
Dipagi yang sama namun ditempat yang berbeda, Leyna dan juga Simon yang baru pulang dari pergi liburan didaerah dekat-dekat saja, masih bisa dijangkau menggunakan kendaran roda empat selama dua hari lamanya.
Saat ini mereka berdua sudah berada dirumah mereka sendiri, dan baru saja sampai dirumah mereka tadi malam sekitar jam sepuluh malam.
Leyna pagi itu yang merasa tidak enak badannya, ketika bangun tidur dia merasakan kepalanya sangat pusing sekali. Hingga wajahnya pun terlihat sangat pucat sekali.
Ketika baru menapakkan kakinya kebawah lantai dengan masih duduk dipinggiran ranjang, Leyna melihat bayangan semua benda mengambang dan melayang mutar-mutar didepannya.
Simon yang sedang berada didalam kamar mandi dia tidak mengetahui kondisinya Leyna, karena Simon dia memang sudah bangun duluan dari Leyna tadi, sebab dia ada shif pagi dirumah sakit.
Leyna yang ingin beranjak dari atas ranjang, dan ketika dia berdiri dia langsung saja terjatuh pingsan dilantai dekat dengan ranjang, karena pusing yang sangat pusing sekali yang dirasakannya.
Sedangkan Simon yang sudah selesai mandinya, dia lalu keluar dari dalam kamar mandi namun masih menggunakan handuk sepinggangnya saja, dia sangat terkejut sekali ketika melihat Leyna tergeletak diatas lantai nan dingin seperti itu.
Sontak saja Simon langsung berlari mendekati Leyna yang sedang pingsan itu.
"Leynaaaa!!!!*",, teriak Simon kepada Leyna.
Simon lalu mengangkat Leyna keatas ranjang terlebih dahulu, setelahnya dia lalu memeriksa kondisinya Leyna kenapa bisa sampai pingsan seperti itu.
Ketika sudah diperiksa sama Simon, Simon tidak menemukan penyakit yang serius didalam dirinya Leyna.
Namun tetap saja Simon merasa sangat khawatir sekali melihat kondisi istrinya yang wajahnya sangat pucat seperti itu.
Simon lalu mengambil ponselnya yang berada diatas meja sebelah ranjang, untuk menghubungi rumah sakitnya itu supaya segera menyediakan ruang perawatan untuk Leyna.
Ketika sudah menelfon para stafnya, Simon dengan segera beranjak pergi menuju keruang walk ini closet miliknya untuk berganti pakaian asalnya yang terpenting masih pantas digunakan untuk berangkat kerumah sakit.
Ketika sudah selesai berganti pakaiannya hanya dalam waktu hitungan satu menit, Simon langsung saja berlalu keluar dan ingin segera membawa Leyna kerumah sakit.
Simon diwaktu ingin mengangkat badannya Leyna, dia baru teringat jika Leyna sedang menggunakan baju tidur yang sangat tipis.
Alhasil Simon lalu beranjak lagi kedalam walk in closet untuk mengambil bajunya Leyna dengan asal yang lebih pantas untuk keluar rumah.
Dengan sangat hati-hati sekali, Simon lalu menggantikan pakaiannya Leyna menggunakan dress yang baru saja diambilnya itu.
__ADS_1
Setelahnya Simon langsung saja dengan segera membawa Leyna kerumah sakit menggunakan mobilnya.
Simon mengendarai mobilnya dengan kecepatan yang cukup sedang, karena pagi itu jalanan cukup padat karena masih dijam sibuk.
Empat puluh menitan berkendara akhirnya Simon sampai juga dirumah sakit tempatnya bekerja, karena tadi terjebak macet dijalan sebentar karena lampu merah.
"Sayang bertahan ya, aku yakin kamu pasti kuat", kata Simon kepada Leyna yang masih pingsan itu.
Simon langsung saja memarkirkan mobilnya didepan ruang UGD rumah sakitnya itu.
Dan para Dokter serta perawat yang melihat Direktur rumah sakitnya datang mereka langsung saja sigap mendekati Simon.
Para Dokter dan perawat yang melihat Direktur rumah sakit tempat mereka bekerja menggendong istrinya yang sedang pingsan, mereka lalu dengan cepat mengambil alih Leyna dan serta memberikan penanganan secepatnya untuk Leyna.
Simon dia juga ikut masuk kedalam ruang perawatannya Leyna, ketika Leyna sedang diperiksa oleh para Dokter jaga.
Kedua Dokter jaga yang ada diUGD mereka langsung saja memeriksa Leyna ditemani dengan asisstan mereka masing-masing.
Sedangkan Simon dia masih setia berdiri mengamati para Dokter dirumah sakitnya bekerja memeriksa Leyna.
"Sebenarnya istri saya sakit apa Dokter Dwi, karena tadi dirumah saya sudah memeriksanya, namun tidak ada tanda-tanda yang mengkhawatirkan", tanya Simon kepada Dokter laki-laki yang dia panggil dengan Dokter Dwi itu.
"Apakah karena dia kecapekan, sebab semalam kami baru saja pulang dari liburan??",, sambung lagi perkataannya Simon kepada Dokter Dwi.
Sedangkan Dokter yang satunya lagi, dia langsung saja keluar karena ada hal yang harus dia catat dan juga harus mempersiapkan ruangan untuk Leyna.
Dokter Dwi sebelum menjawab kepada Simon, dia lalu tersenyum ramah kepada Simon.
"Iya Nyonya Leyna memang sedikit kecapekan Dokter Simon, namun yang menyebabkan dia pingsan adalah karena Nyonya Leyna darahnya sangat rendah sekali, disebabkan Nyonya Leyna sedang hamil, dan dari perkiaraan saya Nyonya Leyna sudah hamil sekitar lima minggu", kata Dokter Dwi kepada Simon sambil tersenyum ramah dan sopan.
Walau Simon seorang Dokter, tetap saja Simon tidak terlalu faham dengan kondisi wanita yang sedang hamil muda, apalagi dia dalam keadaan panik.
Karena Simon adalah Dokter Spesialis Bedah, bukan Spesialis Kandungan.
Simon sangat terkejut sekali mendengar kabar berita yang menggembirakan dari Dokter Dwi yang mengatakan jika istrinya Leyna sedang hamil sekarang.
__ADS_1
"Apakah anda tidak berbohong kepada saya Dokter Dwi??",, tanya Simon kepada Dokter Dwi.
"Tidak Dokter, dan Dokter Zac tadi dia sedang menghubungi Dokter Weni untuk segera memeriksa Nyonya Leyna", jawab Dokter Dwi kepada Simon dengan ramah.
Dokter Zac sendiri dia adalah Dokter yang membantu Dokter Dwi tadi, dan Dokter Weni adalah Dokter Spesialis Kandungan yang ada dirumah sakit itu.
"Ok baiklah segera antarkan saya keruangannya Dokter Weni", perintah dari Simon kepada Dokter Dwi.
"Mari Dokter", jawab Dokter Dwi kepada Simon dengan sopan.
Dokter Dwi lalu menyuruh para asisstannya untuk mendorong brankarnya Leyna yang masih belum sadarkan diri itu menuju keruangannya Dokter Weni.
Dan setelah beberapa menit berjalan akhirnya mereka sampai juga didepan ruangannya Dokter Weni.
Leyna langsung saja digendong Simon untuk dipindahkan kebrankar periksa yang ada diruangannya Dokter Weni ketika sudah dibawa masuk kedalam ruangannya Dokter Weni.
Dan Dokter Weni sendiri dia langsung dengan segera memeriksa keadaannya Leyna, yang tadi sudah diberitahu oleh Dokter Zac melalui sambungan telefon.
Dokter Weni dia lalu mengUSG perutnya Leyna, dan benar saja ketika dicek menggunakan USG diperutnya Leyna ada sebuah titik kecil yang berada dirahimnya Leyna.
Yang menunjukkan jika Leyna memang benar-benar sedang hamil.
Simon sangat senang sekali melihat ada calon anaknya berada didalam perutnya Leyna, yang artinya dia dan juga Leyna sebentar lagi akan menjadi orang tua.
"Setelah saya cek, saya perkirakan Nyonya Leyna dia sedang hamil sekitar lima minggu lebih empat hari Dokter Simon", kata Dokter Weni kepada Simon dengan ramah dan sopan.
"Dan Nyonya Leyna sendiri dia bisa sampai pingsan seperti ini, karena Nyonya Leyna darahnya sangat rendah sekali", kata Dokter Weni lagi kepada Simon.
"Berikan saya obat yang terbaik untuk istri saya Dokter, dan siapkan juga ruangan VIP untuk merawat istri saya disini, sampai dia benar-benar membaik keadaannya", jawab Simon kepada Dokter Weni.
Dan Dokter Weni lalu menghubungi asisstannya untuk menyiapkan ruangan seperti yang diinginkan oleh Simon.
...πππππππππππππ...
***TBC***
__ADS_1