
Setelah menempuh perjalanan yang cukup lumayan singkat, karena Arga mengendarai mobilnya dengan kecepatan yang cukup tinggi itu, akhirnya mobil yang dikendarai oleh Arga sudah sampai berada didepan ruang UGD rumah sakit Cornelius Hospital.
Sedang Aleda yang yang tadi sedang berada didalam kamarnya sambil mendengarkan music untuk menemaninya mengerjakan pekerjaan rumahnya pun, dia tidak mengetahui jika Kakak tercintanya akan segera melahirkan calon kedua keponakannya itu.
Arga yang sudah keluar dari dalam mobil bersama Ayah Geoff dan Mamah Iris pun, dia langsung saja memanggil para suster dan Dokter yang ada diruang UGD dirumah sakit tersebut untuk mendekat kepadanya.
Para suster dan Dokter yang sedang berjaga melihat ada keadaan genting seperti itu, mereka semua langsung saja dengan sigap mendekati Arga yang sedang berusahaa mengeluarkan Vero dari dalam mobilnya.
Arga langsung saja memindahkan Vero keatas brankar yang tadi sudah disiapkan oleh para suster.
Dan para suster dan Dokter yang melihat jika Vero ingin segera melahirkan, mereka semua langsung saja dengan segera membawa Vero keruang bersalin yang ada dirumah sakit tersebut.
Arga, Ayah Geoff dan Mamah Iris mereka bertiga dengan setia menemani brankarnya Vero yang sedang didorong itu hingga Vero dibawa masuk kedalam ruang bersalin oleh para Dokter dan juga suster.
"Anda suami dari Nyonya ini??", tanya salah satu suster kepada Arga.
"Iya sus, saya suaminya", jawab Arga kepada suster tersebut.
"Mari silahkan ikut saya masuk Tuan", jawab suster tersebut kepada Arga.
Dan Arga dia langsung saja masuk bersama sang suster kedalam ruang bersalinnya Vero, sedangkan Mamah Iris dan Ayah Geoff, mereka berdua menunggu dengan setia didepan ruang bersalinnya Vero.
Ayah Geoff yang sedang khawatir seperti itu, dia tiba-tiba teringat jika dia harus menelfon Daneil.
Dan Daneil yang sedang berada dirumahnya sambil memainkan ponselnya, dia langsung saja mengangkat sambungan telefon dari Ayah Geoff.
"Halo Ayah", kata Daneil kepada Ayahnya.
"Halo Daneil, Vero saat ini sedang mau melahirkan, dan dia sedang berada diruang bersalin dirumah sakit Cornelius Hospital", kata Ayah Geoff kepada Daneil dengan segera.
Daneil yang mendengar kabar tersebut dia sedikit terkejut.
"Baik Ayah, Daneil akan segera datang kerumah sakit bersama istri Daneil", jawab Daneil kepada Ayah Geoff dan setelahnya sambungan telefon mereka akhirnya terputus juga.
__ADS_1
Dan Cacha yang berada tidak jauh dari Daneil sambil mengerjakan pekerjaannya, dia langsung saja bertanya kepada Daneil siapa yang sedang sakit.
"Vero Cha, istrinya Arga, dia mau melahirkan saat ini", jawab Daneil kepada Cacha.
"Waaah ayo Kak, kalau begitu kita segera datang kerumah sakit", kata Cacha kepada Daneil.
"Iya ayo, cepetan kamu segera bersiap-siap ya", kata Daneil kepada Cacha.
Dan Cacha hanya mengangguk saja kepada Daneil.
Setelahnya Cacha langsung saja beranjak berdiri dari duduknya untuk segera masuk kedalam ruang walk in closetnya untuk berganti pakaian.
Sedangkan Daneil dia langsung saja masuk kedalam kamar mandi, untuk mandi sebentar, karena ternyata Daneil daritadi dia belum mandi sebab masih merasa sangat capek sekali setelah pulang dari bekerja.
Ketika Daneil sudah selesai mandi, dia langsung saja berjalan menuju keruang walk in closet hanya menggunakan bathrobe saja untuk mengambil baju.
Alangkah terkejutnya Daneil ketika baru membuka pintu ruang walk in closet, dia melihat pemandangan yang sangat menggugah gair4h prianya.
Daneil bahkan dia sampai diam tidak berkutik sama sekali sambil matanya terus menatap kearahnya Cacha yang tidak sadar sedang dilihat oleh Daneil.
Sebab Cacha posisinya sedang membelakangi Daneil sambil bercermin dengan posisi miring.
Ketika Cacha berbalik badan dan belum sempurna dalam memakai branya, dia sangat terkejut sekali ketika melihat Daneil sedang berdiri mematung didepan pintu sambil menatap kearahnya.
Sayang seribu sayang, Cacha yang terkejut dia malah menjatuhkan bra yang sedang dipakainya itu, alhasil terlihatlah bukit squishynya Cacha yang sangat ranum itu dimatanya Daneil.
Daneil dia sampai tidak sadar ketika dia melihat pemandangan tubuhnya Cacha dia bahkan sampai menelan air liurnya itu.
Dan Cacha yang tersadar dia langsung saja dengan terburu-buru mengambil branya yang terjatuh itu serta langsung berbalik badan membelakangi Daneil lagi.
Sedangkan Daneil dia langsung saja menggelengkan kepalanya dan langsung juga berlalu pergi dari ruang walk in closet sambil menutup pintunya lagi.
Cacha dan Daneil mereka berdua setelah itu sama-sama canggung sekali ketika sudah selesai bersiap-siapnya.
__ADS_1
Bahkan ketika berada didalam mobil untuk menuju kerumah sakit pun, mereka berdua masih pada saling diam dengan fikiran mereka masing-masing.
Sedang kita berpindah kerumah sakit lagi, Arga yang masih dengan setia menemani Vero melahirkan pun, dia sampai ikut mengejan juga ketika Dokter kandungan yang menangani Vero menyuruh Vero untuk mengejan supaya babynya bisa pada keluar dengan sendirinya.
Vero yang sedang mengatur nafasnya yang sangat berantakan itu pun, Arga tanpa sadar juga menirukannya, hingga reflek membuat suster yang menemani sang Dokter tersenyum lucu ketika melihat Arga seperti itu.
Kejadian itu terus berulang hingga sampai baby yang pertama lahir kedunia dengan sangat sehat dan selamat dan berjenis kelamin perempuan.
Arga yang tidak melahirkan, rasanya dia juga ikut capek, namun rasa capeknya terbayarkan dengan melihat sendiri babynya sudah lahir dengan selamat dan sangat sehat itu.
"Ayo terus Nyonya, masih ada satu baby lagi", kata Dokter itu kepada Vero, ketika sang Dokter sudah memberikan baby yang pertama tadi kepada susternya untuk segera dibersihkan.
Vero disuruh untuk mengejan lagi sambil mengatur nafasnya, begitu pula Arga yang ikut mengejan sambil mengatur nafasnya juga.
Sungguh mungkin sangat lucu sekali mukanya Arga pada saat seperti itu, tapi itulah yang namanya reflek dan spontanitas ketika melihat orang yang kita sayang sedang berjuang antara hidup dan mati untuk melahirkan baby mereka.
Dan akhirnya berhasil juga, baby keduanya Vero dan Arga lahir dengan selamat sempurna sesuai harapan semua orang, dan kali ini berjenis kelamin laki-laki.
Sangat pas karena sudah sepasang, dan babynya Arga langsung saja mendapatkan perawatan untuk dibersihkan sisa darah yang menempel dibadannya.
Sedangkan Vero dia langsung saja mendapatkan penanganan pasca melahirkan dari sang Dokter kandungan tersebut.
Arga sendiri dia disuruh untuk menunggu sebentar dikursi yang ada didalam ruangan untuk menunggu Vero dan para babynya yang sedang mendapatkan penanganan.
Dan ketika para baby sudah selesai dibersihkan oleh para suster, mereka semua langsung saja diberikan dan diperlihatkan kepada Arga.
Sungguh air matanya Arga menetes dengan sendirinya ketika melihat hasil kerja nikmatnya dengan Vero bisa menghasilkan baby-baby yang sangat lucu-lucu seperti itu.
Dan Arga yang awalnya takut menggendong seorang baby, sekarang dia menjadi berani ketika memiliki baby sendiri apalagi dia melihat perjuangannya Vero tadi sangatlah susah sekali ketika ingin mengeluarkan sikembar.
...πππππππππππππ...
...***TBC Bonchap***...
__ADS_1