
Setelah cukup lama menjenguk Baby L, Simon dan juga Leyna lalu berpamitan kepada semua orang yang masih ada disitu untuk pulang, karena Simon dan juga Leyna akan berkunjung kerumah kedua orang tuanya Simon.
Dan saat ini Simon serta Leyna sudah berada didalam mobil sedang perjalanan menuju keapartemennya Leyna untuk mengambil gaun yang akan dipakainya nanti dan setelahnya mereka lalu menuju keapartemennya Simon.
Ketika Simon dan juga Leyna yang sudah sampai diparkiran apartemennya Simon, mereka berdua langsung saja masuk kedalam apartemen.
Ketika sudah sampai didepan pintu apartemen, Simon lalu memasukkan paswordnya untuk membuka pintunya.
Mereka langsung saja masuk kedalam apartemen ketika pintunya sudah terbuka.
"Mau mandi bareng atau aku duluan saja Leyna??", kata Simon kepada Leyna yang sedang duduk dishofa yang ada diruang tamunya sambil menggoda Leyna.
"Kamu duluan saja Simon, akan lama nanti jika kita mandi bersama", jawab Leyna kepada Simon sambil merebahkan badannya diatas shofa ruang tamu.
Simon hanya tertawa kecil saja mendengar perkataannya Leyna.
"Baiklah kalau begitu, aku mandi dulu ya sayang", kata Simon kepada Leyna dan dia langsung saja berlalu masuk kedalam kamarnya untuk mandi didalam kamar mandi yang ada didalam kamarnya.
Sedang Leyna dia hanya diam saja tidak menanggapi perkataannya Simon, dan langsung saja memejamkan matanya sambil menunggu Simon selesai mandi.
Tidak terasa juga Leyna lama-kelamaan dia tertidur sangat lelap karena dia benar-benar sangat capek sekali hari itu, dan sekitar setengah jam kemudian Simon yang baru saja selesai mandi dan masih memakai handuk dipinggangnya dia lalu keluar kamar untuk memberitahukan kepada Leyna jika dirinya sudah selsai mandi.
Ketika sudah keluar kamar dan turun dari tangga, Simon melihat Leyna sudah tertidur sangat lelap padahal baru setengah jam dia tinggal mandi.
"Sepertinya dia capek sekali, karena memang benar hari ini aku melihat dia sangat sibuk sekali", kata Simon sambil melihat kearah wajahnya Leyna yang sedang tertidur diatas shofa ruang tamunya.
Simon lalu berjongkok untuk mencoba membangunkan Leyna dengan perlahan.
"Leyna, hey sayang", kata Simon membangunkan Leyna dengan sangat pelan sekali sambil menggoyangkan lengannya Leyna dengan perlahan.
Leyna yang merasa tubuhnya berguncang, dia lalu perlahan membuka matanya dengan perlahan.
"Eh Simon, sudah selesai??", kata Leyna ketika dia sudah membuka mata dan melihat Simon ada didepannya.
"Sepertinya kamu capek sekali, apa lain kali saja sayang kita bertemu dengan Papah dan Mamahku??", kata Simon kepada Leyna.
"Tidak Simon, aku tidak apa-apa, baiklah aku mau mandi dulu kalau begitu", jawab Leyna kepada Simon sambil beranjak berdiri dari atas shofa.
Simon lalu mengikuti Leyna berjalan dibelakangnya Leyna ketika Leyna berjalan menuju kedalam kamarnya.
__ADS_1
Simon dan juga Leyna yang sudah masuk kedalam kamar dia lalu menyelesaikan urusannya mereka masing-masing.
Leyna langsung saja masuk kedalam kamar mandi, sedang Simon dia langsung saja masuk kedalam walk in closet miliknya untuk berganti baju.
Setengah jam kemudian, Leyna pun sudah selesai mandi, dan dia lalu berganti baju menggunakan gaunnya yang tadi dibawanya dari apartemennya yang sudah dia taruh diatas ranjangnya Simon.
Sedang Simon dia menunggu Leyna sambil duduk dishofa yang ada didalam kamarnya sambil memainkan ponselnya.
Leyna dengan percaya dirinya dia langsung saja melepaskan bathrobe ysng dipakainya dan langsung memakai gaunnya itu didepannya Simon.
Simon langsung mengalihkan pandanngannya kearahnya Leyna yang sedang berganti baju itu.
"Jika tidak sedang janjian sama Papah dan Mamah, sudah aku terkam kamu Leyna", kata Simon kepada Leyna sambil tertawa kecil yang sedang berganti baju didepannya itu.
Leyna hanya menggelengkan kepalanya saja mendengar perkataannya Simon.
Singkat cerita saat ini mereka berdua yaitu Simon dan juga Leyna baru saja sampai dipelataran rumah mewahnya kedua orang tuanya Simon.
"Ayo Leyna, tidak apa-apa i'ts Ok, tenang ada aku disamping kamu", kata Simon sambil menggenggam tangannya Leyna yang sedang gugup itu.
"Iya ayo Simon aku siap", jawab Leyna setelah mengambil nafas panjang dan mengeluarkannya dengan perlahan tadi.
Mereka berdua langsung saja keluar dari dalam mobil dan langsung berjalan menuju kearah pintu rumahnya Simon.
"Malam Mah", kata Simon sambil mencium pipi Mamahnya.
"Malam tante", kata Leyna menyapa Mamahnya Simon sambil tersenyum manis.
"Pasti ini ya calon istri kamu Simon??", kata Mamahnya Simon kepada Simon sambil menunjuk Leyna dan juga sambil tersenyum.
Sedang Leyna dia hanya tersenyum ramah saja mendengar perkataan dari Mamahnya Simon.
"Ayo masuk, Papah sudah menunggu kalian daritadi", kata Mamahnya Simon mengajak masuk Simon dan juga Leyna.
Simon, Leyna dan juga Mamahnya Simon mereka bertiga langsung saja masuk kedalam rumah, tepatnya langsung keruang makan.
"Kita langsung keruang makan saja Nak", kata Mamahnya Simon dengan ramah.
Mereka bertiga langsung saja pada duduk dikursi makan ketika sudah sampai diruang makan.
__ADS_1
Dan ketika baru beberapa menit Simon serta Leyna duduk, masuklah Papahnya Simon yang bernama Ken kedalam ruang makan.
Beliau langsung saja duduk dikursi ujung yang ada dimeja makan.
"Malam Om", sapa Leyna kepada Papah Ken dan Papah Ken dia hanya mengangguk saja sambil tersenyum.
"Kamu pasti Leyna ??", kata Papah Ken kepada Leyna.
"Iya Om", jawab Leyna dengan ramah sambil tersenyum.
"Yasudah mari kita nikmati hidangan ini dulu yuk setelah itu kita bisa berbincang diruang keluarga", kata Papah Ken kepada Simon, Leyna dan juga Mamahnya.
Mereka semua lalu langsung pada makan menikmati hidangan yang sudah disiapkan oleh Mamahnya Simon.
Dan setelah beberapa menit kemudian mereka semua sudah pada selesai makan, dan langsung saja berlalu menuju keruang keluarga yang ada dirumah kedua orang tuanya Simon.
Sama seperti orang tua pada umumnya, mereka akan menanyai hal-hal yang wajar saja seperti apa pekerjaannya, siapa nama orang tuanya dan lain-lainnya.
Ketika Papah Ken mendengar nama Ayahnya Leyna dia langsung saja tersenyum lucu, karena ternyata Ayahnya Leyna adalah musuh bebuyutannya dimasa SMP.
Sungguh dunia memang sangat sempit sekali, dan Leyna serta Simon pun juga sama terkejutnya mendengar cerita dari Papah Ken tadi.
"Kapan kalian akan melangsungkan acara pernikahannya??", tanya Papah Ken lagi kepada Simon dan juga Leyna.
"Secepatnya Pah, kalau rencananya Simon satu bulan yang akan datang", jawab Simon dengan mantap kepada Papahnya.
"Ok baiklah, nanti jika ada kesulitan dan kendala bilang saja sama Papah, Papah pasti akan membantu kalian", jawab Papah Ken kepada Simon.
"Iya Pah", jawab Simon kepada Papahnya.
Dan malam itu Leyna benar-benar lega sekali rasanya sudah bisa bertemu dengan kedua orang tuanya Simon, dan Leyna semakin yakin jika Simon sudah benar-benar serius dengannya dan juga sudah benar-benar mencintainya.
...πππππππππππππ...
Mau sampai CHAPTER berapa nih readers tamatnya, karena Author tidak suka episode yang terlalu panjangπ€,
Sebenarnya Auhtor sudah punya waktu dekat untuk segera menamatin ini si Alexπ
Dan author juga sudah menyiapkan cerita yang baru selain Vicktor tentunyaπ
__ADS_1
...πππππππππππππ...
***TBC***