
Sudah beberapa hari dari pasca operasinya Ana, keadaannya Ana semakin membaik dan hidungnya Ana pun sudah tidak begitu sakit dirasakan oleh Ana.
Dan Dokter hari ini dia akan melepaskan perban yang ada dihidungnya Ana, untuk melihat bagaimana hasil jahitan operasi kemarin.
Ana sendiri dia masih menggunakan infus untuk mensuplai makanan yang masuk kedalam tubuhnya, sebab Ana belum bisa makan yang terlalu banyak, karena jika mulut Ana terlalu banyak bergerak dan lama untuk mengunyah Ana akan merasakan sakit dihidungnya.
"Ayo Nona Ana, Dokter bantu buka perban dihidungnya ya?? ", kata Simon kepada Ana.
Dan didalam ruangan itu ada semua Keluarga William. Dari kemarin Tuan Fredo dan juga Tara mereka menyerahkan kantor dan pekerjaan mereka kepada orang kepercayaan mereka masing-masing.
Karena bagi Tuan Fredo dan Tara, kesembuhan dan kesehatannya Ana adalah yang utama, dan juga Tuan Fredo serta Tara mereka tidak mau nanti jika akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan lagi.
Mommy Dania dia langsung saja membantu Ana untuk duduk, sedangkan Tuan Fredo dan Tara mereka berdiri disebelah brankarnya Ana.
Didalam ruangan itu tidak ada Alex, karena Alex setelah terakhir menjenguk Ana kemarin, Alex langsung terbang keAustralia untuk menghadiri meeting yang sangat-sangat penting untuk keberlangsungan Perusahaannya.
Dengan terpaksa Alex meninggalkan Ana, dan Ana pun dengan berat hati mengijinkan Alex pergi.
"Sudah siap Nona Ana?? ", tanya Dokter Simon lagi kepada Ana dan mendapatkan anggukan oleh Ana.
Setelah itu Dokter Simon dengan perlahan dia membuka perban yang menutupi hidungnya Ana. Luka-luka lecet dan lebam yang ada diwajahnya Ana sudah mulai menghilang dan pudar.
"Sempurna Tuan, Nyonya, seperti yang kita harapkan, hasilnya sangat rapi dan bagus, akan tetapi Nona Ana belum bisa memakan makanan yang kasar karena akan membuat otot wajahnya bergerak sangat kencang dan itu bisa menyebabkan rasa sakit dibekas operasinya Tuan", kata Simon kepada kedua orang tuanya Ana dan juga Tara.
Tuan Fredo, Mommy Dania dan Tara mereka sangat bersyukur ketika mendengar kabar itu dari Dokter Simon. Ana juga tak kalah senangnya mendengar kabar itu.
"Mommy apa ada kaca?? ", tanya Ana dengan suara pelannya.
Mommy Dania langsung saja mengeluarkan kaca dari dalam tasnya dan memberikan kepada Ana.
Ana dengan perlahan melihat wajahnya sendiri dikaca kecil yang diberikan oleh Mommynya. Ketika Ana melihat hidungnya, dia melihat bekas jahitan yang cukup terlihat jika dipandang. Mengetahui wajah Ana murung Simon lalu memberikan penjelasan kepada Ana.
"Nona tenang saja, itu jahitannya lama kelamaan akan menutup dengan sendirinya dengan rapi, akan tetapi nanti masih terlihat sedikit bekas jahitannya. Xander meminta kami memberikan penanganan yang terbaik untuk anda Nona Ana, jadi Nona tenang saja ya, tidak usah bersedih, karena kecantikan seorang wanita itu tidak dari wajahnya, akan tetapi dari hatinya", kata Simon memberikan semangat kepada Ana.
Tara lalu maju selangkah dan langsung menggenggam tangannya Ana.
"Kamu masih Princessnya Kakak Ana, kamu juga masih menjadi Princessnya Daddy dan juga Mommy, jangan bersedih, bagi kami Ana itu adalah wanita cantik kedua setelah Mommy", kata Tara kepada adiknya Ana.
__ADS_1
"Coba lihat, hidung kamu jadi mancung begini kan, Kakak saja kalah sekarang", kata Tara lagi dengan tertawa kecil kepada Ana.
Tuan Fredo dan Mommy Dania mereka terharu melihat kedekatannya Tara kepada adiknya Ana, begitupun Simon juga bisa melihat jika Tara, sangat menyayangi Ana.
"Anak Mommy dan Daddy tetap cantik, iya kan Dadd?? ", kata Mommy Dania dengan tersenyum kepada Ana.
"iya, coba sini siapa yang berani bilang anak Daddy tidak cantik, biar Daddy suruh Dokter Simon untuk mengoperasi hidungnya", kata Tuan Fredo kepada Ana membuat Ana langsung saja tersenyum terharu.
"Saya permisi dulu Tuan dan Nyonya, Nona Ana", pamit Dokter Simon kepada semua orang.
"Terimakasih Dokter",
"Terimakasih Dokter",
Kata Tuan Fredo dan juga Tara secara bergantian sedangkan Mommy Dania dan juga Ana dia hanya tersenyum dan juga mengangguk.
"Momm, Daddy mau pulang dulu ya, ada pekerjaan yang harus Daddy selesaikan", kata Tuan Fredo kepada Mommy Dania.
"Ana, Daddy pulang sebentar ya, nanti Daddy kesini lagi", kata Tuan Fredo kepada Ana.
"Iya Daddy, hati-hati dijalan", jawab Ana kepada Daddynya.
Waktu baru menunjukkan pukul dua siang, dan Ana sudah terlelap dari tidurnya karena efek obat yang baru saja diminumnya tadi. Sedangkan Mommy Dania dia sedang tiduran dishofa sambil menonton televisi yang ada didalam ruangan.
"Momm Tara mau keluar dulu sebentar, mau cari angin, sekalian mau ngopi", kata dan pamit Tara kepada Mommynya.
"Iya, jangan lama-lama ya, nanti kembali kesini belikan Mommy ditoko roti depan rumah sakit itu ya Kak", kata Mommy Dania kepada anak sulungnya.
"Baik Mommyku sayang", jawab Tara kepada Mommynya dan setelah itu dia berlalu pergi keluar.
Mommy Dania yang sedang menontin televisi lama kelamaan dia mengantuk juga. Ketika Mommy Dania mulai terserang kantuk, Mommy Dania langsung melihat kearahnya Ana. Dan Mommy Dania melihat jika Ana masih pulas dalam tidurnya. Mommy Dania langsung saja tidur dishofa sambil menunggui Ana terbangun.
Ketika Mommy Dania dan juga Ana sama-sama terlelap dalam tidurnya. Ada seseorang yang masuk kedalam ruangannya Ana menggunakan jas Dokter dan juga masker yang menutupi wajahnya.
Dia bisa masuk keruangannya Ana karena ketika ditanya para bodyguard suruhannya Tuan Fredo dan juga Tara yang berjaga didepan ruang inapnya Ana, Dokter gadungan itu mengatakan, jika dia adalah orang suruhannya Dokter Simon.
Para bodyguard yang mengetahui siapa itu Dokter Simon akhirnya mengijinkan Dokter itu untuk masuk. Dan ketika Dokter gadungan itu masuk, dia langsung melihat kesekitar.
__ADS_1
Ketika Dokter gadungan itu melihat Mommy Dania dan Ana terlelap dalam tidurnya, Dokter gadungan itu langsung saja melancarkan aksinya.
Dia lalu menyuntikkan sesuatu, diinfus yang mengalir ketangannya Ana. Ketika rencananya sudah berhasil dengan perlahan dan hati-hati Dokter gadungan itu lalu pergi keluar dari ruangannya Ana.
Ketika baru membuka pintu, Dokter gadungan itu menyapa dan menunduk kepada para bodyguard yang berjaga didepan ruangannya Ana.
Ketika sudah sedikit menjauh, Dokter gadungan itu lalu membuka masker yang dia pakai, dan dia langsung mengambil hp yang ada disaku celananya untuk menghubungi seseorang.
"Beres Bos, semua berjalan lancar sesuai rencana", kata orang yang menyamar menjadi Dokter gadungan itu kepada seseorang diseberang telefon.
"Bagus, sebentar lagi akan tamat riwayatnya Fredo, dan ketika Fredo terpuruk akan kematian dari anaknya, kita serang Perusahaannya", kata seseorang yang dipanggil Bos oleh Dokter gadungan tadi.
"Sekarang apa yang harus saya lakukan Bos?? ", tanya Dokter gadungan yang tadi.
"Kamu segera pergi dan tinggalkan negara ini secepatnya", perintah Bos itu lagi
"Baik Bos", jawab orang suruhannya kepada Bosnya. Dan setelah itu terputuslah sambungan telefon mereka.
Baru beberapa menit Dokter Gadungan itu pergi, tiba-tiba badan Ana mengalami kejang-kejang yang sangat hebat sekali dan Ana juga mengeluarkan busa dari dalam mulutnya.
Ketika Ana kejang-kejang brankarnya Ana bergetar sangat hebat dan membuat Mommy Dania langsung terjaga dari tidur lelapnya.
Mommy Dania langsung saja mendekati Ana dan begitu syok ketika melihat keadaannya Ana yang sudah seperti itu.
Mommy Dania langsung saja berteriak-teriak untuk memanggil Dokter. Dan para bodyguard yang mendengar majikan mereka berteriak-teriak mereka langsung pada masuk.
"Nyonya ada apa?? ", tanya salah satu bodyguard kepada Mommy Dania.
"Cepat panggilkan Dokter Simon cepaaaaat!!!", teriak Mommy Dania kepada para bodyguard.
Dan kedua bodyguard langsung bergegas berlari untuk memanggil dan mencari Dokter Simon. Sedangkan bodyguard yang lain pada menelfon Tuan Fredo dan juga Tara untuk mengabarkan keadaannya Nona mereka Ana.
πΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏ
Deg-degan gays yang Part iniπ¬π¬
ππππππππππππ
__ADS_1
***TBC***