GADIS LUGU PEMIKAT HATI

GADIS LUGU PEMIKAT HATI
CHAPTER 89


__ADS_3

Kita berpindah tempat dahulu ya readers, tepatnya dikediamannya Keluarga William, Tuan Fredo dan Mommy Dania mereka sedang bersantai ditaman belakang rumah sambil menikmati minum teh dan berbagai camilan sambil membaca koran serta majalah.


"Dadd itu Ana sama Nak Xander hari ini mereka pulang kan, dari jadwal bulan madu mereka?? ", tanya Momny Dania kepada suaminya yaitu Tuan Fredo ketika sudah meletakkan majalah yang sedang dibacanya.


"Iya Mommy, dan tumben sudah jam segini mereka belum menghubungi kita ya?? ", jawab Tuan Fredo kepada Mommy Dania.


"Iya juga ya Dadd, ini kan sudah sore juga, mungkin mereka sedang sibuk packing Dadd, kemungkinan mereka sampai rumahnya nanti malam kan, kalau begitu kita tunggu kabar dari mereka saja Dadd", jawab Mommy Dania kepada Tuan Fredo.


"Iya", jawab Tuan Fredo kepada Mommy Dania sambil mengangguk dan tanpa mengalihkan pandangannya dari koran yang dia baca.


Dibeda tempat, Tara tadi baru saja mengantarkan Dokter Bella berangkat bekerja seperti biasanya dirumah sakit, mereka sebelumnya sedang melakukan fitting baju pengantin mereka yang akan diadakan tiga minggu lagi.


Kemarin ketika mereka melangsungkan pertunangan, Dokter Simon juga turut diundang oleh Dokter Bella, begitu juga Keluarga Damara yang lain terutama Tuan Gavi dan Nyonya Gia mereka juga diundang oleh Tuan Fredo keacara pesta pertunangannya Tara dan juga Dokter Bella.


Walau sudah berlalu cukup lama, akan tetapi rasa sedih masih sedikit menghinggapi perasaannya Dokter Simon ketika melihat Tara menyematkan cincin indah dijari lentiknya Dokter Bella. Dan Dokter Bella juga terlihat bahagia sekali diacara pertunangannya itu.


"Walau sakit, tapi aku juga ikut bahagia melihatmu berbahagia seperti itu Bella", kata batin Dokter Simon sambil memegang gelas berisi wine ketika melihat Dokter Bella tertawa bahagia bersama Tara.


Dan para teman kerja, suster serta Dokter yang mengenal Dokter Bella, mereka juga sudah mengetahui jika Grey Adintara William adalah tunangannya Dokter Bella.


Makanya tak jarang banyak suster dan Dokter yang menyapa Tara ketika Tara mengantarkan Dokter Bella sampai diruangannya. Selain mereka tahunya Tara sebagai tunangannya Dokter Bella, mereka juga tahu jika Tara adalah pengusaha muda yang berbakat, sama seperti Alexander karena wajahnya Tara sudah sering keluar masuk media sosial, baik media cetak maupun media televisi.


Awalnya Tara merasa aneh, karena banyak suster atau perawat serta Dokter yang menyapanya ketika dia mengantarkan Dokter Bella berangkat bekerja dirumah sakit.


Ternyata jawabannya adalah karena Dokter Bella memasang fotonya bersama Tara dan ditaruh diatas meja kerjanya. Ketika ada teman Dokter atau perawat, bidan dan staf rumah sakit lainnya yang datang keruangannya Dokter Bella, Dokter Bella selalu menjawab jika Tara adalah tunangannya atau lebih tepatnya calon suaminya.


Setelah bertanya kepada Dokter Bella dan mendengar juga jawaban dari Dokter Bella, Tara akhirnya tahu, dan kini jika ada yang menyapanya ketika mengantarkan Dokter Bella kerumah sakit, dia akan membalasnya dengan senyum manis ramahnya, kepada orang-orang yang menyapanya itu.


Kembali lagi keAlex dan juga Ana.


Alex yang tadi baru selesai melihat-lihat hasil pemeriksaan kandungannya Ana sambil duduk dishofa yang ada didalam kamar, dia ingin sekali memejamkan matanya dan tidur bersama Ana, akan tetapi rasa bahagia yang dia rasakan begitu besar membuat Alex tidak bisa memejamkan matanya, karena Alex dia sudah tidak sabar ingin segera memberitahukannya kepada kedua orang tuanya, yaitu Tuan Gavi dan Nyonya Gia.


"Apa aku beritahu Papi sama Mami sekarang saja ya?? ", kata batin Alex dengan bingung sambil duduk dipinggir ranjang disamping Ana yang sedang tertidur.


Karena Alex sebetulnya ingin memberitahukan kepada kedua orang tuanya, dan kedua mertua serta Kakak iparnya Tara nanti ketika Alex dan Ana sudah kembali pulang kerumah mereka sendiri. Akan tetapi rasanya Alex sudah tidak sabar dan tidak tahan ingin membagikan kabar bahagia itu kepada semua keluarganya, terutama kepada kedua orang tuanya.


Setelah berfikir untuk sesaat Alex langsung saja turun dari ranjang sambil membawa ponselnya serta hasil pemeriksaan kandungannya Ana tadi dan berjalan menuju keruang tamu yang ada ada penthouse yang disewanya itu, karena Alex tidak mau jika nanti Ana akan terganggu dengan suara berisiknya ketika menelfon.

__ADS_1


"Halo Xander, bagaimana bulan madu serta liburannya?? ", kata Tuan Gavi ketika sudah mengangkat sambungan telefonnya Alex.


"Papi masih dikantor apa sudah pulang?? ", tanya Alex kepada Tuan Gavi, malah mengalihkan pembicaraannya dan tidak menjawab perkataannya Tuan Gavi.


"Papi baru saja sampai rumah ada apa??, ditanya bukannya menjawab malah balik bertanya kamu Xander", jawab Tuan Gavi kepada Alex.


Mendengar jawaban dari Papinya Alex langsung merubah panggilannya menjadi panggilan video call.


"Ada apa Alexander, tumben sekali kamu menghubungi Papi dengan video call?? ", kata Tuan Gavi ketika sudah mengangkat sambungan video callnya Alex.


"Ada yang ingin Xander sampaikan Pi dan ini tentang Ana", jawab Alex dengan nada dibuat sedih sekali dan sambil mendramatisir keadaan.


Tuan Gavi yang melihat wajah sedihnya Alex dan berkata tentang Ana, membuat Tuan Gavi langsung saja menjadi khawatir sekali.


"Ada apa dengan Ana Xander, kenapa?? ", kata Tuan Gavi kepada Alex dengan nada yang begitu khawatir sekali dan tidak sengaja dengan suara yang lumayan keras.


Nyonya Gia yang sedang menonton televisi dia yang mendengar suara suaminya diruang tamu Nyonya Gia langsung saja mematikan sambungan televisi yang dilihatnya dan berlalu keluar mendekati Tuan Gavi yang sedang menerima telefon diruang tamu itu.


"Papi sudah pulang kenapa tidak langsung masuk kedalam, dan Papi sedang menerima telefon dari siapa Pi?? ", kata Nyonya Gia ketika sudah sampai disampingnya Tuan Gavi.


Tuan Gavi yang mendengar suara istrinya dia langsung saja mengalihkan pandangannya kearah istrinya yang baru saja datang dari dalam rumah itu.


Alex yang mendengar suara Maminya dia semakin membuat wajahnya terlihat semakin sedih sekali, karena dia ingin mengerjai terlebih dahulu sebelum memberikan kejutan kepada kedua orang tuanya itu.


Nyonya Gia dia langsung saja duduk disampingnya Tuan Gavi dan langsung merebut ponselnya Tuan Gavi.


"Ada apa Xander, ada apa dengan istrimu?? ", tanya Nyonya Gia kepada Alex. Dan Tuan Gavi ikut bergabung juga dengan Nyonya Gia yang sedang berbicara dengan Alex.


"Ana Mi, dia?? ", jawab Alex dengan menampilkan wajah sedihnya yang dibuat-buat.


"Iya, Ana kenapa cepat jawab, jangan membuat kami khawatir Xander?? ", kata Tuan Gavi kepada Alex dengan nada yang sudah sangat khawatir serta penasaran sekali.


"Dia............ ", kata Alex sengaja menjeda perkataannya dan lalu Alex menunjukkan hasil foto USG kandungannya Ana, serta tespek tadi yang dari Dokter Rico.


"Ana dia, apakah istri kamu?? ", jawab Nyonya Gia sampai tidak bisa melanjutkan perkataannya.


"Iya Mi, Ana istri Xander hamil", jawab Alex dengan muka bahagianya dan juga tersenyum sangat lebar sekali.

__ADS_1


"Itu artinya Papi akan segera menjadi seorang Kakek dong?? ", kata Tuan Gavi dengan sangat bahagia sekali.


"Dan Mami akan mejadi seorang Nenek", kata Nyonya Gia menimpali perkataannya Tuan Gavi sambil berteriak kegirangan.


"Iya Pi, Mi, dan Alex juga akan segera menjadi seorang Ayah", jawab Alex kepada Papi dan Maminya dengan senyum yang merekah.


"Kamu ini ya, bisa saja membuat Papi sama Mami jantungan, kami kira Ana kenapa-kenapa ternyata kamu mengerjai Mami sama Papi, awas saja nanti kamu dikerjai juga sama anak kamu nanti Xander", kata Nyonya Gia kepada Alex dengan gemas, karena baru saja dikerjai oleh Alex.


"Eeh jangan dong Mi, baik-baiklah maafkan Xander karena sudah mengerjai kalian", kata Alex kepada Nyonya Gia sambil tertawa.


"Oh ya, hari ini kan kalian pulang Xander, dan dimana Ana, ko tidak kelihatan?? ", tanya Tuan Gavi kepada Alex.


"Dia sedang tidur Pi, kasihan daritadi muntah-muntah terus sama kepalanya katanya pusing sekali", jawab Alex kepada Papinya dan juga Maminya.


"Itu wajar Nak dikehamilan muda, kamu harus ekstra hati-hati dalam menjaga kehamilannya Ana yang masih muda dan juga rentan keguguran", jawab Nyonya Gia kepada Alex disambungan video call yang belum terputus.


"Iya Mi Xander akan menjaga Ana dan juga calon anak Xander dengan baik", jawab Alex kepada Maminya.


"Xander Papi akan mengirimkan anak buah Papi lagi untuk menjaga kalian berdua khususnya Ana, karena Papi tidak mau jika ada musuhnya Papi, atau musuh dari mertua kamu tahu jika Ana sedang hamil penerus Damara dan mereka akan memanfaatkannya untuk melancarkan aksi jahat mereka", kata Tuan Gavi kepada Alex dengan nada tegas.


"Benar itu Pi, Mami setuju kita harus lebih ekstra menjaga Ana dan calon cucu kita", kata Nyonya Gia menimpali perkataan suaminya.


"Baiklah Pi, Mi terserah kalian saja", jawab Alex kepada kedua orang tuanya.


"Oh ya Mi, Pi, jika tubuh Ana tidak memungkinkan pulang hari ini, Alex sama Ana akan pulang lusa Mi, Pi, sekiranya sampai badannya Ana kuat untuk diajak naik pesawat", kata Alex lagi kepada kedua orang tuanya.


"Iya tidak apa-apa yang terpenting kalian selamat dan baby kalian juga baik-baik saja", jawab Tuan Gavi kepada Alex.


"Mi, Pi, Mami sama Papi jangan memberitahukan kabar ini dulu kepada kedua orang tuanya Ana beserta Tara ya Mi, Pi, biar mereka nanti Alex sama Ana sendiri yang akan memberitahukannya kepada mereka", pesan Alex kepada Tuan Gavi dan Nyonya Gia.


"Iya baiklah", jawab Nyonya Gia kepada Alex.


"Sudah dulu ya Mi, Pi, Xander tutup dulu telefonnya, takut Ana nanti terbangun dan mencari Xander", kata Alex lagi kepada kedua orang tuanya.


Da setelah itu panggilan video call mereka benar-benar terputus ketika Alex sudah mendengar jawaban dari kedua orang tuanya.


Alex langsung saja berjalan dan masuk lagi kedalam kamar untuk melihat keadaannya Ana. Sedangkan dibeda tempat dan Negara, Tuan Gavi serta Nyonya Gia yang baru saja mendengar kabar gembira dari Alex, mereka terus tersenyum sambil berbincang bahagia membayangkan wajah anaknya Alex dan juga Ana.

__ADS_1


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


***TBC***


__ADS_2