
"Tidak ada kata terlalu siang atau terlalu pagi untukku sayang", kata Tara sambil memberikan tanda cinta ditengkuknya Bella.
"Aaaaaaah", de***h reflek dari Dokter Bella ketika sang suami mulai menc***unya.
Ketika mendengar suara merdunya Dokter Bella yang sedang mend***h Tara langsung saja melepaskan baju yang dipakai oleh Dokter Bella. Dan setelahnya Tara lalu membalikkan badannya Dokter Bella untuk menghadap kearahnya.
Tara langsung saja mencium Dokter Bella tepat dibibirnya, mereka berciuman seakan menikmati eskrim yang lezat dengan saling menempelkan dan mengh***p lidah satu sama lainnya.
Ciuman yang begitu sangat menggebu membuat Tara dia sungguh sangat sudah tidak tahan sekali untuk segera melakukan itu dengan istrinya.
Tara lalu melepaskan ciuman mereka, dan Tara mulai menyusuri leher sang istri dengan memberikannya ciuman serta tanda cinta dibeberapa tempat dilehernya Dokter Bella.
Hingga akhirnya Tara sampai juga dibukit squishynya Dokter Bella yang masih tertutup dengan bra itu. Mereka melakukan itu masih dengan keadaan yang saling berdiri.
Tara lalu mencoba melepaskan kaitan branya Dokter Bella dengan bibir yang terus menciumin atasan squishynya Dokter Bella.
Akhirnya kaitan branya Dokter Bella terlepas sudah, dan terpampanglah bukit squishynya Dokter Bella yang sedang menggantung indah didepan matanya Tara yang sungguh sangat menggoda sekali.
Tanpa menunggu lama Tara langsung melahap dengan begitu menggebunya bukit permen miliknya Dokter Bella. Tanpa sadar Dokter Bella dia meremas rambut kepalanya Tara, dan sambil menekan kepalanya Tara hingga membuat Tara semakin menempel saja didadanya.
"Aaaaaaauuuuuhhh", de***h Dokter bella ketika Tara mengh***p penuh na***u squishy miliknya.
Tara setelah beberapa menit menikmati squishy kenyal miliknya Dokter Bella dia lalu melepaskannya dan Tara mulai melepaskan apa yang menempel dan melekat ditubuhnya.
Begitupun dengan Dokter Bella, dia juga melepaskan celana jins serta sepatu bootsnya dan lainnya juga, hingga akhirnya Tara dan juga Dokter Bella sama-sama sudah tidak memakai satu helai pun ditubuh mereka.
Tara langsung saja menjatuhkan Dokter Bella diatas ranjang dengan Dokter Bella berada dibawah badannya. Tara mulai melancarkan aksinya dengan mulai menciumin dan memberikan kecupan disetiap lekuk tubuhnya Dokter Bella.
Dokter Bella dia mulai sudah tidak tahan akan rangsangan dan godaan dari suaminya Tara.
Hingga tiba juga Tara didepan liang surgawinya Dokter Bella. Tanpa menunggu lama Tara langsung saja menikmati liang surgawinya Dokter Bella dengan begitu naf***unya.
Dokter Bella dibuat mend***h tidak karuan dengan permainan lidahnya Tara didaerah inti kewanitaannya itu.
"Aaaah, enak Tara, ayo lagi, masukan lagi lidahnya", de***h dan racau dari Dokter Bella.
Tara langsung melakukan sesuai keinginannya Bella, dan setelah sekian menit bermain cantik diliang surgawinya Dokter Bella, akhirnya Dokter Bella sampai juga dipuncak kenikmatannya yang pertama.
__ADS_1
Ketika Bella sudah sampai dipuncaknya, Tara langsung saja beranjak dari liang surgawinya Dokter Bella.
Tara tanpa meminta pemanasan terlebih dahulu dari Dokter Bella, tanpa aba-aba Tara langsung saja memasukkan terong jumbonya kedalam miliknya Dokter Bella.
"Aaaaauuuuuhhh", de***h reflek dari Doker Bella yang terkejut karena tiba-tiba Tara langsung saja memasukkan milikknya kedalam liang surgawinya Dokter Bella.
"Aaaaah sempit, enak", racau Tara ketika sudah memasukkan miliknya kedalam liang surgawinya Dokter Bella.
Tara langsung menggerakkan miliknya maju mundur dengan gerakan yang cukup intens dan teratur. Ketika dirasa sudah bosen dengan posisi itu, Tara mengajak Dokter Bella untuk berganti posisi dengan berdiri.
Dan setelah berganti posisi untuk yang ketiga kalinya akhirnya Tara sampai juga pada puncak kenikmatannya, dan langsung saja menembakkannya cairan berharganya kedalam rahimnya Dokter Bella.
Mereka berdua langsung saja ambruk diatas ranjang dengan nafas yang masih tersengal-sengal karena baru saja merasakan kenikmatan surga dunia.
"Tidak akan pernah bosan, dan rasanya selalu nikmat sayang", kata Tara kepada Dokter Bella sambil melihat kearahnya Dokter Bella yang sedang tiduran disampingnya itu.
"Kita tidur saja dulu ya sayang, badanku rasanya capek sekali, ingin beristirahat", kata Dokter Bella kepada suaminya.
"Iya sayang", jawab Tara sambil menarik Dokter Bella untuk dipeluknya.
............>>>>><<<<<............
Kita pindah kenegara Hawaii yuk.
Dokter Simon dan Leyna mereka semakin hari semakin dekat saja, bahkan mereka berdua tadi pagi sarapan dan juga makan siang bersama, dan sekarang mereka sedang berlibur dan menikmati deburan ombak disalah satu pantai yang ada diHawaii.
"Jika kamu tinggal liburan seperti ini bagaimana dengan pekerjaanmu Leyna??", kata Dokter Simon kepada Leyna sambil melihat hamparan air laut yang ada didepannya.
"Sudah aku serahkan kepada anak buah serta sekretaris aku Simon", jawab Leyna kepada Dokter Simon.
Leyna sendiri dia saat ini sedang menggunakan bikini yang sangat seksi sekali, dan ketika tadi pertama kali melihat Leyna memakai bikini sesuatu didalam celananya Dokter Simon seperti ada yang memberontak.
Padahal selama ini peliharaannya Dokter Simon memberontak hanya kepada wanita tertentu saja, contohnya saja ketika Dokter Simon membayangkan tubuhnya dari Dokter Bella dulu.
Walau sering melihat wanita memakai bikini akan tetapi miliknya Dokter Simon tidak pernah memberontak seperti ketika tadi melihat Leyna memakai bikini.
Dan entah kenapa fikiran Simon tidak bisa teralihkan dari tubuhnya Leyna yang sangat menggodanya itu saat ini.
__ADS_1
Sedang Dokter Simon dia juga hanya memakai kemeja pantainya dengan kancing yang sengaja tidak dikancingkan, dan jangan lupakan celana pendeknya.
Para wanita banyak yang mencuri pandang kearah tubuh kekar dan bagusnya Dokter Simon, begitupun dengan Leyna, akan tetapi Leyna bisa memperlihatkan ekspresi yang biasa saja dihadapannya Simon.
"Mau berenang", ajak Leyna kepada Dokter Simon.
"No, kamu saja aku tunggui disini", jawab Dokter Simon kepada Leyna.
"Ok, kalau begitu aku kesana dulu ya Simon", kata Leyna lagi kepada Dokter Simon sambil berdiri dari duduknya.
Dokter Simon hanya mengangguk saja menaggapi perkataannya Leyna, dan Leyna saat ini sudah berlalu dan berjalan menuju kearah pantai.
Bahkan Dokter Simon dia tidak mengalihkan pandangannya sedikitpun kearahnya Leyna yang sedang berjalan kearah pantai.
"Kenapa kamu berdiri ditempat yang tidak tepat ferguso", kata Dokter Simon dengan gemas kepada palu thornya sendiri yang sedang On melihat kemolekan tubuhnya Leyna yang sedang berjalan menuju kepantai untuk berenang.
Dokter Simon dengan setia dia masih menunggu Leyna yang sedang berenang menikmati air laut yang begitu jernih dan biru itu.
Pantai yang mereka datangi tidak terlalu ramai pengunjungnya, karena hari itu bukan hari weekend.
Setelah beberapa menit berenang, akhirnya Leyna selesai juga berenangnya dan ketika Leyna yang baru saja keluar dari dalam air dengan tubuh serta rambut yang basah, Dokter Simon yang melihatnya dia begitu sakit sekali menahan sesuatu yang ingin dikeluarkannya itu dari dalam celananya.
"Sungguh seksi, dan ini sangat menyiksaku", kata Dokter Simon dengan pelan ketika melihat Leyna sedang berjalan kearahnya dengan keadaan yang begitu menggoda sekali.
"Apa kamu tadi mengatakan sesuatu Simon??", tanya Leyna kepada Dokter Simon ketika sudah sampai dihadapannya Dokter Simon sambil mengeringkan rambutnya menggunakan handuk yang dibawanya didalam tas.
"Oh tidak", kata Dokter Simon kepada Leyna sambil menampilkan muka yang biasa saja.
Dan Leyna dia hanya tersenyum saja kepada Dokter Simon sambil matanya tidak sengaja melihat sesuatu ketika dia sedang menunduk mengusap rambutnya.
...π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯...
Hayo nih siapa yang tahu apa yang sedang dilihat oleh Leyna π€£ π€£ π€£
...πππππππππππππ...
***TBC***
__ADS_1