GADIS LUGU PEMIKAT HATI

GADIS LUGU PEMIKAT HATI
CHAPTER 25


__ADS_3

Mommy Dania ternyata terkena darah tinggi mendadak karena terlalu syok dan kaget, hingga Mommy Dania membutuhkan sedikit perawatan untuk menurunkan kadar darahnya yang lumayan tinggi itu.


Tuan Fredo dia sangat khawatir mengetahui keadaan istrinya ketika diberitahu Dokter yang baru saja memeriksa keadaan Mommy Dania.


Sedangkan Nyonya Gia yang juga menemani Tuan Fredo menunggui Mommy Dania, dia juga ikut khawatir dan prihatin. Sebab dia juga seorang ibu, pasti seorang Ibu akan sedih jika mendengar dan melihat kondisi anaknya sedang diujung kematian.


Sedangkan diruangannya Ana, Ana yang sedang mendapatkan pertolongan dari Dokter dan para suster yang berjaga untuk menstabilkan detak jantung serta kondisi Ana, akhirnya perjuangan mereka para Dokter dan suster terbayarkan dengan Ana yang perlahan-lahan membuka matanya.


Pertama kalinya yang diucapkan Ana ketika membuka matanya adalah memanggil nama Alex.


"Kak Xander,


"Kak Xander,


Ucap Ana lirih dengan mata yang masih sayu. Dokter Julius yang mendengarnya dia langsung menyuruh suster untuk memanggil orang yang namanya disebut Ana, yang mungkin termasuk Keluarga Damara fikir Dokter Julius. Karena Dokter Julius dia tidak mengetahui jika Alex diKeluarganya dipanggil dengan panggilan Xander.


Suster langsung saja berlalu keluar ketika disuruh Dokter Julius untuk memanggil yang namanya Xander sesuai yang disebut Ana tadi.


"Maaf apa disini ada yang namanya Xander??, karena Nona Ana sudah sadar dan selalu memanggil nama Kak Xander", kata Suster kepada Alex, Tuan Gavi dan Tara.


Tuan Gavi, Tara dan Alex mereka sangat bersyukur mengetahui jika Ana sudah sadar, akan tetapi mereka juga bingung kenapa malah Alex yang dipanggil Ana, bukannya Tara Kakaknya, begitulah yang difikirkan mereka bertiga.


Alex langsung saja bangun dan mengatakan jika yang dimaksud Xander oleh Ana adalah dirinya.


Dokter Julius yang melihat Alex yang masuk keruangannya Ana dia langsung menyingkir untuk memberikan ruang dan waktu untuk Alex berbicara kepada Ana.


"Hey Ana, Kakak disini", kata Alex kepada Ana.


Ana langsung membuka matanya secara perlahan-lahan sambil melirik kearahnya Alex, karena sakit dihidungnya yang tidak tertahankan jika dibuat memiringkan kepalanya melihat kearah Alex.


"Kakak sakit hidung Ana", kata Ana lirih sambil melirik keAlex.


"Ana harus cepat sembuh ya, coba tebak Kakak kesini sama siapa??, Kakak kesini sama Daddy dan Kakakmu Tara lho Ana, kamu mau lihat mereka?? ", kata Alex menyemangati Ana.

__ADS_1


Ana langsung mengangguk sangat pelan sekali kepada Alex, akan tetapi Alex faham dan melihat gerakan anggukan Ana yang begitu pelan sekali.


"Sebentar ya Ana, Kakak panggilkan dulu", kata Alex kepada Ana sambil tersenyum cerah, agar Ana bisa sedikit bersemangat.


Alex langsung saja berbalik badan dan berbicara dengan Dokter Julius dengan berbisik-bisik agar Ana tidak mendengarnya.


Alex melakukan itu agar Ana lebih bersemangat mengetahui Keluarganya menungguinya diRumah Sakit, dan juga supaya Ana cepat sembuh dengan kehadiran Kakak beserta kedua orang tuanya.


"Dok, ijinkan sebentar saja kedua orang tua Ana dan Kakaknya melihat Ana ya Dok, agar Ana bisa lebih bersemangat dan mau menjalani operasi tulang hidungnya nanti", bisik Alex kepada Dokter Julius.


"Tapi Tuan Alex jika disini akan banyak orang bisa tidak steril lagi tempatnya", jawab Dokter Julius kepada Alex.


"Akan saya telefon Simon sekarang kalau begitu", kata Alex kepada Dokter Julius dan langsung mengeluarkan Hpnya dari saku jaznya.


"Baiklah Tuan, tapi hanya sebentar ya Tuan, dan saya akan menyuruh semua para suster keluar biar tidak terlalu banyak orang disini", kata Dokter Julius akhirnya kepada Alex.


"Terimakasih Dokter", jawab Alex kepada Dokter Julius.


Tara yang melihat Alex keluar dia langsung berdiri dan langsung menghampiri Alex dan bertanya bagaimana keadaannya Ana didalam sana.


"Tuan Alex bagaimana keadaannya Princess didalam, bagaimana?? ", tanya Tara secara terburu-buru karena sudah tidak sabar mendengar bagaimana keadaan adiknya Ana.


"Tuan Tara silahkan anda masuk saja kedalam, dan ajak juga Tuan Fredo serta Mommy anda, kalian sudah saya ijinkan kepada Dokter yang jaga, lagian Ana juga sudah sangat ingin bertemu dengan kalian", kata Alex kepada Tara dengan tersenyum ramah sambil menepuk pundaknya Tara.


Tara yang mendengar perkataannya Alex dia sungguh sangat bahagia dan langsung saja Tara dia menelfon Daddynya Tuan Fredo untuk memberitahukan kondisinya Ana dan menyuruhnya untuk segera datang keruangannya Ana.


Tuan Fredo yang saat itu sedang duduk diruang tunggu istrinya yaitu Mommy Dania dia merasakan getaran Hp disaku jaznya lalu dia mengambilnya dan melihat siapa yang menelfonnya.


Ketika nama Tara yang tertera dipanggilan masuk langsung saja Tuan Fredo mengangkat panggilan itu.


"Hallo Tara, bagaimana kondisi Princess dan ada apa??", tanya Tuan Fredo secara to the point kepada Tara anaknya.


"Hallo Daddy, Daddy segera kesini, Princess sudah sadar dia ingin bertemu dengan kita dengan Mommy juga", jawab Tara juga dengan sangat bersemangat.

__ADS_1


Tuan Fredo yang mendengar perkataannya Tara dia langsung saja terlonjak dari duduknya dan langsung segera melangkah menuju keruangannya istrinya Mommy Dania.


"Apa beneran yang kamu bilang, kamu tidak bercanda dan berbohong sama Daddy kan Tara?? ", kata Tuan Fredo kepada Tara anaknya.


"Tidak Daddy ayo buruan kesini, Tara tunggu", kata Tara kepada Daddynya.


"Baik, tunggu Daddy disitu, Daddy akan segera datang dan mengabari Mommymu jika sudah siuman", kata Tuan Fredo kepada Tara dan langsung mematikan sambungan telefonnya.


Tuan Fredo langsung saja melangkahkan kakinya menuju keruangan istrinya yang juga dirawat karena pingsan tadi mendengar tentang kondisinya Ana.


Nyonya Gia dia terlonjak kaget ketika mendengar suara pintu yang dibuka sedikit kasar dari luar, dan ketika melihat siapa yang membuka ternyata Tuan Fredo pelakunya.


Sedangkan Mommy Dania dia sudah siuman dan diam saja daritadi. Padahal Nyonya Gia sudah membujuk dan mengajak ngobrol Mommy Dania untuk mau makan dan mau berbicara, akan tetapi tidak ada tanggapan sama sekali sama Mommy Dania.


Tuan Fredo yang ketika membuka pintu melihat istrinya sudah siuman, dia begitu bahagia dan tidak sabar untuk memberitahukan kabar yang menggembirakan dari Tara.


"Mommy, Ana Princess kita sudah siuman dan sadar, sekarang dia ingin bertemu dengan kita dan juga Tara", kata Tuan Fredo dengan sangat bersemangat ketika sudah sampai disamping brankarnya Mommy Dania.


Mommy Dania yang daritadi hanya diam dan melamun ketika mendengar perkataan suaminya dia langsung saja mengalihkan pandangannya kearah suaminya dan juga langsung cerah wajahnya.


"Beneran yang Daddy bilang, ayo kalau begitu kita buruan kesananya", jawab Mommy Dania dengan sangat bersemangat kepada suaminya Tuan Fredo.


"Benar Mommy, sebentar Daddy akan pinjamkan kursi roda untuk Mommy, karena kondisi Mommy kan masih lemah", kata Tuan Fredo kepada istrinya dengan sangat bersemangat juga.


Sedangkan Nyonya Gia yang juga berada disitu dia juga sangat senang mendengar kondisinya Ana yang sudah sadar dan siuman.


Langsung saja Tuan Fredo mencari kursi roda untuk Istrinya, agar Istrinya tidak kelelahan berjalan keruangannya Ana.


Tuan Fredo dan Mommy Dania mereka sudah sangat tidak sabar ingin segera bertemu dengan Ana, setelah sekitar seminggu lebih tidak bertemu dan sekalinya bertemu dengan Ana malah kondisinya Ana yang memprihatinkan.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


***TBC***

__ADS_1


__ADS_2