GADIS LUGU PEMIKAT HATI

GADIS LUGU PEMIKAT HATI
CHAPTER 255


__ADS_3

Ketika melihat semua anak-anaknya sudah pada mengumpul dan duduk bersama, Ayah Geoff langsung saja menyuruh Bibi untuk membuatkan minuman untuk Arga dan juga Vero.


"Darimana saja kalian ini seharian??", tanya Daneil kepada Arga.


"Dan kenalkan dong siapa dia sama Kakak Arga??", goda dari Daneil kepada Arga.


Arga tersenyum dulu sebelum menjawab pertanyaan dari sang Kakak.


"Perkanalkan Kak, dia Veronica, dia susterku dulu dan sekarang dia akan menjadi calon istriku serta ibu dari anak-anakku", jawab Arga kepada Daneil sambil merangkul mesra pundaknya Vero.


"Dan tadi kami baru saja fitting baju pengantin serta foto prewedding juga",, sambung lagi perkataannya Arga kepada Daneil.


"Cantik", kata Daneil sambil memandang Vero dengan tatapan yang tahu hanya Veronica saja, membuat Vero langsung saja malu melihat tatapannya Daneil kepadanya.


Sedangkan Arga dia tidak menyadari akan hal itu.


"Oh ya Ayah, Arga ada kejutan untuk kalian semua", kata Arga kepada Ayahnya dan juga Daneil.


"Apa itu Nak??", tanya Ayah Geoff kepada Arga dengan sangat penasaran sekali.


"Coba sayang mana sini tunjukkan kepada Ayah", kata Arga kepada Vero.


Dan Vero lalu mengambil hasil kontrol kandungannya tadi, serta foto hasil USGnya.


Ayah Geoff dan Daneil langsung saja melihat semua berkas yang diberikan oleh Arga tadi.


Senyum dibibir Ayah Geoff langsung merekah dengan sangat sempurna sekali ketika mengetahui jika dia sebentar lagi akan mempunyai seorang cucu dari Arga.


Ayah Geoff belum mengetahui jika yang digambar USG itu adalah dua orang baby, karena Ayah Geoff tidak faham akan foto-foto seperti itu.


Sedangkan Daneil sendiri, dia tersenyum dengan senyuman yang dipaksakan, namun dia sangat bahagia sekali, melihat ada kebahagiaan dimata sang adik tercintanya.


"Selamat ya Arga, Vero, dan sebentar lagi aku akan menjadi seorang uncle", kata Daneil kepada Arga dan juga Vero dengan tatapan seperti sedikit terluka namun juga bahagia secara bersamaan.


"Selamat Nak",, kata Ayah Geoff juga kepada Arga dan juga Vero sambil tersenyum bahagia.


"Terimakasih Ayah", jawab Vero kepada Ayah Geoff sambil tersenyum dan juga tersenyum kaku kepada Daneil.


"Veroku ini, dia hamil baby kembar Ayah, Ayah akan langsung mempunyai dua orang cucu sekaligus", kata Arga lagi dengan sangat semangat sekali kepada Ayahnya.

__ADS_1


Membuat Ayah Geoff langsung saja berdiri dari duduknya dan berjalan mendekati Vero untuk memeluknya.


Vero sangat bahagia sekali, meliat sikap dari sang Ayah mertua yang sangat bahagia mendengar kabar berita kehamilannya.


Dan Daneil sendiri dia semakin memaksakan senyumannya untuk Arga dan juga Vero.


"Ayah sangat bahagia sekali Nak, Ayah bahagia", kata Ayah Geoff ketika dia sudah melepaskan pelukannya Vero tadi sambil bibir tersenyum sangat lebar.


"Iya Ayah aku juga sangat bahagia sekali", jawab Arga kepada Ayahnya sambil tersenyum senang sekali.


"Apakah kamu sudah memberitahukan berita ini kepada Mamah Arga??", tanya Daneil secara tiba-tiba kepada Arga.


Membuat senyum dibibirnya Arga dan Ayah Geoff langsung sirna sudah.


Arga yang belum bercerita kepada Vero tentang Mamahnya, dia lalu mengalihkan pembicaraan dari sang Kakak, karena disitu masih ada Veronica.


"Ayah, Kakak kami capek, mau istirahat dulu ya Ayah, kasihan Vero dan dedeknya daritadi belum istirahat", jawab Arga mengalihkan pembicarannya.


"Iya Nak", jawab Ayah Geoff kepada Arga, sedangkan Daneil dia hanya diam saja sambil menatap terus kepergian dari Arga dan juga Vero pergi kekamarnya Arga yang ada dilantai dua.


"Kamu jangan membicarakan Mamah dihadapannya Vero Daneil, Arga dia belum menceritakannya kepada Vero jika dia sedang bertengkar dengan Mamahnya, apalagi kondisi Vero sedang hamil seperti itu, tidak baik membuat ibu hamil banyak fikiran Nak", tegur Ayah Geoff kepada Daneil.


"Iya Ayah", jawab Daneil kepada Ayahnya.


Vero yang melihat tidak ada Mamah Iris disitu, dia lalu bertanya kepada Ayah Geoff dimana Mamah Iris berada.


Ayah Geoff yang ditanya oleh Vero, dia lalu mengalihkan pandangannya kearahnya Arga. Dan Arga juga saling pandang kepada Ayahnya.


"Nanti akan Kakak ceritakan sayang, sekarang kamu makan saja dulu ya, karena kasihan sidedek yang ada didalam perut ini", kata Arga kepada Vero dengan lembut sambil mengusap perutnya Vero.


"Iya", jawab Vero kepada Arga sambil tersenyum tipis.


Dan setelah makan malam pun selesai, Arga lalu mengajak Vero untuk masuk kedalam kamarnya lagi.


Didalam kamar, Arga lalu menceritakan semuanya jika beberapa hari ini dia sedang bertengkar hebat dengan Mamah Iris.


Vero sangat terkejut sekali mendengar cerita dari Arga, dan Vero lalu mendesak Arga untuk segera meminta maaf kepada Mamah Iris.


Karena bagaimanapun juga Mamah Iris tetaplah Mamahnya.

__ADS_1


"Nanti ya sayang, Kakak butuh waktu sebentar", jawab Arga kepada Vero.


"Sekarang Kak, atau Vero tidak mau meneruskan pernikahan ini, kasihan Mamah dia sendirian dirumah sana", desak Vero lagi kepada Arga.


Arga langsung saja berdiam diri untuk sejenak untuk berfikir.


Dan setelahnya Arga langsung mengiyakan perkataannya Vero, sebab Arga tidak mau sampai pernikahannya dengan Vero batal hanya karena keegoisannya.


"Tapi kamu disini saja dulu ya sama Ayah dan juga Kakak", kata Arga lagi kepada Vero.


"Iya, sudah sana jemput Mamah Kak, dan bawa pulang kesini, bagaimanapun juga dia adalah nenek dari sikembar", jawab Vero kepada Arga sambil tersenyum manis.


Dan Arga langsung saja bersemangat mendapat dukungan dari Vero.


Arga langsung juga bergegas pergi menemui sang Mamah untuk membicarakan masalah mereka dan juga sekaligus meminta maaf.


Sedangkan Ayah Geoff yang melihat kepergian dari Arga tadi, dia langsung saja bertanya kepada Vero kemana Arga pergi.


"Katanya ada sesutu yang ketinggalan Yah", jawab Vero tidak jujur kepada Ayah Geoff.


"Oh ya sudah, kalau begitu Ayah masuk dulu ya kedalam kamar", kata Ayah Geoff lagi kepada Vero.


Dan Vero hanya mengangguk saja kepada Ayah Geoff, sedangkan Ayah Geoff langsung saja berlalu pergi untuk menuju kedalam kamarnya.


Kak Daneil sendiri dia juga berada didalam kamarnya setelah makan malam tadi, dan Daneil juga melihat kepergia dari Arga dari atas balkon kamarnya tanpa Veronica.


Vero yang sudah sendirian disitu, dia lalu duduk dikursi belakang rumahnya Ayah Geoff yang menghadap langsung kekolam renang, dengan tatapan sedikit melamun.


Ketika Vero sedang termenung sendirian, tiba-tiba ada seseorang yang membawakan sebuah selimut kepada Vero.


Dan orang itu adalah Daneil Kakaknya Arga.


Vero sangat terkejut sekali ketika tiba-tiba ada sebuah selimut yang tersampir kekakinya, dan semakin terkejut pula ternyata yang melakukannya adalah Daneil Kakaknya Arga.


Vero langsung saja menegakkan duduknya ketika Daneil sudah duduk dikursi sebelahnya, seketika membuat tubuhnya Vero menjadi kaku karena malu.


...🍊🍊🍊🍊🍊🍊🍊🍊🍊🍊🍊🍊🍊...


Lanjut tidak niiiih, author malah lagi asik membahas Arga sama Vero terus daritadiπŸ˜πŸ˜πŸ˜…

__ADS_1


...🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹...


...***TBC***...


__ADS_2