
Kembali keSimon dan juga Leyna.
Simon yang sudah merencakan sebuah rencana, malam harinya dia mendatangi apartemennya Leyna yang letaknya tidaklah terlalu jauh dari apartemennya, hanya sekitar empat puluh menit jika tidak macet menuju keapartemennya Leyna.
Simon yang sudah tahu kata sandi pintu apartemennya Leyna dia langsung saja memasukkan kata sandi itu dan langsung masuk ketika sudah terbuka pintunya.
Ketika sudah masuk, Simon tidak menemukan Leyna dimanapun, dan terlihat sepi sekali didalam apartemennya Leyna.
Simon lalu melangkahkan kakinya menuju kekamarnya Leyna, dan ternyata pintunya tidak dikunci.
Simon langsung saja membuka pintu kamarnya Leyna dan dia melihat Leyna sedang tertidur dengan sisa-sisa air mata diwajah cantiknya.
Padahal waktu baru menunjukkan pukul tujuh malam, akan tetapi karena Leyna kecapekan menangis dia akhirnya tertidur dengan sendirinya.
Simon langsung saja dengan perlahan naik keatas ranjangnya Leyna dan merebahkan badannya disampingnya Leyna sambil terus memberikan kecupan-kecupan ringan dibibirnya Leyna.
Apa yang dilakukan oleh Simon dibibirnya Leyna membuat Leyna akhirnya terbangun dan Leyna sangat terkejut ketika melihat Simon sudah berada disampingnya.
"Simon, sejak kapan kamu datang kesini??", tanya Leyna dengan dingin kepada Simon karena Leyna masih marah kepada Simon.
"Sejak tadi sebelum kamu bangun sayang, kamu masih marah ya sayang sama aku??", kata Simon kepada Leyna sambil tersenyum manis.
"Untuk apa kamu kesini Simon, apa untuk memuaskan naf**u kamu lagi kepadaku", kata Leyna lagi kepada Simon masih denganbernada dingin.
"Hey kenapa bicara kamu kasar begitu kepadaku sayang", jawab Simon kepada Leyna sambil menyentuh bibirnya Leyna menggunakan jari telunjukknya.
"Apa mau kamu sebenarnya Simon kepadaku", tanya Leyna dengan ketus kepada Simon.
"Ayo sekarang bangun dan ikut denganku sayang, ada sesuatu yang akan aku tunjukkan kepadamu", kata Simon kepada Leyna sambil menyuruh Leyna untuk beranjak dari ranjang nyamannya.
"Tidak mau", jawab Leyna kepada Simon.
"Ayolah sayang, untuk kali ini saja ya, jika nanti yang aku tunjukkan kepada kamu, dan kamu tidak suka akan hal itu baiklah jika kamu ingin pergi dari aku", kata Simon kepada Leyna sambil membujuk Leyna.
"Baiklah", jawab LEyna kepada Simon dengan malas-malasan.
Leyna akhirnya beranjak dari ranjang empuknya menuju kedalam kamar mandi, dan berganti pakaian didalam walk in closetnya.
Tiga puluh lima menit kemudian Leyna akhirnya sudah selesai juga dalam bersiap-siap, dan Simon yang setia menunggu Leyna berdandan sambil memainkan ponselnya diatas ranjangnya Leyna, ketika melihat Leyna sudah selesai Simon langsung saja melangkahkan kakinya kearahnya Leyna yang sedang bercermin itu.
"Malam ini kamu sangat cantik sekali sayang", kata Simon kepada Leyna sambil memeluk Leyna dari belakang dan juga sambil mencium lehernya Leyna.
__ADS_1
Leyna padahal malam itu dia hanya memakai gaun asal ambil saja didalam lemarinya, karena dia malam itu sedang malas sekali keluar bersama Simon.
Walau Leyna sangat senang dengan pujian yang diberikan oleh Simon kepadanya, akan tetapi Leyna dia masih berpura-pura memperlihatkan muka marahnya dihadapannya Simon.
"Kejutan pertama untuk kamu sayang", kata Simon kepada Leyna sambil mengeluarkan sebuah kalung berbandul love yang langsung diperlihatkan dihadapannya Leyna.
"Apakah kamu suka Leyna", kata Simon kepada Leyna ketika sudah memakaikan kalungnya dilehernya Leyna sambil memeluk Leyna dari belakang.
"Suka, aku suka Simon, sangat cantik sekali", jawab Leyna sambil melihat kalung yang dipakainya dari cermin dan Leyna tidak sadar jika dibibirnya memperlihatkan senyumnya.
"Ayo sekarang saatnya untuk kejutan yang selanjutnya sayang", kata Simon kepada Leyna sambil menggandeng Leyna keluar dari dalam apartemennya.
Leyna menurut saja ketika tangannya digandeng oleh Simon. Dan mereka akhirnya sampai juga diparkiran apartemen.
Ketika sudah sampai diparkiran mobil, Simon langsung saja mengajak Leyna untuk segera masuk kedalam mobil.
Dan didalam mobil Simon dan juga Leyna yang sudah duduk dikursi depan, Simon lalu menyuruh Leyna untuk tutup mata.
"Sayang tutup matanya sebentar ya", kata Simon kepada Leyna.
"Untuk apa sih harus tutup mata segala", jawab Leyna kepada Simon.
Leyna langsung saja menurut apa kata Simon dan dia lalu menutup matanya.
Simon yang melihat Leyna sudah menutup matanya, dia langsung saja mengambil sebuah kotak yang akan diberikan kepada Leyna yang dia taruh dikursi belakang.
"Sekarang buka sayang matanya", kata Simon kepada Leyna ketika dia sudah mengambil sebuah kotak yang ukurannya lumayan besar itu.
"Ini untuk kamu", kata Simon kepada Leyna sambil menyerahkan kotak itu kepada Leyna.
"Ini apa Simon", tanya Leyna kepada Simon dengan bingung sambil menerima kotak yang tadi diberikan oleh Simon.
"Buka saja", jawab Simon kepada Leyna sambil tersenyum manis.
Leyna langsung saja membuka kotak itu dan ternyata isinya sebuah gaun berwarna biru muda dengan sepatu high heels yang juga sangat serasi dengan gaunnya jika dipakai.
Dan gaun itu juga sangat serasi dengan kemeja yang dipakai oleh Simon malam itu karena Simon sengaja memesan kemejanya sama dengan gaunnya Leyna.
"Waah gaun, ada sepatunya juga cantik sekali Simon", kata Leyna kepada Simon dengan tersenyum senang sambil melihat gaun dan juga sepatu high heels yang ada didalam kotak tadi.
"Coba dong dipakai", kata Simon menyuruh Leyna untuk segera memakai gaun dan juga sepatunya.
__ADS_1
"Disini??", jawab Leyna kepada Simon dengan bingung.
Karena pasalnya mereka masih berada didalam mobilnya Simon.
"Iya, memangnya kenapa??, kan lagipula aku sudah melihat semua apa yang ada didalam tubuh kamu itu", kata Simon kepada Leyna sambil tersenyum mes***m
"Baiklah-baiklah", jawab Leyna akhirnya kepada Simon.
Dan Leyna langsung saja melepaskan gaun yang dia kenakan tadi dihadapannya Simon.
"Ko bra kamu, kamu lepaskan juga, kamu sengaja ya memancingku Leyna??", kata Simon kepada Leyna sambil tertawa dan mencubit kecil bukit squishynya Leyna.
"Tangannya Simon tolong dikondisikan", kata Leyna kepada Simon sambil memukul kecil tangannya Simon.
"Ini itu modelnya begini, ya masa kali aku pakai bra Simon, ada-ada saja kamu", kata Leyna kepada Simon.
Simon langsung saja tertawa kecil ketika mendengar perkataannya Leyna, karena dia sendiri tahu bagaimana model gaun yang diberikannya kepada Leyna.
"Pas sekali, dan high heelsnya juga cantik", kata Leyna kepada Simon ketika sudah memakai gaun dan juga high heelsnya.
"Kamu tambah cantik sayang", kata Simon kepada Leyna dan Simon langsung saja mencium Leyna tepat dibibirnya.
"Ada satu lagi kejutan untuk kamu Leyna dan sekarang kamu harus pakai ini", kata Simon kepada Leyna ketika sudah melepaskan ciumannya dibibirnya Leyna sambil menyuruh Leyna untuk memakai penutup mata.
"Kenapa harus menutup mata lagi sih Sayang", kata Leyna kepada Simon.
"Ya namanya saja kejutan", jawab Simon kepada Leyna sambil memakaikan penutup mata dimatanya Leyna.
"Jangan mengintip ya sayang", kata Simon kepada Leyna sambil menyalakan mesin mobilnya.
"Kamu mau membawa aku kemana Simon??", tanya Leyna dengan bingung karena matanya ditutup oleh Simon.
"Nanti kamu juga tahu Leyna", jawab Simon kepada Leyna.
Dan setelahnya Simon langsung saja fokus mengendarai mobilnya menuju ketempat yang sudah dia siapkan sedemikian mungkin untuk mengejutkan Leyna.
Dan Leyna pun dia juga ikutan diam tanpa banyak berkata serta bertanya lagi kepada Simon dengan mata yang tertutup kain itu.
...πππππππππππππ...
***TBC***
__ADS_1