
Kita geser keTara dan Dokter Bella dulu yuk. Tara yang sudah bisa dengan sempurna membuat Dokter Bella memeluknya erat, membuat Tara lama kelamaan matanya menjadi mengantuk kembali, karena kenyamanan yang diberikan oleh Dokter Bella kepadanya.
Sedangkan Dokter Bella sendiri dia juga semakin nyaman dengan aroma parfum dan juga aroma khas badannya Tara, hingga tanpa sadar Dokter Bella terkadang menenggelamkan wajahnya keketiaknya Tara.
Tara yang terusik dan geli dengan kegiatan Dokter Bella diketiaknya membuat Tara kembali terjaga, dan Tara lalu melihat muka lucu Dokter Bella yang menempelkan wajahnya diketiaknya, membuat Tara langsung tersenyum geli.
"Jika dalam keadaan sadar, jangankan mencium ketiak, aku dekati saja kamu pasti akan menolak", kata Tara yang melihat wajahnya Bella tepat diketiaknya.
"Pamela kamu ganti parfum ya, aromanya enak sekali aku suka", kata Dokter Bella dalam mengigaunya ketika menenggelamkan wajahnya keketiaknya Tara.
Perkataannya Dokter Bella membuat Tara ingin sekali tertawa dengan cukup keras, akan tetapi Tara berusaha menahannya sekuat tenaga agar tidak kelepasan tertawa, karena Tara masih ingin menikmati masa-masa seperti itu dengan Dokter Bella.
Tara lalu berusaha untuk mengambil ponselnya yang dia letakkan dimeja dekat ranjangnya Bella. Dengan berusaha semaksimal mungkin akhirnya Tara bisa mengambil ponselnya dan dia lalu memfoto dirinya dan juga Dokter Bella.
Tidak hanya sekali melainkan beberapa kali Tara mengambil foto itu. Tara lalu dengan sengaja dan pelan-pelan menurunkan lengan tanktopnya Dokter Bella hingga hampir kesiku, dan terlihatlah pundak mulusnya Dokter Bella.
Tara lalu memfoto dirinya dengan mata terpejam dan terjaga dengan posisi yang memeluk Dokter Bella, bagaimana pun caranya Tara harus bisa mendapatkan pose yang terbaik menurutnya.
Dengan dibawah selimut yang sama, Tara sengaja tidak menggunakan bajunya, dan lengan tanktopnya Dokter Bella yang sengaja diturunkan Tara, alhasil didalam foto tersebut terlihat jika Tara dan Dokter Bella seperti sedang tidak memakai pakaian sama sekali.
Sungguh pintar dan licik idenya Tara, karena Tara bisa memanfaatkan foto itu untuk menekan Dokter Bella supaya mau menerimanya.
Tara sangatlah puas dengan hasil foto selfienya dengan Dokter Bella, tiba-tiba Dokter Bella berganti posisi menjadi terlentang dan terlihatlah bukit squishynya Dokter Bella yang sungguh indah dipandangnya Tara, karena lengan tanktopnya Dokter Bella belum dibetulkan lagi oleh Tara.
Ketika Dokter Bella berganti posisi Tara langsung diam bak patung, karena takut membangunkan Dokter Bella, dan bisa ketahuan aksinya tadi.
Tara lalu mematikan ponselnya dan menaruhnya disembarang tempat. Setelah itu Tara langsung berganti posisi dengan memeluk Dokter Bella dari samping dengan tangannya Tara yang sengaja diletakkan Tara diatas bukit squishnya Dokter Bella.
Dengan mata terpejam, antara sadar dan tidak sadar tangannya Tara bergerak dengan sendirinya memijat lembut bukit squishnya Dokter Bella, membuat Dokter Bella sedikit melenguh karena merasa sesuatu yang dirasakannya dibukit squishynya.
__ADS_1
"Aku sudah tidak tahan", kata batin Tara ketika mendengar lenguhannya Dokter Bella.
Dengan sekuat tenaga Tara lalu memejamkan matanya lagi, akan tetapi tidak senyenyak tadi karena fikirannya Tara sudah terpecah belah.
Dokter Bella berganti posisi dengan memeluk Tara lagi, dan kali ini Dokter Bella sudah mulai sedikit-sedikit terjaga dari tidurnya.
"Kenapa rasanya nyaman sekali gulingku ini, dan kenapa gulingku ko datar dan keras begini", kata Dokter Bella sambil menekan-nekan dadanya Tara dan Dokter Bella dengan sekuat tenaga ingin membuka matanya.
Sedangkan Tara yang mendengar perkataannya Dokter Bella dia semakin berpura-pura memejamkan matanya.
Akhirnya Dokter Bella bisa membuka matanya dan samar-samar dia melihat dada seorang laki-laki yang dipeluknya.
"Tidak mungkin ini dadanya Pamela kan?? ", kata Dokter Bella ketika masih samar-samar penglihatannya.
Dokter Bella lalu melihat keatas tepatnya kearah wajahnya Tara yang sedang pura-pura memejamkan matanya.
"Tuan Tara, dia tampan sekali jika sedang tidur begini", kata Dokter Bella masih belum sadar sepenuhnya sambil mengusap wajahnya Tara.
Dokter Bella langsung saja duduk dari tidurnya, akan tetapi langsung saja ditarik lagi tangannya oleh Tara, dan Dokter Bella langsung saja menabrak dada bidangnya Tara. Dan Tara langsung memeluk erat tubuhnya Dokter Bella.
"Kamu berisik sayang, aku masih mengantuk tahu", kata Tara sengaja memakai suara serak sambil memejamkan matanya kepada Bella dengan posisi memeluk Dokter Bella dengan erat.
Dokter Bella berusaha dengan sekuat tenaga untuk melepaskan diri dari pelukannya Tara.
"Tuan lepaskan, kenapa Tuan ada disini, dan dimana Pamela", kata Dokter Bella dengan berusaha melepaskan badannya dari pelukannya Tara.
"Dia sudah aku usir, diam atau aku akan melakukannya kepadamu, karena kamu sudah membangunkan yang sedang tertidur", kata Tara kepada Dokter Bella dengan mata yang masih terpejam dan Tara juga sengaja menempelkan tangannya Dokter Bella keular cobranya yang sudah siap untuk memangsa.
Dokter Bella sungguh sangat terkejut ketika tangannya ditarik dan ditempelkan keularnya Tara yang sudah siap tempur itu, yang ukurannya tidak main-main. Reflek Dokter Bella menarik kembali tangannya dari atas ular cobranya Tara.
__ADS_1
Tara tanpa sepengetahuan Dokter Bella dia lalu membalikkan posisi dengan Tara yang berada diatasnya Dokter Bella, membuat Dokter Bella yang tidak sadar dan siap dia langsung terkejut dengan tindakannya Tara kepadanya.
"Tuan apa yang ingin anda lakukan kepada saya", kata Dokter Bella kepada Tara yang mulai mendekatkan wajahnya kewajahnya Dokter Bella.
"Aku akan melakukan yang seharusnya aku lakukan sejak tadi, karena kamu sudah berani mengusik ular yang sedang tertidur", kata Tara dengan suara serak-serak tertahan yang membuatnya terdengar lebih seksi.
"Jangan lakukan itu kepadaku Tuan", kata Dokter Bella kepada Tara.
Tara tanpa mendengar perkataannya Dokter Bella dia mulai menciumin leher mulusnya Dokter Bella yang lama kelamaan kegiatannya Tara membuat Dokter Bella terbuai.
Tara lalu berpindah mulai mencium Dokter Bella tepat dibibir seksi nan tipisnya Dokter Bella. Walau Tara belum pernah berciuman sama sekali akan tetapi nalurinyalah yang menuntun dengan sendiri untuk bisa membuat Dokter Bella menikmati akan ciumannya.
Dokter Bella tanpa sadar lama kelamaan yang sudah terbuai dia mulai membalas ciumannya Tara, membuat Tara yang mendapat respon dari Dokter Bella membuatnya semakin menggebu dalam mencium Dokter Bella.
Ternyata Dokter Bella bisa menyeimbangi ciumannya Tara kepadanya, membuat Tara semakin terbakar gai***h yang belum pernah dirasakan oleh Tara dan Dokter Bella sebelumnya.
Dengan posisi Tara yang masih berada diatasnya Dokter Bella tidak membuat Dokter Bella keberatan dengan tubuhnya Tara dan tanpa sadar Dokter Bella malah memeluk mesra Tara hingga membuat Tara menempel sepenuhnya dengan tubuhnya Dokter Bella.
"Sungguh candu bagiku bibirmu ini", kata Tara ketika sudah melepaskan ciumannya dan sambil mengusap lembut bibirnya Dokter Bella.
Sedang Dokter Bella dia hanya diam sambil terus melihat kewajahnya Tara yang pagi itu entah kenapa terlihat tampan dimatanya Dokter Bella, dan Dokter Bella juga tidak membalas perkataannya Tara.
Tara lalu mencium lagi bibirnya Dokter Bella dan dibalas juga oleh Dokter Bella, mereka melanjutkan ciumannya lagi dengan sangat intens dan sangat lama. Dengan hasrat dari diri masing-masing yang sudah diujung tanduk.
ππππππππππππ
Bersambung ah, supaya readers bisa merasakan sama-sama diujung tanduk juga πππ
ππππππππππππ
__ADS_1
***TBC***