang berada ditengah hutan yang rimbun untuk menyembunyikan markas itu. Akan tetapi dugaan mereka itu semuanya salah.
Ternyata markasnya Alex adalah sebuah rumah mewah, yang jika dilihat dari luar nampak seperti rumah pada umumnya. Dan ketika Tuan Fredo dan Tara diajak masuk nampak dari dalam terlihat sekali jika didalam rumah itu sudah didesain sedemikian rupa, berbagai banyak ruangan yang sudah ada fungsinya masing-masing terutama untuk membedakan hukuman yang akan didapat oleh para musuh Keluarga Damara. Sungguh pintar Keluarga Damara menyamarkan markas mereka. Begitulah yang ada dibenak Tuan Fredo dan Tara.
Padahal Tuan Fredo dan Tara pun mereka juga pintar menyamarkan markas mereka, akan tetapi mereka berdua tidak sungkan untuk memuji yang memang selayaknya harus dipuji.
Tuan Fredo dan Tara mereka pun mempunyai markas mereka sendiri untuk menghukum dan untuk berkumpul serta berlatihnya para anak buah, bodyguard dan bawahannya.
Kalau markas Alex berupa rumah mewah, berbeda dengan markasnya Tuan Fredo dan Tara, markas mereka didepannya berupa seperti tempat olahraga, padahal aslinya didalam dan diruangan bawah tanah yang luas adalah markasnya Tuan Fredo dan Tara.
Kembali lagi kepada Tara, Tuan Fredo, Alex dan Tuan Gavi. Saat ini mereka baru saja memasukki rumah tersebut yang menjadi markasnya Alex.
"Selamat datang Tuan Alex", sapa para bodyguard yang berjaga didepan pintu rumah dan sambil membukakan pintunya.
Alex dan Tuan Gavi mereka hanya mengangguk menanggapi sapaan para bodyguard.
"Apakah Arga sudah ada disini?? ", tanya Alex kepada salah satu bodyguard.
"Belum Tuan Alex, Tuan Arga tadi ketika sudah membawa tahanan kesini dia langsung pergi lagi Tuan", jawab salah satu bodyguard sambil menundukkan wajahnya.
Ketika Alex berhenti dan bertanya kepada bodyguard, Tuan Gavi, Tara dan Tuan Fredo mereka juga ikut berhenti seperti Alex.
__ADS_1
Alex hanya mengangguk mendengar jawabannya anak buahnya. Lalu Alex mengambil Hpnya yang ada disaku jasnya dan langsung menghubungi Arga.
Karena tadi siang setelah mengantar Denar kemarkas, Arga disuruh Alex kembali kekantor lagi. Dan ketika Arga memberitahukan jika Denar sedang menyakitin diri sendiri, Arga juga masih berada dikantor hanya anak buahnya saja yang melaporkannya kepadanya.
"Arga saya sudah berada dimarkas, kamu kesini sekarang", kata Alex dengan jelas dan tegas kepada Arga disambungan telefon dan langsung mematikannya tanpa mendengar jawaban dari Arga yang berada diseberang sana.
Alex tidak tahu saja jika Arga diseberang sana sedang meeting dengan kolega-koleganya Alex. Dan Arga dia mewakilkan Alex untuk datang kemeeting itu.
Sungguh Arga diseberang sana mungkin sedang mengumpatin Alex, karena dengan seenaknya sendiri dia menyuruh Arga tanpa bertanya kondisi dan keadaan yang lagi sedang apa.
Sambil menunggu Arga datang Alex mengajak Papinya, Tuan Fredo dan Tara untuk masuk keruang kerjanya.
Saat ini Alex, Tuan Gavi dan Tuan Fredo serta Tara mereka sedang duduk santai dishofa yang ada diruanganCERITA AULIAN KECIL kerjanya Alex.
"Xo buatkan minum untuk kedua tamuku dan Papiku", perintah Alex kepada bodyguard yang tadi mengantar dan membukakan pintu ruang kerjanya Alex.
"Mau minum apa Tuan-tuan?? ", tanya Xo dengan ramah kepada Tara, Tuan Gavi dan Tuan Fredo.
"Wine", jawab Tara dengan singkat.
"Kopi pahit", jawab Tuan Fredo kepada Xo.
"Baik Tuan-Tuan tunggu sebentar akan saya siapkan", kata Xo dengan ramah sambil membungkukkan badannya sedikit.
"Tunggu", cegah Alex kepada Xo.
Xo langsung saja menghentikan langkahnya yang baru beberapa langkah akan sampai kepintu keluar.
"Iya Tuan", kata Xo sambil berbalik badan menghadap Alex.
"Ambilkan Wine terbaik dan termahal yang kita punya untukku dan untuk tamuku Tuan Tara Xo", perintah Alex kepada Xo lagi.
"Baik Tuan", jawab Xo kepada Alex.
Xo langsung saja berbalik badan lagi untuk menyiapkan minuman yang diperintahkan Alex.
"Anda ternyata suka meminum kopi pahit ya Tuan Fredo", tanya basa basi Tuan Gavi kepada Tuan Fredo.
__ADS_1
"Tidak juga Tuan, hanya sesekali saja, jika lagi banyak fikiran", jawab Tuan Fredo Daddynya Tara dan Ana kepada Tuan Gavi Papinya Alex.
"Hukuman apa yang pantas kita berikan kepada Denar ini Tuan Alex?? ", tanya Tara kepada Alex.
"Terserah kamu Tuan Tara, semua saya serahkan kepada kalian Tuan Tara dan Tuan Fredo", jawab Alex kepada Tara.
Mereka berempat lalu membahas tentang hukuman apa yang pantas diberikan untuk Denar. Ketika sedang sibuk membahas datanglah Arga dengan sedikit tergesa masuk keruang kerjanya Alex.
Dan setelah Arga masuk gantian semua minuman yang tadi diminta sudah selesai disiapkan Xo.
"Arga, cepat juga ternyata kamu datangnya", kata Alex dengan seenaknya sambil melihat jam yang melingkar ditangan kekarnya.
"Lima belas menit, berarti bisa besok datang sepuluh menit lebih awal", kata Alex sambil meminum wine yang disediakan Xo.
"Ini orang jika berbicara seenak jidatnya sendiri, aku saja tadi hampir menabrak tiang listrik dikira ada apa-apa, eh ternyata sampai sini dia sedang asik minum Wine, dengan santainya", gerutu Arga kepada Alex didalam hatinya.
"Jangan menggerutuku didalam hatimu Arga, atau mau saya congkel hatimu saja, biar tidak bisa menggerutuku lagi", kata Alex kepada Arga tanpa mengalihkan pandangangnnya kegelas yang berisi wine yang dia pegang.
"Eh dia bisa tahu ya", batin Arga lagi.
"Sini Arga, apa kamu mau berdiri saja terus disitu, sini silahkan duduk disini", kata Tuan Gavi kepada Arga dan menyuruh untuk duduk disampingnya.
"Xo ambilkan satu gelas lagi untuk Arga", perintah Tuan Gavi kepada Xo yang masih setia berdiri diruangan itu.
"Baik", jawab Xo sambil membungkukan sedikit badannya dan dia langsung berlalu mengambilkan gelas untuk Arga.
Mereka semua pada larut dengan diskusi untuk mengeksekusi Denar yang sudah berani menyakitin Princess keluarga William dan sudah menyakitin wanita yang sudah mengisi hatinya Alex.
Tanpa menunggu waktu lama lagi, akhirnya mereka semua berjalan menuju keruangannya Denar yang disekap oleh bodyguardnya Alex.
"Disini Boss", kata Arga kepada Alex sambil menunjukkan ruangan mana yang digunakan untuk menyekap Denar.
Ketika sudah sampai keempat bodyguard yang berjaga didepan pintu mereka langsung saja membukakan pintu untuk Alex dan semua orang.
Ketika pertama masuk Alex dan semuanya disuguhkan oleh pemandangan seorang wanita yang sangat memprihatinkan dan mengenaskan.
Dan Denar ketika melihat banyak orang masuk keruangannya, dia langsung saja memasang wajah marah kepada Alex ketika Denar melihat wajahnya Alex.
__ADS_1
ππππππππππππ
***TBC***