GADIS LUGU PEMIKAT HATI

GADIS LUGU PEMIKAT HATI
CHAPTER 235


__ADS_3

Setelah kepergian dari Mamah Iris Mamahnya Arga, Vero masih saja terduduk terdiam ditempat yang sama sambil menangis dengan hati yang sungguh sangat sakit sekali.


Dia merasa kali itu harga dirinya sangat terinjak-injak sekali. Ingin sekali Veronica membalas perbuat dari Mamah Iris, namun dia takut, bukan takut karena Mamah Iris lebih tua darinya, melainkan Vero takut karena kuasa.


Sebab hidup terbiasa menjadi orang miskin, membuat Veronica menjadi selalu ingat pada dirinya sendiri, jika dia tidak punya apa-apa jika harus untuk meladeni omongan seseorang, apalagi orang itu lebih kaya darinya.


Karena tidak ada yang bisa dia andalkan untuk melawan mereka semua.


Tapi jika dalam keadaan yang terpaksa dan terdesak, pastilah yang namanya manusia mempunyai sifat membela diri, begitu pula dengan Veronica.


Mungkin saat ini Vero hanya diam saja membiarkan Mamahnya Arga menindas dan merendahkannya seperti itu.


Roda itu berputar, suatu saat pastilah Mamah Iris akan terkena batunya akan perbuatannya kepada Vero.


Vero yang masih menangis, dia meredakan amarahnya yang ada didalam hatinya untuk sejenak sebelum dia kembali keatas kekamarnya sendiri untuk mengambil bajunya.


Dan dia juga nanti akan menutupi luka memar dan sedikit robek yang ada didahinya itu karena terbentur pinggiran meja menggunakan foundation yang dia punya.


Tidak mungkin Vero akan menunjukkan luka itu kepada adiknya apalagi Arga.


Karena Vero tidak mau jika dia dicap sebagai wanita pengadu kepada Arga oleh Mamah Iris.


Ketika Vero sudah lebih tenang perasaannya, dia lalu beranjak berdiri dari duduk diatas lantainya itu, dan berjalan menuju kedalam kamarnya sendiri.


Dan ketika sudah sampai didalam kamar, Vero segera ganti baju dan segera mengobati lukanya supaya tidak inveksi nantinya.


Setelah selesai semua, Vero lalu melangkahkan kakinya untuk keluar dari dalam kamar untuk membereskan apartemennya Arga.


Veronica sendiri dia tidak tahu harus sampai kapan dia akan tinggal diapartemennya Arga.


Dan ketika Arga sudah bisa kembali beraktifitas seperti semula, itu artinya Veronica harus kembali lagi kerumah sakit untuk bekerja seperti biasanya.


"Aku harus tegar dan kuat, dimana jiwa kuatmu Veronica", kata Vero menyemangati dirinya sendiri sambil mengerjakan pekerjaan rumahnya.


Dan setelah jam dua siang, Vero baru selesai mengerjakan semuanya, namun Vero tidak merasa lapar sama sekali, karena hati dan juga perasaan serta fikirannya sedang tidak baik-baik saja.

__ADS_1


Itulah yang membuat Vero tidak bern***u untuk makan.


Vero yang sudah merebahkan badannya diatas shofa yang ada diruang keluarga sambil menonton televisi untuk meredakan rasa lelahnya itu setelah membereskan apartemennya Arga.


Dia lama kelamaan mengantuk juga dan akhirnya tertidur diatas shofa yang ada diruang keluarga ketika jam menunjukkan pukul tiga sore.


Aleda yang sudah pulang dari sekolah dan juga dia sudah masuk kedalam apartemen melihat Kakaknya tertidur dengan televisi yang menyala dia hanya menggelengkan kepalanya saja.


Dan langsung saja Aleda mematikan televisi itu. Setelahnya Aleda dia langsung saja melanjutkan langkahnya menuju kedalam kamar untuk berganti baju dan mengerjakan pekerjaan rumahnya.


Aleda sendiri dia juga sudah mengetahui pasword apartemennya Arga, jadi ketika berangkat dan pulang sekolah dia tidak perlu untuk mengganggu dan meminta tolong kepada Arga maupun Vero untuk membukakan pintunya.


Jam berdetak sangat cepat sekali, dan tidak terasa sudah menunjukkan pukul empat sore, Arga sendiri juga sudah dalam perjalanan pulang menuju keapartemennya.


Arga rasanya sudah seperti ditunggu seorang istri saja ketika dia teringat jika diapartemennya masih ada Vero disana.


Tepat pukul setengah lima sore Arga akhirnya sampai juga digedung apartemennya, dan ketika Arga sudah keluar dari dalam mobilnya dia langsung saja masuk kedalam lift untuk segera menuju kelantai kamar apartemennya.


Ketika Arga sudah masuk kedalam apartemennya sendiri, dan sedang menuju kedalam kamar apartemennya dia melihat Vero masih tertidur diatas shofa yang ada didalam ruang keluarga dengan sangat nyenyak sekali.


Arga yang sudah berada didekatnya Vero, dia lalu berjongkok didepan wajahnya Vero yang masih tertidur itu.


"Sepertinya kamu sangat capek sekali ya, pasti kamu seharian membersihkan apartemenkan, padahal sudah aku larang", kata Arga sambil mengusap lembut rambutnya Vero dan menyingkirkan rambutnya Vero yang menutupi wajahnya.


Namun ketika Arga menyingkapkan rambutnya Vero yang menutupi dahinya dia melihat ada luka didahinya Vero, membuat Arga terkejut dan langsung terdiam dari tersenyumnya.


"Luka, sepertinya semalam dan sebelum aku tinggal luka ini tidak ada didahinya", kata batinnya Arga sambil mengusap lembut lukanya Vero yang ada didahinya Vero.


Vero yang masih merasa sakit didahinya itu, ketika lukanya diusap lembut oleh Arga dia sedikit merasa terusik, namun tidak terbangun juga dari tidurnya.


"Masih basah dan baru", kata Arga dengan pelan ketika dia melihat dengan jeli luka didahinya Vero.


Walau luka itu sudah berusaha ditutupin oleh Vero menggunakan foundation tetap saja jiwa bodyguardnya Arga tidak bisa dibohongi.


Arga yang setelah berkata seperti itu dia lalu beranjak pergi menuju kedalam kamarnya dan meninggalkan Vero yang masih tertidur diatas shofa itu.

__ADS_1


Sengaja Arga tidak membangunkan Vero, karena dia ingin melihat sesuatu dulu didalam kamarnya.


Ketika Arga sudah sampai didalam kamar, dia lalu membuka laptopnya yang ada diatas meja dekat shofa.


Dan Arga dia lalu membuka CCTV yang ada didalam apartemennya itu.


Arga tersenyum sendiri ketika melihat Vero merasakan kesakitan ketika tadi dia bangun dari atas ranjang dan menuju kedalam kamar mandi.


Arga terus melihat dan melihat semua CCTV yang ada didalam apartemennya itu.


Veronica sendiri dia tidak menyadari jika didalam apartemennya Arga ada banyak CCTV.


Karena CCTV yang ada didalam apartemennya Arga sangat canggih dan tidak seperti CCTV pada umumnya.


CCTVnya yang dipesan khusus kepada Perusahaan CCTV yang bekerjasama dengan Keluarga Damara, itu bentuknya sangat-sangat canggih sekali.


Dan yang mempunyai CCTV itu selain Arga tentunya Keluarga Damara.


Arga sangat terkejut sekali ketika Arga melihat Vero membukakan pintu apartemen yang masuk adalah Mamahnya yaitu Mamah Iris.


Semakin tambah terkejut lagi ketika Arga melihat Mamah Iris menjambak rambutnya Vero dengan sangat kuat sekali hingga membuat Vero mengaduh kesakitan seperti itu.


Didadanya Arga sangat sakit sekali ketika melihat rekaman CCTV itu.


Dan Arga sangat marah sekali dengan Mamahnya. Apalagi ketika Arga melihat sendiri dari rekaman CCTV, Mamahnya sengaja mendorong Vero hingga Vero terantuk kepinggiran meja yang cukup runcing itu bentuknya, membuat dahinya terluka seperti yang dilihatnya tadi.


"Mamah sangat keterlaluan sekali, ini tidak bisa dibiarkan", kata Arga yang masih menatap lekat akan kelanjutan dari rekaman CCTVnya itu.


"Sudah cukup Mamah membuatku marah, walau Mamah adalah Mamahku, tapi Mamah jika dibiarkan saja akan semakin keterlaluan, Mamah harus aku kasih pelajaran", kata Arga dengan sambil menahan rasa marahnya untuk Mamahnya.


Dan ketika Arga sudah melihat semua rekaman CCTV itu, dia lalu menutup laptopnya dan berjalan keluar untuk menemui Veronica lagi.


...🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁...


...***TBC***...

__ADS_1


__ADS_2