GADIS LUGU PEMIKAT HATI

GADIS LUGU PEMIKAT HATI
CHAPTER 33


__ADS_3

Selama proses operasi berlangsung, Alex senantiasa disampingnya Ana, walaupun Ana tidak bisa diajak berbicara, akan tetapi tangan Ana dengan erat menggenggam tangannya Alex.


Operasi berjalan dengan lancar selama sekitar satu jam. Karena kerusakan tulang hidungnya Ana tidak termasuk parah, masih bisa diperbaiki seperti semula.


Saat ini Ana sudah selesai dioperasi dan juga sudah dipindahkan keruang perawatan biasa dengan fasilitas yang sangat mewah dirumah sakit itu.


Sudah setengah jam setelah operasi, akan tetapi Ana belum menunjukkan diri untuk sadar. Diruangan itu ada Keluarga William yang terdiri dari Tuan Fredo, Mommy Dania dan juga Tara, serta jangan lupakan juga ada Alex yang belum pulang daritadi.


Sedangkan keluarga William yang lain, sengaja Tuan Fredo tidak diberitahu karena mereka tidak mau merepotkan dan juga tidak mau jika nanti ada-ada pihak yang tahu dan mencari kesempatan untuk mencelakai Ana.


"Kenapa Princess kita belum sadarkan diri ya Dadd?? ", tanya Mommy Dania kepada Tuan Fredo.


"Tidak apa-apa Mommy, kata Dokter itu wajar saja, karena efek bius Momm", jawab Tuan Fredo kepada istrinya.


Tara daritadi melihat kearahnya Alex, yang sedangkan Alex sendiri dia sedang melihat kearahnya Ana yang sedang tertidur pulas diatas brankarnya, karena efek bius yang belum hilang.


"Jika aku bertanya kepada hatiku sendiri aku masih bingung dengan perasaan ini, akan tetapi rasa takut kehilangan itu sangatlah besar jika aku tidak melihatnya, apalagi dengan keadaan dia yang seperti kemarin, rasanya aku juga seperti bisa merasakan apa yang dia rasakan", batin Alex sambil terus melihat kearahnya Ana.


Karena Alex yang sudah berumur tiga puluh tahun pun baru pertama kalinya merasakan apa yang sekarang dia rasakan kepada Ana.


"Apakah ini yang dinamakan jatuh cinta?? ", kata batin Alex lagi, dan masih terus melihat kearahnya Ana yang masih belum sadarkan diri daritadi.


Tara yang daritadi memperhatikan Alex dari seberang shofa yang dia duduki, akhirnya memberanikan diri untuk mendekati Alex.


"Permisi Tuan Alex", kata Tara kepada Alex.


Karena Alex dia duduk menyendiri dishofa yang lain dan tidak bergabung dengan Tuan Fredo maupun Mommy Dania. Sedangkan Tuan Gavi dan Nyonya Gia mereka sudah diberitahu oleh Mommy Dania jika Ana akan menjalani operasi hari itu, akan tetapi Tuan Gavi dan Nyonya Gia belum bisa datang karena masih ada urusan yang belum terselesaikan.


Alex yang lagi melamun tiba-tiba disamperi Tara membuat dia cukup terkejut. Akan tetapi Alex masih bisa mengontrol keterkejutannya itu.


"Iya Tuan Tara", jawab Alex kepada Tara.


"Bolehkah saya ikut duduk disini", tanya Tara kepada Alex.


"Silahkan Tuan", jawab Alex dan Tara dia langsung duduk dishofa sebelahnya Alex.

__ADS_1


"Bolehkah saya bertanya kepada anda Tuan Alex, ini bukan pertanyaan sebagai rekan bisnis atau pun kawan maupun sahabat, akan tetapi pertanyaan ini saya tujukan sebagai seorang Kakaknya Ana untuk seorang laki-laki", kata Tara panjang lebar kepada Alex.


"Baik Tuan Tara, silahkan mau bertanya apa?? ", jawab Alex kepada Tara.


"Apakah kamu mencintai adik saya Tuan", tanya Tara kepada Alex dengan muka yang serius.


Alex yang awalnya masih terus melihat kearahnya Ana, sontak dia mengalihkan pandangannya kearahnya Tara hanya sebentar saja, setelah itu Alex mengalihkan pandangannya lagi kearah Ana sambil menjawab pertanyaannya Tara.


"Entahlah Tuan, saya sendiri pun juga bingung dengan apa yang saya rasakan kepada Ana, karena saya tidak pernah mengalami perasaan seperti ini,........... Alex sengaja menjeda perkataannya.


"Saya takut kehilangan dia, Ana sakit saya pun seperti bisa merasakan sakit yang dia rasakan, rasanya nyaman jika berada disampingnya, dan saya pun rasanya ingin selalu bersamanya", jawab Alex jujur kepada Tara.


Tara yang mendengar perkataannya Alex dia sudah menduga akan hal itu, karena dia juga seorang laki-laki normal, jadi Tara tahu akan arti tatapannya Alex keadiknya Ana.


"Jika kamu ingin serius dengan adikku Ana, buktikan jangan permainkan dia, saya bisa merestui kalian, asal kamu berjanji kepadaku tidak akan menyakiti Ana, apalagi hatinya", kata Tara kepada Alex.


Alex langsung saja mengalihkan pandangannya kearahnya Tara lagi, ketika dia mendengar perkataan dari Kakaknya Ana itu.


"Jika dia sudah keluar dari rumah sakit ini bolehkah saya melamarnya untukku jadikan istriku", kata Alex dengan mantap dan tegas kepada Tara.


Cemburu akan ditinggalkan oleh adik kecilnya yang sangat dia sayangi, senang karena adik kecilnya bisa mendapatkan laki-laki baik dan dari Keluarga baik-baik seperti Alex.


Tuan Fredo dan Mommy Dania mereka berdua tadi juga melihat jika Alex dan Tara anaknya sedang berbicara cukup serius menurut mereka.


Akhirnya Tuan Fredo dan Mommy Dania yang melihat itu, mereka tad langsung berpamitan untuk keluar dari ruangan itu kepada Alex dan juga Tara karena Tuan Fredo dan Mommy Dania tidak mau mengganggu perbincangan mereka berdua.


"Boleh, asal kamu harus berani bilang sendiri dengan Daddyku dan ajak pula Keluargamu jika kamu serius dengan adikku", jawab Tara kepada Alex dengan muka serius.


"Dan jika kamu ketahuan membuat hati adikku bersedih dan dia juga sampai mengeluarkan air matanya, jangan harap saya akan mengampunimu, keujung dunia dan kedalam neraka pun saya akan memperhitungkannya denganmu", kata Tara lagi untuk Alex.


"Terimakasih, akan saya usahakan sebaik mungkin untuk kebahagiaannya Ana", jawab Alex dengan tegas kepada Tara.


"Dan saya akan buktikan ucapan saya jika saya benar-benar serius dengan Ana, dan saya akan segera mengajak kedua orang tuaku kerumah kalian", kata Alex lagi kepada Tara.


"Kakak", kata Alex kepada Tara sambil mengajak Tara berjabat tangan dengan senyum manis terukir dibibirnya Alex.

__ADS_1


Tara yang melihat Alex tersenyum dan mengajaknya berjabat tangan, dia juga membalas jabat tangannya Alex dan sambil juga membalas senyumnya Alex.


Tiba-tiba mereka berdua yaitu Alex dan juga Tara mendengar suara Ana yang mengigau, biasanya jika sakit nama Tara yang selalu dipanggil-panggil Ana, kali ini Alexlah yang dipanggil-panggil Ana dalam igauannya.


"Kak Xander"


"Kak Xander"


Kata Ana mengigau namanya Alex, membuat Alex serta Tara yang lagi berjabat tangan langsung saja melepaskan jabat tangan mereka dan bergegas menghampiri Ana.


"Hey Princess Kakak disini, ini Kak Tara Ana", kata Tara ketika sudah sampai disamping brankarnya Ana.


"Kak Tara", kata Ana dengan lirih ketika dia sudah mencoba membuka matanya dengan perlahan-lahan.


"Kamu mau apa adik kecilku", tanya Tara kepada Ana dengan lembut.


"Kak Xander dimana Kak", tanya Ana kepada Tara.


Padahal daritadi Alex ada disamping satunya seberang Tara, akan tetapi Ana belum melihat kearahnya Alex karena dia terlalu fokus melihat kearah Kakaknya Tara. Dan Ana juga belum bisa menggerakkan wajahnya dengan bebas, karena masih sakit dengan operasi tadi dihidungnya.


Sedangkan Tara yang mendengar pertanyaan dari adiknya Ana, dia langsung saja mengalihkan pandangannya kearah Alex yang ada didepannya.


Tatapan dari Tara membuat Ana dengan perlahan mengalihkan pandangannya kearah dimana Kakaknya melihat.


"Kak Xander", kata Ana dengan suara pelan ketika dia sudah bisa mengalihkan pandangannya kearahnya Alex.


"Kakak disini Ana, daritadi disini", kata Alex dengan tersenyum manis kepada Ana.


"Temani Ana disini ya Kak", kata Ana lagi kepada Alex.


"Kakak akan selalu menemani Ana", jawab Alex kepada Ana dengan masih tersenyum dengan manis.


Tara yang melihat interaksi antara Ana dan juga Alex dihadapannya dia akan berusaha menerima hubungan mereka dengan hati terbuka, agar adiknya Ana bisa berbahagia.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁

__ADS_1


***TBC***


__ADS_2