
Dan Tamu itu semakin terkejut lagi sambil melototkan matanya seperti akan lepas ketika tamu itu melihat keadaannya Tara cuma memakai boxer dengan banyak tanda cinta dileher dan didadanya Tara.
"Selamat pagi Tuan Edbert, ada yang bisa saya bantu", kata Tara yang pertama kali membuka obrolan dengan bernada meremehkan.
"Untuk apa anda disini", jawab Edbert dengan nada menahan marah.
Ya tamu yang datang keapartemennya Dokter Bella adalah Edbert mantan tunangannya Dokter Bella. Dia memang sering datang dengan tiba-tiba keapartemennya Dokter Bella ketika mengetahui jika Dokter Bella belum berangkat kerumah sakit.
"Seharusnya yang perlu bertanya itu saya Tuan Edbert, untuk apa anda datang keapartemennya tunangan saya, mengganggu saya dan Bella saja", jawab Tara sambil bersandar dipintu sambil melipat kedua tangannya didepan dada.
"Minggir saya mau bertemu dengan Bella", kata Edbert sambil ingin menerobos masuk kedalam apartemennya Dokter Bella.
Reflek Tara langsung saja mendorong Edbert hingga Edbert jatuh kelantai yang dingin itu. Enak saja Edbert mau masuk dan dia bisa melihat keadaannya Dokter Bella yang masih menggiurkan seperti itu, tidak akan pernah Tara biarkan sama sekali.
"Jangan lancang anda ya, saya bisa melaporkan anda kepada pihak keamaan disini karena sudah mengganggu ketenangan penghuni apartemen disini", kata Tara dengan dingin dan marah sambil menunjuk Edbert yang masih terduduk diatas lantai.
Sedang Dokter Bella yang merasa Tara sangat lama membuka pintu dia semakin penasaran saja, siapakah tamu yang datang keapartemennya.
Tanpa memakai pakaiannya, hanya dengan melilitkan selimut hingga kelehernya dengan erat, Dokter Bella lalu keluar dari dalam kamar dan menuruni tangga terus menuju kepintu masuk.
"Siapa My Griy yang datang", kata Dokter Bella kepada Tara dan langsung mengalihkan pandangan dari Tara dan Edbert.
"Bella kamu", kata Edbert yang langsung berdiri ketika mendengar suaranya Dokter Bella dan dia terkejut melihat keadaannya Dokter Bella yang berantakan seperti itu.
"Sayang kenapa keluar sih dari dalam kamar", kata Tara sambil mendekati Dokter Bella dan langsung memeluknya.
Dokter Bella tidak menjawab perkataan dari Tara akan tetapi dia lalu mengalihkan pandangannya kearah Edbert yang ada dibelakangnya Tara.
"Ya sudah yuk kita masuk lagi My Griy, aku kira ada tamu penting yang datang", kata Dokter Bella akhirnya menjawab perkataannya Tara.
Tara langsung ingin menutup pintunya akan tetapi langsung ditahan oleh Edbert.
"Mau apa lagi kamu", kata Tara dengan dingin dan malas menanggapi Edbert.
"Bella dulu bahkan jika aku menyentuhmu saja kamu pasti marah kepadaku, akan tetapi kenapa sekarang kamu mau memberikan tubuhmu untuk dia", kata Edbert kepada Dokter Bella yang ingin masuk kedalam kamarnya lagi.
Dokter Bella dia langsung menghentikan langkahnya dan berbalik badan menghadap kearah Edbert dan Tara.
__ADS_1
"Karena tunangan saya yang sekarang dia lebih baik dari tunanganku yang dahulu, dia tidak pernah atau sering bermain wanita dibelakangku, dan dia juga pertama kalinya melakukan itu kepadaku sama sepertiku, tidak seperti mantan tunanganku yang dahulu, sebelum mengenalku dia sudah sering bermain wanita hingga akan menikah denganku", jawab Dokter Bella dengan dingin kepada Edbert membuat Tara tersenyum dalam diamnya mendengar jawabannya Dokter Bella.
Dokter Bella ketika Tara membuka pintu tadi, dia langsung browsing dan mencari tahu tentang kehidupannya Tara melalui internet, makanya dia bisa berkata dan menjawab seperti itu kepada Edbert.
"Apakah ada yang ingin anda ketahui lagi Tuan Edbert yang terhormat", kata Tara dengan mengejek kepada Edbert.
"Oh ya sayang, nanti jika kita menikah, apakah kamu ingin mengundangnya", kata Tara kepada Dokter Bella.
"Tidak perlu, karena dengan adanya dia nanti moodku akan menjadi rusak My Griy", jawab Dokter Bella dengan sinis kepada Edbert.
"Siap My Future Wife", jawab Tara dengan bangganya kepada Dokter Bella sambil memanas-manasi Edbert.
"Mohon silahkan anda pergi dari sini Tuan Edbert, supaya kami bisa melanjutkan kegiatan kami lagi yang tertunda karena anda", kata Tara dengan nada ramah yang dibuat-buat kepada Edbert.
Dan Edbert langsung saja pergi dari situ dengan sendirinya sambil menahan marah.
"Tidak akan aku biarkan mereka bersatu", batin Edbert sambil berjalan keluar gedung apartemennya Dokter Bella.
Tara yang sudah menutup pintu ketika melihat Edbert pergi, dia langsung masuk mengikuti Dokter Bella yang sudah masuk dulu kedalam kamar.
"Apa dia sering datang kesini Bella", tanya Tara kepada Dokter Bella.
"Sudah serahkan masalah itu kepada saya ya My Amanda, bagaimana kalau kita melanjutkan lagi kegiatan kita", kata Tara kepada Dokter Bella.
"Tidak mau, punyaku masih sakit sekali My Griy, ini saja saya paksakan berjalan karena penasaran dengan tamu yang datang kesini", jawab Dokter Bella kepada Tara sambil cemberut kepada Tara.
Membuat Tara reflek tertawa keras sekali mendengar perkataannya Dokter Bella.
"Kamu nanti berangkat kerumah sakit jam berapa sayang", tanya Tara kepada Dokter Bella.
"Jam satu siang", jawab Dokter Bella sambil merebahkan badannya diranjang dengan kaki yang masih menggantung dibawah.
"Jam satu, ini saja masih jam sepuluh pagi, bagaimana kalau kita melanjutkan lagi kegiatan tadi", kata Tara sambil mengukung tubuhnya Dokter Bella.
"Tidak mau My Griy, saya capek", jawab Dokter Bella lagi kepada Tara.
Tara tidak memperdulikan perkataan dari Dokter Bella, Tara tahu harus berbuat apa supaya Dokter Bella bisa terbuai dan mau melakukannya lagi dengannya.
__ADS_1
Dokter Bella yang sudah tidak tahan dengan apa yang dilakukan Tara kepadanya akhirnya mereka melakukannya lagi kegiatan panas mereka dan berlanjut didalam kamar mandi sambil mandi bersama.
........ **********..... ...
Dirumah sampai dikantor pun Tuan Fredo dia sudah mengubungi Tara berulang kali bahkan sudah lebih dari lima kali dia menghubungi Tara.
Akan tetapi Tara sama sekali tidak mengangkat telefonnya karena ponselnya Tara tadi Tara sengaja dimatikan oleh Tara.
"Itu anak memang sangat mirip denganku", kata Tuan Fredo ketika mencoba menelfon Tara lagi dan belum diangkat oleh Tara karena masih mati ponselnya Tara.
Tuan Fredo lalu menaruh ponselnya diatas meja kerjanya dan langsung melanjutkan lagi pekerjaannya yang sedikit tertunda karena menelfon Tara.
Sedangkan dikantornya Alex, ketika masalah tadi sudah selesai Alex langsung ijin kepada Papinya untuk mengajak Ana makan direstoran luar kantor.
"Bagaimana enak tidak sayang makanannya disini", tanya Alex kepada Ana ketika mereka sedang makan direstoran mewah pilihannya Alex.
"Enak, semuanya enak, hingga Ana ingin nambah lagi Kak", jawab Ana kepada Alex.
"Kalau mau nambah tidak apa-apa sayang silahkan, biar Kakak yang pesankan ya", kata Alex kepada Ana lagi.
"Tidak perlu Kak, nanti uang Kakak bisa habis jika terus-terusan membayari Ana makan lagi", jawab Ana membuat Alex langsung melongo membuka mulutnya.
Walau sudah setiap hari bersama Ana, akan tetapi Alex masih sering terkejut mendengar perkataannya Ana. Dan tidak mungkin uangnya akan habis jika untuk membayari makanan yang tidak seberapa itu harganya bagi Alex.
Alex langsung tertawa kecil ketika sudah bisa mengontrol ekspresinya lagi.
"Sudah selesai belum sayang", tanya Alex lagi kepada Ana.
"Sudah nih Kak, perut Ana juga sudah besar nih", jawab Ana sambil menunjukkan perutnya kepada Alex.
"Ya sudah yuk kita pergi sayang", kata Alex kepada Ana.
Dan setelah membayar makanan mereka Alex mengajak Ana pergi lagi kesuatu tempat yang pasti akan sangat membuat Ana senang, terutama Alex. Karena Alex daritadi sudah memikirkan hal apa saja yang ingin dia lakukan bersama Ana.
Hingga membuat Alex sudah tidak sabar ingin segera sampai ketempat itu bersama sang istri tercintanya.
ππππππππππππ
__ADS_1
***TBC***