
Arga yang berjalan dengan Alex dan Dokter tersebut, dia yang melihat Ayahnya, Arga langsung saja menghentikan langkah kakinya, dan langsung mendekati Ayah Geoff.
Begitu pun dengan Ayah Geoff yang juga melihat Arga dan serta Alex dia langsung saja membelokkan kakinya untuk mendekati majikan dan juga anaknya itu.
"Ayah", panggil Arga kepada Ayahnya.
"Arga, Tuan Alex", kata Ayah Geoff kepada Alex dan juga Arga ketika mereka semua sudah pada saling berhadap-hadapan.
"Dokter sebentar", kata Arga kepada Dokter yang mengantarkannya tadi.
Dan sang Dokter hanya tersenyum sambil mengangguk saja kepada Arga dan juga Ayah Geoff yang tersenyum juga kepadanya.
Sedangkan Alex yang disapa oleh Ayah Geoff tadi, dia hanya mengangguk formal saja.
"Arga, bagaimana keadaannya Vero dan Daneil Kakak kamu??", tanya Ayah Geoff kepada Arga.
"Kakak sedang diruang operasi Ayah, sedangkan Vero dia akan dipindahkan keruang inap biasa, Ayah tolong urus Vero dulu ya Ayah, karena Arga akan melihat kondisinya Kakak", kata Arga kepada Ayah Geoff.
Arga lalu menunjukkan ruangan dimana Vero mendapatkan penanganan tadi, dan setelah itu Ayah Geoff dia langsung saja menuju keruangan yang tadi sudah diberitahu oleh Arga.
Sedang Arga dia bersama Alex dan juga Dokter tadi, mereka bertiga langsung saja melanjutkan perjalanannya menuju keruang operasi rumah sakit tersebut.
Ayah Geoff yang baru saja sampai didepan ruangannya Vero, tepat sekali ketika Vero akan dipindahkan keruang inap biasa.
Seperti yang dikatakan oleh Alex tadi kepada Dokter, Vero akan dipindahkan keruang perawatan yang VVIP yang ada dirumah sakit tersebut.
Ayah Geoff dia langsung saja mengikuti kemana arah brankar pasiennya Vero didorong oleh para perawat dan seorang Dokter.
Dan ketika Ayah Geoff mengikuti brankar pasiennya Vero, tiba-tiba ponsel yang ada disaku jasnya berbunyi.
Sambil berjalan, sambil juga Ayah Geoff mengambil ponsel yang dibawanya itu.
Ternyata ketika sudah dilihat oleh Ayah Geoff, yang menelfonnya adalah Mamah Iris yang sudah sampai didalam rumah sakit.
__ADS_1
Ayah Geoff langsung saja memberikan petunjuk nama lorong yang dia lewati kepada Mamah Iris melalui sambungan telefon yang masih tersambung, hingga sampai naik lift pun.
Mamah Iris terus berjalan sambil terus melihat papan nama yang ada disetiap lorong untuk melihat pentunjuk yang diberikan oleh Ayah Geoff.
Ayah Geoff yang sudah sampai didepan ruang inap untuk Vero, dia masih terus memberitahukan kepada Mamah Iris melalui sambungan telefon yang belum terputus itu.
Vero sendiri selama didorong brankar rumah sakitnya, dia masih belum sadarkan diri, sebab efek obat dan bius yang ada didalam tubuhnya.
Dan ketika Vero sudah sampai diruang inapnya, dia langsung saja dibenahi brankarnya oleh Dokter dan perawat yang tadi mendorong brankarnya.
Sedangkan Ayah Geoff dia hanya mengucapkan terimakasih saja dengan ramah kepada Dokter dan perawat yang sudah selesai memindahkan Vero.
Dokter juga berpesan kepada Ayah Geoff untuk jangan mengganggu Vero, biarkan Vero akan bangun dengan sendirinya.
Ayah Geoff yang mengerti dia langsung saja mengangguk faham dengan sopan kepada Dokter tersebut sebelum sang Dokter berlalu pergi dari dalam ruangannya Vero.
"Ayah akan menunggu Mamah diluar ruangannya Vero, Mamah ikutin petunjuk seperti yang Ayah katakan tadi", kata Ayah Geoff kepada Mamah Iris melalui sambungan telefon yang masih tersambung daritadi dengan berada didepan pintu ruang inapnya Vero.
"Iya ini Mamah sudah berada didalam lift Yah", jawab Mamah Iris kepada Ayah Geoff.
"Iya Ayah", jawab Mamah Iris kepada Ayah Geoff.
Dan lift yang dinaiki oleh Mamah Iris akhirnya sampai juga dilantai tempat dimana Vero dirawat, Mamah Iris lalu membelokkan kakinya kekiri seperti yang tadi dikatakan oleh Ayah Geoff.
Ketika baru sampai sekitar lima puluh meteran, Ayah Geoff sudah melihat Mamah Iris, begitu juga dengan Mamah Iris, dia juga melihat sang suami beridiri didepan ruangan yang dia yakinin ruang inapnya Vero.
Sambungan telefon mereka langsung saja terputus ketika Ayah Geoff dan Mamah Iris sudah pada saling melihat satu sama lainnya.
"Mana Vero Yah??", tanya Mamah Iris kepada Ayah Geoff ketika sudah sampai didepannya Ayah Geoff.
"Ayo masuk Mah", jawab Ayah Geoff, dan dia langsung saja masuk saja kedalam ruangannya Vero bersama Mamah Iris.
"Lho Arga ko tidak ada disini, dimana dia Yah??", tanya Mamah Iris kepada Ayah Geoff ketika sudah masuk dan tidak melihat ada Arga didalam ruang inapnya Vero.
__ADS_1
"Dan Vero bagaimana keadaannya Yah, terus bagaimana keadaannya sikembar dan juga anak kita Daneil Yah??", tanya Mamah Iris lagi kepada Ayah Geoff.
"Arga sedang melihat kondisinya Daneil yang sedang dioperasi Mah, sedangkan Vero Ayah belum tanya lebih lanjut keadaannya Vero bagaimana, kita berdoa saja semoga mereka berempat baik-baik saja Mah", jawab Ayah Geoff kepada Mamah Iris dengan mimik muka yang dibuat setenang mungkin.
Padahal aslinya Ayah Geoff, dia sangat khawatir sekali sama seperti yang lainnya juga.
Mamah Iris dia langsung saja meneteskan air matanya ketika melihat kondisinya Vero yang belum sadarkan diri seperti itu, dan ditambah lagi dia juga belum mengetahui kabar kondisi anak sulungnya itu.
"Mah, ada yang ingin Ayah katakan kepada Mamah", kata Ayah Geoff dengan sangat lembut dan pelan sekali kepada Mamah Iris.
Mamah Iris yang sedang duduk dipinggir brankarnya Vero sambil mengusap lembut tangannya Vero, dia langsung saja mengalihkan pandangannya kepada Ayah Geoff.
"Mau bicara apa Ayah??", tanya Mamah Iris kepada Ayah Geoff.
"Sini Mah", kata Ayah Geoff kepada Mamah Iris sambil menepuk shofa kosong yang ada disebelahnya.
Mamah Iris dia lalu beranjak berdiri dari duduknya dan berjalan mendekati Ayah Geoff yang sudah duduk dishofa yang ada didalam situ.
"Apa Ayah yang ingin disampaikan kepada Mamah??", tanya Mamah Iris lagi kepada Ayah Geoff ketika dia sudah duduk disampingnya Ayah Geoff.
"Janji sama Ayah, jika Vero sadar nanti, jangan Mamah marahi dia, serta juga jangan Mamah diamkan dia, semua ini kecelakaan Mah, Vero juga tidak mau mengalami kecelakaan ini", kata Ayah Geoff kepada Mamah Iris.
"Mamah janji Ayah, Mamah tidak akan menyalahkan Vero, Mamah sendiri juga sudah mengangap Vero menjadi anak Mamah sendiri, apalagi Veronica dia anaknya baik", jawab Mamah Iris menyakinkan sang suami.
"Baguslah kalau begitu Mah, tolong hibur Vero jika Vero nanti merasa bersalah kepada Daneil, karena firasat Ayah mengatakan akan ada hal yang buruk menimpa keluarga kita Mah, tapi kita terus berdoa saja semoga firasat Ayah itu salah", kata Ayah Geoff kepada Mamah Iris.
"Ayah jangan berbicara seperti itu, kita harus berfikir positif dan Mamah yakin semuanya akan baik-baik saja seperti semula", kata Mamah Iris kepada Ayah Geoff dengan sambil meneteskan air matanya.
Sebab Mamah Iris juga merasakan akan ada sesuatu yang buruk diKeluarganya sama seperti Ayah Geoff, namun Mamah Iris tidak menungkapkannya kepada sang suami.
Karena Mamah Iris selalu mensugesti fikirannya jika semuanya akan baik-baik saja sama seperti sedia kala.
...πππππππππππππ...
__ADS_1
...***TBC Bonchap***...