
Ketika Alex sudah melihat Ana tertidur dengan lelap. Alex langsung beranjak dari ranjang dan berjalan keluar menuju kemeja kerjanya.
Alex langsung saja melanjutkan pekerjaannya yang menumpuk itu diatas mejanya. Alex langsung larut dalam pekerjaannya hingga dia tiba-tiba mendengar suara pintu ruangannya diketuk dari luar dan Alex langsung saja mempersilahkan masuk orang yang mengetuk pintu itu, dan ternyata Argalah orangnya.
"Ada apa Arga, apa ada yang ingin kamu sampaikan kepada saya?? ", kata Alex kepada Arga ketika Arga sudah berada didepannya.
"Ini untuk masalah Nona Xavola Bos", jawab Arga kepada Alex.
"Bagaimana, apa kamu sudah memberikan hukuman kepadanya kan?? ", tanya Alex lagi kepada Arga.
"Sudah Bos, saya memberikannya hukuman dengan mengblack list namanya dari semua instansi dan semua Perusahaan serta Kantor -kantor yang bekerjasama dengan kita maupun yang tidak Bos", jawab Arga kepada Alex.
"Saya juga memberinya hukuman dengan menyuruhnya mengganti semua hutang-hutangnya yang dia pinjam kePerusahaannya Bos, yang sudah saya total berjumlah tiga ratus juta Bos", sambung Arga lagi kepada Alex.
Dan Alex masih setia mendengarkan laporannya Arga dengan serius.
"Serta saya sudah memasukkan Nona Xavola kedalam penjara atas tuduhan perencanaan pembunuhan dan penggelapan uang perusahaan yang belum dia bayarkan selama tiga tahun ini Bos", lapor Arga lagi kepada Alex.
"Bagus terserah kamu saja Arga dia mau kamu apakan", jawab Alex kepada Arga.
"Apa Bos ingin menambahkan hukumannya untuk Nona Xavola lagi?? ", tanya Arga kepada Alex.
"Tidak, saya serahkan semuanya kepadamu Arga, saya sedang malas mengurusi masalah seperti itu", jawab Alex kepada Arga sambil melanjutkan lagi membaca berkas-berkas yang ada diatas mejanya.
"Baik Bos siap, kalau begitu saya permisi dulu", kata Arga kepada Alex dan Alex hanya mengangguk saja kepada Arga.
Arga langsung saja berlalu keluar ketika sudah melihat anggukan kepalanya Alex sedangkan Alex dia langsung melanjutkan lagi pekerjaannya yang tertunda karena laporannya Arga tadi.
Alex langsung larut dalam pekerjaannya yang dia kerjakan itu, hingga Alex sampai melewatkan jam makan siangnya. Serta Alex juga melupakan Ana yang masih didalam kamar rahasianya itu.
Alex yang terlalu fokus bekerja tiba-tiba dia merasakan capek dan pegal, Alex langsung saja menghentikan pekerjaannya dan lalu merenggangkan semua otot-otot kekarnya yang ada ditubuhnya itu.
"Aah capek sekali rasanya", kata Alex sambil merenggangkan semua otot-ototnya.
"Jam tiga sore ternyata, tumben Arga tidak mengingatkanku untuk makan siang, apa dia sedang pergi", kata Alex lagi untuk dirinya sendiri.
"Aku ko seperti melupakan sesuatu ya, apa sih??", kata Alex untuk kesekian kalinya berbicara sendiri sambil mengingat-ingat apa yang sedang dilupakannya itu.
"Ya ampun Anaaaa", kata Alex yang langsung teringat dengan istrinya Ana yang dia tinggalkan terlalu lama didalam kamar rahasianya itu.
__ADS_1
Alex langsung beranjak dari duduknya dan dia langsung berlari menuju kekamar rahasianya itu. Ketika Alex baru saja membuka pintu Alex langsung melihat Ana sedang menonton televisi dengan seriusnya tanpa mengalihkan pandangannya sedikit pun kepadanya.
Alex langsung menghampiri Ana yang sedang tiduran diatas ranjang itu.
"Sayang maafkan Kakak ya yang terlalu larut dalam pekerjaan hingga melupakanmu yang masih didalam kamar ini", kata Alex menjelaskan kepada Ana.
"Kakak awas minggir", kata Ana sambil menyingkirkan badannya Alex yang berada didepannya.
"Sayang jangan marah dong sama Kakak, Kakak berjanji tidak akan mengulanginya lagi, sekarang sayang mau minta apa sama Kakak, bilang saja sayang, akan Kakak penuhi semuanya", kata Alex lagi kepada Ana sambil mencoba membujuknya.
"Kakak minggir, iiiih minggir Kaaaaak", kata Ana sambil terus menggeser tubuhnya Alex yang ada didepannya.
"Sayang benar-benar marah sama Kakak ya", kata Alex dengan lemas kepada Ana.
"Yaaaah iklan, Kakak sih mengganggu Ana saja, jadi Ana menjadi tidak bisa fokus sama film kartu kesukaannya Ana itu", kata Ana kepada Alex dengan muka cemberutnya.
"Daritadi Ana berarti tidak mendengarkan Kakak berbicara??", kata Alex kepada Ana.
"Tidak, memangnya Kakak berbicara apa sama Ana?? ", jawab Ana sambil melihat kearahnya Alex dengan muka imutnya.
"Ana jangan marah ya sama Kakak, karena tadi Kakak terlalu fokus bekerja jadi Kakak lupa jika masih ada Ana didalam kamar ini", kata Alex mencoba menjelaskan lagi kepada Ana.
"Ana tidak marah Kak, untuk apa Ana marah", jawab Ana kepada Alex.
"Tadi Ana ketika sudah bangun dan mencari Kak Xander, ketika Ana membuka pintu kamar, Ana melihat Kakak sedang serius sekali dalam bekerjanya, fikir Ana daripada mengganggu Kakak, Ana kembali lagi masuk kekamar. Memang tadi Ana bingung mau apa didalam kamar sendirian, ketika Ana mencoba menyalakan televisi, langsung ada film kartun kesukaannya Ana, ya Ana fokus saja dong menontonnya, dan Ana sendiri juga lupa jika Ana masih berada dikantornya Kakak, karena keasikan nonton film kartunnya", jawab Ana lagi kepada Alex.
"Ana lapar tidak, kan tadi Ana juga tidak mengingatkan Kakak untuk makan siang", tanya Alex kepada Ana.
"Ana masih kenyang Kak", jawab Ana sambil mengalihkan pandangannya ketelevisi lagi yang sudah tayang film kartunnya.
"Ana kenyang makan apa, kan tadi Kakak tidak mengajak Ana makan siang", kata Alex lagi kepada Ana.
"Ituuuuu", kata Ana sambil melirik dan menunjuk sisa makanan yang ada diatas meja menggunakan mulutnya.
Alex lalu mengalihkan pandangannya kearah sesuatu yang ditunjuk oleh Ana. Dan Alex melihat begitu banyak bungkus keripik dan satu cup es krim ukuran sedang dan lain-lainnya.
"Kamu makan ini semua sendirian sayang?? ", tanya Alex kepada Ana. Dan Ana hanya mengangguk saja kepada Alex karena dia terlalu fokus menonton televisi.
Alex hanya menggelengkan kepalanya melihat sikapnya Ana karena terlalu fokus menonton televisi.
__ADS_1
"Kita pulang yuk sayang, lanjut lagi menontonnya dirumah, sudah sore juga", ajak Alex kepada Ana.
Dengan terpaksa Ana harus mematikan televisinya dan ikut Alex pulang. Alex langsung menggandeng Ana dengan mesra keluar dari kamar itu dan keluar juga dari dalam ruangannya.
Ketika Akex dan Ana sudah sampai diloby kantor mereka langsung saja masuk kedalam mobil yang sudah disiapkan oleh bodyguardnya Alex tadi.
Dikantor para karyawannya Alex mereka semua sekarang lebih menghormati Ana dan Ana sendiri dia sudah tidak terlalu takut lagi ketika diajak kekantor oleh Alex, karena pandangan semua para karyawan tidak seperti pertama kali Ana ikut Alex kekantor.
Sesampainya dirumah, Alex dan Ana mereka langsung masuk kedalam kamar pribadi mereka, dan Alex langsung masuk kedalam kamar mandi untuk bersih-bersih badannya. Sedang Ana dia lanjut lagi menonton televisinya dan duduk dishofa empuk yang ada didalam kamar.
Ketika Alex sudah selesai dan keluar dari dalam kamar mandi, dia langsung melihat Ana sedang asik menonton televisi, dan yang ditonton Ana adalah film kartun tadi.
"Sayang mandi sudah sore ini lho", kata Alex ketika sudah berada disampingnya Ana.
"Iya sebentar ya Kak, sebentar lagi filmnya sudah mau habis", jawab Ana kepada Alex tanpa mengalihkan pandangannya.
Dan Alex yang mendengar jawabannya Ana, dia membiarkan saja Ana menonton televisinya, lalu Alex dia langsung merebahkan badannya diranjang karena badannya benar-benar butuh untuk diistirahatkan.
Sedang Ana dia masih asik menonton televisi dishofa empuk nan nyaman yang ada didalam kamarnya Alex. Ketika filmnya sudah selesai Ana langsung saja mandi dan ketika sudah selesai mandi, Ana yang hanya menggunakan bathrobe entah kenapa rasanya Ana ingin sekali menggoda Alex yang sedang tertidur dengan nyenyak itu.
Ana perlahan naik keatas ranjang dan dia lalu mencoba meremas dan memijat pelan palu thornya Alex yang tertutup celana pendek itu.
Ketika Ana melakukan itu, palu thornya Alex yang awalnya lembek, lama kelamaan menjadi keras dan semakin mengeras saja. Dengan perlahan Ana memasukkan tangannya kedalam celana yang dipakai oleh Alex.
Ana langsung saja melakukannya lagi seperti tadi meremas dan memijatnya, Alex yang gelisah dalam tidurnya dia merasakan sesuatu dianacondanya, Alexnlangsung saja membuka matanya dan melihat Ana sedang tertawa mengejek kepada Alex, karena sudah berhasil membuat anaconda terjaga dari tidurnya.
Ketika Ana melihat Alex membuka matanya dia langsung berlari sambil tertawa senang menuju keruang walkincloset dan langsung menutup pintunya. Akan tetapi sebelum pintu benar-benar tertutup Alex sudah lebih dahulu menahannya.
"Kamu harus bertanggung jawab Ana dengan apa yang kamu lakukan keKakak", kata Alex dengan suara serak-serak seksinya sambil berjalan perlahan mendekati Ana.
"Memangnya Ana melakukan apa keKakak, kenapa Ana harus bertanggung jawab", jawab Ana dengan menahan tawanya kepada Alex sambil berjalan mundur.
"Kamu sudah membangunkan yang sedang tertidur", jawab Alex ketika sudah mengukung tubuhnya Ana, karena Ana sudah menabrak lemari yang ada didalam situ.
"Kalau sudah bangun ya ayo kita makan saja, kan daritadi Kakak belum makan", jawab Ana yang tidak faham maksudnya Alex sambil menahan dadanya Alex menggunakan kedua tangannya, karena Alex semakin menempel saja ketubuhnya Ana.
"Baiklah jika kamu mengajak Kakak makan sayang, Kakak akan memakannya sekarang juga", jawab Alex dan setelahnya dia langsung mencium bibirnya Ana dengan penuh has***t
Dan seterusnya Alex melakukan itu kepada Ana. Karena ulah Ana sendirilah Alex meminta jatahnya sebanyak tiga ronde sekaligus kepada Ana. Ketika sudah merasa capek Alex dan Ana mereka keluar kamar karena lapar dan mereka ingin makan malam dirumah saja, karena waktu juga sudah menunjukkan pukul tujuh malam.
__ADS_1
ππππππππππππ
***TBC***