GADIS LUGU PEMIKAT HATI

GADIS LUGU PEMIKAT HATI
CHAPTER 218


__ADS_3

Veronica yang tadi berpamitan kepada Arga ingin pergi kesupermarket dan membeli kebutuhan dapur yang dia butuhkan, tidak membutuhkan waktu yang lama Vero sudah kembali pulang dari supermarket, dengan sambil membawa barang belanjaannya yang jumlahnya cukup banyak.


Karena Vero melihat didalam dapurnya Arga serta dikulkasnya Arga banyak bahan-bahan dan sesuatu yang harus dia isi.


Ketika Vero masuk kedalam apartemennya Arga, dia langsung saja masuk kedalam dapur untuk menyiapkan semua bahan-bahan yang untuk dimasaknya nanti.


Veronica sendiri dia juga sudah diberitahu oleh Arga apa pasword dari pintu apartemennya, jadinya jika Vero tiba-tiba pergi atau mau masuk kedalam apartemen dia tidak harus memencet bell pintu lagi.


Waktu Vero masuk kedalam apartemennya Arga tadi, dia tidak melihat Arga maupun Ayah Geoff, dan fikir Vero pastilah Arga dan Ayah Geoff masih berada didalam ruang kerjanya Arga.


Veronica yang sudah mulai beraksi memasaknya, dia dengan sigap langsung saja mengeksekusi semua bahan-bahan yang sudah disiapkannya tadi.


"Ternyata rasanya memasak untuk orang yang kita cintai begini ya rasanya, baru kali ini aku memasak untuk seorang laki-laki yang aku cintai",, kata Vero disela-sela memasaknya sambil tersenyum senang.


Hari itu entah kenapa perasaan serta moodnya Veronica sangat bagus sekali, jadinya ketika dia memasak dia begitu happy dan senang.


Aroma masakannya Vero tercium disegala penjuru apartemennya Arga, tapi sayangnya Arga dan Ayah Geoff mereka berdua tidak bisa menciumnya karena ruangan mereka sedang tertutup.


"Aku harus masak yang enak, karena disini ada calon Ayah mertua, cie elah Ayah mertua",, kata Vero sambil tertawa sendiri, karena lidahnya terasa lucu mengucapkan kata Ayah mertua.


Masakan yang dimasak Vero sudah hampir jadi sekitar tujuh puluh lima persen, sebentar lagi selesai dan segera akan dihidangkan diatas meja makan.


Ayah Geoff dan Arga yang sudah pada selesai berbincangnya, mereka lalu memutuskan untuk keluar dari ruang kerjanya Arga.


Ketika mereka baru saja keluar, perut mereka langsung saja dibuat keroncongan karena aroma masakannya Vero sangat menggugah selera sekali.


"Aromanya membuat Ayah lapar Arga, sepertinya Veronica dia jago memasaknya", kata Ayah Geoff kepada Arga sambil mencium aroma masakan yang enak rasanya.


"Iya Ayah, dia memang pandai memasak, Arga sendiri sangat suka masakannya", jawab Arga kepada Ayah Geoff sambil tersenyum.


"Pantas saja perut kamu ini sedikit berisi dari biasanya", kata Ayah Geoff sambil menggoda Arga dengan sambil menonjok pelan perutnya Arga.


"Sakit Ayah, belum kering ini jahitannya", kata Arga kepada Ayah Geoff dengan wajah lebaynya.


"Halah sok lebay kamu, biasanya luka lebih parah dari ini saja kamu santai-santai saja, mentang-mentang sekarang sudah ada yang mengurus jadi dibuat lama-lama sakitnya", kata Ayah Geoff kepada Arga dengan tatapan sinisnya.


Perkataan Ayah Geoff membuat Arga langsung saja tertawa cukup keras sekali.

__ADS_1


Mereka berdua sampai tidak sadar, jika masih berbincang didepan pintu ruang kerjanya Arga sambil menikmati aroma masakannya Vero.


"Ayah tidak jadi pulang dulu ah, mau mencoba masakannya CALON MENANTU", kata Ayah Geoff kepada Arga sambil menekan kata calon menantu kepada Arga.


Dan Arga langsung saja tertawa sambil merangkul pundak sang Ayah.


"Ya sudah kalau begitu kita keruang makan saja yuk Ayah, rasanya perutnya Arga sudah tidak tahan untuk diisi ini", kata Arga kepada Ayahnya.


"Let's go my brother", jawab Ayah Geoff kepada Arga dengan gaya seperti anak muda saja.


Arga dan Ayah Geoff mereka berdua lalu melangkahkan kakinya menuju keruang makan yang ada didalam apartemennya Arga.


Ketika mereka berdua baru saja masuk, mereka sudah melihat begitu banyak hidangan yang tersaji diatas meja makan, dengan uap panas yang masih mengepul keudara.


Veronica yang baru saja masuk keruang makan sambil membawa masakannya yang terakhir dia begitu terkejut ketika melihat Arga dan Ayah Geoff sudah pada duduk dikursi makan yang ada disitu.


"Eh kalian sudah pada selesai berbincangnya??", kata Vero dengan suara pelannya karena dia sungguh sangat terkejut sekali.


"Apakah sudah selesai sayang kamu memasaknya??", kata Arga kepada Vero.


Dengan sigap Vero mengambilkan makanan untuk Ayah Geoff terlebih dahulu, setelahnya baru Arga yang dia ambilkan, dan selanjutnya baru dirinya sendiri.


Ayah Geoff sangat suka dengan sikapnya Vero yang sangat perhatian sekali seperti itu kepadanya dan juga Arga.


"Jika kamu pintar memasak begini, pasti Arga dia nanti badannya tidak bakal six pack lagi Vero", kata Ayah Geoff kepada Vero sambil menerima piring dari Vero yang berisi makanan.


"Nama kamu Vero kan??", kata Ayah Geoff lagi kepada Vero.


"Iya Tuan", jawab Vero kepada Ayah Geoff sambil mengambilkan makanan untuk Arga.


"Jangan panggil Tuan dong, panggil saja Ayah sama seperti Arga", kata Ayah Geoff kepada Vero sambil tersenyum.


"Baik A~yah", jawab Vero kepada Ayah Geoff sambil memandang wajahnya Ayah Geoff dengan mata yang berkaca-kaca.


Ayah Geoff yang melihat Vero seperti ingin menangis dia lalu bertanya kepada Vero.


"Kamu kenapa Nak, melihat Ayah seperti mau menangis seperti itu??", tanya Ayah Geoff kepada Vero.

__ADS_1


"Saya jadi teringat dengan Ayah saya yang sudah meninggal, dan terakhir kali saya memanggil kata Ayah sudah lama sekali", jawab Vero kepada Ayah Geoff dengan tanpa sadar dia meneteskan air matanya, karena terkenang dengan Ayah kandungnya yang sudah meninggal.


Arga yang melihatnya dia langsung saja menggenggam tangannya Vero yang ada diatas meja.


Sedangkan Ayah Geoff dia reflek berdiri dari duduknya dan mendekati Vero.


Dengan sayang Ayah Geoff langsung saja membawa Vero kedalam pelukannya, pelukan seorang Ayah kepada anaknya.


Dan semakin deras pula ketika Vero dipeluk oleh Ayah Geoff.


"Sekarang kamu sudah mempunyai Ayah Geoff, anggap saja Ayah Geoff ini Ayah kandung kamu ya Nak, dan kamu tidak perlu bersedih lagi", kata Ayah Geoff kepada Veronica sambil mengusap lembut air matanya Vero.


"Untuk masalah Mamahnya Arga, dia sebenarnya baik orangnya, cuma sudah dibutakan oleh harta membuatnya menjadi sombong seperti itu, jadi untuk Mamahnya Arga, kamu tidak perlu takut lagi ya biar Ayah yang mengatasinya", kata Ayah Geoff lagi kepada Veronica sambil tersenyum manis khas seorang Ayah.


Arga daritadi dia hanya diam saja sambil terus memperhatikan interaksi antara Ayahnya dan juga calon istrinya itu.


"Iya Ayah", jawab Vero dengan sambil tersenyum.


"Ya sudah kita makan yuk, Ayah sudah sangat lapar sekali mencium dan melihat semua masakanmu ini, apalagi Ayah dari dulu teringin sekali dimasakin oleh anak Ayah, tapi sayangnya anak Ayah semuanya laki-laki dan sudah pada sibuk sendiri dengan dunia mereka", kata Ayah Geoff sambil duduk dikursi yang dia dudukin tadi yang berada diseberang kursinya Vero.


Veronica, Arga, Ayah Geoff mereka bertiga langsung saja makan siang dan menikmati semua masakannya Vero dengan diselingi Ayah Geoff yang banyak bertanya kepada Vero tentang kehidupannya dan lain-lainnya.


Ayah Geoff yang mendengar sendiri jika Vero harus membanting tulang demi menyekolahkan adiknya dan menghidupi adiknya yang masih kecil, sungguh Ayah Geoff sangat terharu sekali, dia tidak menyangka dibalik wajah ayunya Vero menyimpan banyak luka yang dia pendam sendiri.


Dan Ayah Geoff semakin menyukai sifatnya Vero ketika mereka lebih banyak berbincang disela-sela makan mereka.


Sedangkan Arga, dia hanya menimpali seperlunya saja ketika dia dibutuhkan dan perlu berbicara.


...🍬🍬🍬🍬🍬🍬🍬🍬🍬🍬🍬🍬🍬...


Ngomong-ngomong readers, author sudah memberikan Visual untuk Arga belum ya??πŸ€”πŸ€”


Komen dong dibawah karena author lupaπŸ˜‚πŸ˜‚


...🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁...


...***TBC***...

__ADS_1


__ADS_2