GADIS LUGU PEMIKAT HATI

GADIS LUGU PEMIKAT HATI
CHAPTER 38


__ADS_3

Ketika Tuan Fredo, Tara serta Dokter Simon sudah sampai diruang CCTV yang ada dirumah sakit tersebut, mereka langsung saja mengecek satu persatu layar CCTV yang arahnya menuju keruangannya Ana.


"Apa kamu menemukan sesuatu yang mencurigakan Tara", tanya Daddynya kepada Tara.


"Belum Dadd", jawab Tara kepada Tuan Fredo sambil matanya terus fokus kearah layar CCTV.


Sedangkan para petugas penjaga CCTV, Dokter Simon sengaja menyuruh mereka keluar dan berjaga didepan pintu ruangan, dan berpesan kelada mereka jangan sampai ada orang lain masuk selain mereka.


Dan para penjaga CCTV yang mengetahui siapa itu Dokter Simon mereka langsung saja mematuhi perintah itu dan terus melakukan perintah itu, sesuai dengan perintahnya Simon.


Dokter Simon juga ikut membantu Tuan Fredo serta Tara untuk mengecek semua layar CCTV.


"Sepertinya CCTVnya yang arah menuju keruangannya Nona Ana sudah dibajak dan diretas seseorang Tuan", kata Simon kepada Tuan Fredo dan Tara, sambil terus mengamati satu persatu layar CCTV.


"Saya juga merasa begitu Dokter", jawab Tara kepada Dokter Simon.


"Kamu coba panggil Arjun Tara, suruh dia datang kesini untuk membantu kita memperbaiki CCTV yang ada disini", perintah Fuan Fredo kepada Tara.


Dan Tara dia langsung saja mengambil handphonenya yang ada didalam saku celananya, dan dia terus menghubungi seseorang yang bernama Arjun itu.


Arjun adalah seorang peretas handal yang bekerja kepada Tuan Fredo dan juga Tara sejak Ana masih kecil, Tuan Fredo dan Tara mereka sudah tidak meragukan lagi hasil pekerjaan dari Arjun.


........**********........


Disuatu tempat tepatnya dirumah orang yang menyuruh seseorang untuk mencelakai Keluarga William mereka sedang merayakan keberhasilan tentang rencana mereka.


"Apa CCTV sudah kamu retas semuanya Xandi?? ", tanya seseorang kepada anak buahnya yang bernama Xandi.


"Sudah Tuan, sudah semuanya dan saya jamin mereka tidak bisa membobol CCTV yang tidak bisa saya retas Tuan, kecuali satu orang yang hanya bisa meretas semua CCTV yang ada didunia ini Tuan", jawab Xandi kepada atasannya.


"Siapa itu orangnya Xandi", tanya orang itu lagi kepada anak buahnya.


"Dia bernama Karl Tuan Vigor, dia adalah peretas paling handal diNegara ini Tuan, bahkan dia terkenal didunia peretasan sebagai peretas nomor satu didunia Tuan, karena kemampuan dia belum ada yang menandingi sampai sekarang dan dia sangat setia bekerja dengan Keluarga Damara Tuan", jawab Xandi kepada Bosnya yang bernama Vigor itu.

__ADS_1


Vigor sendiri adalah saingan bisnisnya Tuan Fredo dan Tara. Vigor tidak terima ketika sudah tiga kali kalah tender besar dengan Perusahaan LW COMPANY yaitu Perusahaan dari Tuan Fredo. LW sendiri kepanjangan dari Laiv William.


Ketika Vigor sedang memikirkan cara dan ingin membalas dendam akan kekalahannya dengan Tuan Fredo dan juga Tara, tiba-tiba dia mendapatkan ide waktu Vigor tidak sengaja diperjalanan pulang dia melihat Tuan Fredo baru saja masuk kedalam rumah sakit.


Vigor langsung saja menyuruh anak buahnya untuk menyelidiki kenapa Tuan Fredo bisa berada dirumah sakit. Setelah tahu kenapa Tuan Fredo berada dirumah sakit karena anaknya yang bernama Ana sedang dirawat disitu, Tuan Vigor lalu merencanakan sesuatu untuk membalas Tuan Fredo melalui Ana, yaitu dengan cara menyuntikkan virus berbahaya ketubuh Ana, virus itu sendiri dia beli dengan sangat mahal dari profesor yang bekerja dilaboratorium yang ada disebuah Negara K.


Anak buah Tuan Vigor tidak mengetahui jika Ana anaknya Tuan Fredo mempunyai kedekatan khusus dengan Alex, yaitu pewaris dari keluarga Damara. Karena ketika anak buah Tuan Vigor menyelidiki Keluarga William Alex lagi berada diAustralia untuk menghadiri meeting penting.


"Tenang saja, karena saya yakin Fredo tidak mempunyai hubungan dengan Keluarga Damara, dan saya yakin juga Fredo akan memikirkan dua kali untuk meminta bantuan kepada Keluarga Damara, karena setahu saya tidak mudah meminta tolong kepada Keluarga Damara itu Xandi", jawab Vigor dengan tenangnya sambil meminum minumal beralkoholnya.


"Ayo sekarang kita cheers untuk merayakan kemenangan kita, dan sebentar lagi Fredo dan Keluarganya akan menangisi anaknya dipemakaman anaknya itu, dan kita akan tertawa melihatnya", kata Vigor kepada para anak buahnya yang berada satu ruangan dengannya dengan tertawa terbahak-bahak, dan disambut tawa juga oleh para anak buahnya.


........ **********........


Disisi lain, Alex yang baru saja mendapatkan berita dari Arga tentang Ana dia langsung saja meninggalkan Negara Australia dan langsung terbang waktu itu juga menggunakan pesawat jet pribadinya.


Alex yang waktu itu sedang berada didalam kamar hotelnya tiba-tiba mendengar pintu kamarnya diketuk, dan ketika dibuka ternyata Argalah oranganya.


"Ada apa Arga, saya sebentar lagi siap",


"Bos ada hal yang sangat penting yang harus saya sampaikan Bos, ini tentang Nona Ana", lapor Arga kepada Alex dan langsung mengalihkan pandangan Alex kepada Arga.


"Ada apa dengan Ana Arga?? ", tanya Alex yang perasaannya mulai dihinggapi hal-hal yang tidak enak.


Karena Alex sendiri walaupun dia pergi keluar negeri, dia tetap menyuruh orang untuk memantau keadaannya Ana dari jarak jauh, dan orang suruhannya disuruh untuk selalu melaporkannya kepadanya atau kepada Arga asisstannya.


"Nona Ana kritis Bos, karena ada seseorang yang ingin mencelakai Keluarga William melalui Nona Ana Bos", lapor Arga kepada Alex, membuat Alex sangat terkejut setengah mati.


"Apaaaaaa!!!!", kata Alex sambil berteriak keras sekali.


"Bagaimana ceritanya Arga?? ", tanya Alex dengan sangat penasaran.


"Ada seseorang yang menyamar sebagai Dokter dan dia mengaku sebagai suruhannya Tuan Simon Bos, dan orang itu lalu masuk kedalam ruang inapnya Nona Ana ketika Nona Ana dan Nyonya Dania sedang tertidur pulas, sedangkan Tuan Fredo dan Tuan Tara ketika kejadian itu mereka sedang tidak berada ditempat Bos, ketika sudah masuk orang itu lalu menyuntikkan virus yang sangat berbahaya melalui infusnya Nona Ana Bos, begitu yang anak buah saya katakan Bos", lapor Arga dengan detail kepada Alex.

__ADS_1


Alex yang mendengar laporan dari Arga, dia langsung saja ingin marah kepada orang hang berani-beraninya mencelakai gadisnya, ya bagi Alex Ana adalah gadisnya.


"Berengsek", kata Alex sambil mengepalkan tangannya yang berada disebelah badannya.


"Arga saya akan pulang sekarang juga, kamu yang akan menghadiri meeting ini, selalu laporkan hasil dari meeting ini, dan saya sudah tidak peduli lagi dengan meeting ini, jika saya tidak datang", kata Alex dan langsung saja dia berlalu keluar dari kamar hotelnya.


Arga sendiri sudah tahu jika akhirnya akan begini, dan ujung-ujungnya nanti dia juga yang akan mengawakili Alex untuk menghadiri meeting. Jadi sebagai bawahan yang baik, Arga langsung saja memahami dan menuruti perintah dari Alex. Dan untuk barang-barangnya Alex sendiri nanti akan diurus Arga atau anak buahnya Alex yang lain.


"Tuan Alex", sapa bodyguardnya yang setia dan selalu mengawal Alex kemana pun Alex pergi ketika dia melihat Alex baru saja membuka pintu kamar hotel.


"Suruh Gio menyiapkan pesawat, saya harus pulang dan terbang saat ini juga", perintah Alex sambil berjalan cepat menuju keluar hotel.


"Siap Tuan", jawab bodyguardnya Alex. Dan setelah itu dia lalu menghubungi Gio untuk menyiapkan pesawat jetnya Alex.


"Dia harus menerima akibatnya karena sudah berani mencelakai wanita yang akan menjadi istriku", kata Alex ketika sudah sampai didalam mobil sambil mengepalkan tangannya karena marah.


Kembali lagi kerumah sakit, saat ini Arjun sudah bergabung dengan Tuan Fredo, Tara dan juga Simon diruang CCTV.


"Maaf Tuan Fredo, CCTV ini sudah diretas dengan begitu rapi dan susah dilacak, untuk kali ini saya menyerah Tuan, saya sudah mengupayakan berbagai upaya dan semua kemampuan saya sudah saya kerahkan, akan tetapi saya selalu gagal Tuan Fredo", kata Arjun kepada Tuan Fredo.


"Kenapa kamu bisa gagal, biasanya juga kamu selalu bisa meretas CCTV yang seperti ini Arjun", tanya Tuan Fredo kepada Arjun.


"Tapi kali ini berbeda Tuan, dia lebih pintar dan cerdik dari saya, sehingga saya sulit untuk menembus sistem yang dia buat Tuan", jawab Arjun kepada Tuan Fredo.


"Hanya ada satu orang Tuan yang bisa membantu Tuan untuk memulihkan CCTV ini", kata Arjun lagi kepada Tuan Fredo.


"Siapa itu orangnya Arjun?? ", tanya Tara kepada Arjun.


"Dia adalah Karl Tuan, dia peretas nomor satu didunia ini, dan dia bekerja dengan Keluarga Damara", jawab Arjun kepada Tara dan juga Tuan Fredo.


Sontak perkataan dari Arjun membuat Tuan Fredo, Tara dan juga Dokter Simon saling pandang satu sama lainnya.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁

__ADS_1


***TBC***


__ADS_2