
Ketika Ana sedang mengagumi kamar rahasianya Alex, diluar kamar itu, Alex dan Tuan Gavi, mereka sedang mendengarkan dan melihat hasil rekaman yang tadi Lexi tunjukkan kepada Arga.
Waktu Alex baru saja keluar dari dalam kamar rahasianya. Alex lalu berjalan kearah shofa yang sedang diduduki oleh Papinya, dan Arga langsung juga mendekati Alex yang sudah duduk dishofa seberang Tuan Gavi dan diikuti Lexi dibelakangnya Arga.
"Sebenarnya apa Arga yang ingin kamu sampaikan kesaya?? ", tanya Alex kepada Arga.
Arga yang mendengar pertanyaannya Alex dia lalu mengkode Lexi untuk maju memberikan ponselnya kepadanya.
"Ini bos", kata Arga kepada Alex sambil memberikan ponselnya Lexi.
"Apa ini maksudnya Arga", tanya Alex kepada Arga dengan bingung.
Walau bingung Alex tetap memencet tombol rekaman yang ada diponselnya Lexi. Tidak cuma Alex saja yang mendengarkan, Tuan Gavi pun juga sama seriusnya mendengarkan rekaman yang berhasil direkam oleh Lexi.
Dan beginilah hasil Rekaman suara yang berhasil direkam oleh Lexi.
"Lia bos tampanmu sudah menggandeng wanita cantik dan imut tadi, kamu kalah cepat Lia", kata temannya Lia yang bernama Ela.
"Iya, sia**n juga wanita itu, tidak akan aku biarkan wanita itu bisa mendapatkan Alexku seutuhnya", jawab Lia kepada Ela dengan wajah marah dan sok cantiknya.
"Hati-hati Lia kalau berbicara, tembok disini pun bisa mendengarkan dan berbicara", kata Ela kepada Lia.
"Wanita itu harus secepatnya aku singkirkan Ela, bagaimana pun caranya", kata Lia dengan menggebu-gebu kepada Ela.
"Terus apa rencana kamu sekarang Lia", tanya Ela kepada Lia.
"Itu juga yang sedang aku fikirkan Ela, karena kamu sendiri tahu jika Alex dan wanita ja***ng itu dijaga super ketat dengan puluhan bodyguard seperti tadi", jawab Lia kepada Ela.
"Bagaimana kalau kamu bertanya kepada OB apakah Tuan Alex memesan minum atau makanan atau tidak, terus jika Bos tampanmu memesan makanan atau minuman diam-diam kamu kasihkan racun saja didalam makanan serta minuman untuk wanitanya Tuan Alex Lia, kan nanti jika wanita itu keracunan bukan kamu yang disalahkan, melainkan OB tadi yang disuruh Tuan Alex", kata Ela kepada Lia membuat Lia langsung berfikir sejenak.
"Boleh juga itu ide kamu Ela, tapi untuk racunnya yang tidak berbau dan berasa dimana membelinya", tanya Lia kepada Ela dengan bingung.
__ADS_1
"Tenang saja, saya punya kenalan orang dalam yang sering menjual belikan obat seperti itu, jika mau akan aku pesankan dan nanti siang bisa diantarkan kesini, bagaimana?? ", jawab Ela membuat Lia langsung tersenyum dengan lebar.
"Baik, saya setuju pesankan saja Ela dan jika ada kesempatan langsung bisa aku gunakan itu racunnya", jawab Lia sambil tersenyum jahat.
"Sudah ayo kita segera kembali bekerja, bahaya jika kita ketahuan oleh karyawan yang lain", ajak Ela kepada Lia.
"Ya sudah ayo, eh tapi ini rahasia kita berdua saja ya Ela", kata Lia kepada Ela.
"Siap", jawab Ela kepada Lia.
Dan setelah itu Lia dan juga Ela mereka pergi dari tempat itu untuk kembali bekerja.
Begitulah hasil rekaman suara dan gambar yang berhasil direkam oleh Lexi.
Alex yang mendengar serta melihat rekaman itu dia sungguh sangat-sangat marah sekali, karena Alex mendengar sendiri dihasil rekaman itu jika istri imutnya sudah dikatakan ja***ng dan akan diracuni oleh dua orang yang Alex yakini adalah karyawan kantornya sendiri.
"Tidak akan aku biarkan ini terjadi", kata Alex dengan marah yang menggebu-gebu.
"Apa rencananya Papi sekarang", tanya Alex kepada Tuan Gavi.
Dan Tuan Gavi dia hanya tersenyum miring kepada Alex sambil mengangkat sebelah alisnya kepada Alex. Sedangkan Alex dia juga mengangkat sebelah alisnya karena bingung dengan tanggapan dari Papinya.
"Arga, tolong kamu kumpulkan semua karyawan kantor diaula utama sekarang juga", perintah Tuan Gavi kepada Arga dengan tegas.
"Siap Tuan", jawab Arga sambil membungkukkan sedikit badannya dan dia langsung berlalu pergi dan keluar dari ruangannya Alex.
"Dan kamu kumpulkan semua bodyguard saya maupun bodyguardnya Xander diaula utamanya sekarang juga, kecuali yang berjaga didepan, karena mereka saya khususkan untuk menjaga menantu saya", kata perintah dari Tuan Gavi kepada Lexi.
"Siap Tuan Gavi", jawab Lexi sambil sedikit membungkukkan badannya dan terus berlalu dari ruangannya Alex juga.
Arga dan Lexi mereka segera melaksanakan perintah dari Tuan Gavi untuk segera mengumpulkan para karyawan dan para bodyguard.
__ADS_1
"Sebenarnya apa rencananya Papi untuk para wanita ja***ng itu", tanya Alex lagi kepada Tuan Gavi sepeninggalan dari Arga dan juga Lexi.
"Sudah kamu diam dan ikut saja apa yang Papi katakan", jawab Tuan Gavi kepada Alex, membuat Alex semakin penasaran saja.
"Coba Xander kamu lihat Ana sedang apa sekarang", kata Tuan Gavi kepada Alexander.
Alex tanpa berbicara dia langsung berdiri dari duduknya dan berjalan menuju kekamar rahasianya.
Ketika Alex sudah membuka pintu, dia melihat Ana sedang tertidur diatas ranjang empuknya. Alex lalu mencoba mendekati Ana yamg sedang tertetidur itu.
"Cantik sekali jika sedang tidur begitu", kata Alex dengan suara pelan karena takut membangunkan Ana yang sedang tertidur dengan lelap.
Mata Alex teralihkan dengan paha mulus sang istri yang terlihat begitu menggiurkan baginya, karena Ana saat itu sedang memakai dress dengan panjang selutut itu yang sedikit tersingkap ketika Ana tidur. Karena Ana tidak memakai selimut yang ada diatas ranjang.
Alex tanpa sadar mengusap lembut pahanyanya Ana, yang membuat Ana reflek menggaruk pahanya karena geli dan itu membuat dress yang dipakai Ana semakin naik saja.
"Sudah tahan-tahan Alex biarkan saja Ana tidur dahulu, tuntaskan nanti saja jika sudah selesai urusannya, sekarang fokus dulu sama rencananya Papi", kata Alex mensugesti dirinya sendiri agar tidak berlanjut melakukannya dengan Ana.
Alex lalu menyelimuti tubuh Ana dengan selimut yang sudah ada diatas ranjang hingga sampai kedadanya Ana. Dan setelah itu Alex langsung berlalu keluar untuk menemui Papinya lagi.
"Bagaimana, Ana sedang apa didalam Xander", tanya Tuan Gavi kepada Alex ketika Tuan Gavi baru saja melihat Alexander keluar dari kamar rahasianya.
"Dia sedang tertidur sangat lelap Pi?? ", jawab Alex kepada Tuan Gavi.
"Ya sudah, tidak apa-apa Papi cuma bertanya saja", jawab Tuan Gavi kepada Alex.
"Xander lanjut saja bekerja lagi sajalah, daripada pusing memikirkan apa rencananya Papi", kata Alex kepada Tuan Gavi, dan Alex langsung berlalu menuju kemeja kerjanya.
Sedangkan Tuan Gavi dia tertawa cukup keras mendengar perkataan dari anaknya Alexander. Setelah sekitar satu jam Arga kembali lagi melaporkan kepada Tuan Gavi yang sudah kembali lagi diruangannya sendiri, jika semua karyawan dan para bodyguard sudah pada berkumpul diaula utama kantor itu.
ππππππππππππ
__ADS_1
***TBC***