GADIS LUGU PEMIKAT HATI

GADIS LUGU PEMIKAT HATI
CHAPTER 129


__ADS_3

Kita kembali lagi keSimon dan juga Leyna.


Waktu cepat berlalu dan hubungannya Simon serta Leyna pun semakin dekat saja.


Semakin mengenal Simon Leyna menjadi tahu jika Simon itu orangnya ternyata sangat pencemburu sekali, hal itu Simon lakukan karena Simon takut kehilangan Leyna karena sudah ada tumbuh benih-benih cinta dihatinya Simon untuk Leyna.


Leyna sendiri pun juga sama halnya seperti Simon, dia juga sudah mulai menerima Simon dan sudah mulai tumbuh benih-benih cinta juga dihatinya.


Saat ini Simon dan juga Leyna mereka sedang berada didalam apartemennya Simon.


Ya sejak dua minggu yang lalu mereka berdua sudah pada pulang dari masa liburan mereka diHawaii.


"Simon pleaselah jangan cemburu terus ya, kan orang tadi cuma melirik aku saja, toh lagi pula tidak aku tanggapin, kalau kamu cemburu terus begini aku tidak sanggup Simon", kata Leyna kepada Simon yang sedang duduk disampingnya sambil merangkul mesra pundaknya Leyna.


"Tapi aku takut kehilangan kamu Leyna sayang, cukup sekali saja aku pernah kehilangan wanita yang aku cintai", kata Simon kepada Leyna sambil melihat kearah wajahnya Leyna.


"Apa kamu sendiri mencintai aku Simon, karena aku tidak pernah mendengar ungkapan kata cinta dari kamu", tanya Leyna kepada Simon sambil mengalihkan pandangannya kearahnya Simon.


Walau mereka sudah cukup lumayan dalam menjalin hubungan, akan tetapi memang Simon belum pernah mengungkapkan kata cinta kepada Leyna.


"Apakah hal itu harus aku ungkapkan juga Leyna??, bukannya dengan perhatianku selama ini apa belum membuktikkannya kepadamu??", jawab Simon kepada Leyna.


"Tapi aku seorang wanita Simon, tidak cuma butuh perhatian, tapi ungkapan juga", kata Leyna kepada Simon sambil melepaskan rangkulannya Simon dipundaknya.


"Jangan katakan jika kamu masih mencintai wanita yang dulu permah menolak kamu itu Simon!!", kata tegas dari Leyna kepada Simon.


Belum sempat Simon menjawab perkataan dari Leyna, Leyna sudah mengatakan sesuatu lagi kepada Simon.


"Jika kamu masih mencintai wanita itu, kamu tega Simon kepadaku setelah apa yang kita lalui selama ini bersama, apa kelebihan dari wanita itu hingga aku tidak bisa menggantikan posisinya dihati kamu??!!", kata Leyna lagi kepada Simon sambil mengeluarkan air mata dari kelopak matanya.


"Bukan Leyna, bukan, kamu dengarkan penjelasan dari aku dulu Leyna", kata Simon mencoba menahan Leyna yang sedang berdiri dan ingin pergi dari dalam apartemennya.


"Cukup Simon, tidak aku sangka ternyata kamu hanya memanfaatkanku sebagai pemuas nafsumu saja, aku kira kamu lebih baik dari Vino ternyata kamu lebih buruk dari dia!!!!", kata Leyna yang salah faham kepada Simon sambil menangis dan langsung beranjak pergi dari apartemennya Simon.

__ADS_1


"Leyna tunggu!!", kata Simon sambil mencegah Leyna, akan tetapi langsung dilepaskan dengan kasar tangannya Simon yang mencoba memegang pergelangan tangannya.


Leyna tanpa mendengarkan penjelasan yang sebenarnya dari Simon dia langsung saja berlalu pergi dengan keadaaan sambil menangis keluar dari dalam apartemennya Simon.


Leyna yang sudah sampai diparkiran apartemen dia langsung saja masuk kedalam mobilnya dan dia lalu mengendarainya dengan kecepatan yang cukup lumayan tinggi itu.


Sedang Simon yang ditinggal Leyna dia masih didalam apartemennya sambil merutuki dirinya kenapa dia susah sekali untuk mengatakan jika dirinya sudah melupakan Bella dan mulai mencintai Leyna.


"Cukup sekali aku kehilangan wanita yang kucintai, aku tidak mau untuk kedua kalinya mengalami hal yang sama, bagaimana pun caranya aku harus menjelaskan kepada Leyna jika aku sudah mulai mencintainya", tekad bulat dari Simon untuk Leyna.


Setelah mengatakan hal seperti itu, Simon langsung saja menyusun rencana untuk mengutarakan perasaannya kepada Leyna, dan Simon berharap semoga rencananya berjalan dengan lancar sesuai harapannya.


Kembali lagi keAna dan juga Alex. Tanpa terasa waktu cepat berlalu, saat ini usia kehamilannya Ana sudah menginjak usia ketiga puluh minggu atau sekitar jalan kedelapan bulan dan tinggal menghitung hari saja Ana akan melahirkan anak pertamanya.


Alex sangat semangat sekali menantikan buah hatinya yang akan lahir kedunia ini. Didalam kamar bayi yang sudah disiapkan untuk calon buah hatinya pun sudah penuh dengan barang-barang yang dibelikan oleh orang tua mereka masing-masing.


Diusia kehamilannya Ana yang sekarang Ana sudah sering mengalami yang namanya capek dan kesulitan untuk berjalan dan juga tidur.


Dichek kandungan yang usia keenam bulan kemarin saja, Alex dan juga Ana yang sudah sangat antusias sekali ingin mengetahui apa jenis kelamin anak mereka akan tetapi masih tidak bisa karena pada saat dicek ditutupin dengan kedua kakinya lagi.


Alhasil untuk chek kandungan yang dibulan berikutnya, Alex dan juga Ana sepakat memutuskan untuk tidak mau mengetahui apa jenis kelamin dari calon buah hati mereka berdua, biarlah menjadi kejutan dikemudian hari jika waktunya sudah lahir, begitulah fikir mereka.


Ana dan juga Alex saat ini sedang menikmati masa-masa berdua saja didalam kamar yang ada didalam mansionnya Alex sambil mengajak berbicara calon buah hati mereka, dan selalu direspon aktif dari sang babynya.


"Lihat sayang dia selau menendang jika Kakak ajak bicara", kata Alex kepada Ana sambil mengusap lembut perut besarnya Ana.


Ana yang duduk dipinggir ranjang dengan Alex yang berjongkok didepan perut besarnya Ana sambil menempelkan telinganya diperutnya Ana.


"Iya Kak, Ana rasanya sangat bahagia sekali bisa merasakan apa yang namanya mengandung", jawab Ana kepada Alex sambil tersenyum senang.


"Lihat dia mendang lagi, rasanya Kakak sudah tidak sabar ingin melihat dia keluar sayang", kata Alex kepada Ana sambil duduk disebelahnya Ana.


Dan Ana hanya mengangguk serta tersenyum manis saja menanggapi perkataannya Alex.

__ADS_1


"Kakak perhatikan kamu tambah lucu dan menggemaskan dengan pipi bulat dan badan kamu yang tambah berisi sayang", kata Alex kepada Ana sambil mencubit mesra pipi tembamnya Ana.


Iya Ana semakin hari semakin monthok saja badannya, dan semakin berisi, walau demikian, Ana tidak terlihat jelek melainkan malah terlihat semakin cantik, karena dasarnya wajah Ana sudah cantik dari sananya.


"Tidak apa-apa yang penting si baby sehat dan Kakak tidak malu mempunyai istri yang gendut begini seperti Ana kak", jawab Ana dengan pemikiran dewasanya.


"Untuk apa malu sayang, kamu begini karena sudah mau susah payah untuk mengandung anaknya Kakak ko", kata Alex kepda Ana sambil mencium mesra pipinya Ana.


"Coba lihat Kak", kata Ana kepada Alex sambil mengeluarkan salah satu squishynya yang sebelah kiri dan sudah mengeluarkan sedikit asi.


Alex yang melihat tingkahnya Ana dia langsung saja melototkan matanya karena terkejut. Dan ukuran bukit squishynya Ana pun semakin besar saja mengikuti berat badan dan kandungannya juga yang sudah semakin tua.


"Memangnya itu kenapa sayang??", tanya Alex kepada Ana sambil menunjuk squishynya Ana yang dikeluarkan Ana tadi.


"Ini sudah keluar air susunya, Kakak mau coba", jawab Ana sambil memencet put1ngnya yang sudah bisa mengeluarkan asi.


Alex yang terkejut dia langsung saja tertawa kecil melihat kelakuannya Ana.


"Memangnya boleh??", jawab Alex sambil menggoda Ana.


"Boleh ini", kata Ana sambil mendekatkan squishy sebelah kirinya yang dikeluarnya tadi kepada Alex.


Alex langsung saja tertawa bahagia melihat tingkahnya Ana dan tanpa membuang waktu lagi Alex langsung melah4p bukit squishnya Ana itu dengan perlahan.


...🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼...


Mampir yuk dinovelnya author yang baru😍😍



...🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁...


***TBC***

__ADS_1


__ADS_2