GADIS LUGU PEMIKAT HATI

GADIS LUGU PEMIKAT HATI
CHAPTER 26


__ADS_3

Tuan Fredo, Nyonya Gia dan Mommy Dania mereka akhirnya sampai didepan ruangannya Ana, mereka langsung saja mendekati Tara, Alex dan Tuan Gavi.


Tara yang melihat kedatangan kedua orang tuanya duluan dia juga langsung berdiri untuk menghampiri mereka.


"Daddy, Mommy", kata Tara kepada Tuan Fredo dan Mommy Dania.


Alex dan Tuan Gavi yang mendengar suara Tara mereka lalu mengalihkan pandangannya keTara setelah itu kearah pandang Tara, karena tadi Alex dan Tuan Gavi mereka sedang mengecek e-mail yang masuk diHp mereka masing-masing.


Tara langsung saja berdiri dan menghampiri kedua orang tuanya, beserta Nyonya Gia. Diikuti Alex serta Papinya Tuan Gavi juga ikut-ikutan berdiri.


"Bagaimana Tara keadaannya Princes??", tanya Tuan Fredo kepada Tara ketika sudah sampai dihadapan Tara.


Belum sempat Tara menjawab, Mommynya Dania dia juga ikut-ikutan langsung bertanya kepada Tara.


"Iya Tara bagaimana keadaannya Princessnya Mommy?? ", tanya Mommy Dania juga kepada Tara.


"Tadi ketika Ana sadar yang dipanggil pertama kali malah Tuan Alex Momm, Dadd....... Kata Tara terjeda karena kalimatnya Daddy dan juga Mommynya.


"Tuan Alex,


"Nak Xander,


Kata Tuan Fredo dan Mommy Dania secara bersamaan sambil menoleh kearah Alex.


Alex yang ditatap begitu oleh kedua orang tuanya Ana, dia merasa sedikit tidak enak dengan mereka. Karena bukan mereka yang disebut Ana ketika baru sadar melainkan dirinya.


"Iya Momm, Dadd, tapi tenang saja kita sudah diijinkan oleh Tuan Alex untuk masuk menemui Princess Daddy", lanjut Tara lagi meneruskan perkataannya tadi.


"Ya sudah kalau begitu kenapa kita masih ada disini, ayo kita segera masuk, pasti Ana kita sedang menunggu kita semua didalam", kata Tuan Fredo dengan sangat bersemangat.

__ADS_1


"Iya Tuan, dan tolong bujuk serta yakinkan Ana agar mau operasi hidungnya ya Tuan", kata Alex menjawab perkataannya Tuan Fredo. Dan diangguki oleh Tuan Fredo serta Tara.


"Dadd, tolong bantu Mommy berdiri", kata Mommy Dania kepada Tuan Fredo.


"Tapi Mommy kan masih lemas", kata Tuan Fredo kepada Istrinya dengan sangat khawatir.


"Iya Momm, Mommy duduk saja disitu, biar Tara saja ya yang mendorong", bujuk Tara kepada Mommynya.


"*Tidak mau, pokoknya Mommy tidak mau, Mommy tidak mau jika nanti Mommy masuk dan Ana melihat Mommy duduk dikursi roda, dia bakalan sedih, Mommy tidak mau menambah beban fikiran Ana Dadd, Tara. Mommy mau memperlihatkan jika Mommy sehat dan kuat, agar Ana bisa ikut-ikutan kuat untuk berusaha cepat sembuh dan mau menjalani operasi tulang hidung*nya, serta biar bisa segera berkumpul dengan kita semua", kata Mommy Dania kepada Tuan Fredo dan juga Tara.


Tara serta Tuan Fredo mau tidak mau langsung saja menyetujui perkataan Mommynya, dan yang dibilang Mommy mereka ada benarnya juga, kita harus menunjukkan sikap yang kuat dan sehat, agar Ana bisa makin tambah bersemangat untuk sehat.


Nyonya Gia yang mendengar perkataannya sahabat sekaligus Mommy dari Ana, dia menitikkan air mata terharu, karena dia juga bisa merasakan apa yang Mommy Dania rasakan kepada Ana.


Akhirnya dengan berjalan tertatih, Mommy Dania dia dibantu anak beserta suaminya yaitu Tara dan Tuan Fredo berjalan menuju keruangannya Ana. Sebelum masuk seperti biasa mereka harus menggunakan baju khusus yang sudah disiapkan disitu.


Dokter Julius yang belum keluar dari ruangannya Ana karena masih memantau keadaannya Ana yang belum terlalu stabil, ketika Dokter Julius melihat yang dia yakinin mereka adalah Keluarganya Ana memasuki ruangan, Dokter Julius langsung menyuruh para suster yang ada disitu untuk keluar dulu dan memberi ruang kepada Tuan Fredo, Mommy Dania serta Tara.


Sebelum Keluarganya Ana masuk didalam ruangan itu, Dokter Julius memang sengaja belum keluar karena dia memang sedang memantau kondisinya Ana dan sedang mengagumi wajahnya Ana yang begitu cantik dimatanya, walaupun penuh perban dan bekas luka.


"Jika sainganku tidak Tuan Alex, aku berani memperjuangkanmu Ana, karena aku juga seorang laki-laki, aku melihat ada cinta dimata Tuan Alex untukmu", bathin Dokter Julius ketika memandangi Ana yang lagi memejamkan matanya.


Dokter Julius sendiri dia seumuran dengan Alex maupun Tara, dan dia juga termasuk tampan, tapi jika dibandingkan dengan Tara atau Alex masih tampan Alex dan Tara.


Siapa sih laki-laki yang tidak jatuh hati kepada Ana, laki-laki yang pertama kali melihat Ana mereka pasti langsung saja jatuh cinta pada pandangan pertama kepada Ana contohnya saja Alex.


Mangkanya keluarga William mereka memanggil Ana dengan panggilan Princess karena Ana memang betul-betul cantik.


"Biarlah sebelum mereka datang dan menguasaimu, ijinkanku untuk memandangmu seperti ini dulu Ana", kata bathin Dokter Julius lagi.

__ADS_1


Para suster pun mereka yang ada disitu juga pada membathin jika wajah Ana itu benar-benar cantik, dan ketika mereka pada melihat Dokter Julius yang selalu memandang kearahnya Ana, mereka para suster menebak jika Dokter Julius tertarik dengan Ana.


Dokter Julius pun menyadari jika dia diperhatikan para suster disitu, akan tetapi dia cuek-cuek saja, karena fikir Dokter Julius tidak setiap hari dia bisa memandangi wajahnya Ana.


Kembali lagi keKeluarga William yang sudah masuk keruangannya Ana. Mommy Dania dia lalu melepaskan pegangan dari Tara dan Tuan Fredo. Dengan perlahan tapi pasti Mommy Dania dia berjalan menuju kesamping brankarnya Ana.


"Sayang, ini Mommy Nak", kata Mommy Dania kepada Ana sambil mengusap pipi tirus Ana.


Tuan Fredo dia sudah berada disamping istrinya, sedangkan Tara dia sudah berada disamping satunya.


Ana yang mendengar suara seseorang yang sepertinya dia kenal dan dengan sentuhan dipipinya membuat dia perlahan-lahan membuka matanya. Akan tetapi dia tidak bisa menoleh kearah samping dan kanannya, karena sakit dihidungnya.


Tuan Fredo, Tara dan Mommy Dania mereka yang melihat Ana membuka matanya, mereka langsung saja tersenyum bahagia sekali.


"Sayang, ini Mommy, ada Daddy dan juga Kak Tara Nak, kami disini", kata Mommy Dania dengan sangat bersemangat sekali, hingga dia seperti melupakan rasa sakit yang menderanya tadi.


"Mommy, Daddy, Kakak", kata Ana dengan lirih sekali, akan tetapi masih didengar oleh mereka bertiga.


"Iya Princess kami disini, Kakak disini untukmu, Kakak janji jika kamu sembuh nanti Kakak akan memenuhi semua keinginanmu jika Kakak mampu dan sanggup", kata Tara kepada Ana dengan tersenyum ceria. Agar Ana bisa ikut-ikutan ceria.


"Sayang Nak, Daddy juga ada disini, maafin Daddy yang tidak bisa menjagamu", kata Tuan Fredo yang hampir saja menitikkan air matanya ketika bicara begitu kepada Ana.


"Momm, Dadd, Kakak, hidung Ana sakit sekali", kata Ana dengan lirih dan sambil melirik kearah Kedua orang tuanya serta Kakaknya Tara.


Tara, Mommy Dania serta Tuan Fredo mereka daritadi menahan air mata mereka, dan ketika Ana berbicara begitu, mereka semakin berusaha semaximal mungkin agar air mata mereka tidak tumpah dan terlihat oleh Ana.


Sedangkan Tara yang sudah berusaha semaximal mungkin, dia tetap saja airmatanya tidak bisa ditahan, dan dia lalu memalingkan mukanya untuk secepat mungkin mengusap air matanya. Dan supaya tidak terlihat oleh Ana jika dia menangis.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁

__ADS_1


***TBC***


__ADS_2