GADIS LUGU PEMIKAT HATI

GADIS LUGU PEMIKAT HATI
BONCHAP 22


__ADS_3

Dengan bibir yang tersenyum tipis, Arga lalu menjawab perkataan dari Veronica dan juga Mamahnya itu.


"Kakak cuma takut saja sayang, jika kamu diambil dari sisinya Kakak", kata Arga kepada Vero sambil membalas genggaman tangannya Veronica tadi.


"Percayalah Kak, cinta Vero hanya untuk Kakak seorang, apalagi didalam perutnya Vero sudah ada calon buah hati kita dua sekaligus sayang", jawab Vero kepada Arga dengan bibir yang tersenyum manis sekali.


"Sebagai laki-laki normal, pastilah Kakak sangat cemburu sekali Vero, apalagi kamu dicintai oleh Kakak kandung aku sendiri yang sangat aku sayangi juga", kata Arga lagi kepada Vero dan masih didengar oleh Mamah Iris yang masih duduk dikursi sebelah brankarnya Vero.


"Tapi benar apa kata Mamah, jika Kak Daneil tidak mungkin merebut kamu atau merusak rumah tangga kita hanya demi kebahagiannya saja sayang", lanjut lagi perkataannya Arga kepada Vero dan Mamahnya.


"Disini Kakak baru sadar, jika Kakak tidak boleh terlalu berfikir negatif kepada Kak Daneil, yang jelas-jelas Kakak sangat tahu sekali bagaimana karakter dari Kak Daneil kepada Kakak sayang selama ini", sambung lagi perkataannya Arga kepada Vero.


Perkataannya Arga membuat Mamah Iris langsung tersenyum manis sekali kepada Arga.


"Berjanjilah Arga kepada Mamah, jika kamu tidak akan marah kepada Kakak kamu jika dia masih mencintai istri kamu Vero sampai sekarang", kata Mamah Iris kepada Arga.


"Karena cinta tidak bisa disalahkan Arga, dia bisa datang kepada siapa saja dan dengan orang yang mana saja", lanjut lagi perkataannya Mamah Iris kepada Arga.


"Dan cintanya Kakak kamu Daneil kepada Vero, itu tidak salah, yang salah jika Kakak kamu memaksakan cintanya itu untuk merebut Veronica atau merusak rumah tangga kalian hanya untuk menyempurnakan cintanya itu Arga", sambung lagi perkataannya Mamah Iris kepada Arga.


"Apakah kamu faham Arga??", tanya Mamah Iris kepada Arga.


"Iya Mah, Arga faham, Arga berjanji tidak akan marah kepada Kakak dan Mamah benar apa yang semua Mamah katakan itu, jika cinta tidak mesti harus memiliki", jawab Arga kepada Mamahnya sambil tersenyum.


Vero yang melihatnya dia juga langsung lega sekali, karena beban yang beberapa hari belakangan dia tanggung sudah terungkap semua.

__ADS_1


Vero merasa senang sekali dengan Mamah mertuanya itu yang membantunya berbicara dengan suaminya yaitu Arga.


"Iya kamu benar juga Arga, jika cinta tidak harus memiliki, dan Kakak kamu Daneil dia sedang mencoba menjalani hari-harinya dengan bahagia walau cuma dengan melihat wanita yang dicintainya bahagia, jadi hargailah perasaannya juga, jangan pernah mengungkit atau membicarakannya kepada Kakak kamu jika kamu sudah mengetahui semua tentang rahasianya", kata Mamah Iris lagi kepada Arga.


"Iya Mah Arga berjanji tidak akan mengungkit hal ini kepada Kak Daneil", jawab Arga kepada Mamahnya.


"Dan Kakak tidak marah kan sama Vero", kata Vero juga kepada Arga.


"Kakak sudah tidak marah sayang, hanya saja tadi Kakak sangat terkejut sekali ketika mendengar informasi yang begitu mengejutkan", jawab Arga kepada Veronica sambil tersenyum tipis.


"Hiduplah berbahagia kalian berdua, dan doakan Kakak kalian semoga dia cepat mendapatkan jodohnya, karena sejujurnya Mamah juga sangat khawatir sekali dengan Kakak kalian Daneil yang sudah berumur segitu dia belum mempunyai keinginan untuk menikah, malah sibuk dengan pekerjaannya terus", kata Mamah Iris kepada Arga dan juga Vero.


"Nanti Arga akan usahakan membantu Kak Daneil supaya bisa dekat dengan para wanita Mah, tenang saja", jawab Arga kepada Mamahnya dengan gayanya yang santai seperti semula, yang menandakan jika Arga sudah tidak marah lagi seperti tadi.


Mamah Iris dan Veronica langsung saja tertawa kecil mendengar perkataannya Arga tadi.


Kita berpindah tempat didepan ruang operasi yang ada Ayah Geoff dan juga Alex.


Setelah menunggu sekitar beberapa jam lamanya, akhirnya operasinya Daneil selesai juga dengan sangat lancar sekali.


Para Dokter yang berjuang mengoperasi Daneil mereka semua langsung saja bersyukur bisa menyelamatkan nyawanya Daneil yang sudah diujung tanduk tadi.


Daneil yang sudah selesai dioperasi dia langsung saja dipindahkan keruang perawatan intensif yang pastinya ruang VVIP sama seperti Vero yang ada dirumah sakit tersebut.


Alex dan Ayah Geoff mereka berdua masih dengan setia menemani kemana arah brankarnya Daneil didorong menuju keruang perawatan biasa untuk memulihkan kondisinya Daneil.

__ADS_1


Ketika sudah sampai didalam ruang inapnya Daniel, sang Dokter tadi yang ikut mendorong brankarnya Daneil dia langsung saja memberitahukan semua tentang kondisinya Daneil kepada Ayah Geoff dan juga Alex dengan duduk dishofa yang ada didalam ruangannya Daneil.


"Kondisinya Tuan Daneil belum membaik Tuan-Tuan, tapi dia tadi sudah melewati masa kritisnya ketika didalam ruang operasi", kata Dokter itu kepada Alex dan juga Ayah Geoff.


"Sebenarnya apa yang terjadi dengan anak saya Dokter, kenapa dia sampai diopersi dengan waktu yang cukup lama sekali tadi??", tanya Ayah Geoff kepada Dokter yang duduk diseberangnya.


"Tuan Daneil dia mengalami patah tulang yang cukup parah disalah satu tulang rusuknya Tuan, dan dia juga mengalami sedikit pendarahan dikepalanya karena terbentur benda keras ketika mengalami kecelakaan itu, tapi syukur dan untungnya patahan tulang rusuknya Tuan Daneil tidak sampai mengenai jantungnya, jika sampai itu terjadi hanya Tuhan yang tahu keajaibannya Tuan", jawab Dokter itu kepada Ayah Geoff dan masih didengar oleh Alex juga yang duduk disitu bersama mereka berdua.


"Untuk pendarahan yang ada dikepalanya untung juga tidak terlalu parah Tuan", lanjut lagi perkataan Dokter tersebut.


"Dan kami juga sudah memasangkan baut dan piringan yang berfungsi untuk menstabilkan tulang rusuk yang patah, supaya untuk mempercepat pemulihan, dan mengurangi rasa sakit yang nanti akan dialami oleh Tuan Daneil Tuan-Tuan", lanjut lagi perkataan dari Dokter itu kepada Ayah Geoff dan Alex.


"Berapa lama anak saya bisa sembuh Dokter??", tanya Ayah Geoff lagi kepada Dokter tersebut.


"Diperkirakan bisa berlangsung sekitar 4 - 6 bulan Tuan untuk mulai dilakukan mobilisasi aktif bertahap dan penyembuhan total bisa dicapai hingga bertahun-tahun", jawab Dokter itu kepada Ayah Geoff.


"Anak saya dia bekerja sebagai tentara, apakah itu artinya dia harus mengundurkan diri dari pekerjaannya Dokter, karena Dokter kan tahu sendiri menjadi tentara itu tidaklah mudah, apalagi dia baru saja mengalami kecelakaan seperti ini??", tanya Ayah Geoff lagi kepada Dokter tersebut.


"Untuk masalah itu, kita lihat kedepannya dulu bagaimana Tuan, jika Tuan Daneil sudah tidak kuat, Tuan Daneil lebih baik mengundurkan diri menjadi tentara dan mencari pekerjaan yang sekiranya tidak memerlukan fisik yang terlalu berat", jawab Dokter tersebut kepada Ayah Geoff.


Sedangkan Alex dia hanya diam saja daritadi, sambil terus mendengarkan percakapan antara Ayah Geoff dan Dokter yang ada didepannya.


Dan ketika semua sesi tanya jawab dan penjelasan sudah dijabarkan semua oleh Dokter tersebut, serta sudah difahami oleh Ayah Geoff dan juga Alex, Dokter itu akhirnya dia berpamitan pergi kepada Ayah Geoff dan juga Alex untuk melanjutkan pekerjaannya lagi.


Ayah Geoff dan Alex mereka berdua mengucapkan terimakasih kepada Dokter yang berpamitan kepada mereka berdua sebelum Dokter itu beralu pergi dari dalam ruang perawatannya Daneil.

__ADS_1


...🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁...


...***TBC Bonchap***...


__ADS_2