
Daneil dan Cacha setelah pulang dari rumah sakit kemarin, Daneil menunjukkan sifat yang sangat berbeda terhadap Cacha tidak seperti biasanya.
Daneil lebih perhatian, lebih lembut, lebih hangat dalam bersikap dan masih banyak lagi yang Cacha rasakan kepada Daneil.
Bahkan Daneil juga semenjak pulang dari rumah sakit kemarin, dia kalau malam jika tidur pasti selalu memeluk Cacha hingga pagi menjelang.
Sampai-sampai membuat Cacha seperti susah bergerak dan bernafas.
Seperti saat ini, Daneil yang sedang libur dan sedang bersama Cacha dirumah mewah mereka, ketika tahu Cacha akan berangkat kekampus pun, Daneil menjadi galau sendiri rasanya.
Persis seperti anak remaja yang sedang merasakan kasmaran dengan pasangannya.
Ketika Daneil yang sudah sampai mengantarkan Cacha kekampus tempat Cacha mengajar pun, tidak lupa Daneil juga berpesan kepada Cacha, jika sudah selesai mengajar untuk langsung segera pulang.
Bukan seperti Daneil yang Cacha kenal selama menikah, karena biasanya Daniel akan berpesan hati-hati dan nanti akan dia jemput, namun kali itu beda sekali.
Perubahannya Daneil membuat Cacha yang sedang berjalan menuju kedalam kampus pun, dia selalu mengumbar senyumnya karena merasa sangat bahagia.
Daneil yang sudah sampai dirumah, dia entah kenapa tidak seperti biasanya, rasanya Daneil malas sekali tidak ada Cacha dirumah bersamanya.
Dan Daneil dia malah menghabiskan waktunya hanya berrebahan diatas ranjangnya, sambil berguling-guling juga.
Namun Daneil yang capek dan bosan melanda, tahu-tahu Daneil sudah tertidur dengan sendirinya hingga tanpa mengetahui jika Cacha sudah pulang sejak dari dua jam yang lalu.
Cacha yang tadi sudah pulang dari kampus dengan naik taksi, sebab Daneilnya ketiduran.
Cacha yang sudah masuk kedalam kamar mereka, dia melihat Daneil sedang asik tertidur dengan sangat lelap sekali.
Sampai-sampai panggilan telefon dari Cacha untuk menjemputnya tadi dikampus tidak terdengar ditelinganya Daneil.
Cacha tidak marah akan sikap Daneil yang malah ketiduran untuk menjemputnya tadi.
Cacha tadi lalu memutuskan untuk bersih-bersih badannya saja didalam kamar mandi, untuk mandi, dan setelahnya dia langsung saja menyelesaikan pekerjaan rumahnya yang cukup menumpuk itu.
Daneil yang merasa jika tidurnya sudah sangat lama sekali, dia lalu berusaha membuka matanya.
Alangkah terkejutnya Daneil ketika dia membuka mata, langsung mendengar suara orang yang seperti sedang mengetik keyboard laptop.
Dan benar saja, ketika Daneil mengalihkan pandangannya kearah shofa yang ada didalam kamar mereka.
__ADS_1
Daneil langsung melihat sudah ada Cacha yang sedang asik mengerjakan semua tugas perdosenannya menggunakan kaca mata tebalnya itu didepan laptop.
Daneil yang biasanya dia hanya memperhatikan saja Cacha dari jauh, dan mengamati Cacha juga dengan diam-diam.
Entah kenapa kali ini kakinya Daneil melangkah turun dari atas ranjang utuk mendekati Cacha.
Cacha yang melihat Daneil sudah terbangun dan sedang berjalan didepannya, dia langsung saja bertanya kepada Daneil.
"Kakak sudah bangun, mau makan??", tanya Cacha kepada Daneil.
Namun Daneil hanya menggelengkan kepalanya saja tanpa menjawab perkataannya Cacha dan malah langsung merebahkan badannya disampingnya Cacha dengan kepala yang dia alaskan p4h4nya Cacha.
Cacha sungguh sangat terkejut sekali, dengan sikapnya Daneil yang semakin hari semakin manja saja dengannya.
Namun Cacha sangat suka sekali dengan perubahannya Daneil yang seperti itu.
Dan Cacha juga sudah siap jika tiba-tiba Daneil meminta haknya kepadanya malam itu juga.
"Kamu tadi pulang naik apa Cacha??", tanya Daneil kepada Cacha sambil melihat wajahnya Cacha.
"Naik taksi Kak, tadi Cacha juga sudah menelfon Kak Daneil berulang kali tapi tidak diangkat juga, dan sesampainya dirumah ternyata Kak Daneil sedang tidur", jawab Cacha kepada Daneil sambil menunduk melihat wajahnya Daneil.
"Iya tidak apa-apa ko Kak", jawab Cacha kepada Daneil sambil tersenyum manis sekali.
Namun Daneil dia tidak menjawab perkataannya Cacha malah sedang asik sendiri memainkan jari jemarinya Cacha yang lentik itu.
"Emm Kak, Kakak bisa pindah tidak tidurannya", kata Cacha dengan sangat hati-hati sekali kepada Daneil.
"Memangnya kenapa Cha??, lagipula Kakak juga tidak mengganggu kamu kan??", jawab Daneil kepada Cacha.
"Emm, tapi kan.........", kata Cacha kepada Daneil dengan tidak enak mengatakannya, karena Cacha akan mengetik lagi dilaptopnya, dan nanti pastinya bukit squishynya akan menempel diwajahnya Daneil.
"Tapi apa Cha, sudah kamu lanjutkan saja pekerjaan kamu, Kakak masih ingin tiduran dip4h4 kamu seperti ini", kata Daneil lagi kepada Cacha.
Dan Cacha mau tidak mau dia akhirnya melanjutkan lagi pekerjaannya dengan sedikit rasa tidak nyaman.
Sedangkan Daneil yang terkadang merasakan bukit squishyanya Cacha mengenai dahinya, dia entah kenapa langsung sedikit merinding sekali.
Apalagi mencium aroma sabun dan parfum yang ada ditubuhnya Cacha bercampur menjadi satu setelah selesai mandi seperti itu, membuat fikiran Daneil yang sebagai laki-laki normal pun langsung bekerja dengan sangat cepat sekali.
__ADS_1
Cacha lama-kelamaan dia merasa tidak nyaman dengan posisinya yang seperti itu, dan Cacha langsung saja mencari alasan bagaimana caranya bisa melepaskan diri dari Daneil.
Dan Cacha akhirnya beralaskan ingin kedapur untuk menyiapkan makan malam untuk mereka berdua.
Daneil yang sudah sedikit ngeblank pun, dia hanya bisa iya-iya saja kepada Cacha ketika Cacha berpamitan kepadanya ingin kedapur.
Cacha yang setelah sampai didapur dia langsung saja meghembuskan nafasnya dengan cukup kasar sekali, karena pasalnya tidak cuma Daneil saja tadi yang sedikit ngeblank, melainkan Cacha juga.
Singkat cerita makan malam pun tiba, Daneil dan Cacha mereka berdua makan malam seperti biasanya, tapi entah kenapa baik Cacha maupun Daneil dijantung mereka rasanya berdetak lebih kencang melebihi biasanya.
Cacha yang berbicara dengan Daneil dia selalu melirik bibir tipis miliknya Daneil, sedangkan Daniel dia malah sering melirik kebukit squishynya Cacha yang tertutup baju berwarna hitam itu.
Tidak ada pembicaraan yang berarti diatas meja makan antara Daneil dan juga Cacha.
Dan setelah mereka berdua sudah pada selesai makan malam, Daneil dan Cacha mereka kembali lagi kedalam kamar mereka untuk tidur, kalau tidak ya Cacha melanjutkan lagi pekerjaannya yang tertunda tadi.
Namun ketika Cacha dan Daneil baru saja masuk kedalam kamar.
Daneil langsung saja memeluk Cacha dari belakang dan langsung membalikkan badannya Cacha untuk menghadap kearahnya.
Daneil dan Cacha yang sudah pada saling berhadap-hadapan, Daneil langsung menatap lekat wajahnya Cacha dengan sambil menyelipkan rambutnya Cacha kebelakang telinganya.
Dengan bibir yang sedang tersenyum manis, Daneil terus membelai wajah cantiknya Cacha menggunakan jari jemarinya itu.
Hingga akhirnya tibalah tangan Daneil dibelakang tengkuknya Cacha.
Daneil dengan perlahan tapi pasti, dia terus memajukkan wajahnya kewajahnya Cacha hingga akhirnya hidung mereka sudah saling bersentuhan.
Dengan gerakan sangat lembut sekali, Daneil lalu memajukan bibirnya untuk mencium Cacha tepat dibibirnya.
Ketika Cacha merasakan bibirnya Daneil menyentuh bibirnya, dia langsung saja memejamkan matanya untuk menikmati sentuhan yang akan diberikan oleh Daneil nanti.
Daneil mulai mencoba menggerakkan bibirnya dibibirnya Cacha dengan gerakan yang sangat mesra sekali.
Dan tanpa diduga sekali oleh Daneil, Cacha bukannya marah, dia malah membalas ciumannya, dan mereka akhirnya saling berciuman dibibir dengan sangat mesra, intens serta saling meresapi bibir mereka masing-masing yang sedang saling beradu itu.
...πππππππππππππ...
...***TBC Bonchap***...
__ADS_1