
Berpindah keAlex dan Ana yang baru saja keluar dari dalam rumah sakit.
Alex langsung saja mengajak Ana dan juga baby L untuk berangkat kekantor bersamanya.
"Ikut Kakak kekantor ya sayang??", kata Alex kepada Ana.
"Iya", jawab Ana kepada Alex sambil tersenyum.
Sedangkan baby L dia sudah memejamkan matanya dikursi belakang karena memang itu jamnya baby L tidur.
Alex yang mengendarai mobilnya sendiri, dia langsung saja mengendarai mobilnya menuju kekantornya dengan diselingi perbicangan hangat dengan Ana.
Ketika sudah satu jam diperjalanan, akhirnya mobil yang dikendarai oleh Alex, sampai juga dipelataran depan kantornya.
Sama seperti ditempat lainnya, kedatangannya Ana dan juga Alex selalu mencuri perhatian semua orang.
Begitu juga dengan para karyawannya Alex yang selalu curi-curi pandang dengan keharmonisan dan keserasiannya antara Alex dan juga Ana.
Ana yang sudah keluar dari dalam mobil, dia sedang menunggu Alex yang lagi mengeluarkan baby L dari dalam mobil.
Alex dengan sigap langsung saja menggendong baby yang masih mengantuk itu kedalam kedekapannya.
Setelahnya Alex langsung saja menggandeng tangannya Ana menuju kedalam kantornya.
Sapaan demi sapaan didapatkan Ana dan juga Alex, dan Alex cuma mengangguk saja seperti biasanya, sedangkan Ana dia selalu ramah sama siapa saja seperti dirumah sakit tadi.
Banyak sekali wanita yang iri akan keharmonisan dari rumah tangganya Alex dan Ana, apalagi Ana bisa mempunyai seorang suami yang tampan, mapan, manly dan segalanya seperti Alex.
Padahal dikenyataan aslinya, Alexlah yang sangat beruntung bisa mempunyai istri seperti Ana, yang tidak cepat mudah marah, polos, cantik, selalu menurut dengannya dan selalu mewarnai kesehariannya yang kaku itu.
Alex dan juga Ana saat ini sudah sampai diruang kerjanya Alex.
Dan Alex langsung saja menaruh baby L dibox babynya yang ada didalam kamar rahasianya itu.
Ketika Ana sedang merebahkan badannya diatas ranjang dengan kaki tergantung dibawah lantai.
Alex yang melihatnya langsung saja mengukung tubuhnya Ana dengan tangan yang menyangga dikedua sisinya, karena dia tidak mau jika tubuhnya akan menekan perutnya Ana.
Sebab didalam perutnya Ana ada calon adiknya baby L yang sedang tumbuh.
__ADS_1
Sedangkan Ana dia langsung saja mengalungkan tangannya kelehernya Alex dengan senyum manisnya yang dia berikan kepada Alex.
Alex juga membalas senyumannya Ana dengan wajah yang semakin dia dekatkan kewajahnya Ana.
Semakin dekat dan Alex yang sudah menyentuh bibirnya Ana, dia langsung saja memberikan sebuah ciuman kepada Ana.
Namun tidak sesingkat itu, karena mereka langsung saja melanjutkan ciuman itu dengan saling berciuman dengan sangat intens sekali, dan saling meresapi ciuman mereka.
Alex lalu melepaskan ciuman mereka terlebih dahulu, namun setelah itu Alex lalu memindahkan Ana untuk berada ditengah ranjang supaya lebih enak saja posisinya.
Ketika posisi mereka sudah sangat enak dan nyaman, Alex langsung saja mencium Ana tepat dibibirnya lagi.
Dan mereka lalu berciuman dengan semakin menggebu saja, bahkan tangannya Alex pun sudah bermain cantik diatas bukit squishynya Ana.
Ketika Alex sudah melepaskan ciuman mereka, dia lalu menelusuri leher mulusnya Ana menggunakan bibirnya.
Dan Alex juga memberikan sebuah tanda cinta dilehernya Ana.
Walau Ana tahu jika tanda seperti itu akan sangat terlihat jelas dilehernya yang mulus, Ana tidak pernah memusingkannya.
Karena fikir Ana buat apa pusing-pusing memikirkannya jika toh ujung-ujungnya jika ditutupin akan terlihat juga.
Dan jika Ana ditanya oleh keluarganya kenapa lehernya seperti itu, Ana selalu menjawab, digigit sama Kak Xander, dan Alex selalu malu akan jawaban yang dikatakan oleh Ana namun Alex tidak pernah kapok dan selalu melakukannya lagi kepada Ana.
Bibirnya Alex semakin kebawah dan kebawah lagi menelusuri tubuhnya Ana, hingga dia sampai didadanya Ana.
Ketika Alex ingin memasukkan tangannya kebaju yang dipakai oleh Ana.
Kegitan mereka harus terhenti karena baby L tiba-tiba terbangun dan langsung menangis dari tidur tampannya.
Ana langsung saja tertawa lucu ketika melihat wajahnya Alex yang tersiksa seperti itu, karena sudah hampir diujung harus dihentikan.
"Kenapa si L bangunnya diwaktu yang tidak tepat sih", kata Alex sambil mengacak-ngacak rambutnya dengan gemas.
Sedangkan Ana dia hanya tertawa saja menyaksikan suaminya yang seperti itu.
Ana langsung saja turun dari atas ranjang, dan berjalan mendekati box babynya baby L.
Dan Ana langsung juga menggendong baby L dan menenangkannya supaya berhenti menangis.
__ADS_1
Alex yang melihat Ana sedang menenangkan baby L, dia juga beranjak turun dari atas ranjang dan langsung keluar dari dalam kamar rahasianya itu dengan rambut yang acak-acakan.
Walau rambutnya Alex acak-acakan itu malah membuat Alex semakin tampan saja.
Alex yang sudah keluar dari dalam kamar rahasianya itu, dia langsung saja duduk dikursi kerjanya dan langsung melihat semua pekerjaannya.
Melihat semua pekerjaannya menumpuk diatas meja kerjanya, Alex langsung saja mengalihkan hasr4tnya itu dengan mengerjakan semua pekerjaannya hingga dia sampai bisa meredakan sesuatu yang sudah On itu.
Sedangkan Ana yang sudah menyusui baby L, baby L bukannya tidur lagi, melainkan dia meminta turun dari pangkuannya Ana dan berjalan sesuai keinginannya.
Ana yang melihatnya dia langsung saja membuka pintu kamarnya itu.
Baby L yang melihat pintu terbuka, dia langsung saja melangkahkan kakinya yang mungil untuk keluar dari dalam kamar rahasia itu.
Baby L yang melihat Papahnya sedang sibuk dan asik bekerja, dengan kelucuannya baby L langsung saja mendekati Alex dan memukul-mukul kursi kerjanya Alex menggunakan tangan mungilnya.
Alex yang merasa ada yang memukul kursinya dia langsung saja mengalihkan pandangannya dan dia langsung melihat ada anaknya sedang tersenyum dengan wajah lucunya kepadanya.
Alex langsung menggendong baby L dan membawanya kedalam pangkuannya.
"Jika besar nanti, kamulah yang akan duduk dikursi ini dan menggantikan Papah tentunya ya boy", kata Alex kepada baby L yang sedang dipangkunya itu.
Sedangkan Ana dia hanya memperhatikan saja sambil menyandarkan tubuhnya dipintu kamar rahasianya Alex sambil tersenyum.
Baby L dia hanya menjawabnya dengan senyuman sambil memukul-mukul mejanya Alex yang penuh dengan berkas-berkas itu.
"Ayo L, ikut Mamah, karena Papah ingin lanjut bekerja lagi",, kata Ana kepada baby L sambil berjalan mendekati Alex dan juga baby L.
Ana langsung saja mengambil baby L dari pangkuannya Alex.
Dan langsung membiarkan baby L bermain dengan sendirinya didalam ruangannya Alex dengan terus diawasi oleh Ana..
Didalam ruang kantornya Alex juga sudah disediakan karpet tebal serta mainan untuk baby L.
Sedangkan Alex langsung saja melanjutkan pekerjaannya lagi, dengan ditemani suara ocehan tidak jelas dari baby L.
Walau sedikit berisik namun bagi Alex, bekerja dengan ditemani anak dan juga istri polosnya seperti itu membuatnya tenang dan senang.
Sebab dia bisa bekerja sambil mengawasi kedua orang yang dicintainya itu sekaligus.
__ADS_1
...πππππππππππππ...
...***TBC***...