
"Saya adalah calon suaminya Ana, dan Ana adalah calon istri saya Tuan Aaron Almero", jawab Alex kepada Aaron, membuat Aaron terkejut sekali ketika mendengar perkataan dari Alexander.
"Tuan Alex kenal dengan teman saya Aaron?? ", tanya Tara kepada Alex.
"Iya Ayah dia pernah mengajukan kerjasama dengan Perusahaan saya dan masih berjalan juga hingga sekarang", jawab Alex kepada Tara. Dan dijawab Oh ria dan anggukan oleh Tara.
"Apakah Tuan Alex juga mengenal saya?? ", tanya Delwyn kepada Alex.
"Delwyn Loye Ayhner, anak dari Tuan Ayhner dan adik dari Chloe Natasha Ayhner", jawab Alex kepada Delwyn.
"Dan bilang kepada Kakakmu Chloe untuk jangan mendekatiku terus menerus jijik saya, dan jika dia tidak mau karir modelingnya hancur suruh dia menjauh sejauh-jauhnya dari saya, apa anda faham Tuan Ayhner", kata Alex dengan tegas dan seperti biasa mulut pedasnya langsung keluar jika berhadapan dengan orang-orang yang tidak Alex sukai.
Perkataan dari Alex membuat Tara tertawa kecil dan mengalihkan pandangannya semua orang kearahnya Tara, begitupun dengan Delwyn juga yang melihat kearahnya Tara dengan muka sebalnya.
"Tuan Alex, apa benar jika Ana adalah calon istri anda?? ", tanya Aaron lagi kepada Alex.
"Iya dia memang calon istri saya", jawab Alex singkat kepada Aaron.
"Apa benar Om Fredo yang katakan oleh Tuan Alex?? ", Aaron bergantian bertanya kepada Tuan Fredo.
"Iya dia sudah melamarnya kepada Ana, dan Ana sudah menerimanya, akan tetapi Tuan Alex belum membicarakannya kepada saya", jawab Tuan Fredo kepada Aaron sambil melirik kearahnya Alex. Dan Alex menuadsri akan lirikan dari Tuan Fredo.
"Kebetulan anda berbicara seperti itu Tuan Fredo, tujuan saya selain mengantar Ana pulang, sekalian saya ingin bilang kepada Anda dan Nyonya Dania jika saya ingin melamar Ana dan menjadikannya sebagai istri saya Tuan Fredo, dan jikalaupun anda tidak merestui yang terpenting Ana sudah menerima saya Tuan", kata Alex kepada Tuan Fredo. Membuat Tuan Fredo langsung tertawa mendengar perkataannya Alex.
"Anda benar Tuan Alex, kalaupun saya tidak menyetujui saya akan tetap menyutujuinya jika Ana bahagia dengan pilihannya Tuan Alex", jawab Tuan Fredo kepada Alex.
Semua perkataannya Tuan Fredo dan Alex membuat Aaron menjadi sakit hatinya, karena didalam hati kecilnya dia dari dulu sudah menyukai dan mencintai Ana adik dari sahabatnya.
"Tuan Aaron, ini peringatan dari saya, dan saya harap ini yang pertama dan terakhir, saya tidak ingin anda berharap atau mendekati milik saya lagi, yaitu Ana, anda jangan membuat saya marah karena saya bisa melakukan hal yang sebenarnya tidak ingin saya lakukan", kata Alex memperingati Aaron dengan tegas khas gaya seorang Alexander.
Karena sinyal diotaknya Alex sangat kuat sekali mengatakan jika Aaron juga mempunyai rasa kepada Ana, gadis yang juga Alex cintai.
Perkataan dari Alex hanya dijawab dengan senyum miring saja sama Aaron. Dan Tara dan yang lainnya mereka masih memperhatikan antara Aaron dan juga Alex.
"Kak Xander ayo antar Ana kedalam kamarnya Ana", kata Ana tiba-tiba memecah ketegangan antara Alex dan juga Aaron.
__ADS_1
Mommy Dania yang mendengar, dia lalu menawarkan kepada Ana untuk mengantarkannya kedalam kamar.
"Sama Mommy saja ya Princess", kata Mommy Dania kepada Ana.
"Sama Kak Xander juga ya", jawab Ana kepada Mommynya.
Dan Mommy Dania dia langsung saja mengalihkan pandangannya kearah suaminya yaitu Tuan Fredo. Dan Tuan Fredo dia mengangguk pertanda boleh. Karena pasalnya tidak ada yang boleh masuk kedalam kamarnya Ana jika bukan Tuan Fredo, Mommy Dania atau pun Tara, selain kedua orang Tua dan Tara mereka harus mendapatkan ijin terlebih dahulu.
Sedangkan Aaron yang mendengar Ana berkata seperti itu rasanya tambah sakit lagi hatinya.
Akhirnya mereka bertiga yaitu Ana, Mommy Dania dan juga Alex mengantar Ana berjalan menuju kedalam kamarnya.
"Sudah sampai Princess, Princess rindu tidak sama kamar ini", kata Mommy Dania kepada Ana ketika mereka sudah sampai dan masuk kedalam kamarnya Ana.
Sedangkan Alex dia masih sibuk mengamati kamarnya Ana. Yang Alex fikir kamarnya Ana akan banyak miniatur atau hiasan Disney mengingat sifat Ana masih seperti anak kecil ternyata Alex salah.
Kamar Ana sangat feminim sekali dengan warna Pink dan soft yang dipadupadankan dengan sangat apik dan rapi sekali, sehingga bisa membuat orang yang berada didalamnya akan merasa nyaman dan tenang.
"Mommy biar Kak Alex disini dulu ya, karena Ana masih ingin ditemani oleh Kak Alex", kata Ana kepada Mommy Dania.
"Baiklah, kalau begitu Mommy keluar dulu ya Princess", jawab Mommy Dania kepada Ana.
"Iya Nyonya", jawab Alex kepada Mommy Dania.
"Xander, panggil Mommy saja seperti Ana, kamu kan sebentar lagi juga akan menjadi anak Mommy", kata Mommy Dania kepada Alex dan membuat Alex tersenyum kepada Mommynya Ana itu.
"Baik Mommy", jawab Alex sambil tersenyum kepada Mommy Dania. Dan Mommy Dania dia juga tersenyum sambil menepuk pelan lengannya Alex.
Setelah itu Mommy Dania dia berlalu keluar, sambil menutup pintu kamarnya Ana. Dan meninggalkan Ana serta Alex berdua saja didalam kamar.
Sepeninggalan dari Mommy Dania, Alex langsung saja membalikkan badannya Ana agar menghadap kearahnya. Setelah itu kedua tangannya Alex langsung memegang pinggang rampingnya Ana agar semakin mendekat kearahnya.
"Kak Alex harum, dan Ana suka aroma parfumnya", kata Ana ketika badannya sudah menempel ditubuhnya Alex.
"Dan kamu pun juga harum khas aroma tubuhmu Ana", kata Alex yang sudah menciumin seluruh lehernya Ana. Membuat Ana merasakan sensasi yang belum pernah dia rasakan.
__ADS_1
"Kak Xander geli, tapi Ana suka", kata Ana kepada Alex. Yang mana membuat Alex semakin intens untuk menciumin lebih lehernya Ana.
Alex lalu mengangkat wajahnya untuk melihat kewajahnya Ana yang sudah sayu karena merasakan sensasi yang baru saja dia rasakan.
Dengan perlahan tapi pasti Alex lalu mendekatkan wajahnya untuk mencium bibirnya Ana yang dari kemarin sudah menggodanya.
Ana yang belum mahir dalam berciuman dengan perlahan Alex mencoba mengajari Ana bagaimana caranya berciuman yang benar.
Dengan nalurinya sebagai manusia, Ana dengan cepat bisa membalas ciumannya Alex. Ciuman yang awalnya lembut penuh dengan keromantisan, berubah menjadi sedikit kasar dan penuh nafsu.
Ana lalu melepaskan ciuman mereka terlebih dahulu dan sambil mengatakan sesuatu kepada Alex yang membuat Alex semakin terangsang dan juga gemas secara bersamaan.
"Kakak ini apa Kakak?? daritadi ganggu Ana, menusuk-nusuk terus diperutnya Ana", kata Ana sambil menunjuk anacondanya Alex yang membuat Alex harus berfikir dulu selama beberapa detik.
"Itu anacondanya Kakak Ana", kata Alex langsung saja menggenggam tangannya Ana dan langsung menempelkannya kearah anacondanya.
"Besarkan Ana", kata Alex sambil menggerakan tangannya Ana diluar celananya yang untuk menutupi anacondanya.
Ana langsung saja menarik tangannya yang tadi baru saja digenggam Alex. Membuat Alex langsung menatapnya dengan bingung.
"Ada apa Ana?? ", tanya Alex kepada Ana.
"Ana tidak jadi mau menikah dengan Kakak", kata Ana membuat Alex tambah bingung.
"Kenapa Ana?? ", tanya Alex dengan muka bingungnya.
"Nanti jika Ana menikah dengan Kakak, terus jika kita berciuman seperti tadi, menusuk-nusuk terus dong diperutnya Ana, tadi saja rasanya geli-geli, sakit dan aneh Kak", kata Ana sambil membayangkan jika perutnya akan ditusuk-tusuk terus nanti jika berciuman setelah menikah.
Sedangkan Alex dia langsung saja menepuk jidatnya karena gemas dengan perkataannya Ana.
Sungguh Ana sangat mudah untuk merusak suasana. Alex yang tadinya sudah melambung tinggi angannya karena suasana, tiba-tiba langsung dijatuhkan kebawah oleh Ana.
ππππππππππππ
Yang sabar ya Abang Alexπ, sudah On langsung padam πππ
__ADS_1
ππππππππππππ
***TBC***