GADIS LUGU PEMIKAT HATI

GADIS LUGU PEMIKAT HATI
CHAPTER 234


__ADS_3

Jika paginya Alex, Ana, Arga dan juga Vero dipenuhi dengan kebahagiaan begitu pula dengan paginya Simon dan juga Leyna, mereka juga dipenuhi dengan kebahagiaan karena kehamilannya Leyna.


Tidak terasa pula kehamilannya Leyna sudah menginjak usia ketiga bulan saja.


Dan Leyna dia juga mengalami yang namanya morning sickness pada umumnya, begitu pula dengan masa fase mengidam.


Dia juga mengalaminya itu semua. Bahkan Leyna pernah mengidam malam-malam hari dia ingin sekali makan, makanan khas Italia yang mana membuat Simon sangat bingung sekali mencari restoran Italia dimalam hari sekitar pukul dua dinihari.


Simon yang tidak tahu dimana ada restoran yang buka dijam segitu, dia lalu berusaha membujuk Leyna untuk menahannya hingga esok hari.


Walau mengambek, Leyna akhirnya mengiyakan saja perkataannya Simon, dan lama-kelamaan Leyna akhirnya tertidur sendiri karena capek menahan sebalnya.


Sungguh Simon yang sudah sangat ingin sekali mempunyai seorang anak, dia tidak merasa keberatan sama sekali, ketika Leyna meminta hal-hal aneh kepadanya.


Bahkan Leyna pernah sekali selama tiga hari berturut-turut ingin makan masakan dari sang Mamah mertua yaitu Mamah Merry.


Dan jika tidak makan masakan dari masakannya Mamah Merry dia pasti akan muntah-muntah dengan cukup parah sekali.


Sang Mamah mertua yaitu Mamah Merry dia tidak keberatan sama sekali dengan mengidamnya Leyna yang tidak terlalu aneh menurutnya.


Dengan senang hati, Mamah Merry memasakkan masakan yang enak-enak untuk Leyna dan untuk juga menunjang kesehatan babynya Leyna, yaitu cucunya.


Sungguh Leyna sangat senang sekali diperhatikan seperti itu oleh semua keluarganya ketika dia sedang hamil saat ini.


Dan dia juga merasa senang ketika mengetahui perkembangan dari sang baby baik-baik saja didalam perutnya.


Ketika saat ini Leyna dan juga Simon sedang sarapan diselingi dengan perbincangan yang hangat antara mereka berdua.


Tiba-tiba Simon mendengar dan merasakan ponsel yang ada disaku celananya berbunyi dan bergetar.


Simon langsung saja menghentikan makannya dan lalu dia mengambil ponselnya itu.


Dan Simon juga langsung mengangkatnya saat itu juga ketika sudah melihat siapa yang menelfon pagi itu.


"Iya aku akan segera kesana dalam waktu lima belas menit lagi", kata Simon kepada si penelfon.

__ADS_1


"Siapa sayang??", tanya Leyna kepada Simon.


Ketika Simon sudah mematikan sambungan telefonnya.


"Asisstan aku sayang, katanya ada pasien yang harus segera dioperasi dan mereka kekurangan Dokter disana sayang??", jawab Simon kepada Leyna.


"Oh ya sudah kamu segera berangkat, kasihan dia", kata Leyna kepada Simon.


Dan Simon dia hanya mengangguk saja kepada Leyna, setelahnya Simon dia langsung saja berlalu pergi namun sebelumnya Simon memberikan sebuah kecupan didahinya Leyna terlebih dahulu.


Leyna menjadi istri dari seorang Dokter, pastilah dia sangat tahu sekali, jika suaminya bukan milik dia seorang, melainkan milik para pasiennya juga, yang suatu saat tiba-tiba membutuhkan bantuannya.


..........>>>>><<<<<..........


Sedangkan kita berpindah keapartemennya Arga, tadi setelah kepergian dari Arga, Vero dia lalu mencoba bangun dari atas ranjang untuk menuju kedalam kamar mandi.


Walau sakit dibagian itunya, Vero tetap paksakan jalan, dengan sedikit tertatih.


Dan setelah menahan rasa yang lumayan perih, akhirnya Vero bisa sampai juga didalam kamar mandi.


"Ini tho yang namanya ikan cup***g, sungguh aneh sekali bentuknya", kata Vero sambil memegang semua tanda cinta yang diberikan oleh Arga ketubuhnya.


"Sungguh sakit sekali rasanya milik aku", kata Vero lagi sambil gantian memegangi miliknya.


Vero yang sebelumnya sudah mengisi bathub dengan air sabun hingga penuh.


Dan ketika dirasa airnya sudah cukup dia langsung saja berendam didalam bathub itu.


"Aaaah sungguh enak sekali berendam untuk sejenak didalam sini", kata Vero ketika dia sudah merendamkan tubuhnya didalam bathub.


Vero lalu merilaxkan tubuhnya dan menenangkan fikirannya dengan sambil berendam didalam situ.


Dan ketika baru sekitar empat puluh lima menit Vero berendam, dia mendengar bel pintu apartemennya Arga berbunyi.


Vero yang masih didalam mandi dan tidak menyalakan air, dia sangat jelas sekali mendengar bel pintu yang berbunyi.

__ADS_1


Dan Vero lalu keluar dari dalam bathub serta langsung memakai bathrobenya untuk segera membukakan pintu kepada orang yang bertamu diapartemennya Arga.


Dengan segera Vero lalu turun dari dalam kamarnya Arga menuju kearah pintu apartemen.


Ketika pintu apartemennya sudah dibuka oleh Vero, alangkah terkejutnya Vero ketika dia melihat Mamahnya Arga yaitu Mamah Iris ada dibalik pintu.


Mamah Iris datang dengan wajah yang tidak bisa ditebak oleh Vero, apakah dia marah kepadanya atau dia sudah bisa menerimanya. Entahlah Vero tidak bisa menebaknya.


Vero hanya bisa bersikap sopan saja kepada Mamah Iris, dan langsung saja mempersilahkan Mamah Iris masuk kedalam apartemennya Arga.


Dan ketika Mamah Iris sudah masuk kedalam apartemennya Arga, serta juga sudah menutup pintunya juga.


Mamah Iris langsung saja menjambak rambutnya Vero dengan sangat kuat sekali, hingga membuat Vero sedikit terjengkang kebelakang dan mengaduh kesakitan sekali.


"Ampun Nyonya, tolong lepaskan, ini sakit sekali", kata Vero memohon kepada Mamah Iris.


"Lepaskan katamu, kamu itu orang miskin dan karena kamu aku juga ikut-ikutan menjadi miskin, dasar wanita pel***r, kamu pasti hanya ingin merampas harta anak saya saja kan hah!!", kata Mamah Iris kepada vero sambil melepaskan jambakan dirambutnya Vero dengan sedikit mendorongnya hingga membuat Vero terjatuh dan dahinya membentur meja hingga berdarah dan membiru.


"Saya benar-benar mencintai anak anda Nyonya, tidak ada sedikit pun niatku ingin memiliki hartanya", jawab Vero sambil menangis dan sambil menahan rasa sakitnya.


"Halah itu palingan kedok kamu saja kan", kata Mamah Iris dengan nada pedasnya kepada Vero.


"Lihat ini, bahkan kamu sudah menjajakan tubuh kamu untuk anak saya, dibayar berapa kamu sama anak saya, dan anak saya pelanggan yang keberapa untuk kamu j***ng", kata Mamah Iris lagi kepada Vero ketika dia melihat banyak tanda cinta dilehernya Vero, yang mana membuat Vero sangat sakit sekali hatinya dan langsung saja menangis dengan cukup deras sekali.


"Saya tidak butuh air mata buaya kamu, j***ng", kata Mamah Iris lagi kepada Vero sambil mencengkeram dagunya Vero dengan sangat kuat sekali.


"Jauhi anak saya, atau saya akan melakukan hal lebih dari ini", kaya Mamah Iris lagi kepada Vero sambil melepaskan cengkeraman didagunya Vero dengan sangat kasar sekali.


Dan setelah berkata seperti itu kepada Veronica, Mamah Iris dia langsung saja berlalu pergi dari hadapannya Vero dan keluar dari dalam apartemen.


Menyisahkan luka untuk Vero yang sangat dalam sekali dengan perkataan pedas dari Mamahnya Arga.


Sungguh perkataannya Mamah iris membuat harga dirinya Veronica terinjak-injak sekali, hingga membuat Vero seakan seperti pe***r saja, padahal dia hanya melakukan itu kepada Arga seorang.


...🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁...

__ADS_1


...***TBC***...


__ADS_2