GADIS LUGU PEMIKAT HATI

GADIS LUGU PEMIKAT HATI
CHAPTER 123


__ADS_3

Membahas Tara dan juga istrinya Bella, mereka berdua saat ini sangat-sangat menikmati masa-masa bulan madu mereka.


Dipulau pribadi dengan fasilitas yang sangat lengkap dan ditambah dengan pemandangan yang sangat menakjubkan sekali, membuat Dokter Bella dia sangat betah sekali berada dipulau pribadi milik suaminya itu.


Pada suatu pagi Bella yang terbangun terlebih dahulu dari Tara, dia merasakan gejolak diperutnya yang sungguh sangat luar biasa sekali.


Dokter Bella dia langsung saja berlari menuju kedalam kamar mandi untuk memuntahkan sesuatu yang ada didalam perutnya.


Tara yang masih tertidur lelap dalam tidurnya dia tidak menyadari jika istrinya sedang muntah-muntah didalam kamar mandi yang ada didalam kamar.


Setelah muntah-muntah akan tetapi tidak keluar apa-apa, Dokter Bella dia berdiam sejenak sambil melihat wajahnya yang ada dicermin dekat dengan wastafel.


"Apa aku salah makan kemarin, biasanya tidak seperti ini??", Bella berbicara sendiri sambil mengingat-ingat makanan apa yang dimakannya kemarin.


"Sepertinya aku tidak salah makan kemarin??", jawab Bella sendiri sambil masih melihat kearah cermin yang ada didepannya.


"Apa karena masuk angin, sebab kemarin bermain dan berenang didekat air terjun yang ada dibawah bukit??", kata Bella lagi untuk dirinya sendiri.


"Bisa jadi", jawab Bella lagi sambil masih berbicara sendiri didalam kamar mandi.


"Atau jangan-jangan aku hamil, karena dari terakhir datang bulan kemarin, sudah satu bulan lebih aku belum datang bulan lagi", kata Bella dengan perasaan yang sangat deg-degan sekali.


"Tapi bisa jadi aku hamil, karena selama melakukan itu dengan Tara, kita tidak pernah menggunakan pengaman sama sekali", kata Bella lagi untuk kesekian kalinya.


"Tapi aku tidak mau berekspetasi yang lebih dahulu, karena aku tidak mau kecewa nantinya, tapi akan aku coba tes, karena kemungkinan besar aku hamil adalah sembilan puluh sembilan persen", kata Bella sambil berlalu keluar dari dalam kamar mandi.


Ketika baru saja keluar dari dalam kamar mandi, Dokter Bella dia melihat suaminya Tara masih tertidur dengan posisi terlentang dengan sangat nyenyak sekali.


Dengan gerakan perlahan Bella langsung berjalan kearah kopernya dan mengambil alat kecil yang selalu dibawanya untuk berjaga-jaga, dan alat itu adalah sebuah testpack.


Tidak cuma satu merk saja Bella membawa testpacknya, setidaknya ada sepuluh merk testpack yang dibawanya dan ditaruh didalam koper disebelah bawah dan hanya Dokter Bella saja yang mengetahui letak testpack itu berada.


Setelah mendapatkan apa yang diinginkannya, Bella langsung saja berjalan lagi menuju kedalam kamar mandi, dan kebetulan Bella juga belum buang air kecil pagi itu.

__ADS_1


Ketika sudah menampung urinnya didalam wadah yang sudah dia siapkan juga, Dokter Bella langsung saja mencelupkan setidaknya langsung tiga testpack sekaligus kedalam urinnya.


"Ya Tuhan, rasanya hatiku sangat berdebar-debar sekali", kata Bella sambil menunggu hasil testnya keluar.


Setelah menunggu sekitar tiga menitan, akhirnya hasil semua testpack yang dia gunakan sudah menunjukkan hasilnya.


Dan Dokter Bella dia lalu meredakan perasaannya terlebih dahulu, sebelum melihat hasil testpack dari ketiga testpack yang dia gunakan.


.........>>>>><<<<<<..........


Supaya readers pada penasaran dengan hasil testpacknya Dokter Bella, kita bahas Simon dan juga Leyna lagi yuk.


Setelah menunggu Leyna terbangun sambil merenung, sekitar setengah jam kemudian Leyna akhirnya dia bangun juga dari tidur lelapnya.


Dan ketika Simon dan juga Leyna bangun dari tidurnya, ternyata sudah pagi saja, dan waktu juga sudah menunjukkan pukul delapan pagi.


Ketika Simon melihat Leyna bergerak ingin bangun, dia langsung saja berpura-pura memejamkan matanya.


"Astaga apa yang baru saja aku lakukan semalam dengan dia", kata Leyna dengan Lirih sambil mengusap wajahnya dengan kasar, ketika sudah terbangun dan duduk sambil badannya disandarkan kesandaran ranjang.


Dan Simon pun juga mendengar apa yang dikatakan oleh Leyna baru saja tadi.


Simon yang sudah tidak tahan dari kepura-puraannya tertidur, dia lalu membuka matanya dengan perlahan, seolah-olah dia baru saja bangun tidur.


Dan Leyna yang melihat Simon bangun pun dia hanya diam saja sambil menutupi wajahnya menggunakan kedua telapak tangannya.


"Hey Leyna sudah bangun daritadi kamu??", kata Simon berpura-pura menyapa Leyna.


"Simon bagaimana ini, bukannya kita tidak mau melakukan ini, kenapa kita bisa sampai melakukan seperti ini, bagaimana kalau aku hamil, aku takut jika harus membesarkan anak ini sendiri", kata Leyna kepada Simon dengan bingung, walau sebenarnya Leynalah kemarin yang menyuruh Simon untuk terus melanjutkan kegiatan panas mereka.


"Hey susst, kan masih ada aku Leyna, tapi kemungkinan kamu hamil juga sedikit Leyna, karena kita hanya melakukannya sekali, tapi jika kamu dalam keadaan sangat subur, ya besar kemungkin kamu bisa hamil", kata Simon mencoba menenangkan Leyna, sambil melihat kearahnya Leyna.


"Tapi Simon tetap saja aku takut, jika harus hamil sebelum menikah, bagaimana kalau kamu tidak percaya jika anak yang aku kandung adalah anak kamu??", kata Leyna kepada Simon sambil menangis.

__ADS_1


Simon yang melihat ada air mata yang keluar dari kelopak matanya Leyna dia langusng saja memeluk Leyna dan membawanya kedalam pelukan hangatnya.


"Aku percaya Leyna, kamu baru pertama kali melakukan itu kepada laki-laki, aku berjanji kepada kamu, jika kamu benar-benar hamil anak aku, aku akan menikahi kamu dan aku juga berjanji akan mencintai kemu setulus hati aku, aku janji Leyna", kata Simon kepada Leyna yang sedang dipeluknya dengan sambil mengusap lembut rambutnya Leyna.


Leyna yang sedang dipeluk oleh Simon, dia pun juga membalas pelukannya Simon, dan ketika berada didalam pelukannya Simon, Leyna merasa sangat nyaman sekali sangat berbeda ketika dipeluk oleh Vino yaitu mantan pacarnya dulu.


Begitupun dengan Simon dia pun juga merasakan hal sama seperti apa yang dirasakan oleh Leyna.


"Emm Simon tapi ini kamu bagaimana, yang sudah On begini??", kata Leyna sambil meremas palu thornya Simon yang sedang e***si dipagi hari seperti halnya laki-laki pada umumnya.


Karena mereka berdua sedang berpelukan dengan keadaan yang masih polos tanpa pakaian dan dibawah selimut yang sama.


Bukan cuma karena kebiasaan setiap paginya palu thornya Simon berdiri, akan tetapi karena squishynya Leyna yang menempel empuk didadanya itu yang menyebabkan Simon langsung ter***ng dan langsung mode siaga itu ular pitonnya.


"Aaah Leyna, apa yang kamu lakukan??", kata Simon dengan sangat terkejut sekali ketika terong jumbonya tiba-tiba diremas oleh Leyna.


Leyna yang mendengar suara d***hannya Simon dia lalu tertawa kecil sambil terus memainkan miliknya Simon menggunakan tangannya.


"Leyna stop, atau aku akan melakukannya lagi kepada kamu kegiatan panas seperti semalam", kata Simon kepada Leyna sambil mencengkeram tangannya Leyna yang sedang memainkan terong jumbonya.


Dan Leyna pun sepertinya tidak takut akan ancamannya Simon kepadanya, dan Leyna malah sekarang menj***t-j***t p***ngnya Simon hinga membuat Simon reflek melepaskan cengkeraman ditangannya Lelyna.


...πŸ’šπŸ’šπŸ’šπŸ’šπŸ’šπŸ’šπŸ’šπŸ’šπŸ’šπŸ’šπŸ’šπŸ’šπŸ’š...


Lanjut yang mana dulu ini readers, Dokter Bella sama Tara atau Simon dan juga Leyna.



Yuk ramaikan readers ceritanya si VicktorπŸ˜…πŸ˜…πŸ˜‰


...🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁...


***TBC***

__ADS_1


__ADS_2