
"Tuan Alex, bukannya Tuan sedang berada diAustralia?? ", kata Tara dengan terkejut ketika melihat Alex masuk bersama Tuan Gavi dan seseorang yang tidak dia kenal.
"Tuan Karl, senang bisa bertemu secara langsung dengan anda, saya Arjun dan saya ingin menjadi seperti anda", kata Arjun yang melihat Karl masuk bersama Tuan Gavi dan juga Alex sambil mengulurkan tangannya kepada Karl.
"Senang bertemu dengan anda juga Tuan Arjun", jawab Karl sambil membalas jabat tangannya Arjun.
"Tuan Fredo anda sudah mendengar sendiri, ini Karl orang yang ingin anda mintai tolong", kata Tuan Gavi kepada Tuan Fredo.
"Tuan Fredo dan Tuan Tara, bisa jelaskan kepada saya dan Papi apa yang sebenarnya terjadi kenapa Ana bisa sampai begini", tanya Alex dengan nada tegas kepada Tuan Fredo dan juga Tara
Tara lalu menjelaskan cerita keseluruhannya kepada semua orang yang ada diruang CCTV, terutama kepada Tuan Gavi dan juga Alex.
"Maka dari itu kami meminta anda Tuan Gavi untuk mengajak Karl kesini", kata Tara selanjutnya.
"Sia***n, siapa orang itu yang berani membuat Ana hampir saja meregangkan nyawanya", kata Alex dengan geram sambil mengepalkan tangannya.
"Orang itu sudah merencanakan secara matang Xander, hingga CCTV pun sulit kita lacak", kata Simon kepada sepupunya Alex.
"Coba kau Karl perbaiki CCTVnya seperti semula", perintah dari Tuan Gavi untuk Karl.
Dan Karl sendiri yang juga sudah mendengar cerita keseluruhannya tadi, dia menjadi faham apa yang harus dia lakukan.
Karl lalu duduk dikursi yang sebelumnya diduduki oleh Arjun tadi, semua orang yang ada disitu mengamati dengan seksama apa yang sedang dikerjakan oleh Karl.
Dengan kepihawaiannya dia lalu memindahkan semua data-data dan sistem dari CCTV rumah sakit kelaptopnya.
Dengan kepintarannya dan pengalamannya yang bertahun-tahun menggeluti pekerjaan itu, tidak membutuhkan waktu lama, hanya sekitar tiga puluh menit saja Karl sudah bisa membuka sistem yang untuk meretas CCTV dari rumah sakit.
Tidak salah, jika Karl dijuluki peretas nomor satu didunia oleh para peretas yang tersebar diseluruh dunia.
Ditempat lain Tuan Vigor yang sedang merayakan kemenangannya dengan ja**ng dan melakukan itu dikantornya pun tidak mengetahui jika riwayat dia sebentar lagi akan tamat.
Sedangkan Xandi yang bertugas mengawasi dan meretas CCTV rumah sakit, dia langsung terkejut ketika mendapatkan pemberitahuan dilaptopnya ketika sistem yang sudah dia sembunyikan dan kunci tiba-tiba sudah terbuka dengan sendirinya.
"Astaga, aku harus melapor kepada Tuan Vigor", kata Xandi dengan terburu-buru mengambil ponselnya yang ada dimeja kerjanya.
"**** dia mematikan sambungan telefonnya, pasti Tuan Vigor lagi pesta dengan para ja**ng", kata Xandi dengan geram.
Xandi lalu dengan tergesa-gesa berlari keluar setelah dia mengambil kunci mobilnya. Dengan terburu-buru Xandi mengendarai mobilnya menuju kekantornya Tuan Vigor.
__ADS_1
Sesampainya dilantai ruangannya Tuan Vigor, Xandi dia ditahan oleh sekretaris dari Tuan Vigor.
"Mohon maaf Tuan, Tuan Vigornya tidak bisa diganggu untuk sementara waktu", cegah sekretaris Tuan Vigor kepada Xandi.
Xandi tidak mendengarkan perkataan dari sekretaris dari Tuan Vigor, dia langsung saja dengan tergesa dan lalu dengan kasar membuka pintu ruangannya Tuan Vigor.
Ketika Xandi masuk Xandi melihat Tuan Vigor sedang melakukan hubungan in**m dengan ja**ng itu diatas shofa yang ada diruangan itu.
"Maaf Tuan saya sudah melarangnya masuk", kata sekretaris itu dengan takut dan sambil menundukkan wajahnya karena sedang melihat adegan yang sangat ful**r yang dilakukan oleh atasannya.
"Kamu boleh pergi", jawab Tuan Vigor sambil terus melakukan kegiatannya bersama ja**ng itu.
Sedangkan Xandi yang melihat dia santai-santai saja karena sudah terbiasa melihat Tuan Vigor melakukan itu dihadapannya.
"Ada apa Xandi, kamu mengganggu waktuku saja", kata Tuan Vigor sambil berganti posisi melakukan itu didepannya Xandi.
"Tuan ada hal yang sangat serius yang harus saya sampaikan Tuan...... Perkataan dari Xandi terpotong oleh des****n dari Tuan Vigor
"Oh, **** yes baby faster", des****n dari Tuan Vigor karena pe***snya sedang dihisap oleh ja***ng itu.
Xandi yang sudah geram dengan Tuan Vigor pun dia langsung saja berteriak kepada Tuan Vigor.
"Oh ****, sialan", kata Tuan Vigor dengan terkejut dan langsung saja mendorong tubuh dari ja***ng itu yang tadi masih setia dengan kegiatannya.
"Kenapa kamu tidak bilang daritadi Xandi", kata Tuan Vigor dengan sedikit takut dan langsung saja dia memakai pakaiannya kembali.
"Cepat pakai bajumu dan cepat keluar dari sini, ini terima", kata Tuan Vigor dengan berteriak kepada ja****ng itu sambil melemparkan sebuah cek yang sudah ditulis oleh Tuan Vigor.
Setelah kepergian dari ja***ng itu Tuan Vigor dan Xandi mereka berdua langsung saja bergegas pergi dari kantor untuk segera pergi kemarkas mereka untuk melihat rekaman CCTV dari rumah sakit yang mereka sembunyikan itu.
Kembali kerumah sakit lagi, Karl yang sudah bisa membuka sistem dari CCTV yang diretas dia langsung saja menunjukkan kepada semua orang yang ada disitu.
"Berhasil Tuan, sudah bisa saya buka sistemnya", kata Karl kepada Tuan Fredo dan Tuan Gavi.
Tara dan Tuan Fredo mereka semua langsung saja dengan seksama mengamati layar laptopnya Karl. Dan tiba-tiba Alex mengucapkan sesuatu kepada Karl.
"Tunggu-tunggu Karl, sepertinya saya mengenal orang itu", kata Alex yang melihat Dokter gadungan yang menyuntikkan firus kepada Ana.
"Coba ikuti kemana arah dia bersembunyi dan dari awal dia masuk dan pergi Karl", perintah Alex kepada Karl.
__ADS_1
Dan Karl lalu mengarahkan CCTV itu kemana saja pergerakan dari Dokter itu.
"Orang itu, iya orang itu, saya tahu siapa orang itu", kata Alex yang sudah melihat wajah dari Dokter gadungan yang sudah membuka maskernya ketika menelfon Tuan Vigor.
"Siapa orang itu Xander", tanya Tuan Gavi, karena dia juga sedikit familiar dengan wajah Dokter gadungan itu.
"Papi tahu Tuan Vigor, yang mempunyai Perusahaan Gui Fhusi?? ", tanya Alex kepada Papinya.
"Saya dan Daddy kenal Tuan, dia tiga kali kalah tender dengan perusahaan kami", kata Tara kepada Alex.
"Orang yang menyamar sebagai Dokter gadungan itu adalah anak buah yang selalu mengawal dibelakangnya Tuan Vigor Papi, dan kita pernah melihatnya dulu ketika Papi dan Xander menghadiri acara lelang berlian itu", kata Alex kepada Tuan Gavi.
"Iya Xander, sekarang Papi ingat siapa orang itu", jawab Tuan Gavi kepada Alex.
"Jadi dalang semua itu adalah Tuan Vigor, ini tidak bisa saya biarkan, dia harus menerima ganjaran atas apa yang dia lakukan terhadap Princessku", kata Tuan Fredo sambil menahan amarah.
"Jangan terburu-buru Tuan Fredo, kita harus menyusun rencana untuk menangkap Tuan Vigor, karena saya yakin setelah mengetahui sistem CCTV yang dia retas sudah terbongkar, dia saat ini pasti sedang mencoba melarikan diri Tuan Fredo", kata Tuan Gavi dengan santai kepada Tuan Fredo.
"Benar yang anda katakan Tuan Gavi, kita harus menyusun rencana", jawab Tara kepada Tuan Gavi.
"Bolehkah saya menemui Ana terlebih dahulu Tuan Fredo dan Tuan Tara", kata Alex kepada Tuan Fredo dan juga Tara.
"Ayo saya antar saja Xander, karena Ana sudah dipindahkan keruang khusus untuk mengeluarkan firus yang ada didalam tubuhnya", kata Simon kepada Alex.
"Silahkan Tuan Alex, dan ikuti saja Dokter Simon", jawab Tara dan diangguki oleh Tuan Fredo.
Sedangkan Arjun dan Karl mereka hanya mendengarkan saja dan dengan setia menunggu perintah selanjutnya dari para majikan mereka.
Akhirnya Simon dan juga Alex berlalu keluar dari ruang CCTV menuju keruang perawatannya Ana.
Setelah kepergian dari Simon dan juga Alex, perkataan dari Karl sontak mengalihkan pandangan dari Tuan Gavi, Tuan Fredo dan juga Tara kearahnya.
π±π±π±π±π±π±π±π±π±π±π±π±
Coba tebak readers apa perkataannya hayooπ π π π
ππππππππππππ
***TBC***
__ADS_1